Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Kesha Dan Albert part2


__ADS_3

Selesai menikmati makanan Kesha meraih minuman orange juice yang ada di depanya, lalu meneguknya secara perlahan. Albert memegang tangan Kesha, mengungkapkan sebuah perasaan yang beberapa hari ini ia pendam . Ia menarik napasnya dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan.


“Sa! Aku boleh bicara denganmu?” tanya Albert penuh keraguan dalam hatinya.


Kesha hanya diam tanpa seuntai kata, ia hanya menganggukan kepalanya dengan senyum samarnya. Ia sebenarnya tidak terlalu suka dengan semua ini, namun ia berusaha untuk menghargai apa yang di lakukan Albert, yang ada di pikiran dia saat ini selalu Vino, Vino dan Vino. Dia seakan memenuhi hati dan pikirannya. Tidak memperbolehkan laki-laki lain untuk berusaha masuk dalam hatinya. Tapi ia berusaha untuk melepaskan Vino, benar-benar melepaskan. Dan ada wanita yang jauh lebih menyayanginya saat ini. Kesha tahu semuanya jika Vino saat ini ada seorang yang mencintainya.


Albert beranjak berdiri dan berlutut di samping Kesha dengan memegang tangannya, mengecup punggumg tangannya lembut. Lalu Ia mengeluarlan sebuah kotak merah, berbentuk Love dari dalam sakunya dan perlahan membukannya. Kesha hanya diam dan tak menyangka Albert akan bertindak seperti itu.


“Kesha! Maukah kamu menikah denganku?” tanya Albert dengan nada gugupnya, ia ragu dengan jawaban yang akan di terima oleh Kesha. Ia membuka kotak itu perlahan dan sebuah cicin berlian terpapang sangan indah dan bagus di depan mata Kesha.


Kesha seketika terdiam, ia bingung harus jawab apa. Ia tidak mencintai Albert sama sekali, perasaannya semakin lama juga tetap sama, masih mencintai Vino, entah dia bisa mencintai orang lain atau tidak, ia juga tidak tahu. Tapi keinginannya untuk melupakan Vino semakin kuat, ia tidak mau terluka lagi kali ini.


Apa aku harus menerima pernyataan Albert padaku? Apa aku harus menikah dengannya? Aku yakin pasti nanti aku bisa mencintai dia, apa salahnya mencoba untuk mencintai orang lain. Orang yang yang sama sekali tidak  ada di hatinya.


“Sha!! Kenapa kamu diam?” tanya Albert, yang sudah berharap jawaban yang pasti dari Kesha. “Jika kamu memegang cincin ini, berarti kamu menerimaku. Jika kamu menutupnya berarti kamu menolak menikah dnganku.”


Kesha menarik napasnya dalam-dalam, lalu mengaluarkan secara perlahan, Ia mengulurkan tangannya ke depan. Membuat Albert terkejut di buatnya. Sebuah pernyataan cinta yang membuat Kesha tidak bisa berkata apa-apa, ia baru mengenal Albert, bajhkan bicara saja ia tidak pernah. Tapi ia sudah langsung melamarnya.”


“maksudnya apa?” tanya Albert memastikan. “Apa kamu mau menerimanya” lanjutnya masih tidak percaya dengan apa yang Kesha lakukan.


Kesha hanya diam tanpa ekspresi di wajahnya, ia menganggukan kepalanya pelan seakan meng-iyakan apa yang di katakan Devid.


Albert masih tidak menyangka dengan jawaban yang di katakan Kesha untuknya, ia segera mengambil cincinya dan memakaikan di jemari manis Kesha.


“Makasih! kamu telah menerimaku, aku gak akan banyak tanya kenapa kamu mau menerima aku. Meski aku sebnenarnya tahu kamu masih belum bisa melupakan masa lalu kamu tapi setidaknya aku bisa membantu kamu untuk melupakan kenangan kamu itu. Kau janji akan selalu membahagiakan kamu” ucap Albert, mengecup lembut punggung tangan Kesha.


Kesha menarik napasnya, mengeluarkan perlahan , ia tidak tahu agi apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia ingin menolaknya, tapi gimana lagi. Ia juga tidak mau terbebani dengan masa lalu yang membuat aku merasa sangat pusing terus memikirkannya. Dan Vino juga perlahan melepaskannya, membuat ia tidak punya lagi semangat untuk memperjuangkan cintanya lagi.


“Sekarang ayo kita pulang!!” ucap Kshayang merasa suah tidak suka dengan suasana di sekitarnya lagi.


“Baiklah, aku akan antar kamu pulang sekarang” ucap Albert, memehang tangan Kesha untuk berdiri, mereka segera kembali menuju ke mobilnya.


~~


Dua puluh menit berlalu, mobil Albert sampai di depan rumah Kesha. Kesha beranjak turun lebih dulu, ia menatap rumahnya yang sepertinya lagi kedatangan tamu. “kamu mau masuk ke dalam dulu?” tanya Kesha, mentap ke arah Albert di depannya.

__ADS_1


“emangnya boleh aku masuk dulu ke rumah kamu?”


“Boleh, kalau kamu mau masuk, aku akan kenalkan kamu dengan orang tua aku.” Mendengar hal itu Albert semakin girang daalm hatinya. Ia tidak sabar bertemu dengan ke dua orang tua Kesha dan berbicara dengan mereka.


“Baiklah!!” Albert tersenyum, dan mengikuti langkah kaki Kesha yang sudah berjalan lebih dulu di depannya. Masuk ke dalam rumah yang terlihat sederhana tidak begitu mewah tapi di desain unik oleh Manda dan Aron.


Langkah Kesha terhenti saat melihat Vino duduk berbincang dengan ke dua orang tuanya. Kesha seakan terbungkam sekektika, melihat banyak orang di rumahnya.


“Eh, Sha, tunggu” ucap Albert yang masih berjalan di belakangnya, ia terdiam dengan mata memandang orang yang sudah fokus mentap ke arahnya. Ia melihat keluatrga Mnada ada di sana semuanya.


“Oya, sepertinya kamu pulang saja duluan, kapan-kapan aku akan bawa kamu lagi ke rumah dan akan aku kenalkan pada mereka, sepertinya sekarang bukan saatnya.” ucap Kesha, pada Albert.


“Tap---“


“udah, besok kamu bisa datang lagi, maaf ya. Soalnya aku lagi mau menyelesaikan masalah aku sekarang, aku ingin menuntaskan smeuany biar gak ada beban lagi” ucap Kesha, memegang tangan Albert menuntunya keluar dari rumahnya.


“Sekali lagi maaf!!” lanjutnya.


Albert tersenyum, memegang ke dua tangan Kesha, “Gak usah minta maaf aku mengerti kok, sekarang aku pergi dulu ya. Bye...” ucap Albert, melepaskan tangan Kesha dan melangkahkan kakinya pergi dari rumahnya.


“Kesha!!” panggil Vino, dengan mata penuh harapan pada Kesha, ia berjalan mendekati Kesha.


“Apa kamu sudah tahu semuanya?” tanya Kesha dengan nada jutek, tanpa menatap ke dua mata Vino.


“Aku sudah tau semuanya, aku tahu cerita kamu dan keluarga kamu. Dan semua kebohongan yang kamu ucapkan padaku. Semua kau sudah tahu Sha” ucap Vino, memegang ke dua pipi Kesha, agar ia bisa menatap ke dua matanya.


“Pandanglah aku, Lihatlah aku!! Aku tulus syang dengan kamu bukan karena harta atau apapun, aku pernah bilang dengan kamu jika kita akan menikah dan hidup sederhana-pun aku juga sanggup” lanjutnya.


Kesha hanya diam, ia memalingkan pandangan matanya, dan.. Tes. Butiran air mata itu tiba-tiba keluar dari matanya. Ia memegang tangan Vino dan melep[askan dai puipinya.


“Semua sudah terlambat Vin, aku sudah tidak mencintai kamu lagi” ucap Kesha, ia masih tidak sanggup menahan air matanya. Vino memegang ke dua tangan Kesha meletakkan di dadanya.


“Aku tahu kamu bohong. Mulut kamu bilang kamu tidak cinta padaku, tapi hati kamu mengatakan lain, aku nisa merasakan hal itu. Sudahlah jangan bohongi perasaan kamu lagi Sha.” Ucap Vino.


Kesha menepistangan Vino, “Aku gak bohong padamu, aku sudah tidak suka dengan kamu.” Ucap Kesha tegas, membuat semua yang ada di sana menatap ke arah mereka bingung. “Lihatlah cincin ini, kamu lihat kan. Aku sudah menerima cinbta orang lain, jadi aku tidak mencintai kamu lagi. Mendingan sekarang kamu pergi dari sini, bukannya kamu sudah bilang jika kamu mau melepaskan aku. Di surat kamu, aku sudah baca dan paham, sempat aku ingin jujur padamu, tapi buat apa. Kamu selalu sama seperti dulu” ucap Kesha, dengan mata melirik ke arah Vina.

__ADS_1


“Baiklah!! Kalu itu mau kamu, tapi aku masih yakin jika kamu masih suka dengan aku. Aku akan menunggu kamu mengungkapkan itu sendiri dari mulut kamu” ucap Vino, yang langsung beranjak pergi dari rumah Kesha, dan di susul dengan Vina yang mengejar vino keluar. Kesha hanya diam mentap mereka sudah pergi menjauh.


“Maafkan aku!! Lebih baik kamu temukan kebahagiaan kamu sendiri bersama wanita yang sekarang ada di saping kamu” batin Kesha.


Kesha meluapkan smeua tangisannya dan langsung memeluk ibunya. “Ma apa aku salah!! Aku ingin melupakan dia!” ucap kesha dengan tangisan yang semakin tersedu-sedu.


“mama harap kamu harus memikirkannya lagi siapa yang sebenarnya kamu cintai. Mama gak mau jika nantinya kamu salah pilih. Kamu tanyakan pada hati kamu sendiri, siapa yang sebenarnya ada di hayi kamui. Jangan pernah berbohong pada hati kamu.” ucap mama Kesha.


“Iya Sha, aku harap kamu tidak salah memilihnya” sambung Manda, Aron dan ke dua anaknya main di ruang keluarga rumah Kesha dengan di temani televisi yang dari tadi terus menyala.


Kesha hanya diam, ia melepaskan pelukannya, menaap ke arah papa, mamanya dan juga Manda bergantian. Seakan mereka berharap jika Kesha benar-benar bisa memilih laki-laki yang tepat untuk mendampingi dirinya nanti.


“baiklah, aku sekarang masuk ke kamar dulu.” Ucap Kesha beranjak berdiri, meninggalkan Manda dan ke dua orang tuanya.


~~


Sementara Vino masih pergi jalan kaki entah ke arah mana, Vina berusaha terus mengejarnya, namun langkah Vino semakin cepat, dan behenti di sebuah halte, lalu duduk di sana.


“Vin!! Aku tahu kamu marah, tapi kenapa kamu seperti ini. Kamu harus berjuang demi cinta kamu?” ucap Vina yang masih ngos-ngosan.


“Gak perlu!!” ucap Vino, tanpa memandang Vina yang kini sudah duduk di sampingnya.


“Kenapa, bukanya kamu sudah tahu semuanya sekarang jika Kesha belum menikah dan semua ia hanya bohong hanya merasa malu dengan status keluarganya yang sekarang sudah beda”


“Iya aku tahu, tapi akumau jika Kesha sendiri yang bilang padaku jika dia masih mencintai aku”


Vina merasa tidak bisa membujuk laki-laki keras kepala di sampingnya itu, ia benar-benar sangat sudah untuk di bujuk, sifat keras kepalanya sangat akut. Membuatnya hanya bisa menarik napasnya untuk sabar.


“baiklah!! terserah kamu, tapi aku antar kamu pulang ya”


“Gak usah, aku bisa naik bus”


“Kenapa kamu gak tinggal dengan kakak kamu”


“Aku sudah bilang padanya jika aku ingi mandiri, gak mau terus bergantung pada kakak aku”

__ADS_1


Tak lama bus datang dan berhenti tepat di depan Vino. Laki-laki itu beranjak berdiri tanpa seuntai kata keluar, ia meninggalkan begitu saja Vina yang masih duduk di halte. 


__ADS_2