Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Kesha


__ADS_3

"Aku pergi dulu, bilang pada Manda. Aku gak bisa ikut makan malam" ucap Kesha, yang teringat jika hari ini ia harus mulai bekerja lagi.


"Tunggu!!" Vino memegang tangannya, mencegahnya pergi. Emangnya kamu mau kemana?"


"Aku mau kerja, kamu di sini saja. Temani kakak ipar kamu dan kakak kamu jaga anak-anaknya" Kesha, memegang pipi Vino.


Vino memegang tangan Kesha di pipinya. Mengusapnya lembut.


"Terus nanti kamu gimana? Aku gak mah kamu berangkat sendiri. Bahaya syang, malam-malam gini.. Lagian kenapa kamu ambil kerja sift malam. Terus nanti kamu pulang jam berapa? Dan kamu pulang sama siapa? Aku takut akalu kanu di goda laki-laki nanti kalau di jalan" tanya Vino gak ada habisnya. Ia terlihat sangat khawatir. Dan cemas fengan kekasih, yang akan jadi istrinya itu.


Kesha terdiam, melengkungkan bibirnya membentuk senyuman. Lalu mendaratkan sebuah kecupan hangat di bibir Vino, membuat laki-laki di depannya itu terbungkam. tak bisa melajutkan celotehnya.


Ia menarik bibirnya, mengukir sebuah senyuman di bibirnya.


"Aku pergi!" ucap Kesha, berlari keluar dari kamar Vino tanpa banyak bicara.


Vino hanya diam, menatap calon istrinya, yang benar-benar membuat dia tidak bisa lupa dengan sifatnya yang selalu berubah-ubah.


----


Tap... Tap..


"Sha, kamu mau kemana?" tanya Manda, yang baru saja menyelesaikan masakannya, di bantu dengan Aron. Dan dua anak kesayangannya yang sudah menunggunya dari tadi, duduk di meja makan.


"Aku mau kerja, Da. Udah telat sekarang." ucap Kesha terburu-buru. Melirik sekilas jam tangann yang melingkar di tanganyanya.


"Kenapa gak di antar Vino,"


"Gak, Da." jawab Kesha cepat, ia sudah berlari keluar dari rumah Aron, dan berajak menuju rumahnya.


"Syang, tadi kenapa Kesha terburu-buru?" tanya Aron.


"Dia katanya mau kerja," ucap Manda. "Aku ambil anak-anak dulu ya di kamar Vino. Kita bisa makan bareng nanti."


"Bawa kereta dorongnya juga, baru aku belikan tadi. Sekarang masih di depan."


"Kapan kamu belinya?"


"Beli online syang, biar kita gak terlalu capek. Dan bisa di ajak jelana-jalan di luar berjemur kakau pagi" ucap Aron

__ADS_1


Manda nengecupkan pipi suaminya Manja. "Makasih syang!!"


Manda bergegas pergi meninggalkan Aron dan ke dua anaknya.


"Eh.. manda kebetulan, ku mau setahkan anak kamu. Soalnya Kesha tadi buru-buru pergi, katanya ada kerjanaan mendadak. Jadi aku mau antar dia, kasihan dia malam-malam.berangkat sendiri. Lagian bahaya di luar, jika dia jalan sendiri."


"Baiklah, Manda mulai mengambil Ke dua anaknya di gendongan Vino, bergantian. Memasukan dalam kereta dorong, lalu menidurkannya.


"Vin, kamu gak makan dulu?" tanya Manda.


"Gak ada aku buru-buru," Vino segera menutup pintu kamarnya, dan berlari pergi meninggalkan Manda.


Vino menunggu Kesha di depan rumahnya. Duduk di depan mobiknya dengan senyum tipis, menyambut pujaan hatinya keluar dari rumah.


"Vino!!" ucap Kesha, melebarkan matanya terkejut. Melihat Vino sudah ada di depannya.


"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Kesha.


"Mau ngantar kamu,"


"Ya, udah cepat. Aku gak punya banyak waktu lagi. Sudah telat nih," ucap Kesha yang langsung masuk ke mobil Vino.


"Sha, ada sesuatu di pipi kamu" ucap Vino. Membuat Kesha seketika mengusap ke dua pipinya.


"Mana, gak ada" Ia menatap ke dua telapak tangannya.


"Ada, ini" Sebuah kecupan lembut mendarat di pipi Kesha. Seketika membuat wanita di sampingnya, melebarkan matanya terkejut.


"Vino, apa yang kamu lakukan. Udah ayo cepat bernagkat" ucap Kesha, memukul manja bahu Vino.


Vino segera nenyalakan mesin mobilnya. Melesat pergi daru halaman rumah kesha.


"Tunjukan alamatnya di mana?" tanya Vino, melirk sekilas ke arah Salsa. Dengan tangan, memegang paha Kesha, yang di balut rok span pendek. Mangusapnya perlahaan. Membaut Kesha menatap tajam ke arah Vino.


"Alamatnya bisa ku kasih tahi. Tapi kenapa kamu seau mengambil kesemoatan." ucap Kesha menyingkirkan tangan Vino, kasar.


"Iya, hanya pegang bentar gak akan ngaruh kok" ucap Vino.


"Kamu menikah denganku, baru kamu boleh menyentuhku," ucap Kesha tegas.

__ADS_1


"Iyan bentar lagi kita juga akan nikah!!"


"Kapan?" tanya Kesha tajam.


"Bentar lagi!!" jawab Vino.


"Bentar lagi, itu kapan, Vino. Apa kamu belum memikirkan semuanya. Jika kamu segera menikahiku maka aku akan pertimbangkan lagi apa yang aku katakan padamu.


Vino mengerutkan keningnya, melirik ke sekian detik, ke arah Kesha.


Kenapa dia jadi berbeda.. bukan seperti Kesha biasanya. Sekarang dia, semakin memojokanku untuk segera menikah. Apa dia takut kehilanganku, dan dia memituskan untuk menikah denganku. Aoalagi saat dia bertemu Vina. Wajahnya benar-benar sangat marah. jika memang dia sangat ingin menikah.. aku harus segera fitting gaun nih..


"Vin, kenapa kamu diam? Apa kamu gak mau menikah denganku, kalau gak mau ya sudah. pergi saja dengan Vina sekarang." ucap Kesha kesal.


"Kenapa kamu bawa-bawa Vina terus," ucap Vino, dengan nada menurun. Ia tidak mau marah-marah dengan Kesha, pasti akan semakin membuat dia tambah marah nantinya.


"Berhenti!! Turunkan aku sekarang!!" bentak Kesha.


Vino menghentikan mobilnya seketika, ia memegang erat pergelangan tangan Salsa. Yang sudah mencoba untuk membuka pintu mobilnya. "Kamu mau kemana?" tanya Vino.


"Aku mau pergi, ngapain juga aku dengan kamu. Lagian hati kamu sudah milik orang lain. Dan selama ini apa yang kamu katakan itu benar-benar membaut aku merasa sangat muak, semuanya hanya kebohongan belaka," ucap Kesha semakin meninggikan suaranya.


Vino, kenarik tangan Kesha, menatap ke arahnya. Ia memegang pingganya cepat, membungkam mulutnya dengan benda kenyal yang melumatnya sangat lembut. Membuat Kesha terdiam tak melanjutkan ucapanya.


Perasaan yang semula marah, kesal, perlahan mulai luntur. Beeaama kecupan hangat Vino, yang semakin dalam.


Wanita itu mencoba menolak rasa senang dalam hatinya, dengan memukul berkali-kali punggung Vino. Namun, kecupan Vino semakin dalam, ia semakin mempererat rengkuhan tangannya, masuk ke dalam dekapan hangatnya.


Kecupannya sangat lembut, aku merasa dia masih sama dengan dulu. Cintanya masih sama, kehangatan tubuhnya juga masih sama. Apa benar, dia masih suka denganku.. Apa aku hanya salah paham dengan Vino.


Kesha menurunkan tanganya, kali ini ia menikmati, kecupan Vino semakin dalam, dengan tangan semakin bertindak Liar, hingga turun lambat, merayap ke lehernya, hembusan napas berat Vino, membuat Kesha, semakin menikmati permainannya.


Melihat Kesha semakin menikmati, Vino merayap ke dalam helaian baju Kesha. Membuat gadis itu semakin berdedah di buatnya.


Tiba-tiba Kesha teringat dengan kerjaannya. Ia langsung mendorong jauh tubuh Vino, hingga menyisakan jarak antara mereka.


"Sekarang cepat berangkat," ucap Kesha dengan napas, yang masih ngos-ngosan.


Vino, tersenyum. Mengusap ujung kepala Kesha.

__ADS_1


"Kamu itu unik," ucapnya. Membuat Kesha hanya diam, dengan wajah terlihat marah, tapi di belakangnya. ia menahan senyumnya.


__ADS_2