
Matahari sudah mulai menyeruak masuk dalam sela sela selambu jendela kamar Manda. Semalaman manda berbincang dengan kesha hingga akhirnya mereka berdua ketiduran. Kesha tidur dengan posisi duduk di samping manda.
Perlahan Manda membuka matanya. Ia melihat kesha tertidur di sampingnya. Sedangkan Vino tidur di sofa. " Mereka kenapa snagat perduli denganku saat aku terpuruk seperti ini" Batin Manda.
" huaaammmm" Kesha mulai terbangun dari tidurnya.
" Eh.. manda kamu dah bangun" senyum manis kesha menyambut kehangatan pagi hari Manda.
Manda hanya tersenyum tanpa sepatah katapun.
" Oya kamu mau mau mandi gak. Kalau mau mandi biar aku yang bilas kamu. Tapi kalau gak aku bantu kamu ganti baju kita akan segera pergi" Pungkas Kesha tak lupa dengan senyum manis nya.
" Gak usah aku ganti baju aja" Jawab Manda ia mencoba perlahan menurunkan kakinya dari ranjang.
" Biar aku yang bantu kamu berdiri" Ucap kesha dengan segera memapah tubuh Manda menuju kamar Mandi.
" Makasih ya Sha kamus baru kenal denganku tapi udah seperti kenal lama" Ucap Manda. Wajahnya kini terlihat masih pucat tubuhnya masih terasa sangag lemas. Jalan pun seolah tak bisa.
" udah lah anggap aja aku sahabat kamu. Jadi kalau ada masalah kamu bisa cerita semua padaku" Jawab Kesha.
Manda hanha menjawab dengan senyum manisnya menatap Kesha di sampingnya.
#Aron POV.
" Bangun" bentak Aron pada adiknya yang masih tertidur pulas di sofa kamarnya.
" Ada apa?" Tanya Vino dengan tatapan tajam.
" kemana Manda pergi?"
Vino terasenyum kecil.
" apa perdulinya kamu dengan Manda. Mau nyakitin dia lagi" Jawab Vino kentus.
" Aku tanya sekali lagi padamu. Dimana dia?" Teriak Aron dengan nada semakin tinggi pada adiknya.
" aku disini" Saut Manda yang baru saja keluar dari kamar mandi bersama dengan kesha yang terus memapahnya untuk berjalan.
__ADS_1
" kenapa kamu mencariku, bukannya aku gak penting bagimu. Aku hanya bahan mainanmu " ucap manda dengan senyum sinisnya.
Aron hanya terdiam menatap Manda ia seolah tak bisa berkutik dengan ucapan Manda barusan.
" Kesha antar aku duduk di ranjang" pungkas Manda.
" baiklah" Jawab kesha mulai memapah Manda duduk di ranjang .
" Kamu duduk saja dulu aku sama Vino akan bereskan kamar kamu" Kesha mencoba menarik tangan Vino untuk keluar sebentar. Agar ada waktu untuk manda dan Aron berbicara.
" mereka sudah keluar" Aron berjalan menyeret mendekati Manda. Seolah ia tak snaggup lagi berjalan tegap.
" Mau apa lagi kamu?" Tanya Manda dengan tatapan was was untuk melindungi diri.
" aku mau bicara denganmu, jangan pergi" Ucap Aron dangan bau mulut penuh dengan bau alkohol yang menyeruak amsuk dalam hidungnya.membuat Manda merasa ingin muntah.
" Kamu mabuk?? Lebih abik kamu pergi dari pada bicara ngelantur bikin tambah aku pusing" pungkas Manda mencoba mendorong Aron.
" aku memang semalaman hanya berdiam sendiri di kamar minum beberapa botol minuman. Kepalaku sangat pusing dengan apa yang sudah terjadi"
" baiklah, meskipun mati pun kamu juga tak perduli. Aku hanya mau maafin aku" Ucap Aron beranjak pergi dengan tubuh masih sempoyingan berjalan menuju pintu kamar.
Belum sempat ia mendengar jawaban dari manda ia sudah pergi begitu saja.
Tak lama Vino dan kesha berjalan masuk ke dalam kamar.
" Manda kamu gak papa kan?" Tanya Vino terlihat sangat khawatir pada manda. Ia memegang ke dua tangan Manda. Di sisi lain Kesha terus menatap Vino yang terlihat benar benar panik dan khawatir dengan Manda.
Kesha mencoba biasa datar agar Vino tak menyadari jika memang dia sebenarnya cemburu dengan perlakuan Vino yang berlebih pada Manda. Ia mencoab yakin jika Vino tak akan menghianatinya.
" aku gak papa" Jawab manda perlahan melepaskan tangan Vino.
Ia sadar jika kesha terus menatapnya seolah tampak dari matanya jika dia sangat cemburu namun di luar ia mencoba untuk menutupi semuanya.
" Ayo sekarang kita pergi?" Vino mencoba memapah Manda untuk berdiri dan segera pergi dari rumah itu. Ia tak mau melihat Manda menderita seperti itu. Jika dia terus tinggal dengan iblis maka entah gimana nasibnya nanti.
" Manda bantu aku" Manda dengan segera membantu memapah Manda untuk berjalan.
__ADS_1
Vino perlahan membuka pintu lalu menutupnya kembali. Ia tak sadar jika Aron berdiri di depan pintu masuk kamar .
" Mau di bawa kemana Mandaku" pungkas Aron yang masih setengah sadar.
" manda akan tinggal bersama kita" Ucap Vino dengan penuh percaya diri .kini ia tak takut lagi dengan kakaknya semenjak kejadian Manda membuat ia sadar kakaknya terlalu kejam. Tak perduli dengan gadis di bawah umur yang selalu ia siksa.
" Biarkan Manda ikut denganku" Pungkas Aron menarik tangan Manda dari Vino.
" aku gak akan biarkan Manda tinggal bersama iblis seperti kamu" Vino menarik tangan Manda dari tangan Aron kembali.a
" Kesha bawa Manda pergi dulu aku akan bicara dengan kakakku" Pungkas Vino.
" Baiklah" Jawab kesha memopah tubuh manda yang masih lemah berjalan perlahan menuruni tangga rumah Aron . Wajahnya masih terlihat oucat hingga sekujur tubuhnya seolah tak berdaya lagi untuk berjalan.
" ingat kakak jangan pernah ganggu dia lagi" Ucap Vino menunjuk ke wajah Aron.
" Apa hak mu melarangku dia istriku dan aku yang akan merawat dia. Dan kamu adik iparnya jangan berani menggoda istri kakakmu"
"Haha.. aku tahu pasti kamu suka kan dengan Manda" Ucap Aronmelanjutkan ucapanya dengan Nada sangat keras Membuat langkah Kesha terhenti mendengar ucapan itu.
" Apa benar Vino suka dengan manda" Kesha menatap tubuh lemah Manda yang masih berbalut jaket tebal dengan wajah yang masih sangat pucat bahkan berdiri tegap pun ia tak bisa. Tubuhnya gemetar hebat dan kejadian itu selalu terbayang dalam dirinya membuat mentalnya kini semakin terganggu.
" Jika memang Vino suka dengannya, ku akan relakan dia. Kasihan Manda butuh seseorang yang selalu menjaganya" Batin Kesha melanjutkan langkahnya lagi menuju ke mobil.
" aku bukannya suka dengan Manda kak. Asal kakak tahu aku dengannya hanya sebatas teman dan aku menghargai dia sebagai kakak iparku. Tapi jika kakak iparku di sakiti iblis sepertimu lebih baik dia tinggal bersama ku. aku dan Kesha akan merawatnya sampai ia benar benar pulih dari fisik dan mentalnya akibat kebejatan mu" Vino beranjak pergi tak perdulikan Aron yang masih berdiri terdiam di belakang.
" Jika kamu sudah sadar aku akan serahkan Manda padamu" batin Vino berlari turun dari tangga menuju ke mobil yang sudah terparkir di depan.
Ia tak perdulikan Aron yang terus bergumam gak jelas. Karena pengaruh alkohol ia tak bisa berjakan dengan sempurna.
Seharian dia berdiam di kamar minum Coctail sendiri beberapa botol ludes sekaligus. Untuk menyiksa dirinya sendiri. Ia kini merasa bersalah Manda lemah seperti utu karena ulahnya dan perbuatan iblisnya uang membuat ia semakin ganas.
" Manda.. Vino aku tak akan tinggal diam" Pungkas Aron dengan wajah nampak sangatt kesal ia memukul tembok berkali kali di depannya. meluapkan amarahnya yang mulai membakar tubuhnya. Tak teraasa darah segar keluar dai punggung tangan Aron hingga jatuh menetes ke lantai coklat di bawahnya.
" argggh..." Aron memukul kembali tembok yang sudah menempel bekas darah di sana.
" Manda.. Manda... haha.. kamu sudah gila" pungkas Aron tertawa seolah ia seperti orang gila. Ia berjalan menuju ke kamarnya untuk mengambil beberapa minuman yang sudah ada di laci miliknya.
__ADS_1