
"Tu Vino ngapain pagi ke kamar orang" ucap manda mengintip di balik tembok, ia tak melihat jelas itu siapa dan kamar nomor berapa.
Kali ini Manda pasang pendengaran tajamnya dan mulai mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
"Apa kamu lakukan di sini?" Tanya Angela berdiri di depan pintu hotel.
"Kamu ada waktu gak? Kita keluar sebentar mau gak?" Tanya Vino pada Angela.
"Ada sih, tapi aku masih ada teman di dalam"ucap Angela. Ia tak membuka lebar pintunya jadi Vino tak bisa melihat ke dalam siapa yang ada di dalam kamar Angela.
"Pacar kamu ya?" Tanya Vino penasaran.
"Bukan"ucap Angela.
"Oya kenapa kamu bisa tahu aku ada di kamar ini?" Tanya Angela bingung melihat Vino tiba-tiba ada di depan pintu kamarnya.
"Aku kemarin gak sengaja melihatmu masuk ke dalam kamar ini, ya sudah aku kira ini kamar kamu. Dan kamu menginap di sini. Eh ternyata benar ini kamar kamu"ucap Vino.
"Oo.. ya sudah aku ke dalam dulu ya izin teman aku. Kita bicara di luar saja"ucap Angela melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Dan menutup kembali pintunya.
"Wanita siapa lagi tu yang sama Vino?" Batin Manda, ia segera menarik kembali kepalanya saat Vino menatap ke arahanya. Tak mau kethauan oleh Vino Manda beranjak pergi dan melihatnya dari jauh.
"Ehh.. Vin ayo"sapa Angela menepuk pundak Vino yang berdiri memegang ponselnya.
Vino mengikuti langkah Angela. Ia merasa ada teman di sini yang bisa di ajak bicara. Meski hanya teman baru satu hari ketemu sih. Tapi itu tak masalah baginya. Lagian dia sepertinya juga dapat di percaya.
"Ngel awas"Vino menarik tangan Angela hingga terjatuh di tumpuan tangan kirinya, saat seorang berjalan mendorong kereta dorong hampir saja menabraknya.
Angela menatap wajah tampan Vino di depannya. Wajahnya yang begitu jelas dengan mata sipitnya.
__ADS_1
"Ehh.. maaf Ngel"gumam Vino.
Angela tersenyum, "gak apa kok"ucap Angela.
Di kejahuan Manda yang masih mengamati Vino. Merasa sangat kesal dan marah. Ternyata di sini Vino punya kekasih lain selain Kesha. Kalau gini caranya aku dukung Kesha agar tidak balikan dengan playboy itu, gumam Manda.
Manda segera berbalik Arah mencari kamar Kesha. Ia ingin sekali segera membicarakan hal itu pada Kesha secepatnya. Dan memberitahu agar Kesha benar-benar jauh dari Vino.
"Aku gak mau Kesha taman aku terus di sakiti ya meskipun itu yang nyakitin adik iparku"gumam Manda berjalan dengan langkah buru-buru.
--00--
Di balik kamar mewah Aron yang baru saja tersadar dari tidurnya, ia melihat sekeililingnya tidak ada siapapun di kamarnya. Bola matanya memutar menatap detail ruangan itu. "Manda di mana?" Tanya Aron membuka selimut dan beranjak berdiri.
"Kenapa dia pergi gak bilang-bilang ke aku sih" ucap Aron kesal. Dia juga gak ninggalian surat atau apapun di kamarnya. Aron segera meraih ponselnya, ia mengira jika Manda akan mengirim pesan jika pergi.
Namun tak ada pesan masuk, Aron melempar ponselnya di ranjang. "Kemana sih tu anak??"gumam Aron yang mulai nampak khawatir.
Aron segera mengambil ponselnya kagi dan menghubungi Manda. Kenapa gak di angkat-nagkat sih, gumam Aron terus berdecak kesal dengan kaki menghentak silah ia tak sabar menunggu balasan telfon dari Manda.
"Manda kamu kemana.. ankat dong"ucap Aron terus berdecak kesal.
"Ada apa syang??" Tanya Manda yang baru saja mengangkat telfonnya.
"Kamu kemana saja sih syang, aku itu khawatir mencari kamu dari tadi. Suami bangun tidur malah mengilang. Dan kamu gak ada di dekapan suami kamu. Dan kamu kalau kekuar kenapa gak bilang bilang?. Kamu tahu gak jantungku mau vopot melihatmu gak ada di sampingku."gumam Aron tak ada hentinya.
Manda mengerutkan dahinya, menatap menjauhkan ponselnya dadi telingannya. Bawel Aron membuat telingannya merasa sangat risih. "Apa sih syang, ku tadi sudah bilang ke kamu saat kamu masih tidur"gumam Manda.
"Ya kenapa gak bangunin aku syang." Ucap Aron.
__ADS_1
"Kamu tidur pulas gitu mana tega aku bangunin kamu syang. Lagian juga aku gak pergi jauh kok. Hanya ke tempat Kesha sebentar. Kamu diam saja di kamar. Ingat jangan keluar kalau lapar buwat mie instan duku saja ya. Tunggu aku kembali ke kamar baru nanti makan barengan"gumam Manda menjelaskan.
Aron menghelan napas. "Ya sudah kamu jangan lama-lama. Entar kalau aku kangen kamu gimana?" Tanya Aron.
"Ya kangen lihat fotoku saja"gumam Manda singkat. "Udah ya aku mau masuk kamar Kesha dulu. Byee.."ucap Manda segera menutup telfonnya.
Ya di matiin lagi, lain kali aku tali saja kakinya dengan kakiku kalau tidur, biar hak jauh-jauh dariku. Aku kan jadi takut kalau ada yang menganggu dia, gerutu Aron. Segera membaringkan tubuhnya lagi di ranjang. Ia merasa lega sejenak Manda tidak pergi jauh. Aku kira dia pergi jauh atau di culik orang.
---00--
Tokk...tokk..
"Sha.. kamu di dalam gak?" Teriak Manda dari luar pintu kamar Kesha.
Kesha yang mendengar ketukan pintu Manda segera membuka pintunya. "Da. Kamu masuk saja"ucap Kesha segera menarik tangan Manda masuk ke dalam kamarnya.
Manda memutar matanya melihat seisi ruangan itu. Banyak foto yang terpajang di sana. Wanita yang sangat cantik dengan balutan make up tipis dan bibir tipisnya.
"Ini teman kamu itu Sha" tanya Manda berjalan memegang beberapa foto yang terpajang di meja.
"Iya, dia geman baru aku yang baru saja aku kenal kemarin. Dia baik banget Da. Sama kayak kamu padahal baru kenal tapi dia mau menolongku dan tinggal di sini." Jelas Kesha.
Bentar kenapa aku merasa sangat familiar dengan wanita ini ya, bentar..bentar kenapa aku bego ya. Bukannya tadi aku mengintip Vino ada di depan kamar ini ya. Jadi yang bersama Vino tadi wanita ini. Dan Kesha tidak tahu tentang itu. Jika dia tahu pasti marah atau gak ya, gumam Manda dalam hatinya.
"Da.. kenapa kamu diam??" Tanya Kesha menepuk pundak Manda.
"Eh.. iya Sha. Teman kamu cantik juga ya. Pasti banyak lelaki yang suka dengannya ya." Gumam Manda mengambil salah satu foto di meja menatapnya detal wajah wanita itu.
"Iya mungkin tapi selama di sini aku belum pernah tahu dia di jemput lelaki"ucap Kesha.
__ADS_1
Jadi dia benar-benar belum tahu yang sebenarnya. Kalau Vino tadi pergi dengan wanita itu. dia dan ajak dia jalan-jalan. Haduh Kesha kenapa kamu gak lihat secara langsung tadi. Kalau aku yang cerita nanti takutnya malah ngadu domba.