
Selesai olahraga tubuh, mereka masih duduk di atas bathup saling berdiam tanpa seuntai kata leluar dari mulut Manda. Aron terus memandang wajah Manda dari samping. Seraya ada penyesalan dalam dirinya.
Manda yang masih menyesali semua yang terjadi seolah ia tak bisa berkata-kata lagi. Balas dendamnya berubah jadi kenikmatan yang gak akan ia lupakan. Karena perlakuan Aron kali ini begitu lembut padanya hingga menbuat ia bergairah hebat.
Aron tersenyum tipis menyentuh pipi Manda. Seraya dia tahu apa yang ada dalam pikirannya. Lelaki itu mencoba menenangkan hati Manda agar tidak terlalu bimbang.
" Apa kamu menyesal?" Tanya Aron memegang ke dua pipi Manda seketika menolehkan pandangannya menatap matanya. Wajah Manda memerah merasakan sentuhan kelembutan jemari Aron.
" Tatap mataku!" Ucap Aron. Pandangan mereka saling tertuju seakan sudah terkunci dalam satu perasaan.
Aron menegaskan kembali ucapannya.
" Aku janji tidak akan menyakitimu lagi" Aron dengan sigap memeluk tubuh Manda yang masih terdiam kaku terus menatapnya. Seolah ia tak dapat berbicara lagi di depan Aron.
"Iya" jawab Manda lirih. seuntai kata darinya seraya mengungkap semua kata-kata yang ada dalam perasaannya. Manda juga tak begitu menggubris apa yang di ucapkan oleh Aron tadi. Seolah matanya hanya bisa memandangnya saja namun hatinya yang berbicara.
" Maafkan aku " Batin Manda dengan mata mulai berkaca-kaca. Air matanya tak terbendung lagi.
Aron melepaskan pelukannya. " Kanapa kamu nangis?" Lelaki itu menyeka air mata yang membasahi pipi manda dengan jemarinya.
" Sekarang kita bersenang-senang saja" Ucap Aron mulai mengangkat tubuh Manda dengan sigap seperti superhero dalam cerita film. Ia memasukkan tubuhnya ke dalam bathup kamar mandi.
Tak luput juga dengan Aron juga mulai menceburkan tubuhnya yang penuh peluh keringat di bathup berisikan air hangat penuh hingga mengalir ke lantai kamar Mandi.
Manda hanya berdiam diri duduk di depan Aron dengan kepala agak menunduk. Seraya ia tidak mau menatap wajah Aron. Dia bingung dengan perasaannya. Ingin balas dendam atau sudahi sampai di sini dan mulai hidup baru dengannya. Tapi ia masih ragu dengan Aron apa dia benar-benar tulus atau hanya seekor rubah dalam selimut.
Dalam pikirannya kini seolah semua dendam sudah berakhir. Manda mulai tersenyum tipis memandang Aron di depannya. Ia beranjak bediri duduk di samping Aron, menyandarkan kepalanya ke dada bidang dan kekar milik Aron.
Bathup kamar Mandi memang sangat luas hingga cukup untuk badan mereka berdua.
Lelaki itu membelai lembut rambut Manda dari belakang. " Apa kamu suka kali ini dengan permainanku?" Ucap Aron memecah keheningan di antara mereka berdua.
Manda hanya terdiam tak menjawab pertanyaan Aron. merengkuh tubuh kekar Aron bahkan kini ia bisa merasakan detak jantung Aron semakin cepat. Seraya bahasa tubuhnya menjawab pertanyaan Aron. Lelaki itu hanya senyum samar melihat perlakuan manja Manda dengannya. Seolah dia tak mau lepas dengan tubuh kekarnya Aron. Bahkan semua wanita pun tak akan mungkin menolaknya jika berada dalam posisi Manda.
" Kenapa dari dulu kamu tidak seperti ini" Tanya Manda yang masih menyandarkan kepalanya ke dada Aron dengan tangan merengkuh erat tubuhnya. Ia bahkan kini mulai sangat manja mengusap lembut dada Aron.
__ADS_1
Aron terdiam belum sempat menjawab, Aron menarik dagu Manda ke atas mencium lembut bibir mungilnya. Tak bertahan lama ia melepaskan bibir Manda.
" Tetaplah bersamaku. Kamu akan tahu semua yang sebenarnya nanti" Ucap Aron dengan tangan menyentuh pipi mulus Manda. Wanita itu hanya diam mendongakkan kepalanya manatap wajah Aron di atasnya.
Manda hanya menatap Aron bingung tidak tahu apa yang di maksud dengan kata Aron tadi. Apa ada hal serius yang di sembunyikan darinya. Ia juga tidak tahu apa yang ada dalam pikirannya saat ini. Perkataannya semakin membuat Manda curiga dengannya. Ia mengurungkan niatnya kembali untuk mangadu kasih berdua dan hidup bahagia. Sepertinya itu harapan yang sangat amat tidak mungkin terjadi.
" Dia benar-benar seperti rubah" batin Manda menatap wajah Aron.
" Sepertinya aku harus pergi dulu" Ucap Manda beranjak dari bathup meraih handuk di sampingnya. Untuk membalut tubuh mungil miliknya.
" Kamu mau kemana?" Aron meraih tangan Manda membuat langkahnya terhenti seketika. Wanita itu menoleh ke belakang melempar senyum manis pada Aron.
" Aku mau ganti baju sepertinya kita sudah cukup berendamnya" Ucap Manda dengan senyum samar nya.
" Baiklah" Aron segera bangkit juga meraih handuk . Di samping bathup kamar Mandi yang memang sudah ada beberapa Handuk sudah tersedia di sana.
" Aku ikut denganmu" Pungkas Aron menggandeng tangan manda keluar dari kamar Mandi. Kali ini benar-benar seperti bukan Aron. Dia sangat lembut dan juga romantis. Entah kerasukan setan apa dia bisa berubah 180°.
Manda mendongakkan kepalanya dengan langkah ringan yang selaras dengan Aron. ia terus menatap wajah Aron yang memang lebih tinggi darinya. Jadi ia harus mendongkkan kepalanya agar bisa menatapnya.
" Ini sepertinya cocok untukmu" Ucap Aron melempar gaunnya ke ranjang kamar Manda. Mulai meraih dalaman Manda yang memang ada di lemari sampingya.
Tanpa persetujuan Manda ia memkaikan dalam Manda. Mulai dari atas hingga bawah. dan tanpa penolakan sama sekali dari Manda. Hatinya seakan menjalankan tubuhnya untuk menerima perlakuan dari Aron. Wanita itu seolah terbius dengan perlakuan Aron padanya. Ia menuruti apa kata Aron seketika dalam sekejap.
" Sekarang aku bisa pakaikan gaunnya sendiri" Ucap Manda beranjak meraih gaun di ranjangnya mencoba mengalihkan tubuhnya dari Aron. Ia sudah tak kuasa lagi menatap Aron. Sudah cukup hatinya terbius sementara.
Wanita itu tetap harus melakukan apa yang sudah ia tanam dalam hatinya. Sebuah balas dendam yang belum terbalaskan. Mungkin saatnya dia akan merasakan sakit yang akan menyiksa batinnya. Sama seperti yang ia lakukan padanya.
Aron memencet tombol telfon dekat kamar Manda untuk memanggil seorang pelayan.
" iya tuan" Jawab pelayan.
" Bawakan aku baju untukku. Dan bawa ke kamar Manda sekarang" Ucap Aron dengan nada dinginnya. Entah kenapa sifat dinginnya berubah saat bersama Manda saja dan dengan orang lain ia tetap nampak sangat dingin.
Aron duduk di ranjang Manda manatap Manda yang perlahan memakai gaun biru yang sudah di pilih oleh Aron.
__ADS_1
Tiba-tiba Aron menarik tangan Manda hingga tubuhnya duduk di pangkuan Aron.
" Nanti malam datang ke kamarku aku tunggu. Aku ingin kamu menemaniku malam ini" Bisik Aron lembut dengan tangan kanan memegang benda bulat miliknya. Dan tangan kiri menyangga pinggang Manda.
Manda mencoba melepaskan tangan Aron. Namun bukannya tangannya lepass dari tangan kekar Aron. Ia malah terperosok jatuh ke ranjang ke dalam dekapan hangat Aron di bawahnya. Lelaki itu menyentuh pipi Manda seketika dan mencium lembut keningnya.
" Permisi tuan" Ucap pelayan yang tiba-tiba masuk mengehentikan kemesraan mereka.
Manda beranjak berdiri dan merapikan gaunnya lagi yang berantakan karena ulah Aron.
" Taruh di situ" Ucap Aron duduk di ranjang menunjuk ke meja. Seolah ia memberi kode pada pelayan menaruh bajunya di meja kecil samping ranjang Manda.
" Baik tuan" dengan segera pelayan itu meletakkan baju Aron dan berlari kecil dengan badan agak membungkuk keluar dari kamar Manda.
Manda tersenyum tipis menutup rapat pintu nya kembali. Ia berjalan mengambil baju milik Aron. Segera memakaikannya di tubuh kekar miliknya. Dengan sangat cekatan Manda membuka handuk yang menutupi tubuh Aron. Meninggalkan bekas ciuaman di dada Aron. Lalu ia segera memakaikan baju lengan panjang dan mengancingnya satu persatu sangat hati-hati.
Aron tersenyum senang Manda berubah jadi lebih agresif padanya. Sejak kenangan tubuhnya tadi ia kini berubah jadi Manda yang lebih nakal dan agresif pada tubuhnya. Ia tak segan nenyentuh miliknya kali ini. "Aku akan pergi keluar sebentar.Boleh kan?" Bisik Manda pada Aron.
Merasa terbius dengan kata-kata manda ia perbolehkan begitu saja Manda pergi tanpa tanya dengan siapa ia pergi.
" Baiklah. Aku juga ada urusan sebentar di kantor" Ucap Aron mengusap rambut Manda. " kamu jangan pulang malam-malam" Lanjut Aron mencium bibir seksi milik Manda lembut.
" Baiklah" Ucap Manda dengan senyum senang. Ia segera meraih tas di dalam lemari.
" kamu bisa suruh antarkan sopir jika mau jalan-jalan" teriak Aron dengan mata menatap punggung Manda yang sudah oergi menjauh darinya.
" Baiklah" balas Manda terus berlari menuruni anak tangga.
Entah kemana ia akan pergi hari ini sepertinya dia sangat senang dan gembira. Tak mau mengubah kebahagaian Manda jadi sebuah tangisan. Aron membiarkan begitu saja Manda pergi dengan sopir untuk keluar sebentar.
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya. like dan vote karya autor jika kalian suka dengan karya autor.
Maaf jika banyak typo ya kak.
makasih dukungan kalian. Aku sayang kalian 😙😙😙
__ADS_1