Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Chat Nomor tak di kenal


__ADS_3

Manda berdiri di depan hotel memandang pertengkaran hebat mereka, bahkan ia tak bisa berbuwat apa-apa kali ini. Saat ia mendengar alasan kenapa Kesha memutuskan pergi dari Vino salah satunya adalah dirinya. Ia merasa bersalah dengan semua yang terjadi. Tak mau mengannggu mereka is mencoba untuk pergi.


Manda berjalan mundur, dan mulai menjauh dari tempat itu. Tanpa di sadari oleh Vino dan Kesha. Aro. Yang melihat Istrinya tiba-tiba pergi. Ia menatap tajam sekilas ke arah Vino. Meskipun sebenarnya ia sudah tahu dari awal jika Vino pernah suka dengan Manda. Namun itu dulu, dan dia sudah maafkan tentang itu. namun ia tak mau lagi ikut campur dengan masalah mereka. ia lebih memilih berlari mengejar istrinya yang tiba-tiba pergi begitu saja.


"Tunggu!!" Teriak Aron.


Manda terus berlari, tak tak terasa tetesan air matanya perlahan sudah jatuh terurai membasahi pipinya. Ia merasa sangat bersalah dengan Kesha, padahal Kesha sudah baik dengannya, mau merawatnya di saat ia tidak ada siapapun yang perduli. Namun apa balasan darinya, gara-gara dia, Kesha menjauh daei Vino.


"Manda kamu mau kamana??" Teriak Aron, meraih tangan Manda, mdmbuat pangkah Manda terhenti.


"Kenapa kamu lari??" Tanya Aron membalikkan tubuh Manda menatapnya.


Manda hanya diam menundukkan kepalanya.


"Kenapa kamu yang nangis, syang. Lihatlah wajah kamu yang sudah terbalut make up cantik ini, tapi kenapa malah menangis, entar luntur make up kamu. Gak cantik lagi gimana, katanya kalau mau di sisiku terus ingin kelihatan cantik"ucap Aron mengusap lembut pipi Manda menyeka air mata yang membasahi pipinya.


Manda tersenyum tipis, ia yang semula merasa sedih. Melihat wajah Aron yang begitu lembut padanya seakan kesedihan itu mulai hilang dari hatinya. "Gitu dong, kalau senyum tambah manis tahu"ucap Aron mencoba menghibur Manda.


"Apaan sih gak usah gombal deh" gumam Manda mengerutkan bibirnya.


"Siapa yang gombal, lagian memang kenyataan kok, kalau kamu memangis gitu tambah jelek apalagi kalau kamu cemberut, semakin jeleknya"ucapnya menggoda.


"Jadi aku jelek"ucap Manda melebarkan matanya seketika. Menatap tajam ke arah Aron.


"Gak.. kok kamu cantik. "Ucap Aron seolah meralat kembali kata-katanya.


"Awas saja kamu bilang aku jelek lagi"ancam Manda.


"Awas juga aku akan menciumu"ucap Aron mendekatkan wajahnya ke arah Manda.


"Jauhkan wajahmu. Ini di tempat umum syang"ucap Manda mendorong kepala Aron menjauh darinya.


"Baiklah, kamu jadi makan gak.?" Tanya Aron memastikan.


"Jadi lah, aku lapar"ucap Manda mengerutkan bibirnya. Dan mengusap lembut perutnya.


"Baiklah ayo kita pergi."ajak Aron.

__ADS_1


Seperti biasa Aron terus menggenggam tangan istrinya itu, seakan tak mau jauh-jauh darinya. Setiap langkah mereka selalu beriringan menuju ke restauran terdekat.


Tak lama mereka samoai juga di restauran sederhana dengan pemandangan laut yang begitu indah dari atas. Dan nuansa alam di sekitarnya membuat suasana yambah sangat romantis.


Langkah Manda terhenti, mslihat psmandangan dindepannya yang membuat ia tak berhenti memlngagumi keindahan alam di sekitarnya. Di tambah lampu gemerlap malam yang tak begitu terang itu.


"Kamu mau makan apa??" Tanya Aron. Padalahal belum mencari tempat duduk tapi Aron sudah nanya duluan.


"Terserah kamu saja. Lebih baik sekarang kita duduk dulu"ucap Manda segera duduk di kursi yang tak jauh dari tempat ia berdiri.


"Aku akan pesan berbagai menu masakan laut di sini" ucap Aron.


Manda hanya diam, terus bergumam dalam hatinya. Kemarin masakan dedaunan sekarang masakan laut, besok-besok masakan dengan tema darat, terus masakan udara dan sebagainya. Manda terus menggerutu gak jelas.


Saat ia tahu jika Manda hamil benar-benar over banget dia. Oh tuhan apa aku gak bisa makan, yang aku suka, dari pada makan di restauran lebih baik aku belajar masak sendiri deh nantinya,gumam Manda.


"Kenapa kamu diam?" Tanya Aron, memegang tangan Manda di atas meja.


Manda tersenyum tipis, gak papa. "Aku hanya ingin makan sesuatu bolehkah??" Tanya Manda, ia mencoba bertanya dulu sama Aron.


Aron terdiam, kali ini Manda benar-benar bisa makan sepuasnya dengan makanan pilihannya sendiri. "GAK BOLEH!!" Ucapan Aron seketika menghentikan lamunan Manda membayangkan masakan enak di depannya.


"Pelayan sini" teriak Aron memanggil waiters yang berdiri agak jauh dari dtempat ia duduk.


"Iya tuan, mau pesan apa??" Ucap waiters itu, berjalan mendekati Aron menundukkan badannya sedikit.


"Pesan masakan laut paling enak di sini"ucap Aron pada waiters di sampingnya.


"Minumnya tuan"tanya Waiter itu.


"Mau minum apa syang" tanya Aron pada Manda.


"Entah, terserah apa saja, aku juga mau es cream kalau ada"ucap Manda dengan wajah masih tak mau memandang Aron.


Melihat wajah Manda yang terus cemberut, ia merasa bersalah. Jadi kali ini mengabulkan keinginannya.


"Ada yang di bilang tadi gak mbak"Tanya Aron pada waiters itu.

__ADS_1


"Ada es cream di sini biasanya untuk di sajikan sebagai penutup hidangan, namun jika minta lebih juga ada"ucap Waiters itu.


"Minta 2 mangkuk es cream"ucap Manda penuh semangat.


Aron terdiam melebarkan matanya, "Dua mangkuk sayang gak kebanyakan??" Tanya Aron pada Manda.


"Iya" jawab Manda singkat. "Gak boleh memangnya?"tanya Manda kembali.


"Boleh kok??"ucap Aron terpaksa, menatap wajah Manda yang terlihat cemberut ia tak bisa lagi pungkiri apa yang ia minta. Harus di kabulkan dong. Kalau gak, Entahlah. Mungkin dia akan ngambek terus.


"Ya sudah pesenin, sekalian bawa nanti suruh antar lagi ke hotel ke kamar kita"ucap Manda.


"Baiklah"ucap Aron terpaksa menuruti kata istrinya itu. Namuan saat ia ingin memegang tangan Manda. Ponselnya bergetar.


Grrttttt..grtttt.


Siapa yang mengerimku pesan malam-alam seperti ini, apa dari kantor, gumam Aron. Ia segera membuka menyalakan ponselnya, melihat ada sebuah pesan masuk.


"Siapa?" Tanya Manda mulai ingin tahu siapa yang menghubungi Aron. Ia sih takutnya perempuan yang menghubunginya nanti.


Sebuah nomor tak di kenal mengirimkan sebuah pesan pada Aron. "Aku akan mengirimkan semua bukti jika kamu pembunuh keluarga Manda. Dan jika kamu tak ingin bukti itu tersebar ke media. Maka tinggalkan Manda"Isi chat tersebut.


Aron terdiam seketika, ia menggenggam erat ponselnyan menahan rasa emosinya yang mulai menggebu dalam dirinya.


"Ada apa syang?" Tanya Manda memegang tangan Aron, yang terlihat sudah mulai emosi terus mencengkram erat tangan Aron.


"Gak apa, masakah kantor sayang."ucap Aron mencari Alasan.


"Permisi tuan, nyonya, saya sudah membawakan 2 porsi makanan yang paling enak di sini soal es cream nanti di penutup makannya"ucap waiters itu.


Manda melihat sepertinya begitu lezat masakan yang ada di depannya itu, benar-benar lebih lezat ini dari pada harus makanan dedaunan lagi. Seakan melupakan masalah Aron. Ia segera bersiapkan untuk menyantap masakan di depannya itu.


"Aku makan"ucap Manda penuh semangat, ia terlihat sangat senang sudah tak sabar menyantap makanan di depannya. Dengan lahapnya Manda menikmati masakan itu. Namun tidak dengan Aron yang tiba-tiba kehilangan nafsu makanya. Ia merasa sudah tidak mood lagi untuk makan kali ini.


Lelaki itu terus menatap wajah manda yang sedang menikmati makanan di depannya sangat lahap. Jika kamu tahu siapa yang membunuh orang tua kamu, pasti kamu akan membenciku lagi. Bahkan kamu akan meninggalkanku. Entah apa yang aku harus lakukan sekarang. Jika tidak mengabulkan apa yang di bilang orang itu maka tak hanya kehilangan Manda ia juga kehilangan repurtasinya di penjuru kota. sekarang Ku gak tahu apa yang harus aku lakukan lagi. ia tidak mau meninggalkan Manda lagi.Gumam Aron.


"Hai.. kanapa kamu diam??" Tanya Manda pada Aron.

__ADS_1


"Em..tidak, ku hanya memikirkan sesuatu saja"ucap Aron mengelak.


"Oo. Ya sudah, sekarang lebih baik kamu makan dulu, dari pada melotot terus begitu. "Ucap Manda mengingatkan lagi.


__ADS_2