Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Ngambek


__ADS_3

1 bulan kemudian


Bulan madu mereka berakhir dengan sangat sempurna, semua mulai di lakukan seperti biasanya. Menjalani hari-hati merrka dengan meneruska kuliah dan Vino juga pergi brkrrja.


Sedangakn Vina dan Albert memutuskan untuk meninggalkan kuliahnya dulu satu semester. Dan dia memilih menetap sementara di Inggris menikmati hati-hari mereka di sana. Sembari meneruskan bisnis restaurant Albert yang perlahan mulai berkembang di sana. Baru pertama kali ia memulai bisnis ini, dan berharap bisa sesukses dia saat di berada di perusahaan.


-----


Sedangkan pemikiran mereka berbeda dengan Kesha dan Vino yang ingin secepatnya kulus kuliah, agar dia bisa kembali lagi ke London, mengambil alih semua harta yang sempat di miliki Fany sebagian mantan istri kakaknya itu.


Kesha belajar lebih keras, agar bisa cepat wisuda lebih cepat. Dan Vino terbagi menjadi 3 waktu antara istri, kerja dan kuliahnya. Membuat hari-harinya semakin capek. Belum tugas kuliah yang menumpuk, jika bukan di bantu Kesha mengerjakan, mungkin dia juga tidak akan pernah bisa berdua dengannya setiap menitnya.


Kehidupan Kesha setelah satu bulan menikah, dia jauh lebih baik, dan sudah tidak canggung lagi dalam hal hubungan dengan Vino, bahkan dia selalu blak-blakkan minta jatah lagi jika menurutnya itu kurang.


Dam Vino benar-benar sangat bertanggung jawab, ia tidak melupakan tugasnya juga sebagai suami untuk mencari nafkah sembari kuliah, dan juga melayani istrinya.


-------


Sementara, Kehidupan Aron dan Manda juga sangat baik, dia lebih memilih untuk tetap menjaga hubungan mereka agar tidak saling curiga dan mencoba untuk tetap percaya, meski Aron sekarang lebih sering di kantor dari pada di rumah. Bahkan dia hanya di rumah sekitar 6 jam dalam srhari, itupun saat malam, enam jam itu dia pulang lihat anak-anak di kamarnya, lalu langsung berbaring dan tidur. Tanpa melihat istrinya yang bahkan selalu setia menunggunya


Tapi Manda berpikir optimis, tanpa berpikir hal negatif jika Aron berani menduakannya. Ia hanya yakin jika Aron bukan laki-laki seperti itu. Meski sudah 1 bulan dia bekerja keras terus.


-----


Jarum jam menunjukan pukul 12 malam, dan Aron yang baru saja pulang, ia mencium kening anak-anaknya, laku membaringkan tubuhnya yang masih lengkap memakai sepatu dan jas, lengkap dengan baju kerjanya.


Manda yang duduk bersandar di kepala ranjangnya, hanya menatap ke arah Aron dengan tatapan kasihan, melihat wajahnya nampak lesu kecapekkan. Bahkan pandangan matanya seakan tidak melihat jika Manda duduk menatap terus ke arahnya.


"Syang!! Kamu capek!!" tanya Manda, beranjak dari ranjangnya, membantu suaminya itu mencopot sepatu, lalu mencopot jas hitam yang masih membalut tubuhnya. Ia membalikkan tubuh Aron, membuka sedikit kancing bajunya.

__ADS_1


"Lai kali jangan terlalu malam kalau pulang" ucap Manda, menyentuh dadanya, dan langsung du balas dengan genggaman tangan Aron yang memegang tangan manda di atas dadanya.


"Kamu jangan khawatir, syang!! Aku melakukan itu semua juga demi kamu dan anak-anak kita nantinya. Aku harap kita bisa hidup bahagia bersama nanti."


"Aku yakin kita pasti akan selaku bersama," Manda mengecup kening Aron, mengusap kepalanya kembut, sentuhan jemari tangan Manda membuat Aron semakin rertidur lelap. Dan Manda yang masih setia ia duduk menatap ke arah Aron, dan langsung melihat ke dua anak kecilnya yang masih tidur lelap di keranjangnya.


"Sepertinya kamu sudah tidur!! Sekarang aku gak ada teman bicara saat aku gak bisa tidur begini!!" gumam kesal Manda, tapi ia mencoba untuk sabar, menghela napasnya panjang-panjang.


"Semoga semuanya baik-baik saja!! Tidak ada hal yang burik," ucap Manda, dengan jemari mengusap pipi Aron.


Aron yang masih setengah terbangun, dia menegang lengan kanan Manda, menariknya berbaring tepat di atasnya, lalu membalikkan tubuhnya berbaring di sampingnya.


"Kita main lagi?" tanya Aron, tanpa membuka matanya.


"Dia pasti bercanda. Gimana dia bisa main jika matanya gak bisa di buka seperti itu.. Lebih baik aku tolak halus saja!!"


Aron hanya diam, ia mengusap wajah istrinya tepat di samping, dengan tangan memeluk tubuh istrinya. "Kamu jangan berpikir aneh-aneh, aku tidak akan suka dengan wanita lain!!" ucap Aron, yang perlahan tertidur lelap kembali, dengan tangan masih memeluk tubuh Manda.


-------


"Syang!!" ucap Vino, mengambil buku di wajah Kesha.


"Emmm... Ada apa?" ucap Kesha , membaringkan tubuhnya membelakangi Vino.


"Syang!! Aku di sini, gak di samping sana!" Vino menggoyang-goyangkan tubuh Manda membuat gadis itu tepental- pental, dan perlahan membuka matanya, dengan tatapan wajah kesalnya.


"Apa? Aku ngantuk, lagian kamu di tunggu dari tadi gak pulang-pulang.." ucap Kesha, membalikkan tubuhnya menatap tepat ke wajah Vino di depannya.


"Aku banyak kerjaan, syang!! Hari ini benar-benar membuat aku capek." rintih Viko

__ADS_1


"Gak hari ini saja, kamu sudah satu bulan pulang malam. Apa kamu gak vepek, atau kamu gak kangen dengan istri kamu ini Setiap kamu pulang aku selalu udah tidur duluan. Bahkan sekarang jarang di belai." Kesha mulai meluapkan emosi hatinya.


"Udah sini aku belai!!" goda Vino, mengusap rambut Kesha, yang di balas dengan wajah datarnya.


"Udah gak nafsu! Aku mau tidur dulu!!" ucap Kesha kesal. Mengerutkan bibirnya hingga manyun beberapa senti. Dengan mata menutup rapat, seakan enggan lagi untuk terbuka menatap suaminya, ia menyembunyikan kepalanya di di balik lipatan tanganya.


"Syang!! Jangan ngembek gitu napa!!" Vino memegang lengan Kesha, menciba mendorong tubuhnya agar wajahnya bisa terlihat jelas.


"jangan bicara!!"


"Syang!! Aku kengen!!" gumam Vino, mencubit ke dua pipi Kesha yang menggemaskan saat dia tertidur di depannya.


Kesha menarik bibirnya tipis, sebenarnya ia menahan senyumnya yang ingin menyungging di bibirnya. Tapi karena malu dan gengsi, dia tadi sudah marah, ia pura-pura tulis, menutup matanya tak mendengar apa yang di katakan Vino.


"Udah deh, gak usah pura-pura tidur," ucap Vino, meski dia capek, ia ingin terus menggoda istrinya. Jemari tangan Vino mulai menggelitik pinggang Kesha, sekrtika membuat gadis itu tertawa, menggeliatkan tubuhnya.


"Vino hentikan, geli!!" ucap Kesha.


"Bino memegang mendua tangan kesha, melipat ke dua tangannya di atas dada, dengan wajah semakin mendekat, laku mengecup lembut bibi Kesha.


"Gak mau!! Aku lagi ngambek!!" Kesha mendorong tubuh Vino hingga berbaring di sampingnya, ia tidur membelakangi tubuh Vino.


Laki-laki itu tak menyerah, ia mulai beraksi, menarik selimut menutupi tubuhnya. Ia memeluk erat tubuh Kesha, dengan tangan memegang dada Kesha.


Kerjaa yang semula ingin berteriak, seakan ia mulai mengurungkan niatnya saat jemari tangan Vino memainkannya.


"Kenapa diam?" bisik Vino.


Kesha hanya diam saja, ia masih pura-pura tidur, dengan bibir bawah ia tari ke sela-sela giginya, menahan desahan rasa nikmat sentuhan jemari tangan Vino di dadanya.

__ADS_1


"Gak sudah munafik!! Bukanya kamu menikmati" bisik Vino lembut, mengecup telinga belakang Kesha, merayap menuju ke leher belakang wanita itu yang masih di penuhi dengan helaian rambut tipisnya.


"Emmhh..." terang Kesha, menahan bibirnya untuk menerangkan lebih jeras, hanya dengan sentuhan saja mampu membuka mulutnya meski hanya sedikit, tapi terdengar jelas.


__ADS_2