Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
pertanyaan aneh Kesha


__ADS_3

"Kamu kenal sama Angela?" Tanya Kesha menghampiri Manda. Yang dari tadi menatap foto Angela seakan dia sangat kenal dengannya.


Manda menoleh ke arah Kesha, "Gak Sha, hanya saja aku tadi melihatnya di luar bersama seseorang"ucap Manda, namun ia tak mau bilang pada Kesha. Kalau Vino tadi sama temannya Angela itu. Bisa-bisa mereka bertiga berantem kan jadi salah paham.


Lebih baik aku diam dulu, dari pada entar ujung-ujungnya aku juga yang salah, gumam Manda dalam hati.


"Oo. Iya tadi dia bilang ke aku, kalau dia mau keluar dengan teman barunya, yang baru ia kenal di hotel ini. Bahkan katanya kenal juga belum ada satu minggu."jawab Kesha menjelaskan.


"Jadi mereka baru kenal, tapi kenapa kelihatannya akrab banget ya. Seperti sudah kenal lama"gumam Manda.


"Maksud kamu apa Da?" Tanya Kesha yang mendengar samar-samar suara Manda.


"Oo.. enggak sa. Aku hanya berpikir kalian kok bisa saling akrab apa dia teman kamu lama?" Ucap Manda, ia mencoba mengelak dari apa yang ia pikirkan tadi.


"Aku baru kenal, ya yang ngenalin aku itu Lelaki yang ada di foto itu bersama Angela. Dia sahabat Angela dan sekaligus teman sekolahku dulu. Suatu hal yang kebetulan ya. Aku bertemu dengan teman lamaku dan teman baru di sini"Gumam Kesha menatao foto Reyhan dan Angela yang terpajang di dinding.


"Iya teman tapi makan teman, Kesha gak tahu kalau Vino dekat dengannya"gumam Manda lirih.


Kesha yang nendengar samar ucapan Manda menoleh seketika.


"Kenapa Da?" Tanya Kesha lagi melihat Manda yang terus menunduk dan bergumam gak jelas terdengar di telingannya.


"Oo.. ya sudah.. kamu tahu gak siapa yang keluar dengan Angela lelaki apa perempuan"tanya Kesha penasaran.


Manda terdiam, gimana nih apa aku bilang saja ke dia. Aduh, ku gak tahu apa yang harus aku katakan sekarang. Manda ayo otak kamu cepat bekerja, gerutu Manda dalam hatinya.


Ia terlihat bingung, panik jadi satu. Kesha yang menatapnya merasa sangat aneh pada sahabatnya itu. "Kamu sbenarnya kenapa Da?" Tanya Kesha memegang pundak Manda.


"Gak apa Sha, oya tadi kamu tanya apa aku lupa"ucap Manda mengalihkan pembicaraan.


"Aku tanya Angela keluar sama Lelaki apa perempuan"ucap Kesha kesal.


"Dia keluar sama lelaki tadi."jawab Manda.

__ADS_1


Sebenarnya dia keluar sama Vino Sha, batin Manda.


"Oo.. ya sudah aku kira tadi kamu kenal Angela. Dan temannya itu" ucap Kesha mengulangi.


"Gak Sha, ayo kita keluar Sha gak enak terus di sini. Soalnya kan ini juga bukan kamar kamu jadi gak bisa leluasa ceritanya. Entar tahunya tiba-tiba aku curhat ada teman kamu jadi malu aku" ucap Manda. Ia ingin membuat Kesha sadar jika Angela dan Vino berduaan. Dan ia terpikir ide untuk membawa Kesha pergi keluar jalan-jalan.


"Baiklah tapi aku mandi dulu ya?" Ucap Kesha.


"Baiklah, aku juga balik dulu ke kamar mau mandi juga. Badanku masih bau nih"ucap Manda.


"Pasti baulah, kan semalaman lagi bermain ranjang"goda Kesha menggekitik pinggang Manda.


"Apa sih Sha, gak ya semalam aku tu tidur capek tiap hari bermain ranjang terus"ucap Manda polosnya.


"He..he.. oya gimana Da rasanya, enak gak?" Tanya Kesha penasaran, ia menarik dulu tangan Manda agar duduk di rajangnya. Seolah ia mau introgasi Manda tentang ahlinya dalam hal suami istri.


"Ih.. kenapa kamu jadi ingin tahu hal itu, apa kamu mau menikah ya"tanya Manda.


"Gak Sha, ingin tahu saja. Enak gak?" Kesha terlihat sangat penasaran.


"Sakit ya pertama ngelakuin itu dulu, apalagi kak Aron dulu sangat ganas."ucap Kesha menunduk seakan tak berdaya mengingatkan Manda tentang kejadian dulu.


"Udah itu kan dulu, aku belum suka dengan dia, dan belum begitu mengenalnya. Tapi lama-lama ketagihan juga sih. Kalau aku belum hamil pasti minta lagi dan lagi"ucap Manda tersenyum tipis berbicara itu tanpa malu.


"Wah... gak nyangka ya, kamu jadi bisa berpikir mesum begitu, manda yang dulunya malu-malu kasar dan kandang polos kini berubah jadi otak mesum"goda Kesha pada Manda.


"Eh.. sapa yang mesum, entar kalau kamu menikah. Kamu akan tahu rasanya itu bikin ketagihan"ucap Manda menggoda Kesha.


"Boro boro nikah, pacar saja gak punya Da"ucap Kesha menunduk.


"Udah jangan sedih kita keluar nanti sambil cari cogan di luar, kamu kan bisa pilih-pilih lelaki yang cocok buwat kamu" Manda menepuk pundak Kesha menenangkan hatinya yang sepertinya lagi galau.


"Baiklah, sudah cepat balik ke kamar, entar kak Aron bingung nyariin lagi kalau kamu gak balik dulu izin ke dia"goda Kesha.

__ADS_1


"Apaan sih Sha, udah aku pulang dulu ya. Byee..."ucap Manda melambaikan tangan ke arah Kesha. Ia segera berjalan keluar dari kamar Kesha menuju kamarnya.


Ia berjalan santainya, hingga tepat berdiri di depan pintu mau buka, tapi rasanya ada yang aneh, tubuhnya terasa berat untuk masuk. Ia segera membuka perlahan pintu kamarnya. Namun langkahnya terhenti ketika Aron berteriak di balik telfon.


Sepertinya dia sangat marah dengan seseorang di balik telfon itu. Manda yang semula ingin masuk hanya terdiam, tak mau menganggu suaminya itu yang terlihat sudah sangat marah.


"Jangan coba ancam aku seperti anak kecil" bentak Aron.


"Aku sudah kirim ke rumah kamu, setelah liburan kamu bisa buka"ucap seseorang di balik telfon itu.


"Sialan, aku akan menghabisimu jika kamu berani macam-macam denganku. Lihat saja"Ucap Aron dengan nada penuh kekesalan.


Manda yang mendengar itu hanya terdiam di balik pintu. Ia melihat sosok Aron yang kejam lagi dalam diri suaminya. Tubuh yang tadinya ingin masuk, kini mendadak mulai ragu mendengar kata-kata keras Aron yang terngiang di pikirannya.


Aron yang sadar pintunya terbuka, ia melihat Manda di balik pintu itu. "Manda!! Kenapa kamu di situ?" Tanya Aron mulai beranjak berdiri dari ranjangnya mendekati Manda di depan pintu.


Manda berjalan mundur perlahan, dengan wajah nampak terkejut, ia terus memegang dadanya tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


"Manda tunggu"aron dengan sigap mengejar Manda dan menariknya masuk ke dalam kamar. Ia memepetkan tubuh Manda ke tembok, dan menutup rapat pintunya. "Jangan sakiti aku!!"ucap Manda, ia tahu soal trauma kehilangan orang tuanya di takbah perlakuan kasar dari Aron. Dan sejak itu ia sangat sensitif jika Aron mengucap kata kasar.


"Siapa yang akan menyakitimu" ucap Aron mengecup kening Manda.


"Maaf tadi aku berbicara seperti itu karena ada masalah, dan sekarabg aku harus cerita denganmu. Agar kamu tidak salah paham denganku" Ucap Aron menyangga tubuhnya dengan ke duabtangan menempel di tembok, dan mendekatkan wajanya tepat di depan wajah Aron.


Manda yang semula takut menatap Aron heran. Di telfon tadi dia sangat bengis, tapi di depannya dia sangat Manis.


"Baiklah ceritanya nanti saja ya, u mau mandi dulu"ucap Manda mendorong tubuh Aron menjauh darinya.


"Barengan ya?" Goda Aron.


"Gak mau!!"jawab Manda singkat.


Aron ketawa kecil, melihat wajah Manda nampak marah.

__ADS_1


"Ya sudah, lagian aku hanya menggodamu kenapa kamu cemberut gitu"ucap Aron mencolek dagu Manda.


Manda menepis tangan Aron, "Apaan sih syang, udah aku mau mandi"ucap Manda melangkahkan kakinya pergi menuju kamar mandi


__ADS_2