Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Malu


__ADS_3

"Emmm.. aku di Mana?" Manda menarik tangannya ke atas, merenggangkan ototnya yang terasa sangat capek. Di pesawat ia hanya tidur. Bangun makan sebentar terus tidur lagi. Benar-benar membuat Aron geram. Padahal kan ia ingin tukar tempat duduk dan ajak bicara Manda.


Namun apalah daya, Manda lebih memilih untuk tidur tanpa perdulikan Aron yang dari tadi menunggunya bangun.


"Aku di mana?" Tanya Manda lagi, karena yang semula tidak ada yang menggubris dia.


"Enak banget dari tadi tidur"ucap Aron dengan nada nyindir. Melirik ke arah Manda di sampingnya.


Manda mengerutkan keningnya, menyipitkan matanya yang baru saja bangun, malah masih banyak kotoran menempel di matanya.


"Maksudnya"manda yang baru saja bangun, merasa tersindir dengan perkataan Aron.


Aron mengalihkan pandangannya ke luar mobil,


"Gak tadi ada kucing dari tadi tidur aja"ucap Aron mengelak.


Manda mengerutkan bibirnya, dengan tangan di pinggang seakan menantang ke arah Aron.


"Emang kamu pikir aku kucing apa, aku tahu kok. Bilang saja kalau kamu nyindir aku kan"ucap Manda. Baru bangun langsung merasa sangat kesal.


"Bentar deh!!" Ucap Aron mendekatkan tubuhnya ke arah Manda.


Manda yang antisi jarak dengan Aron yang gak boleh terlalu dekat, takutnya entar dia ajak mesum di depan Kesha. Ia geser ke samping hingga mepet ke arah Kesha yang memang duduk tepat di samping Manda.


"Ada kotoran di matamu"ucap Aron, membersihkan kotoran yang masih menempel di mata Manda


" ih.. aku kira apaan ternyata hanya membersikan mataku"gumam Manda kesal.


"Emang kamu mau apa, mau menciumku di sini" bisik Aron tepat di telinga Kanan Manda.


Manda hanya diam mengerutkan bibirnya. Tanpa sepatah kata lagi menjawab ucapan Aron.


"He..he.. udah-udah jangan ngambek syang"gumam Aron, mengusap lembut rambut istrinya itu.


"Eh.. Da jangan marah sama kak Aron, tau gak tadi tu dia gendong kamu lho mulai dari dalam pesawat sampai mobil. Seperti seorang pangeran gendong putri turun dari pesawat." Gumam Kesha.


Manda seketika menatap ke arah Aron tak percaya Aron bisa romantis juga di deoan umum, tapi di sisi lain Manda juga berpikir pasti malu banget ada di depan umum dengan posisi di gendongan Aron.

__ADS_1


Dengan penuh percaya diri Aron memasang wajah bangga pada Manda.


Manda mengerutkan dahinya tak percaya. "Apa benar?" Tanya Manda memastikan.


"Emangnya kamu bisa tidur di sini akalu bukan karena aku, apa kamu jalan sendiri dengan tidur masuk ke dalam mobil"gumam Aron.


Manda terdiam. Iya juga sih, aku bisa sampai sini pasti juga gara-gara dia. Tapi kenapa dia gendong aku sih, aduh aku gak bisa bayangin kalau tadi semua orang di bandara melihatku. Untung aja tadi aku tidur, kalau gak wajahku mau ditaruh di mana. Pasti aku malu banget, tapi setikanya dia sudah berbuwat baik padaku. Bahkan tidak mau membangunkan aku tidur tadi, gumam Manda dalam hati.


"Kenapa diam?" Tanya Aron.


"Gak napa-napa, lagi mikirin cara jalan dengan tidur itu gimana?" Ucap Manda menggoda.


"Oya, Vin kenapa kamu dari tadi diam saja sih?" Tanya Manda pada Vino yang duduk di depan. Bahkan tanpa menatap ke belakang sama sekali. Ia masih sibuk dengan buku novelnya yang tak jauh-jauh dari pandangannya.


"Lagi sibuk baca novel, tentang cerita seorang lelaki yang di tolak setelah berjuang" Sindir Vino pada Kesha.


Kesha yang merasa tersinggung, hanya diam menundukkan kepalanya. Ia merasa bersalah pada Vino. Tapi setidaknya ia harus paham dengan apa yang Kesha rasakan. Namun jika Vino masih berjuang demi dia. Maka tak bisa pungkiri jika Kesha menerima kembali cinta Vino. Tapi tidak sekarang, entah kedepannya bagaimana.


Manda menatap sekilas Kesha yang terus menunduk. Ia menepuk pundak Kesha yang merasa ia tahu tentang hati Kesha saat ini.


"Sha!!" Panggil Manda menenangkan hati kesha sejenak.


"Udah-udah kenapa pada serius gitu sih, bentar lagi kita sampai dihotel. Jadi kita istirahat sebentar ya, nanti malam baru kita jalan-jalan ke kota."gumam Aron, meredakan ketegangan di dalam mobil.


Vino menatap sekilas di balik kaca mobil di atasnya, ia melihat Kesha terus menunduk.


Maaf, aku hanya ingin kamu mengerti perasaanku. Aku ingin kamu menerimaku lagi, bukannya aku egois tapi setidaknya hargailah perjuanganku, gumam Vino dalam hati.


Di perjalanan mereka saling berbicara menghilangkan rasa penat yang membuat mereka bosan. Karena perjalanan yang lumayan jauh juga dari bandara menuju ke tempat mereka akan menginap. Jack yang tinggal di Itali dulu sangat tahu tempat yang bagus di sana. Bahkan mereka merekomendasikan hotel yang cocok untuk pasangan dan tempat wisata yang romantis di sana.


Tapi Jack gak ikut mereka, dia malah di suruh Aron untuk ngurus perusahaannya sementara. Padahal gak ikut punya perusahaan tapi di suruh ngurusin semunya. Nasib yang malang buwat Jack, gak bisa ikut liburan di sana.


--00--


"Udah sampai kamu mau turun gak"tanya Aron mengulurkan tangan pada Manda.


Manda masih terdiam tak menggubris uluran tangan Aron, ia sibuk mencari ponselnya yang entah kemana dari tadi.

__ADS_1


Padahal sih sebanarnya ponsel dia ada di saku Aron. Ia memang sengaja menyembunyikan ponsel Manda. Salah sendiri dari tadi ngomong gak di gubris sama sekali sih sama Manda.


"Cari apaa sih??" Tanya Aron.


"Kak aku masuk ke dalam duluan ya"ucap Vino menepuk pundak Aron dari belakang.


"Iya"jawabnya singkat.


"Kamu sembunyikan di mana ponselku"tanya Manda yang masih terus mengobrak-abrik di dalam mobil itu.


"Udahlah syang, ayolah kita udah waktunya makan malam nih, atau gak waktunya kita berendam berdua dalam bathup" gumam Aron, seketika membuat semua pengunjung di hotel tersebut menoleh ke arah Aron.


Manda menutup mulut Aron dan menetap sekelilingnya, ya bagaimana bisa ia mengatakan di depan umum jika berendam berdua sih. "Jangan katakan itu lagi malu tahu"bisik Manda.


"Baiklah, lagian kenapa kamu sih gak perhatikan suamimu yang ganteng ini. Nanti kalau aku menatap wanita lain yang lewat gimana?" Goda Aron pada Manda.


Manda seketika menghentikan mencari ponselnya lagi. Ia mendekatkan tubuhnya pada tubuh Aron. "Syang apa kamu mau melakukannya di sini, gak mau" goda Aron lagi pada Manda. Ia memang benar-benar suka bikin Manda geram dengan ulahnya.


"Di dalam saja syang lebih enak"lanjut Aron, semakin menggoda.


Manda berdengaus kesal, ia seketika menutup mulut Aron dengan sapu tangan yang ia bawa dari tadi. "Kalau kamu masih bicara lagi, aku sekalia menutup rapat mulutmu seharian" gumam Manda. Ia melihat sekelilinya, pandangan para pengunjung tertuju padanya. Wajahnya mulai memerah padam perasaan malu bercampur dengan perasaan Marah, jika ia terus berdiri di luar dengan Aron dia bakal bikin ulah lagi nantinya dan terus bikin malu.


"Kenapa kalian ribut terus sih seperti anak kecil, udah ayo masuk" ucap Kesha, yang beranjak masuk lebih dulu.


Manda segera menarik tangan Aron masuk ke dalam hotel namun langakahnya, dan masuk ke dalam Lift. Bukannya malah diam Aron memeluk pinggang Manda dari belakang sangat mesra, ia menyandarkan dagunya ke pundak manda, melepaskan bungkaman sapu tangan Manda di mulutnya.


Sebuah kecupan mesra di pipi kiri Manda membuatnya terkejut. Bahkan tak perduli dengan orang di sampingnya. Benar-enar seperti dunia milik berdua.


Manda menoleh ke arah Aron, "Apa yang kamu...."Ucapan Manda terhenti Aron seketika langsung menghentikan ucapan manda dengan mengecup mesra bibir Manda yang dari tadi bawel terus gak ada habisnya. Bikin Aron semakin gemas dengannya.


Di lift yang berisi 5 orang itu semua menatap mereka, ada yang bilang mereka tu pasangan yang romantis.


Kenapa aku sekarang gak muntah lagi ya, tapi kenapa harus melakukan di tempat umum sih, aku malu melihat pandangan mereka terus terarahku.


Tangan Aron mulai nakal kali ini naik ke atas dada Manda. Seketika Manda langsung menepis tangan Aron dan melepaskan pelukannya.


"Kamu.." ucap Manda melotok ke arah Aron. Oa tidak berani marah-marah dengan Aron di depan umum.

__ADS_1


Bukannya takut, Aron malah nenatap Manda dengan tatapan mengejek. "Ia langsung mnarik pinggang Manda dalam dekapannya. hingga Aron bersandar di belakang dengan bibir seketika mengecup mesra lagi manda, agar tidak terus berbicara lagi dan banyak protes.


__ADS_2