Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Mesra


__ADS_3

"Syang bangun" ucap Manda, menggoyang-goyangkan tubuh Aron.


"Apa syang, apa sekarang kerja? Bukannya sekarang libur"ucap Aron yang masih malas untuk membuka matanya.


"Syang meskipun hari libur ayo cepat bangun pagi, sekarang ayo jalan-jalan. Ajak baby Duke pergi kemana gitu"gumam Manda menarik tangan Aron.


"Entar saja syang, lagian juga masih jam segini"ucap Aron.


"Ya, udah kalau gak mau, aku mau pergi dulu sama Duke, pergi sendiri gak usah ngajak orang yang malas, dan masih tidur jam segini"ucap Manda, beranjak berdiri.


"Ehh.. tunggu!!"panggil Aron, yang lansung berdiri menatap dengan mata yang masih terlihat kantong mata tebal. Ia kemarin tidur menjalang pagi. Gara-gara harus lembur mengerjakan tugas pekerjaan kantor yang begitu menumpuk.


"Aku ikut"ucap Aron.


"Kalau ikut cepat mandi"gumam Manda.


"Mandiin"ucap Aron dengan penuh manjanya.


"Gak mau, udah besar juga masih suruh mandiin, kalau baby Duke baru aku mandiin"gumam Manda mengeruykan bibirnya.


"Ya, bukannya aku itu juga sama kayak baby Duke syang, sama masih kecil dan masih butuh belaian manja, dan kasih syang dari kamu"ucap Aron, meraih tangan istrinya itu. Menariknya duduk di ranjang.


"Jangan pergi"ucap Aron, memeluk Manda dari belakang.


"Siapa yang pergi syang, udah sekarang cepat mandi. Aku tunggu kamu di luar dengan baby Duke. Kalau kamu lama ya, aku tinggal jalan-jalan sendiri"ucap Manda mendekatkan wajahnya ke arah Aron.


"Baik, aku mandi sekarang, tapi jangan pergi dulu. Aku gak mah kalau kamu pergi jalan-jalan sendiri dengan Duke, nanti kalau ada lelaki yang goda kamu gimana?"ucap Aron.


"Ya, aku ajak kenalan sekalian"goda Manda.


"Ya, sudah sana pergi"ucap Aron kesal.


"Gitu aja ngambek syang, udah cepat mandi, jangan lama-lama"ucap Manda.


"Iya, syang"ucap Aron, mencubit pipi Manda yang memggemaskan. Melihat wajah Manda ia tidak bisa terus marah dengannya.


"Mama"panggil baby duke berlari menghampiri Aron.


"Papa belum mandi?" tanya Duke.


"Ini mau mandi syang"ucap Aron, mengusap kepala anaknya.


"Cepat pa, mandinya jangan lama-lama Duke mau jalan-jalan bosan di rumah terus"ucap Duke merengek menarik tangan Aron.


"Tu, apa yang aku bilang."ucap Manda


"Iya, aku mandi"gumam Aron, yang mulai bangkit menuju ke kamar mandi xengan segera.


"Syang, kita keluar dulu ya"ucap Manda pada Duke.


"Iya, ma"

__ADS_1


"Kamu mau makan apa?" tanya Manda, yang mulai mengangkat Duke, menggendongnya pergi dari kamar Aron.


"Maka roti saja ma, di oles dengan selai nanas"ucap Duke.


"Baik syang, mama akan buatkan untuk kamu"gumam Manda, yang lengsung menuju ke ruang makan. Ia segera membuatkan roti dengan zelai nanas di dalamnya.


"Ma, kenapa papa belum turun"tanya Duke. "Padahal Duke sudah habis 2 roti tapi belum juga dia turun"lanjut Duke.


"Ya, sudah kamu di sini ya, biar mama panggilkan papa kamu"ucap Manda.


"Bii.. jaga dia ya, aku mau ke kamar dulu melihat Aron, apakah dia sudah siap apa belum"ucap Manda pada pembantunya, yang memang dari tadi berdiri tak jauh darinya.


"Iya non"


Yiwen segera masuk ke dalam kamarnya, mencari Aron yang sangat lama dari tadi tidak keluar. Anaknya bahkan sudah menunggunya dari tadi.


"Syang "teriak Manda masuk ke dalam kamarnya.


"Ada apa syang?" tanya Aron, yang baru selesai ganti baju.


"Kenapa kamu lama sekali"tanya Manda.


"Masih ganti baju syang"ucap Aron.


"Ganti baju tapi lama, Baby Duke sudah menunggu kamu sangat lama. Dia sudah gak sabar ingin jalan-jalan"ucap Manda.


"Iya bentar aku akan segera keluar setelah ini"ucap Aron yang masih berdiri di depan kaca. .


"Mau benerin rambut aku dulu syang, biar kelihat masih muda"ucap Aron.


"Muda apaan, kamu sudah tua syang, sudah punya anak. Bahkan umur juga udah mau kepala 3 sekarang"ucap Manda yang merasa kesla dengan Aron.


"Baiklah, tapi bentar napa"gumam Aron.


Manda menarik tangan Aron untuk segera keluar. Namun Aron hanya diam, tak berkutik dari tempatnya. Ia menatap Manda dengan tatapan menggoda. Wajah yang sangat lucu saat dia sedang marah. Dan kini terlihat semakin menggemaskan.


"Ih.. Aron, kamu mau pergi apa enggak sebanarnya"tanya Manda semakin kesal di buatnya.


"Syang di atas ada apa"ucap Aeon berlagak seolah dia panik.


"Ada apa, ada apa?" tanya Mand juga ikut panik.


"Cuuppp"Sebuah kecupan di pipi Manda tiba-tiba membuat Manda terdiam menatap tajam ke arah Aron.


Bukannya dia tidak mau di cium. Tapi Aron yang mengerjainnya dengan membohongi jika diatas ada sesuatu. Ia langsung muntap naik api kemarahannya.


"Kamu nyeselin syang, udah di bilangĀ  cepat kenapa kamu malah diam di sini mencium aku"ucap Manda ngomel-ngomel pada Aron.


Aron hanya diam, menatap ke arah Manda dengan senyum tipisnya. Ia tidak marah saat Manda ngomel-ngomel dengannya. Justru Aron semakin gemas dengan Manda. Ia menarik pinggang Manda masuk ke dalam dekapannya. dengan jemari Aron mengusap wajah cantik Manda, ia menyilakan rambutnya.


"Apa kamu masih belum puas selalu marah-marah denganku?" tanya Aron.

__ADS_1


"Balum, lepaskan aku sekarang"ucap Manda.


"Jika kamu masih marah dengaku, aku gak akan lepaskan kamu"ucap Aron, ia semakin hari semakin ingin membuat Manda kesal dengannya. Karena dengan pipi cabinya ia terlihat semakin menarik.


"Baik aku gak marah, sekarang lepaskan"ucap manda.


"Gak mau"


"Kenapa gak mau?" tanya Manda.


"Aku mau kemu kecup aku dulu?" ucap Aron menggoda.


"Udah deh syang jangan cari gara-gara, baby Duke sudah menunggu kita."ucap Manda.


"Siapa yang cari gara-gara. Aku hanya ingin kamu menciuma aku dulu"ucap Aron.


"Baiklah, setelah itu lepaskan dan kita pergi ya"ucap Manda.


"Baik"


Manda mulai mengrcup pipi kiri Aron dan di lanjutkan dengan pipi kanannya. "Udah"ucap Manda.


"Gak ada mesranya sama sekali"ucap Aron.


"Mesra gimana?" tanya Manda.


"Mesra seperti kamu mencium aku sangat dalam dan semakin dalam, hingga kita terbuai dalam larutan cinta"ucap Aron dengan kedipan menggoda ke arah Manda.


"Udah, sekadnag mau kamu apa?" tanya Manda kesal.


"Aku hanya mau cium saja tidak lebih"ucap Aron, semakin mempererat pelukannya.


"Baiklah, kalau gitu cepat lakukan"ucap Manda.


"Kenapa aku duluan?" tanya Aron.


"Bukannya kamu yang minta?" ucap Manda.


"Aku mau kamu duluan, yang cium aku"ucap Aron.


"Bawel banget ya kamu, udah lepaskan aku"ucap Manda kesal, ia meronta mendorong dada Aron agar dia mau melepaskannya.


"Kamu mau kemana?" tanya Aron.


"Pergi"gumam Manda kesal.


Melihat Manda yang sudah semakin kesal dengannya, Aron memeluk pinggang Manda dengan ke dua tangannya sangat erat, mendorongnya semakin menempel pada tubuhnya, dan mulai memegang kepala belakang Manda, lalu mengecupnya dengan sangat lembut.


Manda hanya melebarkan matanya, ia tidak bisa tahan melihat kelakian Aron. Tapi Manda juga tidak bisa menolak ciuaman Aron yang semakin lembut masuk ke dalam membuatnya tertarik untuk membalasnya.


Manda memegang belakang kepala Aron mendekatkan ke arahnya, membalas ciuaman Aron semakin dalam, hingga mereka larut dalam gairah ciuman berdua.

__ADS_1


__ADS_2