Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Bertemu Kesha Dan Vino


__ADS_3

aku yakin tadi melihat Kesha, Dia itu pasti Kesha, aku yakin itu pasti dia. Dari tatapan matanya aku ingat, kepolosan wajahnya terlihat jelas di mata hitam pekat miliknya. Tapi yang tidak habis pikir kenapa dia jalan kaki sekarang, dan kenapa dia bekerja sendiri. Dan di mana Vino, apa dia juga bersama dengan Vino. Aku ingin tanya padanya, apa dia sudah menikah atau belum. Tapi kelau sudah kenapa setiap bertemu aku selalu melihat dia sendiri berjalan, sepertinya kali ini dia mau oergi kuliah, ucap Manda dalam hatinya


"Da! kenapa kamu diam?" tanya Vina, memegang bahu Manda mencoba menyadarkan Manda yang terlihat diam melamun.


Manda menoleh ke arah Vina, ia tersenyum tipis, dengan tangan meraih tangan Vina di bahunya. Dan menggemgamnya erat. "Vin, aku baik-baik saja, tadi hanya kepikiran orang yang aku kenal saja. Makasih ya sudah perduli dengan aku. Aku beruntung di sini punya teman yang baik banget. Kamu itu mengingatkanku oada sahabatku dulu, yang selalu membantuku saat aku benar-benar gak ada harapan untuk hidup" ucap Manda, dengan mata memandang ke atas, mata kecoklatan miliknya terlihat berkaca-kaca menahan air mata yang ingin sekali tumpah, membasahi pipinya.


"Manda, kenapa kamu berterima kasih padaku. Kamu itu teman baik aku, aku selama ini tidak ounya teman akrab selain kamu. Karena sifat aku yang selalu menyendiri" ucap Vina dengan senyum terpaut di wajahnya.


Mobil Vina berhenti tepat di depan sekolah Vitori, Manda bergegas turun mrlihat ke dua anaknya sudah ada di depan gerbang sekolahnya. Manda menyipitkan matanya, ia melihat Duke di kerubungi oleh para gadis-garis kecil yang menggemaskan mencubit pipi Duke.


Melihat Manda ada di depan, Duke seketika berlari meànghampiri Manda dan langsung masuk ke dalam mobil tanpa banyak bicara sepatah katapun.


"Ma ayo pulang" ucap Duke dalam mobil.


Manda dan Vina tersenyum tipis, ia tahu jika Duke tidak suka para gadis kecil mendekatinya. Dan Lia hanya diam melihatnya, bahkan tidak menolongnya dari kerumunan gadis kecil.


"Iya syang" ucap Manda. "Lia ayo pulang" lanjut Manda berjalan menghampiri Lia yang masih berdiri. Ia tersenyum tipis menaahan tawanya saat melihat ekpresi wajah Duke.


Manda segera masuk ke dalam mobil, ia melihat Duke yang masih terdiam, dengan bibir menguntup. "Duke kenapa kamu murung gitu" tanya Manda pada anaknya.


"Duke gak suka dengan gadis itu, semuanya nyebelin berani-beraninya nyentuh pipi Duke" ucap Duke yang masih terlihat sangat kesal. Ia duduk di tengah dengan memasang wajah seriusnya.


"Syang mereka itu gemes melihat wajah imut kam" ucap Manda.


"Besok aku gak mau skeolah" ucap Duke kesal.


"Kenapa kamu gak mau sekolah?" tanya Manda, mengusap lembut punggung Duke."


"Wanita di sini nyebelin ma, Pokoknya Duke gak mau sekolah lagi di sini, Duke mau sekolah kusus para leki-laki" ucap Duke tegas.

__ADS_1


"Kalau gitu nanti Duke bicara sama papa saja ya, lagian kemarin Duke minta sekolah sama kak Lia sekarang Duke gak mau sekolah" ucap Manda dengan nada lembutnya.


"Lagian wanita kecil tadi cantik semua Duke" sambung Lia.


" Tapi aku gak suka" gumam Duke.


"Kenapa sama Lia Duke mau temenan dulu?" tanya Lia.


"Karena kak Lia itu beda, gak seperti wanita itu keganjenan semuanya" ucap Duke.


Vina dan Manda tertawa mendengar ucapan Duke, bahkan Vina merasa tersindir dengan ucapan Duke. Ya, kalau di pikir-pikir Vina juga begitu, keganjenan dengan Albert yang tidak pernah suka dengan dia. Tapi dia tetep saja deketin Albert meski sudah tahu perasaannya gimana.


"Manda anak kamu lucu juga ya, gemesin" ucap Vina, menoleh ke belakang, meraih pipi menggemaskan Duke yang terus cemburut, lali mencubitnya.


Krinngg...


Sebuah pesan masuk dari Aron, Manda segera membukanya.


"yah, nanti papa lembur syang, kalian berlajar di rumah sendiri sama mama ya. Sambil nunggu papa pulang" ucap Manda pada ke dua anaknya.


"Iya ma, apa perlu aku temani Da?" tanya Vina yang duduk di depan.


"Gak usah Vin, lagian suami aku nanti pulang kok. Makasih udah nawarin diri, untuk jaga aku" ucap Manda.


Mobil mereka berhenti, kebetulan sedang lampu merah. Manda manatap ke depan. Ia melihat seorang lelaki di depannya, seorang yang sangat familiar di matanya. Ia berjalan menyeberang ke seberang jalan. menggunakan tas rangsel di punggungnya.


Sepertinya dia mau pergi kuliah, tapi kenapa dia sendiri. Dan Kesha tadi juga sendiri, sebenarnya mereka kenapa, batin Manda.


"Vino!" gumam Manda.

__ADS_1


Ingin ia berteriak memanggil Vino, namun lampu hijau sudah menyala, membuatnya untuk mengurungkan niatnya untuk berteriak. Mobil Vina langsung melaju menuju ke rumahnya.


"Manda kamu kenapa?" tanya Vina yang melihat temannya itu hanya diam, terus menatap ke jalanan di sampingnya.


"Gak apa-apa Vin, tadi aku melihat teman aku. tapi mungkin aku salah orang" gumam Manda.


"Teman siapa ma, apa Duke kenal dengannya?" tanya Duke.


"Belum syang, nanti kalau sudah bertemu kalian pasti kenal. Dia itu om Duke" ucap Manda.


"Omm adik papa ma" sambung Lia.


"Iya, papa punya adik yang lama sekali gak pernah bertemu. Dan mama harap kita bisa bertemu lagi dengannya. kalian pasti senang punya om yang sangat baik" ucap Manda mengusap rambut ke dua anaknya lembut.


"Emangnya Om kemana Ma, kenapa dia meninggalkan kita?" tanya Duke.


"Nanti kita bicara di rumah ya syang" ucap Manda.


"Oya dan sudah sampai. kamu hati-hati ya" ucap Vina, yang langsung turun membantu Manda untuk keluar dari mobilnya.


"Iya Vin, besok kalau aku gak kuliah atau capek kamu bilang ya sama dosen" ucap Manda.


"Siap" ucap Vina masuk kembali ke mobilnya. Manda segera masuk menuntun ke dua anaknya ke dalam rumah.


"Ma hari ini capek gak" tanya Lia.


"Emangnya kenapa syang?" tanya Manda.


"Lia pijitin kaki mama ya" Ucap Lia.

__ADS_1


"Boleh sayang" ucap Manda. Berjalan masuk ke dalam kamar anak-anaknya. ia segera meluruskan kakinya di atas sofa, kaki yang terasa sangat capek. Dan Aron juga jarang ada waktu dengannya. Bahkan hari-hari ini banyak meeting dengan Clent di luar saat libur, dan kerjaan juga sampai malam. Tapi meski lembur Manda hanya bisa diam tidak mencegah apa yang di lakukan Aron. Asal tidak dengan wanita lain, yang membuat hatinya terluka nantinya.


__ADS_2