Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Vino bertemu Kesha


__ADS_3

Keesokan harinya..


Kesha hari ini berangkat kerja sendiri, ia tidak mau terus merepotkan Manda. Ia berjalan menuju sebuah halte yang lumayan jauh dari rumah Manda.


Dengan wrpaksa tadi ia berbohong dnegan manda jika ia ingin ke depan sebentar. Mungkin tidak bisa setiap hari bia bohong, tapi setidaknya hati ini ia ingin naik bus untuk pergi bekerja dan ke kampus.


Ia berhenti di sebuah halte, duduk sejenak. Sambil menunggu bus datang menjemputnya. Tak kunjung datang, Kesha seperti biasa mengeluarkan buku dan handsatnya, dari dalam tasnya.


"Manda, hari ini aku gak mau merepotkan kamu lagi. Aku sudah tinggal dengan kamu. dan aku gak mau harus bergantung lagi dengan kamu. Kamu dan kak Aron sudah sangat baik denganku. Semuanhutang keluarga aku kalian lunasi semuanya" gumam Kesha, dengan telinga menggunakan handsat, mendengarkan beberapa lagu kenangan saat ia bersama dengan Vino dulu.


mwski sudah tiga tahun berlalu, Ia masihbtetap setia dengan Vino. Setelah memutuskan untuk pergi meninggalkan Vino ia belum pernah pacaran lagi dengan orang lain. Bahkan dekat dengan lelaki lain juga tidak.


Shiiittt..


Suara injakan rem mibil yang nengernyit telinga, tak membuat Kesha tidak tertarik sama sekali untuk melihatnya. ia masih fokus dengan buku di di tangannya.


"Hai.. Sha ayo aku antar kamu ke kampus atau kerja" tanya Al membuka kaca mobilnya. Dengan mata tak berhenti memandang wajah Kesha.


Kesha hanya diam, tidak perdulikan Al yang terus menatapnya. merasa tidak di hiraukan oleh Kesha, Al segera turun dan duduk di samping Kesha. Mencoba menyapanya dari dekat, baginya mungkin akan membawakan hasil.


"Hai.. kenapa kamu gak jawab " ucap Albert


Kesha masih tetap diam, bahkan kini ia tidak melirik sedikitpun ke arah Albert di sampingnya. Usahanya kini semakin sia-sia, tapi Albert tidak menyerah, ia tetap berusaha untuk bisa dekat dengannya. Bahkan hanya berbincang saling cerita saja sudah sangat menghibur hatinya


Tak lama bus datang, Dan kesha yang menyadar ada bus di depannya langsung bangkit dari duduknya. dan berlari masuk ke dalam bus tersebut. Tanpa seuntai kata keluar dari mulutnya untuk Albert yang dari tadi ia campakan di sampingnya.


Memang Kesha tidak mendengar sapaan Albert, ia juga tidak sadar jika ada orang di sampingnya. Tapi Albert tidak permasalahkan itu, ia sudah biasa seperti itu, lagian dia wanita yang unik bagi Albert dan kehidupannya. Jarang sekali ada wanita yang dengan terus terang menolak pesona ketampanannya.


Albert yang dulunya di kenal sangat populer di sekolah dan kampusnya. Tidak ada dalam sejarah hidup Albert di tolak oleh wanita. Bahkan wanita yang selalu mengejarnya tak henti, hanya untuk berkencan sehari saja mereka rela antri dengan wanita lainnya. Karena memang dulu ia di kenal sangat Play boy. Dan sejak pindah kampus ia tidak pernah lagi dekat dengan wanita. Kini di depan Kesha ia tidak ada apa-apanya.

__ADS_1


"Dasar wanita, susah banget di dapetin. Dia benar-benar sangat cuek. tapi menarik juga, membuat aku semakin tertantang untuk terus mengejarnya. Dan bisa bersanding dengannya. dia benar-benar membuat aku tergoda, dan gak bisa tidur tenang" gumam Albert, dengan mata menatap laju Bus di depannya. Ia bahkan tidak berhenti mengagumi Kesha seakan otak dan hatinya sudah di racuni oleh cinta darinya.


Albert segera pergi dari halte, dan masuk ke dalam mobilnya. Ia berniat untuk mengikuti kemana Kesha bergenti nanti, agar dia bisa selalu melihatnya setiap waktu.


~


Di dalam bus, kesha yang semula berdiri. Ia kemudian bergeser ke belakang dan duduk di samping seorang lelaki yang tidak ia kenal. Wajah lelaki itu tertutup topi, dan dia juga memakai masker.


"Maaf boleh duduk di sini" gumam Kesha, yang langsung duduk di sampingnya tanpa menunggu jawaban dari lelaki yang tertidur di kursi sampingnya


"Dia tidur" ucap Kesha, mengintip sedikit mata yang tertutup topi


Merasa tak di hiraukan lelaki di sampingnya. Ia duduk, dengan tenang dan mulai membaca bukunya lagi.


Baru beberapa menit perjalanan, tiba-tiba.


Shiittt...


"Aww.. sakit" ucap Kesha, menunduk ke bawah, dengan wajah tertutup rambut panjangnya.


"Kamu gak apa-apa?" tanya lelaki di sampingnya, memegang lengan tangan Kesha.


Kesha memegang tangan kelaki itu, ia terdiam sejenak. Merasakan kehangatan tangan yang pernah ia rasakan dulu.


"Em.. aku gak apa-apa, hanya dahi aku sakit" ucap Kesha, mengibaskan rambutnya ke belakang, dan menoleh ke arah lelaki di sampingnya. Seketika lelaki itu membisu, mematap wajah Kesha di depannya. Easa senang, takut dan kecewa bercampur aduk dalam hatinya. Membuatnya tak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Kesha!" ucap laki-laki di sampingnya. Matanya tak berhenti memandang wjaha Kesha, ia tak menyangka jika bertemu dengan Kesha lagi.


"Kamu panggil aku apa?" tanya Kesha, dengan wajah bingungnya tiba-tiba lelaki di samping memanggil namanya. Meski lirih tapi dia mendengar jelas jika dia memanggil namanya.

__ADS_1


Lelaki itu hanya diam, ia seakan mematung tak berkutik di depan Kesha, seluruh tubuhnya kaku seketika, mulut seakan terkunci rapat, dan tak bisa terbuka mengeluarkan suara, untuk bisa memanggil namanya lagi.


Ingim sekali tangannya bergerak, menyentuhnya, memeluknya meluapakan rasa kangen yang sudah lama ia derita. Tapi tangannya terasa kram dan kaku.Rasa gugup mengguncang hatinya.


"Helloo.. "ucap Kesha, mengibaskan tangannya ke depan wajah laki-laki di sampingnya. "Gimana bisa kamu tahu nama aku. Apa kamu kenal aku?" tanya Kesha .


"Ehh... I- iya aku..." Lelaki itu mengangkat tanganya, seakan ingin memegang helaian rambut kesha, ia Ingin sekali berkata jujur namun hatinya merasa menolak, ia tidak mau jika mengganggu hubungannya dengan suaminya. Lagian Kesha pernah bilang dengannya jika dia sudah menikah.


Kesha menatap aneh tangan Lelaki itu di samping telinga kanannya. "Kenapa kamu diam lagi?" tanya Kesha.


"Maaf aku harus turun sekarang" ucap Laki-laki itu terburu-buru, yang langsung bergegas turun. Kakinya tiba-tiba menendang buku novel di baca Kesha tadi yang terjatuh di bawah. Ia segera mengambilnya dan turun di halte tak jauh dari kampusnya.


"Dia siapa? kenapa tahu nama aku? Dan kenapa dia aneh begitu saat melihat aku" ucap Kesha, ia menundukkan kepalanya mencoba mencari bukunya yang terjatuh di bawah, dengan gangan meraba-raba.


"kemana buku aku?" gumam Kesha, menviba melihat sekelilingnya. Tak ada bukunya," gumam Kesha.


~


Di sisi lain, lelaki itu adalah Vino, ia melepaskan topi dan maskernya berjalan masuk ke kampus. Ia masih tak percaya bertemu dengan kesha.


Kenapa aku tadi begitu bodoh gak bisa berkata apa-apa lagi di depannya. Kenapa aku jadi seperti ini. Ini kesempatan aku bertemu dengannya. Tapi aku melewatkan kesempatan itu" gumam Vino dengan langkah masuk ke dalam kampusnya. Ia sejenak melihat buku novelĀ  Kesha. Lalu memasukan buku itu ke dalam tas rangselnya.


"Kesha! Kesha! aku beruntung bisa hertemu kamu. Tapi kamu telah melukaiku" gumam Vino, tak hentinya.


Ia segera masuk ke kelasnya. Dosen sudah menunggunya di kelas. Hari jni dia telat pergi ke kampus, hanya karena terus melamun di luar memikirkan nama Kesha.


"Maaf pak terlambat" ucap Vino, berjalan sangat hati-hati masuk ke kelasnya.


"Ceoat duduk" ucap dosen itu. "Masih mending aku baru datang, kalau kamu telat 10 menit aku keluarkan kamu" ucap dosen itu dengan nada tingginya.

__ADS_1


"Siap pak, aku datanganya telat 5 menit" goda Vino yang langsung duduk di kursinya.


Beberapa jam kemudian, kelas di mulai dengan lancar Dan Vino juga mengikuti pelajaran dengan baik. Kebiasaan SMA dia tidak bisa hilang sama sekali saat kuliah. Tidak pernah takut dengan dosennya. Dia juga sering telat meski dapat beasiswa. Tapi meskipun kelakuannya tidak baik, tapi nilai pelajarannya selalu baik dan dapat nilai A+.


__ADS_2