Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Kedatangan Kekasih Vino


__ADS_3

Detak jam terus berputar cepat. Hingga satu jam lamanya Vino terus menunggu Manda agar tetap sadar. sedangkan Aron entah kemana dia sekarang belum melihat keadaan Manda sama sekali. Dia Benar benar tak ada rasa manusiawi. Entah kerasukan apa Aron berani berbuwat sekeji itu pada Manda.


Vino menatap jam tangan hitam yang melingkar di pergelangan tangannya sudah menunjukan pukul 22.00 malam namun kesha belum juga sampai. Kini ia terlihat sangat khawatir dengan kesha apa dia tahu rumah ini atau tidak. Ia mencoba mengubungi ponsel Kesha namun masih tak ada jawaban. Dan kini di sisi lain ia tak mungkin meninggalkan Manda sendiri. Vino takut jika kakaknya datang dan tiba tiba menyakitinya.


Wajahnya terlihat sangat panik dengan dua orang yang sama sama penting baginya. Tangan Vino terus memegang tangan kiri Manda. dengan salah satu tangannya memegang ponselnya mencoba menghubungi Kesha berharap dia segera mengangkat telfonnya.


" Kesha cepat angkat. Kamu di mana sekarang?" Gumam Vino terlihat sangat panik wajahnya tak bisa berhenti mengeluarkan ekpresi paniknya.


" Kesha di mana kamu?" Gumam Vino tak berhenti berdecak khawatir.


Tak lama ia merasa tangan Manda bergerak gerak meski hanya ujung jemari jemari lentiknya yang masih terlihat pucat.


" Manda??" Wajah Vino terlihat berbinar menatap perkembangan Manda yang sudah mulai terlihat meskipun ia belum juga membuka matanya.


" Manda apa yang terjadi padamu??" Pungkas Vino mencoba mengajak bicara Manda meski ia sudah tahu jika tak mungkin dia menjawabnya.


" aku janji kali ini aku akan menjagamu dari iblis itu. Aku tidak akan membiarkanmu di siksa terus terusan olehnya. Tidak akan Manda" Aron yang berdiri di balik pintu bersandar di tembok menatap ke arah Vino. Vino tak menyadari kehadiran kakaknya berdiri di belakangnya. Ia terus memberi semangat manda untuk tetap hidup demi balas dendam dengan apa yang sudah ia alami.


" Ehemm" Aron berdahem berjalan mendekati Vino.


" Ada apa kamu kesini?" Pungkas Vino beranjak berdiri .


" lepaskan tangan istriku" Aron melirik ke arah tangan Vino yang terus memegang tangan Manda.


Dengan segera Vino melepaskan tangan Manda. " jika memang Manda istri kakak harusnya kakak punya hati gak seenaknya perlakukan Manda seperti itu" Pungkas Vino tersenyum kecut dengan tatapan tajam ke arah Aron.


" Ku gak mau berantem dengan adik sendiri. Sekarang kamu cepat keluar ada seseorang menunggumu di ruang tamu" Pungkas Aron berjalan mendekati Manda tanpa perdulikan Vino yang masih terdiam menatap gerak gerik kakaknya. 


" apa itu Kesha" Batin Vino yang dari tadi kepikiran kesha.

__ADS_1


Ia menghela nafas sejenak.


" Baiklah. Tapi jangan sentuh Manda lagi" Ucap Vino melangkahkan kakinya pergi menuju ke pintu. Perlahan ia membuka pintu kamar belum menutupnya ia masih menatap Aron yang berdiri di samping ranjang Manda.


" Semoga kamu cepat sadar kak" Pungkas Vino menutup pintunya perlahan menjauh dari kamar itu.


#Aron POV


" kenapa kamu belum juga sadar" Pungkas Aron dengan wajah nampak memerah .


" kenapa kamu begitu lemah, bukannya kamu ingin balas dendam orang tuamu kan. Maka bangunlah jangan jadi wanita lemah" Terlihat mata Manda mulai mengeluarkan air mata .


"Jangan merepotkanku, cepat bangunlah" Aron seakan memaksa Manda untuk tetap bangun dari tidur yang membuat ia jengkel. Ia terus bergumam marah pada Manda. Hingga tak perdulikan Manda yang masih terbaring lemah di ranjang. Tapi Mendengar ucapan tentang orang tuanya Manda mulai menggerakan tangannya lagi. kini ia seolah bisa mengangkat tangannya perlahan .


" Om" Pungkas Manda lirih.


Aron hanya terdiam tak menggubris panggilan Manda ia terus berdiam diri menatap Manda yang mencoba ingin memegangnya meskipun belum bisa sepenuhnya membuka mata.


" Memang aku ada di sini, aku tidak akan melepasmu dengan mudah Manda. Aku mau kamu balas perbuatanku" Pungkas Aron.


Manda hanya tersenyum tipis di ranjangnya. Perlahan. Keadaannya sudah mulai pulih ia membuka matanya perlahan dengan pandangan hang masih samar samar . Ia mencoba duduk bersandar di ranjang meskipun sulit untuknya. Tubuhnya masih terasa sangat lemas.


" Apa kamu cuma pura pura sakit" Pungkas Aron Cuek.


" jika memang menurutmu aku pura pura tak mungkin semua seperti ini" Manda hanya terdiam untuk menenangkan hatinya  . Sebenarnya ia sangat marah dengan apa yang terjadi. Tapi kaeadaannya belum membaik ia tidak mau merepotkan orang lain lagi jika emosinya mulai timbul.


" Istirahatlah" Pungkas Aron dengan nada datarnya.


" kenapa kamu lakukan ini padaku, apa aku mencari masalah denganmu apa sebelumnya aku pernah mengganggumu. Kamu tiba tiba datang dalam kehidupanku mengganggu hidupku serta menghancurkannya dengan mudah. Dan apa kamu salalu berbuwat seperti itu denganku. Aku tak akan membiarkanmu Hidup tenang" Pungkas Manda dengan santainya.

__ADS_1


" Terserah kamu" Aron melempar wajahnya berlaeanan Arah.


" Ini baru permulaan dari semuanya Aron" Batin Manda.Kini manda semakin berani menatap tajam ke arah Aron bahkan dia dengan mudah menyebut namanya. Kebencian yang sempat hilang kini kebencian semakin menjadi dalam diri Manda.


" jika kamu mencari Vino dia di luar" Ucap aron seolah tahu apa yang ada di fikiran Manda. Ia mulai melangkahkan kakinya pergi . Tak lama Vino datang bersimpangan dengan Aron. Ia hanya melirik kakaknya tak menyapa sedikitpun.


" Apa dia yang kamu ceritakan tadi" Pungkas Kesha berjalan mendekati Manda.


" Hai... kamu sudah sembuh sekarang. Kenalkan aku kesha kekasih Vino" Pungkas Kesha mengulurkan tangannya ke arah Manda.


" Aku Manda" ia menerima uluran tangan Kesha.


" senang kenalan denganmu Manda, oya Vino sudah cerita semua tentang kamu jadi mulai besok kamu tinggal sama aku dulu gak papa. Rumahku gak ada yang nempati. Karena orang tuaku semunya di korea" pungkas Kesha sudah mulai akrab dengan manda.



Kesha memang sangat baik pada siapapun meskipun kadang dia nyebelin suka marah gak jelas. Dan kadang selalu manja dengan Vino seperti anak kecil. Dia tuh centil kalau bicara namun kebiasaan itu tak bisa di hilangkan darinya. Mungkin sudah mendarah daging sejak masih orok. namun sifatnya itu membuat Vino tergila gila padanya.


Manda hanya tersenyum tipis ia melirik ke arah pintu melihat Vino dan Aron sedang berbincang. Entah apa yang mereka bicarakan ia tak kendengar sama sekali.


" Kapan kamu datang ke sini" Tanya Manda .


" aku baru aja sampai, Vino lebih memilih menjaga kamu tadi dari pada jemput aku. Tapi aku tak masalah Vino sudah cerita semua masalahnya. Bagi aku gak masalah" Jawab Kesha ia penuh senyum manisnya menatap manda.


" Sebenarnya sih aku bukan orang sini, ayahku Canada dan mamaku korea. Jadi wajahku lebih dominan Asia ya gak seperti kalian" Kesha menciba menghibur Manda dengan celotahnya yang centil .


" terus gimana awal mula kenal Vino"Pungkas Manda.


" Wah itu pengalaman yang luar biasa bisa kenal dengan Vino waktu baru masuk SMA . Dan waktu itu tau gak kalau Vino tu ngejar ngejar aku mati matian buwat dapetin cintaku. Padahal aku udah tolak dia berkali kali tapi entahlah tiba tiba hatiku berubah arah jadi cinta sama dia. Kalau aku cerita lagi pasti kamu tambah pening dan bosan karena cerita nya tu benar benar luar biasa deh cinta dia tu. Kamu jarus sembuh dulu baru aku ceritain semuanya. Tapi kalau kamu betah dengerin celotehku" Pungkas Kesha menutup mulutnya dengan senyum tipis memandang Manda.

__ADS_1


" baiklah aku akan cepat sembuh dan kamu harus cerita semua ya" Manda nampak sangat antusias dengan cerita cinta Vino dan Kesha. Beda dengannya harus menderita di tangan suaminya Aron.


__ADS_2