Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Perseteruan Antara 2 Istri


__ADS_3

Manda berdiam diri di kamarnya mencoba membereskan semua barang barangnya. Ia terdiam sejenak, pikirannya terbayang kejadian menjijikkan Aron tadi yang begitu berani bermain di depannya. Namun tak membuat hati Manda Goyah. Ia ingin segera membalas semua yang terjadi.


" Brakk..." gebrakan pintu yang tiba-tiba mengejutkannya. membuatnya sontak menatap ke arah sumber suara yang mengganggunya itu. Seorang wanita cantik berjalan dengan wajah telihat sudah mulai memerah melipat ke dua tangan di perutnya. Dengan tatapan tajam mengarah pada Manda yang duduk memlngeluarkan semua bajunya.



Wanita cantik sekaligus istri Aron bernama Fany gadis kebangsaan Korea dan Swiss. Ayahnya dari Swiss dan Ibunya dari korea. namun wajahnya lebih dominan ayahnya dengan mata seperti mata kucing. Wajahnya sangat cantik dengan rambut berombak berwarna pirang sepundak. Wajah oval dengan tatapan tajam kasnya. Ia terkenal cantik dan juga anak bangsawan di negaranya. Bahkan tak berani bertindka kasar dengannya.


Kini wanita itu seakan menemukan umpan untuk memaki.


" Dasar wanita murahan" Umpatnya pada Manda yang masih duduk seolah tak perduli dengan apa yang terjadi. Ia masih menata semua barangnya tanpa menggubris wanita di depannya itu.


" apa kamu tuli?" Umpatnya keras dengan badan agak condong ke depan tepat di tempat Manda duduk.


Manda hanya membalasnya dengan senyum semringai beranjak berdiri. " Emanganya jika aku wanita murahan kenapa? Apa masalahnya denganmu?" pungkasnya dengan nada santai agak mendorong tubuhnya ke depan seolah mengejek pada Wanita di depannya. Kali ini Manda tampil lebih berani ia tidak mau di ijak-ijak harga dirinya lagi apa lagi dengan wanita di depannya itu.


Wanita itu menggertakan giginya menatap tajam ke arah Manda. Tatapanya terkunci dengan pandanganya seolah ada aliran listrik di antara mata mereka. Seakan mau di mulai sebuah pertandingan gulat di antara keduanya.


" Berapa per-malam Aron membayarmu! Aku akan mengganti semuanya. Tapi kamu harus pergi dari hadapan Aron" Ucapnya dengan tatapan tajam.


Manda menarik bibirnya tipis.


" Plakkkk..." tamparan mendarat persis di pipi kanan Wanita cantik itu. Membuatnya pipi yang semula mulus berbalut make up mahal kini ternodai dengan tamparan keras dari Manda yang membuat pipinya merah. Ia  menatap tajam semakin kesal. Ototnya mulai menegang seketika aliran darahnya mulai naik membuat wajahnya memerah bahkan seperti kepiting rebus.


" aku tidak akan pergi kemanapun. Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi" ucap manda dengan sengat berani menggertak wanita di depannya itu. Ia tidak takut dengan tatapan tajam wanita itu. Manda selalu membalas dengan senyum yipis seolah menantangnya.


Wanita itu ingin melayangkan tamparan ke arah Manda.


" Dasar... " mulutnya terhenti seketika ketika seseorang memegang erat tangannya dan melemparnya ke bawah.


" jangan pernah menyentuh dia!" Aron berada tepat di belakang Wanita itu dengan tatapan tajam seolah ingin menghantam musuhnya. Ia terlihat kesal dengan nada bicara tinggi tangan menunjuk ke wajah istrinya.


" Kenapa kamu membela wanita murahan itu" Umpat Fany dengan nada semakin tinggi. Ia tidak terima jika selalu tak di anggap oleh Aron. Bahkan Aron lebih memilih wanita yang ia anggap sebagai wanita murahan itu dari pada dirinya. Itulah yang membuat ia merasa muak dan sekaligus membenci wanita itu. Karena dialah Aron sekarang tidak bisa jadi miliknya seutuhnya.


Manda jadi penghambat rencana Fany maka dia harus berfikir cerdik untuk menyingkirkan manda. Entahlah apa ia bisa menyingkirkan Manda dengan mudah.


Manda senyum tipis melipat ke dua tangannya menarik bibirnya sedikit. Menatap sinis ke arah Fany. Tatapanya seolah menantang wanita cantik itu lagi dengan ke dua tangan di lipat ke perutnya.  

__ADS_1


Tanpa membalas ucapan Fany, Aron menarik paksa tangan wanita itu keluar dari kamar Manda.


" jangan pernah kamu menyentuhnya" Bentak Aron di depan pintu kamar. hingga terdengar sampai di telinga Manda.


" Ternyata dia masih melindungiku" gumam Manda tersenyum tipis beranjak menuju ke pintu menutupnya rapat. Tak perdulikan mata mereka tertuju padanya. Dia tak mau mendengar debat pasangan suami istri sah itu. Manda masuk dalam kamar mandi hanya untuk sekedar berendam dalam bathup berisikan penuh air hangat.


#Fany POV


Fany masih berdebat dengan Aron hanya karena masalah Manda yang membuat Fany meluapkan semua emosinya.


" Aku mau kamu usir dia dari sini?" Dengan nada tinggi ia berbicara dengan Aron.


" Kalau kamu gak suka silahkan pergi saja. Adikku yang membawanya kemari jadi kenapa aku yang harus usir dia" Sambung Aron dengan nada penuh emosi dan wajah dinginnya.


Ia beranjak pergi dengan wajah nampak dingin berjalan ringan menuju ke kamarnya yang memang tak jauh dari kamar Manda.


Fany masih berdiri di depan pintu kamar Manda. Wajahnya masih memerah menatap pintu kamar Manda yang sudah tertutup rapat itu. Seolah ia ingin membalas semua apa yang Aron lakukan padanya gara-gara wanita yang menyebalkan baginya.


Fany sebenarnya belum tahu siapa Manda. Ia hanya tahu jika dia hanya wanita yang sama seperti wanita lainya yang di bayar Aron hanya untuk menemaninya semala .y


suka bermalam dengan Aron.


Kali ini ia benar benar harus memutar otak untuk mengusir Manda dari rumah Aron. Ia berencana untuk membujuk Vino agar mau membawa dia pergi. Namun bukan fany namanya jika dia langsung membujuknya. Diam-diam berencana untuk menghubungi kesha kekasihnya.


Fany sudah mengenal kesha saat menikah dengan Aron . Meski hubungan mereka tidak seakarab yang di bayangkan. Kali ini ia benar-benar berpihak pada kesha hanya untuk menghancurkan Manda.


Fany membuka pintu kamarnya kasar. Hingga terdengar suara keras. Ia berjalan masuk dengan penuh emosi yang menggebu dalam dirinya. Ia meraih ponselnya di meja samping ranjangnya.


Wanita itu segera menghubungi kesha.


" kenapa lama sekali ? Kesha cepat angkat" Gumamnya dengan terus menghentakan kakinya dengan tangan kiri di lipat ke perutnya. Ia sudah tak sabar memdengar amarah kesha nantinya.


" iya kak Fany! Ada apa?" Pungkas Kesha menerima panggilan Fany.


" akhirnya kamu angkat juga telfonku" Ucapnya


" Apa kamu tahu Vino membawa simpanan kakak kamu di rumah. Dan dia bahkan menggandeng tangannya saat memasuki rumah ini" ucapnya dengan nada sangat kesal. Ia berencana mengadu domba antara  kesha dan Manda.

__ADS_1


" aku tidak perduli lagi dengan Vino" Ucap Kesha singkat segera menutup telfonnya.


" ahhh... sialan" Umpat Fany melempar ponselnya di ranjang kamarnya.


" Semuanya benar-benar memuakkan" Umpatnya keras. Ia mengacak-acak barang barang di meja riasnya.


" awas kamu Manda aku tidak akan tinggal diam. Kamu membuat Aron beralih memandang kamu. Dan kamu yang memulai permusuhan ini. maka kamu tidak akan bisa lolos dariku"Ucapnya melotot tajam di depan kaca.


#Back Manda


15 Menit berlalu Manda keluar dari kamar Mandi. Ia masih mengenakan handuk putih yang membalut tubuhnya dengan tangan menguncir rambutnya ia berjalan keluar menuju lemari yang tak jauh dari langkahnya.


" Manda!" Suara Aron yang tiba-tiba itu menghentikan langkah Manda.


" kenapa kamu ke sini?" Ucapnya dengan wajah datar ia mengalihkan pandangnya dari Aron.


" Aku ingin bicara denganmu?"


" Tidak.ada yang perlu di bicarakan lagi" sambung Manda membuka pintu lemarinya untuk mengambil baju yang mau ia kenakan nantinya.


Aron menarik tangan Manda namun dengan sigap di tepis kasar olehnya. " jangan pernah menyentuhku lagi. Dasar menjijikkan" pungkasnya mendorong kasar tubuh Aron keluar dari kamarnya.


" Sekarang kamu pergi dari sini dan jangan pernah ganggu aku lagi. Aku ingin sendiri dulu" Ucapnya dengan tatapan tajam.


Ia menutup kasar pintunya.


" Manda tunggu!" Aron terus berdiri di depan pintu mengetuk pintunya berkali-kali.


" jangan ganggu aku! Jika kamu masih menggangguku aku akan pergi dari sini dan jauh dari kehidupanmu" teriak Manda dari dalam kamarnya dengan penuh rasa emosi.


Aron terlihat menekuk wajahnya berjalan menjauh dari kamar Manda. Ia tidak mau membuat Manda smeakin emosi di buatnya.


Mendengar langkah kaki Aron yang sudah menjauh dari depan pintu kamarnya. Ia segera beranjak menuju lemari di sampingnya untuk mengambil baju.


Manda berbicara kasar seolah bukan dirinya. Ia kini benar-benar berbeda bukan Manda yang penuh belas kasihan. Ia ingin membentuk mental yang kuat dan tak pantang menyerah menghadapi sifat ganas Aron yang membuatnya merasa sangat muak.


Kali ini Manda tak ingin kalah darinya. Lelaki itu bisa berbuwat keji maka ia akan membalasnya lebih sakit lagi. Dan Fany bukan penghalang baginya. Fany hanya debu yang bisa dengan mudah ia singkirkan hanya dengan mengambil hati Aron nantinya.

__ADS_1


Manda segera memakai baju yang sudah ia pilih.lalu berjalan keluar dari kamarnya menuju ke kamar Vino hanya untuk menemuinya sekedar berbincang berdua. Bukan ada rasa dengannya.


Ia ingin berbagi cerita dengannya untuk tukar ide apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Tak mau gegabah dalam bertindak ia butuh nasehat darinya.


__ADS_2