Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Rumah Baru Untuk Manda


__ADS_3

Suasana ruangan nampak sangat hening mereka saling diam tidak ada yang mengawali pembicaraan lebih dulu. Aron masih terlihat sibuk dengan ponselnya. Entah siapa yang ia hubungi dari tadi sampai sampai tidak perdulikan Manda.


Manda pun hanya berdiam tak ingin ikut campur urusannya. Kini ia hanya duduk di ranjang pasien menahan dari rasa sakit yang semakin menjadi di kakinya.


" Sakit.." Manda mencoba mencari perhatian pada Aron. Namun masih tetap saja tak di gubris oleh Aron.


" Nyeselin banget si tu orang" Batin Manda mengerutkan bibirnya kesal dan melipat ke dua tangannya. Ia terlihat sangat kesal oleh perlakuan Aron padanya. Baru beberapa menit saja selesai Menikah dia sudah beda lagi. Jauh lebih dingin dan kaku mulutnya seolah tak bisa bergerak untuk mengucap satu kalimat pun.


Beberapa menit kemudian..


Masih tetap sama Aron juga belum sama sekali menatapnya. kini Manda mencoba memanggil dia lagi memberi kode padanya.


" Ehem..." Manda berdehem sangat keras namun masih tidak ada respon sama sekali dari Aron.


"Tu orang batu, patung atau manusia kenapa tidak merespon sama sekali" manda terus berdecak kesal. Ia semakin sebal di buatnya Manda mulai membaringkan badannya lagi untuk merenggangkan ototnya sementara.


" Dari pada cari perhatian dengan orang dingin itu lebih baik tidur aja" Ucap Manda lirih. Ia merasa sudah tak di perhatikan lagi oleh sosok lelaki dingin di hadapannya.


Pendengaran Aron sangat tajam, ia mendenagr ucapan Manda meskipun lirih sekalipun. Tanpa suara tanpa satu kata apapun Aron berjalan mendekati Manda. Ia tak menyapa Manda sama sekali hanya tangannya yang mulai menggendong Manda dengan membawa tas kecil berisi obat dll. Berjalan keluar dari ruangan itu. Semua mata tertuju padanya.


Manda bingung seketika matanya terbelalak tak menyangka dia berubah jadi manusia es tiba tiba Tak di panggil datang sendiri padanya. Ia mulai mengalungkan ke dua tangannya di leher Aron. Hingga semua mata tertuju padanya dengan tatapan sinis. Entah apa yang ada di fikiran mereka semua. Tatapan solah tak suka pada hubungannya. Tatapan jijik mereka seakan tertuju pada Manda. Bagaimana tidak semua orang tahu siapa Aron. semua TV memberitakan semua kegiatannya kesehariannya dan pernikahannya dulu. Apalagi dia menikah dengan anak kolongmerat di kota C pasti banyak yang memberitakanya. Mereka pasti tahu jika Aron sudah punya istri dan Manda di anggap seorang pelakor.


ia mencoba memnaggil Aron, Manda sudah mulai tak nyaman dengan tatapan sinis orang orang di rumah sakit.


" Om.." Aron hanya terdiam kaku seperti patung bergerak namun tanpa suara.


Ia mencoba menghela nafas mencoba berbicara pada Aron. " Om bisa turunkan aku sekarang" Ucap Manda lirih.


Aron mendengar jelas ucapan Manda namun ia tak menggubris Manda. Dia tidak perduli dengan tatapan orang. Di fikirannya hanyalah Manda adalah miliknya tidak ada urusannya dengan orang lain yang suka ikut campur kehidupan seseorang.


Aron berjalan semakin cepat hingga tepat berdiri di depan mobilnya. Ia membuka pintu   tanpa menurunkan manda dari dekapannya. manda yang merasa di abaikan ia hanya terdiam melihat apa yang Aron akan lakukan padanya.

__ADS_1


Bagi dia tidak papa dia seperti itu tidak di perdulikannya sama sekali. Asalkan dia tidak menyiksanya lagi. Ia meletakkan Manda duduk di kursi depan di sampingnya. Mobil sport hitam itu keluar dari parkiran rumah sakit dengan kecepatan tinggi. Dia tidak mau ada wartawan yang melihatnya dengan Manda.


Manda mulai curiga Aron tidak lewat jalan yang biasa dia pulang ke rumah.


" Om kita mau kemana?? Jalan ini bukan jalan menuju rumah om??" Tanya Manda mencoba memeberanikan diri mengajak patung di sampingnya berbicara.


Manda telihat semringah mulut Aron perlahan terbuka meskipun dia masih terlihat dingin.


" Sudah diam gak usah banyak bicara, kamu nanti juga akan tahu" Jawab Aron tanpa memandang sedikitpun Manda di sampingnya.


" Baiklah" jawab Manda dengan wajah nampak lesu.


Manda yang merasa sangat lelah hampir 1 jam perjalanan dia belum sampai juga ke tempat tujuan Aron. Entah kemana dia akan membawa nya pergi. Perjalanan lebih jauh dari rumah Aron sebelumnya.


Mata Manda sudah tak tertahan lagi. Matanya sudah mulai menyipit namun ia masih tetap memaksakan untuk tetap terbuka lebar. Dia tidak mau Aron marah melihatnya tertidur di mobil.


Lama memaksakan matanya tertidur lelap juga.


" Dasar gadis bodoh, sudah tau ngantuk kenapa gak tidur dari tadi" Batin Aron melirik ke Arah Manda. Melihat wajah kecil Manda ia ingin sekali menyentuhnya. Namun niatnya terhenti saat Manda seolah merenggangkan tubuhnya sejenak berbalik wajahnya tepat di hadapan Aron.


" Tetaplah di sisiku" Ucap Aron pada Manda yang tertidur pulas.



Bulan sudah menampakkan sinarnya, hari terlihat sangat gelap. hanya cahaya bulan dan bintang bintak kecil yang menemani perjalanan Aron ke pelosok yang jauh dari kota .


Hampir 2 jam perjalanan Aron sampai di sebuah rumah yang sangat besar, terlihat lebih mewah dan megah dari rumah sebelunya. Kini pemandangan nya tak kalah indah dari pemandangan pantai. Meskipun sama sama jauh dari kota.


Matanya tertuju pada Manda yang masih tertidur pulas. Ia segera keluar dari mobil menggendong Manda berjalan Masuk ke dalam rumah barunya. Rumah yang sudah di persiapkan dari awal untuk istrinya. Namun istri sah Aron masih di kota C belum juga kembali. Dan rumah ini hanya berhak untuk Aron. Jika dia sudah menemukan seorang yang tapat maka rumah itu akan di berikan pada orang yang dia cintai.


Deretan pelayan berbaris di luar untuk datang menyambut kedatangan Aron dan Manda.

__ADS_1


" Selamat malam tuan" Ucap salah satu pelayan.


" malam " Jaeab Aron singkat. Setiap langkah Aron Masuk semua pelayan menunduk padanya.


Aron berjalan masuk ke dalam rumah mewah itu.perlahan menaiki anak tangga yang sangat panjang menjalar ke atas lantai 2. Gadis kecil masih tetap di gendongannya tak membuat beban sama sekali baginya. Tepat di sebuah kamar kusus untuk Manda dia membuka perlahan, lalu menutup nya kembali sangat pelan meskipun sangat susah harus gendong sambil membuka dan menutup pintu.


Aron menjatuhkan kasar tubuh Manda di ranjang sontak membuat Manda terbangun dari tidurnya. Wajah dingin itu muncul lagi di hadapan Manda. Tanpa mengatakan suatu hal dia beranjak pergi menuju kamar Mandi yang memang ada di dalam.


manda masih terdiam kebingungan. Ia tak tahu kemana tadi Aron membawanya hingga tertuju pada sebuah kamar yang sangat luas namun berbeda dari kamarnya sebelumnya.


" Aku di mana??" Mata manda memutar melihat sekelilingnya. Ingin sekali ia turun dari ranjang berjalan melihat lihat ruangan sekitarnya.namun kakinya masih terasa sakit. Ia melihat sebuah kursi roda ada di samping ranjangnya. " Pa Aron sudah persiapkan ini untukku" batin Manda senyum seketika mengira Aron muoai perhatian dengannya.


Manda mencoba untuk turun dari ranjang berpegangan sangat erat menuju kursi roda. Ia duduk dengan nyaman mendorong kursi roda itu keluar menuju ke balkon kamarnya.


Terlihat pemandangan taman yang begitu indah dan sangat hijau. Seperti memang sengaja selaku di rawat. Rumah yang begitu luas. " Tapi ini rumah siapa??" Ucap Manda masih terlihat bingung tak percaya.


" Ini rumah kita" Saut Aron di belakangnya berjalan mendekati Manda.


" Ini rumah untuk kita, aku tidak mau hubungan kita ada yang mengganggu termasuk adik aku sendiri" Ucap Aron berdiri tepat di samping Manda. Ia duduk jongkok menarik kepala manda mendekat tepat ke wajahnya.


Tanpa menunggu persetujuan dari Manda.


Sebuah benda kenyal mendarat di bibir manis Manda . Dengan penuh perasaan Aron memainkan lidah Manda dengan tangan membuka kancing baju milik manda berkeliaran pada benda bulat milik Manda. Dan tanpa penolakan dari Manda. Dia memainkan sangat hati hati tak seperti Aron yang biasanya sangat ganas.


Ia melepaskan bibir manda fokus dengan memainkan benda bulat dan sesuatu milik Manda di balik rok gang menutupi. Membuat Manda berdesah sangat keras. " AH.. Om...." erangan Manda semakin kuat menikmati permainan Aron.membuat Aron sangat senang melihat Manda seperti itu. Kini ia bisa leluasa memainkan manda karena dia sudah jadi istrinya. Meskipun hanya istri simpanan yang entah apa akan jadi istri sah Aron atau tidak.


" Nikmatilah, karena ini akan jadi makanan kamu sehari hari" Bisik Aron tepat di telinga Manda.


Hingga titik terkhir Manda berdesah sangat keras saat dia sudah mencapai klimaks.


Peluh keringat bercucuran di wajah Manda. Aron mengusap lembut keringat Manda. Beranjak berdiri melangkahkan kakinya pergi .

__ADS_1


" Kenapa aku merasa menikmati semua permainan Aron" Batin Manda yang masih merasa lelah dengan tatapan menatap ke arah pemandangan di luar.


Suara pintu tertutup membuat Manda mulai bernafas lega dari Om itu. Kini ia ingin sendiri tanpa di sentuh Aron lagi. Meskipun ingin sekali menolak perbuatan Aeon padanya. tapi apa boleh buwat dia sudah jadi istri Aron yang berarti akan menuruti kemauan Aron.


__ADS_2