Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
1 Bulan kemudian


__ADS_3

Sudah hampir satu bulan berlalu, kehamilan Manda sudah bejalan hampir 4 bulan, dan kini ia hidup bahagia tanpa ada beban pikiran lagi yang menganggu rumah tangga mereka. Bahkan Manda kini belajar Mandiri, dan ia belajar mengerjakan semua tugas rumah serta ia juga masak dan tidak lupa dengan home shcooling yang ia jalani sekarang. Namun semua juga atas ijin Aron, jiak dia tidak mengijinkan Manda. Manda juga tidak mau capek-cepek  belajar.


Dan Vino serta Kesha sudah pergi ke Sydney, tapi Vino memang berangkat lebih dulu Kesha sengaja mau pulang lebih dulu ke Korea, baru dia ikut dengan Vino ke Sydney. Mereka juga sudah memutuskan untuk kuliah di mana dan ambil jurusan apa, setelah selesai dengan semua tes pendaftaran juga sudah selesai diurus, Vino esok lusa akan pulang ke rumah untuk menemui kakaknya. Untuk minta ijin lagi jika ia mau menikahi Kesha nantinya. Biar mereka bisa tinggal bersama di Sydney.


Karena sudah hampir satu bulan, belum ada penjelasan dari Aron tentang rencananya yang mau menikah dengan Kesha. Ia takut jika Aron menolaknya dan tidak mengijinkan mereka berdua menikah lebih dulu, jadi vino Tanya untuk yang ke dua kalianya mencoba memastikan lagi.


Manda yang baru saja selesai Mandi, ia melangkahkan kakinya menuruni anak tangga dengan sangat hati-hati. Perutnya sudah semakin membesar ia tidak mau berbuat ceroboh lagi.


Manda menatap ke ruang tamu, terlihat Aron sibuk dengan korannya, duduk bersandar di sofa, dengan kaki kanan di lipat ke kaki kirinya sebagai penyangga.


“Sepertinya lagi serius nih suamiku”gumam Manda berjalan mendekati Aron.


“Syang, kamu mau aku buatkan kopi”tanya Manda berjalan mendekati Aron yang duduk bersantai, ia meraba pundak Aron mesra, memutar memegang dadanya dan duduk di samping Aron.


“Istriku ii sekarang pintar menggoda juga ya”ucap Aron, melirk dengan senyum nakal ke arah Manda. Mereka duduk di ruang tamu, karena hari ini adalah hari libur kerja, Aron memilih menemani istrinya di rumah, karena besok juga ia sudah sibuk kerja lagi.


“Boleh syang, jangan manis-manis ya.”ucap Aron, melipat korannya. Dan meletakkan di atas meja kembali.


“kenapa gak manis syang”ucap manda.


“karena kamu sudah manis syang, jadi jangan terlalu banyak gula. Meskipun kopibuatan kamu pahit-pun kalau di minum depan mu akan tersas manis. Apalagi jemari lembut kamu yang buat”ucap Aron meraih tangan Mnada mengecupnya lembut seperti seorang pengeran yang mencium tangan seorang princess.


Manda seketika tersipu mau, wajahnya merah merona seketika di buatnya. Rayuan Aron dan kelembutannya mampu membuat hatinya cenat-cenut sekarang.

__ADS_1


“syang, jadi di bikinkan kopi gak? Mau sampai kapan kamu mencium tanganku seperti itu?”Tanya Manda, mencoba mentap wajah Aron yang masih mencium tangannya.


“Eh.. iya syang aku lupa, udah bikinkan sana. “ucap Aron, di balas dengan senyum manis di wajah Manda. Ia beranja berdiri menuju ke dapur, dengan segera membuatkan satu cangkir kopi hitam untuk Aron suami kesayangannya itu.


“Syang kopinya sudah siap”ucap Manda berjalan membawa satu cangkir kopi ke arah Aron yang sibuk dengan ponselnya. Bersadar di sofa, dengan kepala menyadar di atas sofa.


“Wah.. dari baunya saja, haru banget sepertinya ini enak syang”ucap Aron memuji Manda.


“Coba dulu syang, aku harap kamu suka dengan kopi buatan aku, jadi kamu gak beli di cafe lagi, biar setiap hari aku buatin kamu kopi gak apa-apa”gumam Manda, meletakkan cangkir kopi itu di meja depan Aron.


Ia duduk di samping Aron, menatapya yang mulai meniup kopi panas itu, lalu menyeruputnya perlahan. Wajah yang sangat ia kangenin beberapa hari ini, karena dia sibuk kerja.


 Dan Manda memang kesal dengan Aron, arena sejak satu bulan kemarin dia sibuk bekerja dan jarang ada waktu buat istrinya, ada waktu juga pas tengah malam pulang kerja, hari-hari ia minum di cafe dan makan di luar bersama para clientnya. Sedangkan Manda harus d rumah sendiri makan sendiri tanpa di temani sang suami lagi, padahal meski hanya sebentar Manda ingin jika Aron ada waktu luang pulang dulu temani dia makan baru balik kerja lagi.


“Setelah ini ikut aku belanja ya syang, buat kebutuhan rumah, sekalian cari makan di luar, hari ini aku malas masak, capek syang. Aku mau makan di luar.” Ucap Manda dengan suara manjanya.


“Baiklah, kamu emangnya mau makan apa syang”Tanya Aron , meletakkan secangkir kopi itu di meja.


“Mau makan steak, boleh kan?”Tanya Manda dengan tatapan memohon ke arah Aron.


Lama berbincang, Manda enyandarkan kepalanya di bahu Aron, dengan mengobrol santai sejenak. Dengan menikmati kopi yang ia buatkan tadi untuk Aron.


“Syang kopi kamu enak, lain kali apa kamu mau buatkan aku kopi kalau pulang dari kantor”ucap Aron.

__ADS_1


“Baiklah, tapi jangan beli di cafe, apali di sana banyak pegawai café yang canrik-cantik, aku gak suka”ucap manda, yang terlihat cemburu pada Aron.


“Kamu cemburu ya”Aron mencolek pipi Manda yang terlihat menggemaskan saat cemburu.


“Menurut kamu gimana?”Tanya Manda kesal.


Aron tersenyum, memegang tangan Manda, “Udah jangan cemberut gitu, jelek tau, lagian gak mungkin syang aku tergoda wanita lain, bag aku kamu itu satu dan untuk selamanya. Tidak ada wanita lain yang akan bisa menggantikan kamu di hatiku, meskipun wajahmu tidak cantik lagi, dan terlihat keriput, dengan kantong mata tebal, dan rambut kamu mula memutuh seluruh tubuh kamu kusut. Cinta aku masih sama, tidak akan terhapus di makan usia kita”ucap Aron, sketika membuat manda malu. Ia suda berprasangka buruk pada Aron, seakan tidakperaya dengannya.


Padahal selama ini Aron sangat menyayanginya, tidak pernah sekalipun jauh darinya. Kecuali kalau kerja.


“Udah sekarang ayo kita belanja, keburu  sang nanti”ucap Aron, merah kunci mobilnya di atas meja, dengan tangan menggandeng tangan Manda melangkahkan kakinya  masuk ke dalam mobil.


“Kamu mau belanja kemana syang?”Tanya Aron pada Manda yang dari tadi hanya diam dan masih memandanginya.


“Syang mau sampai kapan kamu menatapku seperti itu, dari pada kamu menatapku. Kenapa gak cium sekalian aku syang”ucap Aron menggoda.


“gak mau”gumam Manda.


Melihat Manda yang terlihat sangat kekanak-kanakan ia tersenyum yipis memandang wjahanya yang sangat menggemaskan.


“Kita sudah sampai syang, ayo turun”ucap Aron. Dengan segera Manda turun, masuk ke dalam seuah toserba. Ya, seperti biasa wanita sangat senang belanja. Ia segera membeli bebrapa kebutuhan rumah tangganya, yang biasa di beli oleh pembantunya.


Ia juga tak lupa ambil beberapa minuman kemasan yang ia suka, dan pastinya buah-buahan juga. Karena ia lagi ingin buah anggur kali ini.

__ADS_1


 


__ADS_2