Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Kedatangan Vino


__ADS_3

Hingga 2 jam berlalu Operasi berjalan dengan lancar namun keadaan manda masih sangat lemah kini ia masih berbaring tak sadarkan diri di kamarnya dengan peralatan infus lengkap terpasang di tubuhnya.


Aron berdiri di luar menunggu pernyataan dari dokter tentang keadaan Manda. Dengan bersandar di depan pintu tangan bersendekap.ia terlihat tak perduli dengan Manda namun di balik itu ia merasa kasihan juga dengannya.


Kini pandangannya terarah pada Vino yang tiba-tiba berlari mendekatinya. Entah bagaimana dia bisa menemukan Aron di rumah barunya. " Kak bagaimana keadaan Manda?" Pungkas Vino nampak sangat khawatir dan panik dengan keadaan Manda.


" Kenapa kamu bisa tahu jika Manda sakit?"


" Itu gak penting, sekarang gimana keadaanya" pungkas Vino mendorong tubuh kakaknya yang menghalangi langkahnya untuk masuk.


" apa yang kamu lakukan" Aron menarik kasar tangan Vino menjauh dari pintu masuk kamarnya.


Ke dua kakak adik nampak mulai bersitegang karena masalah Manda. Sebenarnya Ia tahu dari seorang dokter di sana saat ia mau periksa ke dokter kakaknya. tiba tiba dokter tidak ada di ruangan dan Vino bertanya pada suster yang berjaga di sana jika dokter sedang menangani pasien gawat darurat di alamat itu dan atas nama Aron.


Suasana nampak sunyi mereka masih berdiri di depan pintu menunggu dokter keluar dari kamar.Mereka tak saling menatap maupun bicara sama sekali. Vino kini nampak.sangat kesal dengan ulah ulah Aron yang semakin kasar dengan manda.


Tak lama seorang dokter keluar dari kamar Aron. " gimana dok keadaan Manda?" Tanya Vino menarik narik tangan dokter itu. Ia terlihat sangat panik di bandingkan Aron yang terlihat santai tidak terlalu perduli.


Dokter itu terlihat menelan ludahnya menarik nafas perlahan. " Keadaannya baik baik saja namun sekarang dia masih belum sadarkan diri. Dia terlihat sangat kritis dan semoga dia bisa terselamatkan" Pungkas dokter itu wajahnya nampak sangat takut melirik ke arah Aron.


" Terus apa gunanya operasi kalau dia masih kritis" Ucap Aron dengan nada tinggi.


" Operasi hanya menyelamatkan nya dari pendarahan yang berlanjut. Saya gak tahu dia akan selamat atau tidak nantinya" Pungkas Dokter itu bergegas pergi meninggalkan mereka. Ia sudah mulai ketakutan jika terjadi apa apa dengan Manda maka nyawanya akan terancam . Dan Aron terus menatap tajam ke arah dokter itu seakan dia sangat marah dengan pelayanan nya.

__ADS_1


" Apa yang kakak lakukan padanya?" tanya Vino dengan nada tinggi menarik kerah kakaknya.


" apa yang aku lakukan gak penting buwat kamu, dia istriku sekarang jadi terserah apa pun perlakuanku padanya" pungkas Aron.


Vino langsung menonjok wajah Aron berkali kali tanpa Ampun. Hingga Aron tersungkur ke lantai terlihat darah segar keluar dari mulut Aron. " apa kakak sudah gila, dia itu gadis kecil yang belum tahu apa apa kak.. Kali ini kakak benar benar sudah gila. Aku kecewa dengan kakak. Kakak tak pernah perdulikan perasaan orang lain dan


keselamatan orang lain lihat dia kak. Dia terbaring di sana tak berdaya karrna kebejatan kakak... buka mata lebar lebar lihat Manda lihatlah " pungkas Vano penuh emosi tinggi pada Aron.


" Kenapa kamu khawatir dengannya, sampai kamu berani memukul kakak kamu sendiri" Ucap Aron beranjak berdiri dengan senyum kecut pada adiknya.


Nafas Vino terenga enga ia tak kuasa menahan emosinya kali ini yang sudah membara dalam hatinya. Ia tak perdulikan Aron lagi yang sudah tersungkur di lantai. ia membuka pintu perlahan masuk melihat Manda yang masih terbaring lemah dengan berbagai selang tertancap dalam tubuhnya. Ia tak bisa melihat itu semua , Vino merasa sangat kasihan dengan Manda gadis polos harus rela menjadi kebejatan kakaknya. Kini ia harus berusaha untuk tetap hidup di balik banyaknya nya perawatan untuknya.


Vino berjalan mendekatinya ia tak sanggup melihat keadaannya. " kakak memang berhati iblis tega melakukan hal itu pada Manda" Batin Vino ia mengusap lembut rambut Manda dan duduk di samping ranjangnya.


Sedangkan aron berdiri melihat adiknya seolah sangat perduli dengan manda istrinya. " Apa dia suka dengan Manda?" Gumam aron lirih terus memandang mereka dari jauh.


" Baru kali ini adikku sendiri berani melawanku gara gara seorang wanita kecil seperti dia" Aron melanjutkan ucapanya dengan senyum sinis beranjak duduk di kursi depan kamar tidur Manda.


Vino melirik tajam ke arah kakaknya yang seakan tak perduli dengan keadaan Manda dia terlihat sangat santai tanpa rasa bersalah sama sekali di wajahnya.


" Manda bangunlah, lihatlah suamimu yang seperti iblis itu dia tega membuat kamu seperti ini. Kamu harus tetap bertahan dan tunjukan padanya jika kamu sangat kuat untuk bertahan dan membalas perbuatannya" Pungkas Vino dengan nada sangat keras. Memang sengaja agar Aron mendengar ucapannya.


" Lagian nanti juga bangun, kenapa kamu terlalu khawatir padanya" Pungkas Aron terlihat santai .

__ADS_1


" Apa yang kak Aron bilang, apa di hati kecil kakak tidak ada rasa belas kasihan padanya" Ucap Vino dengan nada semakin tinggi.


" Udah kalau marah apa kamu gak kasihan mengganggu tidurnya"pungkas Aron beranjak pergi dari kamar Manda. Entah kemana dia akan pergi kini rasanya ia benar benar seperti iblis menjelma jadi manusia.


Vino merasa sangat marah dengan kakaknya. Namun tak bisa berbuwat kasar dengannya. Karena memang kakaknya lah yang merawat dan selalu memanjakan nya sejak kecil dan selalu jadi tulang punggung untuknya. Dan kini ia terdiam berharap Manda segera pulih dan Vino akan segera membawanya pergi dari rumah terkutuk ini.


Tak lama suara ponsel berbunyi dari dalam sakunya.


" kesha?" Pungkas Vino terkejut tiba tiba kekasih dari jauh menghubunginya.


" Iya kes ada apa??" Pungkas Vino lirih.


" Kamu di mana sekarang, aku sudah di bandara cepat jemput aku" kesha terlihat sangat kesal pada Vino ia dari tadi sudah sampai namun pesan darinya tak kunjung di baca oleh nya.


" aku gak bisa jemput kamu teman aku sakit masih terbaring tak sadarkan diri. Kamu bisa ke sini sendiri gak aku kirim alamatnya"


" baiklah cepat kirim alamatnya" Kesha nampak sangat kesal harus kesana sendiri bagaimana tidak baru pertama datang sudah di kecewain oleh Vino. Tapi ia tak perduli dengan segera mematikan ponselnya pergi dari bandara menuju alamat yang di kirimkan oleh Vino.


" kebiasaan, tiba tiba di matiin" pungkas Vino nampak kesal.


Ia mengehela nafas memegang tangan Manda lagi berharap ia cepat sadar.


" Manda kesha sudah datang, aku ingin kamu kenalan sama dia. Dia itu baik banget, dan jika kamu ada masalah kamu bisa cerita semuanya dengannya. Aku yakin dia akan kasih solusi terbaik untukmu" Pungkas Vino menempelkan punggung tangannya Manda ke pipi kirinya.

__ADS_1


__ADS_2