Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Menggoda


__ADS_3

"syang kamu capek ya?" tanya Manda berjalan menghampiri suaminya.


"Ya, capek syang" ucap Aron, menyandarkan punggungnya ke sofa kamar. "Emangnya kamu gak capek" lanjutnya.


"Capek juga, tapi aku kalau ada kamu gak capek syang" ucap Manda menggoda, ia duduk di samling Aron, menyandarkan kepalanya di dada bidang milik suaminya itu.


"Kok bisa gak capek?" tanya Aron, mengusap lembut kepala Manda, dengan kehangatan sentuhan tangan darinya.


"Meski di sisi kamu terus, rasa capek enggak terasa sayang, karena udah di ganti dengan rasa senang di hati" ucap Manda.


"kamu ini, sekarang pintar menggoda ya" ucap Aron, mencubit hidung mangil milik istrinya.


"Lagian, sekali-sekali istri kamu yang cantik ini, menggoda suaminya" ucap Manda, tersenyum menyentuh dagu Aron.


"Emangnya kamu cantik?" ucap Aron menggoda.


"Jadi aku sudah gak cantik" ucap Manda kesal, ia bersendekap mengerutkan bibirnya. "Terus kalau aku gak cantil lagi, kamu gak suka denganku, atau kamu mau menjauh dariku sekarang" lanjutnya.


"Ngambek, istri aku ini" ucap Aron, mencolek pipi Manda.


"Gak!" Ucap Manda jutek.


"Bener gak ngambek?" tanya Aron, mendekatkan wajahnya ke wajah Manda.


"Siapa yang ngambek sih" Manda memaling wajahnya ke kiri.


"Beneran syang" ucap Aron, menarik dagu Manda agar menatapnya. Ia semakin mendekatkan wajahnya, hingga berjarak satu jari tangan.


"Kalau mau tersenyum jangan di tahan" sindir Aron.


"Siapa yang senyum?" ucap Manda kesal. Ia masih mengerutkan bibirnya.


"Kayak anak kecil saja"


"Biarin!"


"Emang kamu suka seperti anak kecil gini"


"Terserah aku" ucap manda. "Lagian kamu itu...." Belum sempat melanjutkan ucapanya, benda kenyal menempel di bibir Manda membuatnya tak bisa berkata apa-apa lagi, ia melebarkan maranya merasakan Aron semakin memperdalam ciumannya.


"Gimana?" tanya Aron, menyudahi aksinya.


"Nyebelin!" ucap Manda memukul kecil dada bidang Aron dengan ke dua tangannya.


Aron memegang ke dua pergelangan tangan Manda. "Kenapa kamu bilang aku nyebelin?" tanya Aron.


"Kamu kalau cium aku itu bilang dulu" ucap Manda lirih, ia malu mengatakan itu pada Aron. Apalagi saat dia lagi ngambek sama dia.


"Kenapa aku harus bilang syang, aku bisa setiap saat, setiap detik mengecup bibir kamu" ucap Aron.

__ADS_1


"Iya, tapi.." Manda menundukkan kepalanya. "Aku belum ada persiapan syang" lanjutnya dengan rasa malu-malu.


Aron tertawa mendengar ucapan Manda. "Ternyata ciuman itu butuh persiapan ya syang" gumam Aron, tak hentinya terus tertawa.


"Kenapa.kamu tertawa" ucap Manda kesal, ia bangkit dari duduknya. Dan duduk di atas ranjang putih miliknya.


"Ya, selalu ngambek lagi" gumam Aron, yang ikut bangkit dari duduknya, duduk di samping Manda.


"Kamu nyeselin terus" ucap Manda.


"Aku beri tahu kamu ya syang, kalau mau persiapan itu seperti ini" ucap Aron, memegang lengan tangan Manda. Membaringkan tubuhnya ke atas ranjang.


"Ini baru persiapan buat baby baru" ucap Aron menggoda.


"Apaan sih syang" Manda, mendorong tubuh Aron, hingga berbaring di sampingnya.


"Bukannya kamu tadi ajak aku bikin baby baru ya" ucap Aron, memiringkan badanya, menatap Manda.


"Kapan? Aku gak merasa begitu" ucap Manda.


"Benar gak merasa gitu?" tanya Aron.


"Iya" jawab Manda dengan senyum manisnya.


"Ya, sudah aku tidur dulu kalau gitu" ucap Aron. Memiringkan badannya membelakangi Manda, ia menciba kesal dengan Manda dan pura-pura menutup matanya.


"ya kok tidur" gumam Manda.


Aron masih diam, ia pura-pura tidur lagi. "Syang sudah tidur beneran?" tanya Manda dengan nada lembutnya.


"heemmm" gumam Aron, tanpa mengeluarkan kata-kata.


"Syang! Jangan tidur dulu, temani aku, aku mau temani aku berbicara" ucap Manda merayu, ia menyandarkan kepalanya di belakang punggung Aron.


"Aku gak mau kalau hanya di temani bicara" ucap Aron.


"Kamu belum tidur?"


"Belum"


"Terus, mau kamu di temani ngapain syang" ucap Manda.


"Di temani bikin baby" ucap Aron, mebalikkan badanya, menatap sangat dekat ke arah Manda.


Aron memegang kepala belakang Manda. Mendekatkan wajahnya ke depan.


"Gimana? Apa kamu mau?" tanya Aron.


Hembusan napas berat Aron terasa jelas di depannya. napas mereka saling berpacu.

__ADS_1


Dengan tatapan cinta yang memancar dari ke dua mata mereka.


Manda hanya diam, ia tak bisa menjawab, sebenarnya ingin sekali ia jawab iya, tapi mulutnya sekana tak bisa bicara iya di depan Aron.


"Kenapa diam?" tanya Aron. "Apa kamu malu memulai duluan, atau kamu malu jika menjawab iya"


"Apan sih syang, udah ayo tidur" ucap manda.


"Heemmm... Oya Duka dan Lia sudah tidur lagi" tanya Aron.


"Iya tadi dia bangusn sebentar terus tidur lagi" gumam Manda, yang mulai menarik selimutnya.


"Syang boleh ya malam ini?" tanya Aron.


"Boleh apa lagi syang, bukannya kita mau tidur" gumam Manda.


"Terus yang tadi gak jadi syang?" tanya Aron.


"Gak jadi syang tidur aja yuk" gumam Manda, membarikan tubuhnya ke kanan.


"Ya, yang kamu ngambek ya" ucap Aron dengan jemari tangannya jahil menelusuri tubuh Manda.


"Ya, sayang jauhkan tangan kamu" ucap Manda,  menepis tangan Aron yang tak hentinya memegangnya.


"Di pegang suami sendiri saja gak boleh syang" ucap Aron.


"Bukannya gak boleh syang, tadi kamu bilang capek" ucap Manda, membalikkan badanya menatap ke arah Aron di belakangnya.


"Gak, siapa yang capek" ucap Aron mengerutkan alisnya. "Lagian dari tadi kamu menggodaku, merayuku, membuat aku bergairah. Tapi ujung-ujungnya, kamu gak mau di ajak" ucap Aron kesal.


"Udah, jangan pada ngambek gini"ucap Manda.


"Siapa yang ngambek" gumam Aron.


"Gimana kalau kita adain permainan, kalau kamu bisa bertahan menatapku lebih dari 3 menit, maka aku gak jadi minta baby lagi. Tapi kalau sebaliknya, kamu harus sia0 syang" ucap Aron.


"Siap siapa takut" gumam Manda antusias.


Aron menarik pinggang Manda agar pebih dekat dengannya, ia mendekatkan wajahnya sangat dekat. "Kita mulai" ucap Aron.


Mereka saling menatap satu sama lain, tatapan semakin dalam membuat Manda tak bisa menahannya, wajahnya semakin merah malu. "Syang!" panggil Aron, mengusap lembut rambut manda, membuatnya semakin tak bisa menahan hatinya.


"Udah syang aku gak bisa" gumam Manda.


Aron seketika langsung mengecup kening istrinya itu. "Kenapa kamu gak bisa menatapku lama, kamu istriku sudah hampir 3 tahun. Tapi kenapa kamu malu menatapku syang?" tanya Aron, dengan jemari tangan memainkan rambut panjang Manda.


"Gak tahu, aku merasa jantungku gak bisa tenang, jika terlalu dekat menatap kamu syang" gumam Manda. "Terus kita jadi gak?"


"Jadi, bukannya sudah perjanjian syang" ucap Aron.

__ADS_1


Yang mulai menutup selimutnya, dengan lihainya Aron membuka semuanya di dalam selimut bermain di atas, balik ke bawah. Dan terua bergantian , hingga mereka larut dalam selaras desahan seirama.


__ADS_2