Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Pakai lingerii


__ADS_3

"Syang ayo pulang udah malam"gumam manda yang terus ngomel-ngomel.


"Masih jam berapa sih syang"tanya Aron.


"Sudah jam 8 malam syang. Ayo, kita cepat pulang"ucap Manda.


"Masih jam 8 malam, kenapa mama buru-buru mau pulang"ucap Duke.


"Duke gak boleh begitu, udah sekarang ayo kita pulang"ucap Manda kini semakin tegas pada Duke agar tidak jadi kebiasaan padanya.


"Udah ayo pulang, annti mama kamu marah-rah"ucap Aron melirik ke arah Manda.


"Iya, mama jahat suka marah-marah gak kayak papa."ucap Duke.


"Benar mama jahat"ucap Manda mendekatkan wajahnya ke arah Duke.


"Iya"ucap duke tega.


"Iya, sudah aku gak mau lagi belikan Duke jajan ataupun es cream"ucap Manda.


"Ya, mama jahat sih" gumam Duke kesal mengerutkan bibir kecilnya.


"Gimana? Duke harus bilang jika mama itu baik ya"ucap Manda.


"Iya, mama baik dan cantik"ucap Duke.


Aron hanya tersenyum menggendong Duke untuk segera pulang.


"Syang"panggil Aron.


"Apa syang?" tanya Manda.


"buka pintunya"ucap Aron.


"buka sendiri biar Duke aku gendong"ucap manda. Duke sudah tidur di dalam dekapan Aron, ia terlihat sangat lelah hari ini, hingga dia sudah tertidur lelap.


"Dia tidur syang"ucap Aron.


"Itu aku bilang apa, Aku suruh kamu untuk pulang, lagian aku yang paham jika baby Duke itu sudah cepek dan mengantuk. Gumam manda yang terus berjalan keluar dari mall menuju ke mobilnya.


"Kamu gak mau beli apa-apa lagi?" tanya Aron.


"Lain kali saja syang, kalau kamu ada waktu lagi, lagian uangnya jangan terlalu boros buat beli apa-apa yang gak guna"ucap Manda.


"Baiklah, kamu itu beda dengan yang lain. Kamu selalu lebih bisa berhemat dalam hal belanja. Keungan kamu baik banget"ucap Aron.


"Jadi ibu-ibu harus pandai mengatur keuangan syang"ucap Manda.


"Benar juga sih, karena kebutuhan rumah tangga itu gak sedikit"ucap Aron, yang masih memeluk tubuh Duke.

__ADS_1


"Bulan depan aku mau belikan Duke baju syang"ucap Manda yang mulai masuk ke dalam mobil Aron.


Aron meletakkan ke Duke ke kursi belakang, agar bisa tidur leluasa di kursi belakang mobilnya.


"Baik syang, tapi kamu gak belanja juga?" tanya Aron, yang mulai masuk ke dalam mobilnya.


"Enggak syang, belanja buat Duke saja, udah banyak banget pengeluarannya. Belum popok dan lainnya"ucap Manda.


"Iya syang"ucap Aron mengusap lembut rambut manda.


"Ya sudah kamu kalau ngantuk tidur saja dulu syang"ucap Aron, yang mulai melaju keluar dari parkiran mall.


"Gak mau syang"ucap Manda.


"Kenapa gak mau"tanya Aron.


"Lagian kan aku gak ngantuk syang"ucap Manda.


"Ya sudah, oya syang nanti jadi ya?" tanya Aron.


"Jadi apa syang?"tanya Manda.


"Jadi, bermain di atas ranjang berdua"gumam Aron.


"Gak syang capek, lain kali saja!" ucap manda.


"Kenapa lain kali sih syang"ucap Aron.


Lama perjalanan Aron sampai di rumahnya, ia segera membawa baby Duke untuk segera tidur di kamarnya. Dan agar dia jadi bisa buat adik dengan Manda. Sama seperti yang di bilang dengan Duke sebelumnya jika dia ingin punya adik.


"Udah syang, kamu sudah bawa Duke ke kamarnya?" tanya Mansa yang sudah duduk di ranjangnya. Dan beranjak berdiri menuju ke kaca rias yang tak jauh dari tempat ia duduk.


"Syang jatah"ucap Aron, memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Kenapa gak besok saja syang, jangan sekarang"gumam manda. "Aku capek!" lanjutnya. Dengan tangan memegang tangan Aron yang melingkar di perutnya.


"Ya, kalau gitu sekarang aku, maunya kamu segera pakai lingerii ya syang kalau tidur denganku. Tapi saat Duke sudah benar-bemar tidur pulas." ucap Aron.


"Emangnya mana bajunya," tanya manda, membalikkan badannya menatap ke arah Aron. Dan Aron masih memeluk pinggang Manda, kini ia semakin mendekatkan hingga tubuh Manda menempel pada Aron semakin erat, dengan mata saling menatap penuh dengan cinta yang mendalam.


Dan Aron mengecup kening istrinya, mencubit pipi Manda, perlahan melepaskan pinggang Manda. membuka lemari dengan deretan khusus lenginerii yang di belikan Aron.


"Pakaian apa itu syang? Kenapa seperti ini sangat terbuka, aku malu pakainya" ucap Manda yang merasa aneh dengan bajunya.


"Buat kamu syang"ucap Aron.


Manda beranjak bangkit dari tidurnya. ia segera menatap detail lemari itu. "Ini!"ucap Manda yang tidak yakin, ia meraih hanger lingerii ini dan mengangkatnya ke atas.


"Baju tipis ini syang"tanya Manda.

__ADS_1


"he.. he iya syang"ucap Aron, tersenyum tipis menggaruk kepala belakangnya yang tidak terasa gatal.


"baju apa ini syang, gak mau aku pakai malu"ucap manda.


"pakai kalau kamu di kamar berdua denganku syang, jangan keluar."ucap Aron.


"Nanti kalau Duke cari aku gimana?" tanya Manda.


"Aku yang akan keluar dulu biar kamu bisa ganti baju dulu"gumam Aron.


"Udah pakai syang"lanjutnya.


Manda yang masih ragu hanya memegangnya tanpa berani memakainya.


"Syang jangan di lihat saja"gumam Aron.


"Aku ragu syang"ucap Manda. "Eh.. tapi kamu sekarang ambilkan aku makanan dulu di dapur, dan taruh di meja"ucap Manda.


"Baiklah, tapi kamu pakai ya" ucap Aron, dengan pandangan mata seakan ingin sekali Manda memakainya.


"Iya syang"ucap Manda. Meski tidak suka menggunakan seperti itu. Tapi melihat Aron yang memohon ia tidak tega, mau gak mau ia juga pakai.


Aron mengecup kening Manda, dan segera beranjak pergi menuju ke dapur, mengambil makanan sesuai dengan apa yang di minta oleh Manda.


Dan Manda saat Aron pergi, ia segera memakainya, dan kini hanya diam melihat tubuhnya terlihat jelas, ia bingung apa sebenarnya yang di inginkan suaminya itu.


Selesai pakai lingerii, dan segera berbaring, menutup tubuhnya dengan selimut, sebenarnya ia malu jika Aron melihatnya.


"Syang udah belum"tanya Aron, yang melihat Manda terbungkus dengan selimut tebal.


Ia segera meletakkan beberapa makanan di meja. "Belum ya?" tanya Aron meletakkan makananya ke meja.


"Kenapa emangnya syang?" tanya Manda.


"Aku hanya memastikan syang"gumam Aron yang mulai masuk ke dalam selimut tebal itu berdua dengan manda. Ia memegang tubuh Manda yang terbalut dengan benang tipis.


"Makasih syang"ucap Aron mencium pipi Manda. Ia merengkuh erat pinggang Manda dengan bibir tak berhenti berdengus menciumi leher manda.


"Aku gak nyangka kamu mau pakai"ucap Manda.


"Ya, sudah kalau gitu kita lakukan sekarang ya syang"ucap Aron.


"Lakukan apa syang"gumam Manda.


"buat adik untuk Duke." ucap Aron.


"Gak mau syang, jangan sekarang"ucap Manda.


Aron membuka selimut tebal yang menutupi tubuh mereka, membuangnya ke bawah ranjangnya.

__ADS_1


"Kamu sangat seksi syang"ucap Aron seakan terus menganga melihat tubuh Manda yang semakin seksi dengan balutan baju tipis tanpa dalam membuat ia semakin tertarik.


__ADS_2