
"Syang bangun"ucap Manda, yang bangun lebih pagi dari Aron. Ini sudah jadi kebiasaan rutinya selalu bangun pagi sekarang.
"Iya syang sebentar"ucap Aron yang masih terbungkus selimut tebal.
"Aku sudah siapkan semua kemeja dan jas kamu,"ucap Manda "kamu mau kopi juga gak?" tanya Manda, duduk di ranjang mengoyang goyangkan badan Aron. Yang masih tertidur lelap.
Aron yang masih terasa berat untuk membuka matanya, ia hanya mengeluarkan suaranya.
"Iya syang bentar lagi aku bangun"ucap Aron, yang masih malas untuk bangun. Badanya masih terasa cepek sehabis belanja banyak kemarin dan harus angkat sendiri. Ya, ia harus melakukan itu semua sendiri, karena memang unyuk anaknya. Ia tidak mau minta bantuan.
"Ceapt bangun syang"Manda terus menghoyang-goyangkan tubuh Aron.
Aron membalikkan badanya, dengan mata masih terpejam. "Iya syangku yang bawel"gumam Aron, yang masih malas membuka matanya.
Manda yang melihat Aron masih malas, ia mengecup kening Aron lembut.
"Syang! Buruan sudah setengah 7"ucap Manda, manarik tangan Aron untuk bangun.
Aron mulai bangun, dan mengecup kening Manda seperti apa yang ia lakukan setiap harinya, dan sudah jadi kebiasaan rutinnya. "Aku bangun syang, selamat pagi"ucap Aron, kembali mengecup bibir tipis milik Manda. Di sambut dengan senyum manis Manda di pagi hari. Dengan sentuhan lembut jemari Manda di kepala Aron, mengusapnya lembut.
"Aku ingin selalu seperti ini, bisa menyentuhmu"ucap Manda, yang masih merapikan rambut Aron yang terlihay berantakan.
Aron memegang tangan Manda, di kepalanya. Ia menatap mata Manda sangat dekat dan semakin dalam. "Aku juga syang"gumam Aron, mendekatkan wajahnya, menatap wajah cantik Manda di pagi hari, meski tanpa balutan make up, yang menutupi kulitnya.
"bentar jangan bergerak"ucap Manda.
"Ada apa?"tanya Aron menatap bingung.
"Sudah diam dulu"ucap Manda.
"Di mata kamu masih banyak kotoran itu"lanjut Manda, yang mulai menyentuh ke dua pipi Aron dengan telapak tangannya, lalu ia mengusap ke dua mata suaminya, dengan jemari lentiknya.
Sudah jadi kebiasaan bagi Aron dan Manda setiap pagi, selalu mengecup Manda sebagi ucapan selamat pagi darinya. Dan Manda juga selalu seperti itu setiap pagi, maupun malam saat mau tidur ia juga melakukan hal yang sama. Meski jarang berhubungan badan sekarang. Karena Aron takut jika bayinya kenapa-napa nantinya saat ia berhubungan badan.
Dan Manda juga tidak protes, ia hanya nurut apa kata Aron, jika menurutnya itu baik.
__ADS_1
"Udah cepat mandi"ucap Manda menarik selimut tebal Aron, yang membungkus tubuhnya.
"Iya, istri aku yang cabi"ucap Aron, mencubit ke sua pipi manda.
"Sakit syang"gumam Manda kesal, dengan Aron yang selalu mencubit pipinya.
"Lagian sih gemesin, perut kamu tambah besar dan pipi kamu tambah cabi syang"ucap Aron.
"Biarin cabi, tapi tetap cantik kak?" tanya Manda penuh percaya diri.
"Iya cantik kok"ucap Aron, mengusap kepala Manda.
"Aku mandi dulu ya syang"Lanjut Aron, beranjak berdiri menuju kamar mandi.
"Bentar syang, kamu mau makan apa?" tanya Manda, berjalan menuju kemar Mandi, ia berdiri di depan pintu kamar mandinya.
"Gak usah masak syang, kamu istirahat saja, jangan terlalu capek"ucap Aron, yang mulai membasuh tubuhnya.
Setiap pagi Manda selalu membangunkanya, ia tidak pernah lupa jika bertanya pada Aron mau makan apa. **** terkadang ia masak sendiri kalau Aron tidak tahu. Dan pas lagi ingin masakin Aron Dan Manda juga selalu menyiapkan segela keperluan Aron pergi ke kantornya, mulai dari sepatu jas dan sebagainya. Yang biasanya dulu di lakukan oleh para pelayan di rumahnya yang lama.
Selesai mandi, ia berjalan keluar tak melihat Manda di kamarnya. Ya, manda tidak pernah mau untuk berfiam diri, padahal usia kandungannya sudah semakin membesar. Tapi dia benar-benar tidak mau diam dan duduk saja biar pembantu yang mengambilakan semuanya.
"Manda kamu di mana?"tanya Aron, yang baru selesai dari kamar mandi, dengan balutan handuk, ia berjalan mencoba memcari manda di setiap sudut kamarnya.
"Di mana Manda?" tanya Aron. "Kenapa dia tidak mau berhenti sih, selalu saja cari kegiatan"gumam Aron kesal.
"Ada apa syang mencariku"ucap manda yang berjalan masuk kr kamar, dengan membawa satu cangkir kopi panas untuk Aron. "Aku baru saja buat ini untuk kamu, dan aku juga udah siapkan laptop kamu, bukanya kamun ada tugas yang belum kamu copy kemarin"ucap Manda mengingatkan pada Aron.
"Oo, iya syang, untung saja kamu ingetin"ucap Aron.
Aron bernapas lega, "Manda syang, lain kali gak usah seperti ini, biar aku daja yang ambil semuanya"ucap Aron, berjalan mendekati Manda di depannya.
Aron meraih kopinya lebih dulu "Sudah syang jangan buatkan aku kopi lagi ya, aku gak mau kamu bolak-balik turun tangga. Ingat kandungan kamu sudah semakin membesar. Kamu harus jaga dia baik-baik syang"ucap Aron, meletakkan kopinya di meja kecil samping ranjangnya. Ia meraih ke dua tangan Manda, dengan jemari tangan kenan mengusap lembut helaian rambut panjang milik Manda.
"Aku gak mau orang yang aku syangi kanapa-napa. Tolong nurutlah denganku syang, aku gak mau kamu kecapek-an nantinya. Mulai sekarang biar aku yang manjain kamu"ucap Aron.
__ADS_1
"Gak usah syang, ku gak capek kok"ucap Manda, di balas dengan sentuhan lembut jemari Aron di wajahnya. "Syang kamu bilang gak capek, tapi kondisi kamu dan bayi kamu syang tolong di perhatikan. Udah sekarang kamu jangan kesetingan naik turun tangga. Atau perlu kamar kita ganti di lantai bawah saja mulai sekarang"ucap Aron, dengan sentuhan lembut jemari tangan Aron pada ke dua pipi Manda.
"Huuff... Baiklah, kalau gitu mulai besok aku saja kita pindah"ucap Manda sangat antusias, ia ingin pindah di kaamr bawah sekalian kalau anaknya lahir juga memang ia sudah persiapkan kamar di bawah, dan Manda juga ingin tidur bersama dengan anaknya.
"Oo, iya, Syang! Aku belum ucapkan selamat pagi untuk babyku ini"gumam Aron.
Mengusap perut Manda lalu mengecupnya lembut, di balas dengan gerkana kecil oleh anaknya.
"Udah, kamu jadi ke kantor gak?" tanya Manda.
"Ya, jadi syang"gumam Aron.
"Kalau jadi, kamu mau berangkat jam berapa?" tanya Manda.
"Nanti aku ada meeting dengan Client jam 08.00"ucap Aron, mencoba mengingat-ingat. "Dan nanti aku gak bisa hubungi kamu ya, nanti aku benar-benar sibuk syang. Nanti aku atur jadwal padat banget untuk bertemu client, apalagi ini perusahaan baru aku rintis jadi aku harus bekerja keras sekarang"gumam Aron. memegang ke dua bahu Manda.
"Udah cepat pakai baju, biar aku ambilkan"ucap Manda, yang mulai mengambil kemeja Aron di ranjang. Ia mulai memakaikan kemeja Aron. Dan jasnya, ia juga selalu membantu Aron untuk memakaikan dasinya.
"Makasih syang"ucap Aron mengecup lembut pipi Manda.
"Iya, syang"ucap Manda. yang mulai ambilkan kopi Aron lebih dulu, utuk ia minum.
"Ini buatan aku sendiri syang, seperti biasa"gumam Manda.
"Sudah syangn ini terkhir akmu bukin. Kalau sudah gak hamil baru bikin lagi, lagian aku gak ingin terlalu banyak minum kopi syang"ucap Aron.
"Ya, udah aku ganti skearang kalau gitu"ucap Manda mencoba meraih kopinya.
"Gak usah, biar aku minum saja"ucap Aron.
Selai menyiapkan smeuanya, Aron segera berangkat ke kantornya. Ia tidak makan karena sudah telat, ia kasihan dengan cliennya jika menunggu lama nantinya.
"Aku berangkat dulu, bye"ucap Aron, mengecup kening Manda, di balas dengan ciuman lembut di punggung tangan aron oleh Manda.
"Hati-hati syang, jaga mata kamu"ucap Manda.
__ADS_1