Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Hamil?


__ADS_3

Vino yang memang ingin kekamar Manda, ia melihat kesha memapah Manda yang terlihat pingsan. "Manda kanap Sha?"  Vino terlihat sangat panik melihat kondisi Manda. Ia segera mengangkat Manda dan membawanya menuju mobil.


Kesha terdiam, ia menatap Vino yang sudah berjalan menjauh darinya.


Kesha berjalan dengan langkah terburu-buru. hatinya sangat cemas melihat kondisi Manda. Ia segera masuk ke dalam mobil duduk di belakang bersama Manda. " Van cepat jalan, kita ke rumah sakit" Ucap Kesha.


Dengan penuh rasa cemas, Kesha memegang tangan Manda. "Manda kamu kenapa, apa kamu terlalu cepek hingga seperti ini, atau banyak masalah yang membuatmu kepikiran" Gumamnya lirih. Ia terus mengajak bicara Manda meski ia tak mendengar ucapanya. Dan Vino menatapnya di balik sepion mobilnya.


"Vin, cepat dikit" Ucap Kesha. Ia sudah tak sabar lagi. Karena terlalu paniknya, dengan kondisi Manda.


Vino fokus mengemudi mobilnya, menuju ke rumah sakit. Hingga tak butuh waktu lama sampai di rumah sakit terdekat dari rumahnya. Kesha segera memapah Manda di bantu dengan Vino berjalan masuk. Seorang dokter datang menghampiri mereka. "Kanapa dia?" tanya dokter itu.


"Gak tau dok, dia tadi tiba-tiba pingsan"Ucap Kesha.


"Bawa dia ke ruanganku" Ucap Dokter itu. Kesha segera memapah Manda, membawanya masuk ke dalam ruang perawatan dan mulai memeriksanya.


Kesha dan Vino duduk di luar dengan perasaan cemasnya yang semakin menjadi. Ia tak sabar menunggi dokter itu keluar dan mengucapkan kabar baik.


Vino yang berdiri bersandar di tembok, sesekali memandang kesha. Entah kenapa ia merasa bersalah dengan kesha. Ingin sekali memperbaiki hubungan mereka, tapi Kesha sepertinya sudah terlanjur sakit hati dengannya. Dan akan sulit untuk menyakinkan hatinya lagi kali ini.


Tak lama dokter keluar segera memanggil Kesha untuk masuk ke dalam. "Kalian keluarganya, atau ada suaminya" tanya dokter itu.


"Suaminya gak ada dok, dia sedang keluar kota. Ada apa?" Jawab Vino berjalan mendekati Dokter itu. Ia mencoba berbohong karena tak mau masalah Manda hingga terdengar ke luar rumahnya.


"Baiklah, salah satu cepat masuk ke ruangan, saya akan bicarakan hal penting"lanjut dokter itu.


Tanpa banyak bicara Kesha segera masuk ke dalam ruangannya. Dan duduk di depan dokter itu. "Ada apa dok? Apa ada masalah serius dengan Manda?" Kesha kini semakin cemas, namun dokter itu malah senyum padanya.


"Selamat ya, soudara kamu sedang hamil sepertinya sudah ada 1 bulan lebih beberapa hari" Ucap Dokter itu.

__ADS_1


Deg...


Kesha terdiam seketika, ia merasa sangat senang sekaligus khawatir. Kenapa di saat hubungan Manda dengan suaminya tidak baik, dia malah hamil. Dan jika Aron tahu apa dia mau menerimanya, atau tetap cuek dengan Manda.


Melihat Manda seperti ini terus ia tak sanggup. Apalagi sekarang dia hamil, anak Aron. Dan Fany apa yang ia lakukan nanti padanya jika dia tahu. Pikiran itu selalu mengganggu otak kesha. Ia hanya menundukkan kepalanya.


"Kenapa kamu terlihat sedih" tanya dokter itu


"Gak papa dok, sekarang Manda apa boleh pulang" Tanya kesha.


"Boleh, aku akan tuliskan resep Vitamin untuk dia, dan ingat dia harus jaga kesehatan. Jangan sampai banyak pikiran" Gumam dokter itu. Dengan tangan menulis resep di sebuah sobekan kertas kecil.


Kesha beranjak berdiri, menemui Manda. "Sha ada apa denganku?" tanya Manda terlihat bingung dengan kondisinya, yang kini terasa lemah.


"Sudah, nanti aku ceritain di rumah ya, sekarang ayo kita pulang" Ucap kesha melemparkan senyum manisnya pada Manda.


"Baiklah" Gumam Manda ia beranjak turun, di bantu dengan kesha. Tubuhnya yang terasa lemah itu tak bisa berdiri tegap. Kesha masih memapahnya berjalan menuju ke dokter lelaki itu untuk mengambil resep yang di tulis tadi.


"Baik dok" jawab kesha menundukkan kepalanya dan beranjak pergi dari ruangan itu.


Vino yang masih menunggu di luar, melihat Manda sudah sadar ia mulai tersenyum. "Gimana Manda gak papa kan" tanya Vino.


"Udah nanti aja, sekarang kita cepat pulang" Ucap Kesha berjalan lebih dulu meninggalkan Vino. Ia merasa vino terlalu menganggu baginya. Ia tak suka kek-hawatirannya pada Manda yang berlebihan. Kalau tidak kepepet butuh bantuan ia juga tidak mau Vino membantunya.


"Oya Vin kamu nanti ambil resep ini ya?" Ucap kesha mengulurkan secarik kertas resep dari dokter tadi.


"Baiklah, aku akan antar kalian pulang dulu. Manda harus istirahat setalah itu kau akan balik lagi untuk ambil resep" pungkas Vino.


"Teserah kamu"

__ADS_1


Hampir setengah satu jam perjalanan mereka sampai di rumah. Kesha berjalan masuk dengan Manda, rumah itu nampak sangat sepi. Sepertinya Aron dan Fany tidak ada di rumah.


Tak perdulikan mereka berdua, kesha segera memapah tubuh Manda menuju kamarnya. Ia masih tak melihat Aron di lantai dua, entah kemana perginya. Sepertinya Manda juga tidak perdulikan Aron lagi.


Mereka duduk bersama dengan raut wajah muram. Sepertinya Manda melupakan pertanyaannya saat di rumah sakit tadi.


Ia beranjak duduk di ranjangnya, di susul kesha duduk di sampingnya.


Manda masih berdiam diri di kamarnya bersama kesha, ia merenung sejenak dengan semua yang terjadi. Dengan sesekali berbincang jauh dari masalah tentang Aron. Ya, masalah tentang kehidupan Manda dulu. Ia bercerita sedikit dengan kesha tentang masa lalunya. Saat ia ke sekolah di desa, dan mempunyai seorang yang sangat istimewa di sana.


Bahkan dia juga cerita tentang cinta pertamanya itu seperti apa, namun manda menghindari percakapan tentang Orang tuanya. Ia tak mau menambah beban pikirannya sekarang. Hari ini ia ingin mencari sebuah penyelesaian masalah, dan melupakan semua pikiran yang mengganggunya sekarang.


Kesha benar-benar sahabat yang baik untuknya, saat seperti ini dia selalu ada menemaninya, bahkan belum pernah ia mendapatkan teman sebaik dirinya. Dia juga tidak pernah mandang statusnya siapa.


Hari ini kesha terlihat muram, seraya ia menyimpan masalah besar dalam benaknya yang tak bisa ia ungkapkan padanya. Manda  terdiam menatap ke arah sahabatnya itu. Wajahnya nampak lesu, dengan tatapan kosong mengarah pada pemandangan laut luas dari atas balkon kamad Manda.


" Sha.!" Sapa Manda sembari menatap kesha yang berdiri di atas balkon kamarnya.


" Iya, ada apa?" Tanya kesha,


" Kenapa kamu melamun?" Manda mencoba menyentuh pundak kesha. Menangkan hati kesha yang terlihat sedang dilema.


" Gak papa kok" kesha tersenyum samar.


"Da, aku amu bilang sesuatu padamu, jika.. kamu" Ucap kesha yak sanggup membicarakan itu semua.


"Aku kenapa Sha"


Kesha menunduk, " Kamu hamil, Da"

__ADS_1


Manda terdiam seketika, bagaimana bisa ia hamil di saat seperti ini. Tapi mungkin dia anak yang dalam kandunganku ingin menemaniku di saat aku lagi ada masalah dengan ayahnya.


Ia mulai teringat dengan fany, ia berharap Fany tidak mengetahui tentang kehamilannya.


__ADS_2