Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Kesha Menggoda Vino


__ADS_3

Setelah menikmati makanan di restauran, Kesha dan Vino segera kembali ke hotelnya. Dan Albert dengan Vina juga kembali ke hotelnya, yang ternayat hotrl mereka dekat dengan dia, tapi tidak satu hotel.


"Syang!! Kamu bereskan semua." ucap Vino menatap istrinya yang sibuk menata semua pakaiannya.


"Iya, tapi kamu gak mau istirahat dulu?" yanya Vina.


Vino menatap jam tangan yang melingkar di tanganya, jarum jam menunjukan pukul 07 malam. "Masig jam segini, ku akan baca buku," ucap Vino, beranjak duduk bersandar di ranjangnya, mengambil satu buku yang ia bawa, lalu mulai membukanya, membaca setiap tulisan tanpa perdulikan Kesha.


"Dasar laki-laki!!" ucap Kesha, menutup kopernya, lalu melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.


"Kamu mau kemana?" tanya Vino.


"Ke kamar mandi, memangnya kenapa?" ucap Kesha menatap Vino, berharap ada jawaban yang membuat ia senang.


Aku harap dia mau menemani aku mandi, hari ini dia tidak memanjakan aku sama sekali. Apa dia sudah bosan, dengan aku. Aku tunggu jawabannya saja.


"Gak apa-apa, ya sudah cepat mandi, ku tunggu kamu di sini!!" jawab Vino, membuat Kesha kecewa.


Ia menguntupkan bibirnya kesal, menghantkakn kakinya berjalan mendekati Vino.


"Ehem..!!" Kesha berdahem, mencoba memanggil Vino, memberi kode padanya.


"Apa syang!!" jawab Vino tanpa menatap wajah Kesha, ia masih fokus dengan bukunya, yang membuat dia lupa dengan isyrinya yang sudah berdiri dengan tataoan kesla di sampingnya.


Dasar nih cowok gak peka banget sih, dia itu suka dengan aku atau tidak. Kenapa malah dia cuek padaku. Dan lebih suka pacaran dengan bukunya.


Kesha sedikit menundukkan badanya, menatap judul buku yang Vino baca. "Kamu baca Novel dewasa?" tanya Kesha. langsung duduk di kaki Vino, dengan badan tengkurap memegang ke dua pundak Vino di bawah bukunya.


"Memangnya kenapa syang? Lagian kita sudah dewasa. Gak masalah baca novel dewasa. Biar tambah mesra nanti.


"Syang, apa kamu gak ingin manja sebentar!!" goda Kesha, membuat Vino terkejut, seperti bukan Kesha yang biasanya, entah kenapa dia terlihat lebih agresif.


"Ini benar kamu?" tanya Vino, memegang kening Kesha, mencoba cek suhu tubuhnya.


"Ini beneran kamu?" tanya Vino memastikan.

__ADS_1


"Memang siapa kalau bukan aku?" tanya Kesha mengerutkan keningnya.


"Tumben banget jika kamu sangat agresif, apa kamu ingin kamu temani aku," ucap Vino. Melingkarkan tangannya di pinggang Kesha.


"Kamu aja dari tadi gak peka," ucap Kesha kesal, menguntupkan bibirnya, dengan kepala menyandar di dada bidang Vino, dengan ke dua jari tangan berjalan di dada bidangnya, mencoba menggoda Vino.


Vino menutup bukunya, meletakkan di sampingnya, ia memandang wajah cantik Kesha di depannya, dengan tangan kanan, mengusap wajah cantik Kesha, menyilakan rambut yang menghalangi pandangan natanya, ke belakang telina kirinya.


"Apa kamu sudah ingin lagi?" tanya Vino, menxekatkan wajahnya.


"Emm.. Enggak!!"


"Terus kenapa kamu menggodaku?"


"Kamu gak mau mandi bersama?" tanya Kesha.


"Oo.. jadi kamu mau mandi berdua denganku?" tanya Vino memastikan, memegang ke dua pipi Kesha sedikit menekannya manja, melihat wajah menggemaskan Kesha yang baru pertama kali dalam hidupnya di goda oleh Kesha seperti ini.


"Emm.. Menurut kamu gimana?" tanya Kesha, dengan ke dua tangan menyangga pipinya, menatap penuh senyum ke arah Vino.


"Kamu itu ya, susah banget di tebak!!" ucap Vino, mengusap ujung kepala Kesha, membuat rambutnya sedikit berantakan.


Vino memegang ke dua bahu Kesha, menjauhkan dari tubuhnya. Lalu bergegas berdiri, mengangkat tubuh Kesha masuk ke dalam kamar mandi.


"Kita mandi berdua, kan?" tanya Vino memastikan.


Vina hanya tersenyum, menganggukkan kepalanya. "Berendam atau di shower?" tanya Vino.


"Berendam aja gimana?"


"Gak di shower?" tanya Vino memastikan.


"Enak berendam, sekalian pakai air hangat," ucap Kesha. Vino menurunkan tubuh Kesha, membuka pelan setiap helaian kain yang menempel di tubuh Kesha tanpa persetujuan darinya. Dan Kesha gak mau kalah, ia membuka helaian kain yang menempel di tubuh Vino. Hingga terlihat tubuh kekar Vino yang sepertinya terlatih latihan gym setiap harinya.


Vina memegang otot-otot dada Vino, mengusapnya lembut. "Syang!! Sejak kapan otot kamu jadi seperti ini?" tanya Kssha, yang ingat jika dulu waktu masih sekolah SMA Vino tidak seperti itu. Dan sekarang dia sudah benar-benar berubah jauh dari Vino yang masih remaja dulu.

__ADS_1


"Sejak kamu meninggalkan aku dulu. Aku meluangkan waktu aku untuk main gym!!"


"Kamu suka?" tanya Vino, mengusap rambut panjang Kesha.


Kesha hanya diam mengangukkan kepalanya, dengan senyum tipis penuh semangat. Ia memeluk tubuh Vino


Vino melepaskan pelukan Kesha, ia meletakkan telapak tangannya di ke dua telinga Kesha, sedikit mendekatkan wajahnya, lalu mengecup bibir Kesha lembut, perlahan kecupan itu penuh gairah, Vino tak mau melepaskan kecupannya, mereka berjalan masuk ke dalam bathup, yang sudah penuh berisikan air hangat.


Kesha melepaskan kecupannya, memegang ke dua pipi Vino. Dengan dahi menempel di dahi laki-laki di depannya, hembusan napas mereka saling berpacu sangat cepat. "Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Kesha


"Kamu ingin apa?" tanya Vino, dengan jemari tangan menelusuri setiap tubuh Kesha, hingga berhenti tepat di bawah pusar. Mereka mulai bermanja berdua di dalam bathup, hingga satu jam berlalu saling memang satu sama lain, tanpa berhubungan seperti biasa.


Vino yang sudah capek, ia duduk di belakang Kesha, menatap punggung mulus putih milik Kesha yang nampak di depannya. "Gimana kalau kita bermain tebal-tebakan" ucap Vino, mendekatkan wajahnya, dengan dagu menyandarkan di pundak istrinya.


"Boleh," ucap Kesha, dengan ke dua tangan bermain busa di sampingnya. Dan Vino mulai menulis beberapa huruf di punggung Kesha.


"Coba tebak apa yang aku tulis tadi" ucap Kesha.


Kesha mengerutkan keningnya, menatap bingung dengan bola mata memutar ke atas, memikirkan setiap huruf yang Vino tulis di punggungnya.


Vina menoleh ke belakang, d3ngan bibir cemberut. "Aku gak tahu?" jawab Kesha.


Vino memegang ke dua pipi Kesha, menempelkan keningnya. "I Love You!!" ucap Vino lirih, memandang sangat dekat wajah Kesha, merasakan hembusan napas mereka berpacu sangat cepat.


"I love you to!" jawab Vina.


"Udah cepat basuh punggungku!!" ucap Kesha, membalikkan badannya, duduk membelakangi Vino lagi.


"Apa?" Vino melebarkan matanya bingung.


"Maksud kamu, aku gosok punggung kamu?" tanya Vino memastikan.


"Iya, memangnya kenapa? Aku tadi ajak kamu mandi bersama hanya ingin membantu aku untuk gosok punggung aku, lagian tangan aku gak sampai bersihin punggung aku sendiri," ucap Vina, menoleh lagi ke belakang, dengan pandangan mata memelas. Kesha menyatukan telapak tangannya di atas dadanya, mengedipkan matanya berkali-kali, sembari memohon pada Vino.


Vino menghela napasnya kesal, "Oke, baiklah!!" ucap Vino, membalikkan tubuh Kesha, dan mulai membasuh punggung Kesha lembut, dengan jari tangan perlahan.mulai nakal berkeliaran kamana-mana.

__ADS_1


"Singkirkan tangan kamu!!" ucap Kesha.


"Iya, iya!!"


__ADS_2