Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Kisan terkahir Manda


__ADS_3

3 tahun berlalu mereka hidup dengan bahagia, bersama pilihan pasangan mereka masing-masing. Dan Duke dengan Lia, dia bahkan sudah mulai masuk sekolah dasar. Dan seperti hiasi Duke selalu di selimuti banyak wanita yang selalu mengejarnya, karena ketampanan dan Duke memang terlihat sangat cute, beda dengan laki-laki teman-temannya lainya. Dan Lia wajah cantik dan imutnya, perlahan membuat para laki-laki mudah suka dengannya. Meski mereka hanya cinta monyet.


Duke di kenal sebagai pribadi yang sangat curk, dingin, dan kini semakin angkuh. Karena wanita terlalu banyak yang mengejarnya membuat hidupnya terasa terganggu. Dan kini perlahan kehidupannya berubah, ia merubah semua sifat ramah yang ada dalam dirinya.


Sementara dua adiknya Axcel dan Brandon kini sudah mulai masuk playgroup. Mereka juga tumbuh sebagai adik yang sangat tampan. Bahkan wajah mereka sama sekali sangat mirip. Banyak orang yang bingung membedakan mana adik dan mana kakaknya.


Dan kisah saat Manda salah paham dengan Aron, itu hanyalah kecurigaannya saja, Aron dan Vino sibuk mengurus pekerjaannya. Memang sekretarisnya wanita, tapi dia tidak tertarik sama sekali dengannya. Ia hanya fokus dnegan kerjanya agar Vino cepat kembali ke London bersama dengan Kesha dan ke dua orang tua Kesha memilih tinggal di Sydney. Mereka merasa sudah sangat nyaman tinggal di sana.


Mereka sudah di karunia anak yang sudah berumur 2 tahun. Wajahnya sangat cantik seperti Kesha, dengan mata coklat, rambut pirang yang membuat wajahnya terlihat sangat cantik.


------


Kini keluarga Manda terlihat lebih bahagia, dan Aron lebih banyak meluangkan waktunya untuk keluarga dari pada bekerja. Aron semakin sukses di Sydney membuatnya tak harus setiap haris datang ke kantor. Ia menyerahkan semua pekerjaannya pada direktur perusahaan yang baru ia pilih dan sekaligus orang kepercayaannya sudah lama.


Kini dua pasangan itu duduk manja di ruang keluarga, dengan posisi Aron bersandar di sofa, dan Manda membaringkan tubuhnya dengan kepala di atas paha Aron. Pria itu tak hentinya terus membelai lembut rambut Manda membuat gadis itu semakin nyaman dengan posisi seperti itu.


Syang!! Aku mau bicara dengan kamu?" ucap Manda berjalan menghampiri Aron yang duduk dengan wajah penuh kecemasan dalam dirinya, ia takut jika Manda salah paham lagi nantinya.


"Bicara apa, syang!!" tanya Aron, mendekatkan wajahnya, tubuhnya semakin membungkuk ke depan.


"Aku ingin pergi jalan-jalan nantinya. Gimana kalau kita beli tiket ke London. Lagian kita sudah lama tidak ke sana. Dan anak-anak juga sudah ingin sekali pergi ke sana. Aku mau kita tinggal di sana lagi." ucap Manda yang langsung di balas dengan wajah mulai mengerkut, seakan ia berat untuk kembali lagi ke London.


"Kamu gak mau, ya?" tanya Manda, beranjak duduk di samping Aron, dengan tubuh menatap ke arah laki-laki yang hanya diam membisu di sampingnya.


"Aku mau, syang!! Tapi kita gak bisa tinggal lama di sana. Kalau hanya sekedar liburan untuk anak-anak, aku gak masalah." jawab Albert yang di balas langsung dengan wajah datar dari Manda.


"Jadi hanya jalan-jalan saja? Kenapa kita gak bisa kembali lagi ke sana? Padahal aku kangen dengan Kesha, ingin tinggal lagi di dekatnya,"


"Kita ke sana nanti kalau anak-anak liburan!!" ucap Aron, dengan tangan tiba-tiba menjalar mengusap tubuh Manda, dan bersembunyi di balik bajunya.


"Emm.. Syang!! Jangan di sini!" ucap Manda lirih, sentuhan jemari tangan Aron membuat dia semakin mengeliat menikmati.


"syang!! Malu kalau di lihat oembantu!!"

__ADS_1


"Udah gak ada yang tahu, hanya menyentuh kamu saja, syang!! Kalau mau lebih nanti saja di kamar!!


Drrtttt... Drttt...


Seuara dering ponsel di atas meja membuat kegiatan mereka terhenti sejenak.


"Sepertinya ponsel kamu?" ucap Aron.


Manda mencoba meraih pinselnya, ia melihat panggilan vidio dari Kesha.


Nari tangan Aron semakin menyelinap dalam, menusuk-nusuk, bagian intinya. Seketika dia berteriak dengan wajah merah menikmatinya.


"Emm... Aron," desah Manda, membuat tangannya tak bisa menyentuh dan menerima panggilan.


"Kesha!" sapa Manda penuh dengan senyum tipisnya. Ia mengibaskan tangan di depan ponselnya, an di balas dengan senyum manis Kesha yang sudah terpancarkan sebuah kebahagiaan.


"Manda aku kangen dengan kamu, ini anak aku juga sudah besar." ucap Kesha.


"Iya, kapan-kapan aku akan main kesana bersama dengan anak-anakku!!" gumam Manda.


"Emm.. Aron, hentikan!!" bisik Manda, dengan tangan menutup ponselnya.


"Udah kamu bicara saja, syang." gumam Aron, menyandarkan kepalanya di pundak Manda, tersenyum ramah menyapa Kesha di depan layar ponselnya.


Wajah Kesha nampak mengkerut, melihat Manda yang tiba-tiba mendesah, seketika terbayang dalam pikiran kotornya. Dan langsung di sambut dengan senyum hangat dan mulai ingin menggodanya.


"Kalian lagi apa, hayoo..." goda Vino. Yang tiba-tiba muncul di belakang Kesha.


"Apaan sih, Vino. Kamu ya," ucap kesal Manda.


"Udah kak Aron, Manda. Kalian lanjutkan saja enak-enaknya!!"


"Enak-enak gimana?" tanya Manda, mengerutkan bibirnya.

__ADS_1


"Ya, enak saja. Masak kamu hak tahu apa maksud aku, Manda." Aron hanya tersenyum, memandang istrinya. Melihat wajahnya yang mulai memerah menahan desahan yang ingin keluar dari mulutnya. Puluh keringat dingin bercucuran di wajah cantiknya, membuat ke dua mata mereka saling memandang, dengan penuh pertanyaan dalam pikirannya. Manda kembali menatap layar ponselnya. Dan mulai mengumpat gak jelas pada ponselnya.


"Kalian memang membuat aku benar-benar ingin sekali..." seketika bibir Manda terdiam, sebuah kecupan lembut mendarat di bibirnga, perlahan ponsel di genggaman tangannya perlahan jatuh ke sofa, dan Aron mulai melancarkan aksinya kembali.


"Syang!! Apa yang kamu lakukan? Panggilan vidio-nya belum mati!!"


"Aku gak perduli!!" ucap Aron, ia langsung membuka semua helain tipis kain yang membalut tubuhnya. Dan meletakkan di samoingnya, menutupi ponselnya.


"Lebih baik kita ke kamar!!" gumam Manda. Meraih kembali ponsel yang tertutup bajunya


"Kenapa?"


"Di sini nanti kalau anak-anak pulang, gak baik di lihat anak kecil!!" guman manda.


"Baiklah!!" tanpa banyak tanya lagi, Aron mengangkat tubuh Manda berjalan dengan langkah ringan menuju ke kamarnya, mengunci rapat kamarnya agar tidak ada yang mengganggu lagi. Dan Manda mulai beranjak berdua meluapkan rasa rindu mereka yang membuat semakin tak bisa menahan hasratnya.


Aron mulai mencumbu mesra, tubuh Manda, membuat desahan-desahan keluar dari bibirnya, dengan penuh semangat Aron semakin melakukannya dengan cepat. Ia menarik selimut tebal berwarna putih menutupi tubuhnya.


"Hanya beberapa menit mereka bermanja berdua, Aron yang sudah selesai dengan olahraganya. Ia menatap wajah istrinya, dan. Tes..


Puluh keringat terjatuh dari keinginannya, Aron mengusap lembut kening Manda dengan punggung tangannya, lalu mencium lembut keningnya. "Makasih!!" ucap Aron, mengecup bibir Manda beberapa detik.


"Untuk apa?" tanya Manda mengerutkan ke dua alsinya.


"Kamu sudha menjadi bagian dalam hidup aki. Membuat semanagt bary, keluarga baru, cintamu membaur aku bangkit dari sebuah kisah kelam masa lalu, dan kamu juga yang membaut aku berubah, dari pria yang di kenal sangat Arogan. Ki i berubah menajdi sosok pria lembut dalam hidup kamu!!"


"Harusnya aku yang berterima kasih!!"


"Kenapa?"


"Jika bukan kamu yang membawa aku menjadi sebuah simpanan yang teraniaya. Di balik itu semua, kamu mengajarkan aku artinya hidup di dunia ini. Dan kanu yang menghilangkan trauma masa lalu aku. Cinta kamu bagaikan alir yang mengalir mengikuti arus kebidupan bersaam, dalam kehidupanku. " gumam Manda, memeluk erat tubuh Aron.


-----

__ADS_1


Note :


Cinta tak pandang usia, tua muda, atau apalah. Cinta juga tak selamanya hidup bahagia. Dalam rumah tangga banyak liku-liku dan cobaan. Terkadang ada saling curiga, cemburu dalam hal yang gak jelas.Tapi jika kita punya masalah lebih baik kita saling terbuka dengan pasangan kita, agar tidak menimbulkan salah paham.


__ADS_2