
"Vin cepetan aku gak mau Aron kenapa-napa"ucap Manda, ia melihat jam yang melingkar di oergelangan tangannya sudah menunjukan pukul 21.00. Iasudah tak sabar, perjalanan sudah hampir setengah jam, ia belum melihat Mobil Aron juga.
"Iya Da, ini aku udah ngebut. Mungkin kak Aron pergi ke suatu tempat"ucap Vino yang masih fokus dengan jalan di depannya.
Ia sangat lihai mengemudi mobilnya, dengan kecepatan tinggi melewati beberapa mobil di depannya. seperti pembalap internasional.
"Sha kamu coba hubungi kak Aron"lanjut Vino yang juga ikut khawatir dengan Kakaknya. Saat banyak pikiran kakaknya memang selalu ngebut saat bekendara. Apalagi dengan kondisi seperti ini Vino semakin khawatir di buatnya.
"Iya ini aku hubungi kak Aron tapi ponselnya mati. Sekarang kita harus kemana lagi cari kak Aron. Apa kamu gak tahu tempat saat dia meluapkan kesedihannya"ucap Kesha, yang juga ikut khawatir. Bahkan kesha sudah berkali-kali mencoba hubungi kak Aron namun masih tetap saja ponselnya mati. Namun dia tidak nyerah dan terus menciba hubungi Aron.
"Di mana sih sebenarnya dia"gumam Manda, dengan tangan saling berpeganggan erat. dengan kedua kaki terus menghentak hentakan.
"Aku gak tahu Sha, aku biasanya tahu hanya saat dia di bar kalau sedang ada pikiran. Selain itu aku tidak tahu oagi dia kemana"ucap Vino pada Kesha. Manda hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka. Tubuhnya tak berhenti bergetar, ia mengigit jari telunjuknya menahan rasa khawatir yang semakin menjadi menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Terus apa yang kita lakukan, aku bingung kemana kita. Semua salahku, semua salahku"ucap Vino memukul setir mobilnya. Ia masih terus merasa bersalah dengan semua apa yang terjadi pada hubungan Manda dan Aron.
"Vin berhenti di bahu jalan, aku yang gantikan nyetir mobilnya. Kamu cepat hubungi semua teman kak Aron. Dan hubungi beberapa bar yang pernah kak Aron datangi"ucap Kesha.
"Baiklah, Manda kamu gak apa kan duduk sendiri, tenang saja aku akan bantu kamu menyelesaikan masalah ini. Karena ini salahku. aku akan bertanggung jawab atas semua yang terjadi. Dan aku juga akan bantu kamu cati siapa pembunuh sveenrnya. Dia yang menyebabkan kak Aeon jadi seperti ini" Ucap Vino yang mulai menurunkan kecepatan laju mobilnya. ia segera berhenti di bahu jalan.
"Udah gak apa, sekarang yang paling penting kita cari Aron dulu. Baru mikirin masalah kasus orang tuaku. Kita bisa pikirkan sama-sama dengan Aron nantinya. aku gak mau Aron mabuk lagi. " ucap Manda dengan bibir yang masih bergetar.
Kesha tak menghiraukan pembicaraan mereka, ia segera turun dari mobil dan menarik tangan Vino untuk keluar. "Cepat keluarlah, kita gak punya waktu lama. Sebelum terjadi apa-apa dengan kaka Aron."ucap Kesha.
Vino bergegas keluar dan berlari memutar ke depan mobilnya, dan duduk di sebelah Kesha.
"Da tenang ya, kita pasti temukan kak Aron. Aku yakin dia pasti baik-baik saja."ucap kesha mencoba menenangkan hati Manda yang duduk di belakang dengan tubuh masih gemetar. Rasa khawatir dan cemas semakin menyelimuti hatinya.
Vino yang dari tadi hanya diam ia segera mengeluarkan ponselnya. Ia bahkan lebih cemas di bandingkan Manda. Apalagi saat dia mulai teringat tentang apa yang di ucapkan dokter dengannya dulu saat Aron sakit dan tak sadarkan diri beberapa hari.
Ia takut jika Aron pergi ke bar dan minum lagi, maka akan bertambah buruk untuk kesehatanya. Vino mencoba menghubungi semua teman kakaknya yang ia kenal. Namun tak ada satu-pun di antara mereka yang mengetahui keberadaan kak Aron.
Vino juga mencoba menghubungi beberapa penjaga bar yang ia tahu. Namun juga tidak ada Aron di sana. "Kak kamu pergi kemana?" gumam Vino dalam hatinya.
__ADS_1
Manda yang tak sabar menunggu Vino yang menghubungi teman Aron. Ia mengeluarkan ponselnya di saku. "Semoga saja nomor Aron kali ini aktif"gumam Manda, ia mencoba mengubungi Aron dengan ponselnya sendiri. "Terhubung Sha, Vin, nomor Aron aktif sekarang"ucap Manda senang.
"Syukurlah, cepat kamu tanya di mana dia sekarang Da?" Ucap Kesha, yang mulai merasa lega.
"Ada apa?" jawab Aron cuek.
"kamu di mana sekarang?"tanya Manda.
"Aku di rumah Jack, Sudah aku bilang padamu aku akan buktikan semuanya samoai kamu percaya, baru aku akan pulang lagi menemuimu."ucap Aron di balik telfon, belum sempat Manda menjawab Aron lebih dulu mematikan telfonnya kembali.
"Kenapa di matikan, padahal aku belum selesai ngomong, nyebelin"Gerutu Manda kesal dengan Aron. Di saat khawatir gini Aron malah cuek dengannya. Namun ia bisa bernapas lega bisa mendengar lagi suara berat Aron. Membuat rasa khawatirnya perkagan mulai reda.
"Gimana Da? di mana kak Aron? tanya Vino yang dari tadi menatap ke belakang menunggu jawaban dari Aron.
"Di rumah kak Jack, kamu tahu gak di amna tempat tinggal kak Jack."Ucap Manda.
Vino mengusap dadanya, akhirnya ia bisa bernapas lega kali ini. Mendengar kabar kakanya tidak pergi ke bar lagi. Sempat pikirannya bekecamuk memikirkan hal yang tidak-tidak tentang kakaknya.
"Kenapa aku gak kepikiran telefon kak Jack tadi"gumam Vino memukul kepalanya.
"Iya, aku tahu rumahnya, tapi lumayan jauh dari sini. Mungkin sekitar setengah jam perjalanan."Ucap Vino.
"Baiklah, Sha kita cepat kesana ya, aku gak sabar ingin minta maaf pada Aron. Aku yang slaah telah menuduhnya dan tidak percaya dengannya."ucap Manda yang sudah mulai tenang lagi. Apalagi saat ia telefon di matikan gitu aja tanpa pamitan.
"Iya, Vin kamu kasih tahu arahnya ya di mana rumah kak Jack"ucap Kesha, menepuk pundak Vino yang sedang terdiam melamun menatap kaca mobilnya.
"Vin kenapa kamu diam?" tanya Kesha menepuk pundak Vino keras, ia mulai bingung dengan Vino yang tiba-tiba terdiam.
"Eh.. iya Sha ada apa?" tanya Vino yang baru tersadar dari lamunannya.
"Kamu kenapa diam?" tanya Kesha kesal.
"Udah Sekarang kamu belok kiri, rumah besar kanan jalan dengan taman luas terlihat dari depan itu rumah kak Jack."ucap Vino mencoba mengalikan pembicaraan Kesha.
__ADS_1
Ia sengaja tidak memberi tahu Kesha dan Manda soal penyakit Aron. Lebih baik sekarang diam dan tidak membuat suasana jadi rumit lagi. Manda akan semakin khawatir dengan Aron nantinya.
"Baiklah"ucap kesha, meskipun merasa kesal dengan Vino, ia segera menuju ke rumah Jack yang tak jauh dari pandangannya sekarang.
"Permisi, tuan Jack ada di rumah?" tanya Kesha pada penjaga rumah Jack.
Merasa sangat lama Manda bergegas turun dari mobilnya, membuka sendiri pintu gerbang dan berlari masuk ke dalam rumah Jack.
"Eh. kamu siapa jangan main masuk sembarangan"teriak penjaga itu.
"Maaf pak, saya teman tuan Jack"saut Vino, mencegah penjaga itu untuk menjar Manda.
Vino dan Kesha bergegas turun juga mengikuti Manda yang sudah berlari jauh di depannya. "Pak ini kuncinya masukan mobilnya ke dalam ya"ucap Kesha melemparkan kincinya tepat di tangan penjaga itu.
"Da tunggu"teriak Kesha terus berlari mengikuti Manda.
"Dimana Aron?" tanta Manda berhenti tepat di ruang tamu. Ia memutar matanya melihat sekeliling ruanga tamu itu. Tidak Ada Aron di sana. hanya berbagai pelayan yang melewatinya seakan tidak perduli dengan kehadiran tiba-tiba Manda yang masuk ke dalam rumahnya.
"Permisi, maaf tuan Jack di mana?" tanya Manda pada salah satu pelayan yang tepat. nelintas di depannya.
"Oh. Tuan Jack di belakang. Tapi dia sedang mengadakan pesta. Di taman belakang dekat dengan kolam renangucap pelayan itu, menunjuk ke kolam ranang.
"Pesta? Emangnya ada acara apa?" tanya Vino yang berdiri di belakang Manda.
"Saya tidak tahu tuan. Emang setiap bulan Tuan jack selalu mengadakan pesta entah di Italia ataupun di kota ini. Tuan Jack bilang untuk berkumpul dengan teman-temannya."ucap pelayan itu.
"Terus kenapa di kuar gak ada mobil sama sekali"tanya Vino bingung. Ia tadi hanya menatap beberapa mobil depan, sekitar 3 mobil. Ia mengira jika itu mobil jack yang terparkir di halaman rumahnya.
"Oh tuan jack yang menjemput temannya di bandara, semua temannya berasal dari Italia. Dan hanya beberapa orang yang memang tinggal di kota ini. Seperti tuan Aron yang baru saja datang. Tapi sepertinya dia berjalan tanpa ada semangat hidup tak seperti biasanya"ucap pelayan itu yang sekana tahu keseharian Aron. Mungkin memang Aron sering ke rumah Jack sampai dia hafal tentang Aron bagaimana.
"Baiklah, makasih"ucap Manda. Berlari menuju ke halaman belakang yang di tu juk pelayan tadi.
"Vin biarkan Manda sendiri ke sana, kita jalan santai melihat dia dari belakang"ycap Kesha memegang tangan Vino mencegahnya mengikuti Manda.
__ADS_1
"Tapi Sha, ku harus jelaskan semuanya pada kak Aron. Aku gak bisa seperti ini diam melihat mereka. hubungan mereka seperti ini karena aku. Jadi aku bertanggung jawab atas semuanya"ucap Vino, ia menepis tangan Kesha dan berjalan dengan langkah semakin cepat mengikuti Manda.