Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Kelembutan Aron


__ADS_3

Pagi hari yang cerah sinar matahari sudah nampak menembus jendela kamar Manda. Manda mulai terbangun dari tidurnya ia beranjak duduk menatap jam diding di tembok bewarna keemasan di depannya yang sudah menunjukan pukul 06.00 pagi. Ia menatap di sampingnya tidak ada Aron di sana. Entak kemana dia pergi dari kemarin belum melihat wajahnya sama sekali.



Kini ia hanya berdiam diri di kamar hingga satu jam lamanya tanpa di temani Aron sama sekali.  Perlahan ia mulai bosan terus duduk dan berbaring menatap indahnya pemandangan di luar tanpa bisa merasakan keindahan itu. Membuat ia hanya berdiam diri merenung sendiri di kamar. Sempat terfikir dalam benaknya untuk kembali ke sekolah. Namun seakan perjanjian itu tak di gubris oleh Aron. Dia semakin pergi jauh dari pusat kota.


Dan sekarang semenjak kejadian kemarin Aron belum juga menemuinya lagi. Manda hanya mengira mungkin Aron sibuk tak bisa menemaninya. Ia kini berdiam diri duduk di kursi roda menatap pemandangan di luar. Para pelayan juga tak ada yang datang untuk sekedar menanyakan makanan untuknya. Meski sebenarnya ia sangat lapar dari kemarin perutnya belum terisi sesuap nasi . perutnya terus keroncongan tak bisa di ajak kompromi. Ia menunggu Aron juga tak kunjung datang. Ingin rasanya pergi ke dapur namun tak mungkin kakinya masih terasa sakit untuk turun tangga .


Rumahnya kini nampak sangat sepi dari kemarin.Apa mungkin Aron menyuruh pelayan agar tidak masuk ke kamarnya . Tapi Entahlah..


Manda menghela nafas mencoba menahan lapar di perutnya ia menarik kursi rodanya ke belakang mendorong maju dengan ke dua tangannya menuju ke pintu yang lumayan jauh dari tempat ia berdiam diri sekarang.


Ia membuka pintunya perlahan matanya terkejut seketika. Ia tak melihat satu orang pun di rumah yang begitu luas namun nampak sangat sepi seperti kuburan. " Kemana semua orang" Batin Manda melanjutkan perjalanannya berkelilingin di lantai 2 yang terlihat begitu luas melewati setiap lorong panjang untuk menuju ke suatu ruangan.


" Apa aku hanya tinggal di sini sendiri sekarang" Gumam Manda melanjutkan perjalanannya hingga sampai di suatu tempat yang sangat bagus hanya sekedar untuk meluapkan rasa bosan dan jenuh dalam fikirannya melihat pemandangan sekitar.


tak lama hentakan kaki terdengar jelas di telinga Manda. " Istriku?" Bisik Aron membuat Manda geli geli gimana gitu ada hebusan nafas berat aron terdengar jelas di telingannya.


" Om.." Jawab Membalikkan kursi rodanya.


" Kamu mau kemana " pungkas Aron mendorong kursi roda Manda ke suatu tempat.


" Tadi aku mau mencari Om tapi sepertinya rumah nampak sepi" Jawab Manda.


" Semua pelayan aku liburkan selama 1 minggu. Jadi hanya tinggal kita berdua di sini" Ucap Aron berjalan tegap memasukan ke dua tangannya di saku celana. Dengan mata tertuju pada pemandangan pagi yang begitu indah.


" Aku akan membawamu ke suatu tempat sekarang" Aron mulai menarik kursi roda Manda mendorongnya pergi dari atas balkon  ruang yang hanya untuk tamu sekedar berbaring bermanja ria.


" Kita mau kemana??" tanya Manda nampak sangat bingung. Tiba tiba Aron berubah baik dan tak acuh lagi padanya. Tatapannya lebih lembut pada Manda


" Kita mau ke suatu tempat yang hanya kita berdua untuk bermanja ria bersama sebagai suami istri" Jawab Aron. wajahnya nampak sangat mengingin kan tubuh Manda pagi. Dia sudah terlihat tak sabar ingin mengulangi saat malam indah itu lagi pada Manda. Meskipun sekarang masih pagi.


Manda hanya terdiam mengikuti kemanapun Aron pergi. Hingga ia berhenti tepat di suatu kamar yang berbeda dari kamarnya. Kali ini benar benar sangat bagus membuat matanya berbinar tak berhenti tekagum kagum memandangnya.

__ADS_1



" kenapa kita di sini om??" Ucap Manda sangat polos.


" Hari ini kita tidur di sini. aku ingin kamu melayaniku dari kewajibanmu sebagai istri" Manda sontak terkejut. Ia belum siap untuk melakukan itu lagi. Dia ingin sekali menolaknya Namun ia sangat takut pada Aron jika dia marah. Apalgi ini masih sangat pagi, dan Aron juga harus pergi ke kantor.


" Tenang saja hanya ada kita berdua di sini" Bisik Aron dari belakang tepat di telinga kanan Manda.


Manda merasa sangat merinding mendengar bisikkan Aron seolah akan terjadi sesuatu padanya. Ia hanya diam tak mebalas ucapan Aron.


Matanya masih tak henti melihat pemandangan sekitar kamarnya yang begitu luas dengan konsep yang berbeda dari kamar sebelumnya.


Aron berjalan mendekati Manda memapah Badannya untuk berdiri. " apa Masih sakit" Tanya Aron "


" Apanya?" Jawab manda dengan polosnya.


Aron menghela nafas sejenak melihat polosnya istri baru nya itu.


" Kaki kamu apa masih sakit" Jawab Aron dengan nada semakin tinggi namun terlihat lebih lembut.


" Injak ke dua kakiku" Manda tercengang terlihat sangat bingung seketika. ia tak begitu paham dengan apa yang di maksud Aron. Kenapa dia tiba tiba menyuruhnya menginjak kedua kakinya.


" kamu bingung??"


" Sudah cepat angkat perlahan kaki kamu dan injak ke dua kakiku" Aron melanjutkan ucapannya. Ia sadar jika Manda terlihat sangat bingung.


Aron menarik tangan Manda satu persatu agar bahunya. Ia menuntun perlahan agar Manda menginjak kakinya. " Apa kamu gak sakit ?" Tanya Manda melihat ekspresi Aron yang menahan sakit.


" Udah gak papa, gak usah perdulikan aku"


" sekarang kamu penggang erat aku" Ucap Aron memegang pinggang Manda berjalan menyeret kakinya perlahan menuju ke ranjang yang lumayan jauh 4 langkah dari kakinya.


Manda hanya terdiam menatap mata Aron yang terlihat sangat berbeda dari Aron biasanya. " kenapa dia berubah jadi baik gini" batin Manda terus menatap Aron.

__ADS_1


Hingga butuh beberapa Menit sampai ke ranjang. Bagaimana tidak Aron harus menyeret kakinya untuk sampai di ranjang. Ia mulai menuntun Manda untuk duduk perlahan. " Kenapa kamu menahan sakit " pungkas Manda mengusap Rambut Aron. Entah kenapa ingin sekali hatinya bisa membelai lembut suaminya yang tak pernah ia lakukan sebelumnya.


" Lebih sakit kamu dari pada aku, aku hanya menahan sakit beberapa saat. Dari pada kakimu terkena lantai kamu berjalan sendiri juga pasti sangat sakit" pungkas Aron mulia duduk di ranjang membaringkan perlahan tubuh Manda di sampingnya. Aron mulai mengecup bibir Manda dengan perasaan.


Manda hanya terdiam ia pasrah dengan apa yang di lakukan suaminya. Kali ini suaminya itu benar-benar berbeda dari pada Aron yang pertama ia kenal. Aron berhenti membereskan semua yang menutupi tubuh munhil istrinya. Aron sangat ingin melahap Tubuh manda lagi kali ini dia tak sekasar bisanya dia bermain lembut agar Manda lebih menikmatinya.


Kehangatan tubuh Aron membuat Manda menikmati setiap permainan Aron yang membuat ia tak bisa berkutik. Ia hanya bisa berdesah menikmati semuanya. Hingga Aron memasukan benda kecil miliknya dengan sangat hati hati. " Kamu tahan ya sayang, kali ini tidak akan terasa sakit. Aku akan lebih berhati hati" Bisik Aron membuat Manda menutup Matanya.


Aron sangat lihai melakuan ilahraga itu hingga manda terdiam mengikuti irama tubuh Aron.


" Baiklah aku akan bermain pelan" Jawab Aron mulai memelankan permainannya.


Desahan bafas berat dari mulut Manda membuat Aron semakin menikmati. Hingga ia mengerang sangat keras tanda ia sudah selesai. Ia membaringkan tubuhnya di samping Manda.


" aku mau kamu harus melayaniku setiap aku mau, jangan pernah menolak lagi. Teruslah seperti ini" Pungkas Aron mendongakkan kepalanya ke atas atap langit kamarnya.


Manda masih terenga enga. Permainan Aron membuat ia lemas tak berdaya. Ia terdiam sejenak.


" Iya " Jawab Manda.


" Lain kali aku mau kamu di atas" Ucapan spontan Aron membuat Manda tercengang. Bagaimana tidak ia belum pernah melakukan itu dia tak begitu pengalaman bermain di atas.


" Tenang saja aku akan melatih kamu" pungkas Aron seolah tahu apa yang ada dalam pikiran Manda.


Manda hanya terdiam memiringkan badannya ke arah Aron. Ia melempar senyum manisnya menatap wajah tampan aron di depannya.


Aron mencium keningnya dan beranjak berdiri


" Om mau kemana?" tanya Jeni menarik tangan Aron berharap dia akan terus menemaninya.


" Aku mau ke kamar mandi sebentar" Aron melepaskan tangan Manda di tangannya.


Manda nampak muram wajahnya di tekuk ke bawah seolah ia tak mau Aron pergi.

__ADS_1


" tenang saja aku akan menemanimu seharian nanti" Ucap Aron seolah tahu isi hati Manda saat ini.


Manda hanya tersenyum Manis mentap Aron yang sudah berjalan menjauh darinya.


__ADS_2