
"Manda kamu sudah selesai belum mandinya"teriak Aron dari luar kamar mandi.
"Belum syang, bentar lagi aku keluar."teriak Manda.
"Buruan aku sudah kebelet nih"gumam Aron
"Kebelet apa syang, udah aku bilang aku gak mau itu dulu syang"ucap Manda mengelak, sebenarnya dia ketagihan namun masih malu-malu jika minta..
"Itu apaan sih, aku tuh sudah kebelet"teriak Aron dengan tangan tak hentinya menggedor pintu kamar mandi itu.
"Gak perduli!! Udah aku bilang aku gak mau malah ngeyel sih" gerutu Manda.
Aron menepuk keningnya, "haduh istriku kenapa jadi gini ya, bodohnya minta ampun nih anak. Sebentar, sebentar sebenarnya yang bodoh aku apa dia ya"gumam Aron dalam hatinya.
Brakk.. brakk.. brakk..
"Manda aku tu sudah gak bisa nahanya, ingin buang air kecil"teriak Aron.
"Apa aku gak denger"Manda yang dari tadi sengaja menutup telinganya. Agar tak mendengar teriakan Aron di luar, yang ia kira jika Aron mau minta jatah lagi padanya.
"Syang kalau kamu gak buka aku dobrak ya"ucap Aron yang sudah tak bisa menahan ingin buang air kecil.
Manda yang masih nenutup telingannya, berendam santai di dalam bathup menghilangakn rasa ragu pada Aron dan rasa curiga yang menyelimuti hatinya saat ini.
"Kenapa dia diam ya"gumam Aron yang nasih berdiri di luar pintu kamar mandi.
"Manda aku dobrak ya. Aku hitung sampai tiga kamu gak buka juga aku dobrak beneran ya"teriak Aron.
Merasa tak ada jawaban juga dari Manda ia segera mendobrak pintunya. "Satu. Dua . Tiga"
Brraaakkk.... pintu itu terbuka sontak membuat Manda yang lagi santai berendam terjingkat dari dalam bathup. Ia meraih handuk dan menutupi sekujur tubuhnya.
"Apa yang akan kamu lakukan"tanya Manda nampak was-was. Tanpa perdulikan Manda Aron segera buang air kecil di kamar Mandi.
"Ih..kamu jorok"ucap Manda yang tak sengaja melihat spontan ia menutup matanya dengan ke dua tanganya. "Udah cepat pergi"ucap Manda keluar dari dalam bathup dan menyuruhnya pergi.
Ia menarik tangan Aron dengan wajah memandang ke belakang agar tak melihatnya.
"Jangan malu-malu gitu syang, bukannya kamu sudah sering lihat punyaku. Bahkan dulu kamu senang melihatnya"ucap Aron menggoda.
"Ih..Gak siapa bilang" Ucap Manda singkat.
"Cie.. malu nih"ucap Aron mencolek dagu Manda.
Wajah Manda yang mulai memerah, ia mendorong tubuh Aron agar menjauh darinya.
"Apaan ini."gumam Manda yang tak sengaja tangannya menyentuh milik Aron.
"Ahhh... geli"ucap Manda segera mencuci tangannya.
__ADS_1
Aron hanya diam tersenyum menatap Manda yang nampak panik dan bingung itu. Bahkan wajahnya masih merah padam. Aron berjalan perlahan mendekati Manda, menarik tangannya, masuk ke dalam dekapan hangat tubuhnya, dengan tangan kiri memegang pinggang Manda.
"Kenapa kamu malu-malu segala, bilang saja kamu mau pegang. Gak usah pura-pura seperti jijik gitu. Aku gak akan nolak dengan senang hati. Aku bolehkan kamu pegang punyaku"ucap Aron dengan tatapan menggoda, dengan tangan menyelipkan rambut Manda di belakang telinga kirinya.
Manda hanya diam menatap Aron malu, wajahnya masih memerah dan kini ia semakin merengkuhnya erat. Bahkan ia merasakan benda itu lagi menempel di tubuhnya. Tak bisa berkutik wanita itu hanya diam, menatap wajah Aron.
Sebenarnya ia geli, namun dalam hati tak bisa pungkiri memang dia ingin. Tapi malu mau jujur dengan Aron.
Aron yang melihat Manda hanya diam, ia mengecup bibir Manda lembut. Aron heran namun bukannya dapat penolakan Manda menerima dan membalas kecupan Aron hingga kecupan mereka semakin dalam. Aron menuntun tubuh Manda lalu melepaskan handuk yang menempel di bajunya, dengan segera lelaki itu mengangkat tubuh Manda menceburkan ke dalam bathup. Tanpa melepas kecupan mereka yang sudah mulai memanas. Manda bahkan terlihat bergairah kali ini.
Tadi dia bilang gak mau, sekarang dia malah yang bergairah, gumam Aron dalam hatinya yang merasa sangat senang kali ini.
Aron melepas kecupannya sejenak, bermain turun ke leher Manda dengan bibirnya, meninggalkan bekas kecupan di lehernya. Dengan jemari tangan yang mulai nakal merayap di tubuh Manda.
"Syang.. ternyata kamu nafsu juga"tanya Aron menggoda.
"Apaan sih"jawab Manda.
"Tadi saja akting bilang ngotot banget, kalau gak mau ginian tapi tadi kamu sengaja pegang, buwat mancing aku kan. Dan ternyata kamu mau itu ya, bilang saja" Ucap Aron menggoda, yang sudah memasukan Aron kecil.
Lama bercumbu dalam bathup, tanpa penolakan, dan malah saling balas, mengecup, menberi bekas di lerher masing-masing, saling mencengkram, memeluk menikmati alunan tubuhnya.
Hingga titik akhir Aron melepaskan dan duduk di samping Manda.
"Makasih syang"ucap Aron mengecup kening Manda.
Manda terdiam ia ingat dengan Kesha,
"Aku lupa, aku sudah janjian sama Kesha. Wah gawat gara-gara kamu nih jadi lupa. Padahal aku mau pergi sama Kesha"Manda beranjak berdiri. Ia sekarang nampak tidak malu bila tidak mengenakan handuk, dan berjalan menuju ke Kamarnya segera mengambil pakaian.
"Aron tersenyum mengikuti langkah Manda, ia langsung memeluk tubuh Manda dari belakang. "Kalau keluar kenapa gak ajak aku sih"tanya Aron menyandarkan dagunya di pundak Manda.
"Syang aku mau oakai baju dulu, malu kalau Kesha nanti tiba-tiba masuk gimana"ucap Manda mencoba melepaskan rengkuhan Aron di pinggangnya.
"Biarkan dia tahu, kalau aku lagi bercumbu denganmu"ucap Aron, yabg semakin nesra merengkuh tubuh Manda.
"Ya udah kamu sekarang yang cepetan pakai baju, kalau Kesha kesini dia tahu kamu swperti itu, nanti aku yang marah denganmu"ucap Manda kesal.
"Kenapa kamu yang marah?" Tanya Aron menggoda. Sebenarnya dia sudah tahu alasannya tapi, ia ingin tahu dari bibir Manda langsung.
"Karena aku gak mau tubuh suamiku di lihat wanita lian meskipun itu sahabatku"ucap Manda.
Jawaban yang membuat Aron senyum gembira, ternyata istrinya benar-benar gak suka tubuhnya di lihat wanita lain.
"Baiklah!!" Ucap Aron mengecup pipi kanan Manda dari samping lalu melepaskan rengkuhannya. Dan beranjak mengambil baju sesuai perintah Istrinya itu.
"Kamu juga cepat pakai baju"pinta Aron.
"Aku enggak mau juga tubuh kamu di lihat lelaki lain" ucap Aron.
__ADS_1
"Apaan sih, udah aku mau pakai baju"ucap Manda. "Iya Kesha juga sudah menungguku lama, aku harus cepat sekarang"lanjutnya.
Tok..tok...
"Manda jadi gak?" Teriak Kesha dari kuar pintu kamar hotelnya.
"Iya Sha bentar"teriak Manda. Ia yang sudah selesai memakai baju, langsung nenyisir rambutnya dengan terberu-buru tanpa make up ia segera keluar dna meletakkan sisirnya.
"Tunggu!!" Aron mencegahnya pergi.
"Ada apa lagi" ucap Manda mengeluh.
"Aku ikut, kamu tega ninggalin suami kamu sediri di kamar. Lagian kamu apa punya uang entar kalau mau belaja" ucap Aron.
Tak mau banyak bertanya taau basa-basi lagi pada Aron. Manda segera meraih tangan Aron dan menarik tangannya segera keliar dari kamarnya.
"Maaf Sha, lama ya?" Tanya Manda.
"Kamu ngapain sih di dalam, apa lagi bercumbu ya"goda Kesha.
Aron tersenyum mereka slaing menatap satu sama lain. Berharap Aron yang jawab pertanyaan Kesha. Karena dia merasa malu saat di tanya tentang itu.
"Ya udah kalau gak ada yang mau jawab, aku tahu kok jawabannya"ucap Kesha tersenyum ia segera menarik tangan Manda dan meraih tas yang Manda bawa melemparkan ke dekapan Aron.
"Kak maaf ya, bawa tas kita gak apa-apa ya"ucap Kesha.
Mereka segera bejalan keluar melihat udara luar, dari pada di kamar terus juga bosan lama-lama.
Aron yang berjalan di belakang mereka merasa sangat bosan, ia hanya di suruh bawa tas. Dan menemani mereka berdua jalan-jalan. Bahkan Manda tak menghiraukan Aron yang berjalan di belakangnya.
Kenapa aku jadi seperti bodyguard mereka ya, bagian bawa tas dan mengikuti setiap langkah mereka. Dan manda tak perhatikanku. Dia sibuk sendiri bercanda dengan Kesha seolah lupa dengan suaminya yang mengikutinya di belakang, gumam Aron.
Manda menghentikan langkahnya, melihat Vino bersama Angela sepertinya sangat akrab.
"Sha, itu bukannya Vino ya??"tanya Manda menunjuk ke tempat duduk di samping air mancur.
"Biarlah aku gak perduli Sa, ayo pergi"ucap Kesha kesal. Seakan ia benar-benar tak mau melihat lagi wajah Vino. Padahal tadi dia belum melihat Vino dengan siapa. Eh. Udah menariknya gitu saja pergi dari tempat itu.
"Sha tapi lihat dulu, lihat pasangannya siapa?" Ucap Manda mencegah Kesha pergi dulu.
"Gak perlu, ku sudah gak begitu mikirin dia kehidupan dia dan kisah cintanya. Aku gak mau di sini lagi. Lagian aku sudah tidak perdulindengan playboy itu."ucap Kesha kesal. "Oya jika aku mau pulang boleh gak dan pergi dari Itali ini." Tanya Kesha.
"Aah.. Kesha kenapa kamu pindah, apa gara-gara Vino ya. kamu gak perdulikan aku. Udah Sha biarin saja dia, aku mau kamu temenin aku senang-senang di sini. Lagian kalau sama suami saja gak sama kamu kan aku bosen gak ada yang di ajak cerita soal wanita nantinya"gerutu Manda.
"Tapi setidaknya sudah ada yang nemenin kamu Da, lagian kak Aron nanti juga bisa jaga kamu. Dan kamu juga bisa curhat dengan dia. Kenapa harus aku sih, lagian suami istri itu harus saling terbuka Da setiap ada masalah. Kamu jangan cuma curhat dengan sahabat kamu. Tetapi juga dengan suami kamu nantinya."pinta Kesha.
"Tapi Sha.." ucap Manda merengek seperti anak kecil menarik-narik tangan Kesha.
Kesha hanya tersenyum, melihat Manda sahabatnya itu benar-benar seperti anak kecil. "Baiklah aku akan pikirkan lagi"gumam Kesha yang akhirnya lulut dengan ucapan Manda.
__ADS_1