Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Part Vino <<Gombalan Vino>>


__ADS_3

Vino dan kesha, selesai jalan-jalan di sekitar kota, dan berakhir untuk berteduh sejenak di sebuah restaurant kesukaan mereka. Dan berakhir juga di sebuah mall di akan di adakan basar kecil.


Setelah selesai membeli beberapa barang yang ia inginkan. Vino menarik tangan Kesha untuk segera pulang. Kalau tidak di ajak pulang, dia akan terus berbelanja gak ada hentinya.


Selesai semua kegiatan jalan-jalan, mereka, baru menuju ke rumahnya. sehabis acara memang mereka pergi berkencan dan menikmati jalan-jalan di pinggiran kota.


"Vin, besokĀ  lusa kamu akan pergi ke Sydney, aku harap kamu cepat selesai urusan kamu,"ucap Kesha menatap ke arah Vino di sampingnya.


"Emangnya kamu gak mau ikut aku?" tanya Vino, melirik ke arah kesha.


"Bukannya gak mau, tapi aku akan pulang ke korea lebih dulu. Mungkin saat tes aku baru datang. Aku juga ingin ambil beasiswa juga. Aku juga berharap bisa seperti kamu"gumam Kesha.


"Beneran, tapi kamu bisa kan?" tanya Vino menggoda, melirik tak percaya ke arah Kesha.


"Bisalah syang, aku juga pintar tapi aku tutup-tutupin aja kepintaranku"ucap Kesha, dengan senyim tipis menggoda.


Ia yang semula diam, sekaak banyak masalah dalam pikirannya, bersama Vino semua pikiran yang mengganggunya hilang seketika.


Selalu kebahagiaan yang ada dalam dirinya. Tidak ada lagi selain kebahagiaan yang ia dapat dari sosok Vino di sampingnya, dia selalu menghiburnya di saat ada maslah yang mengganggu pikirannya.


"Aku gak percaya"ucap Vino.


"Ya, udah kalau gitu kita buktikan entar, siapa yang dapat nilai tertinggi, kamu atau aku" ucap Kesha menantang.


"Baiklah, kalau aku yang menang, aku dapat apa?" tanya Vino.


"Emm Apa ya?" ucap Kesha yang terlihat menimang-nimang apa yang akan ia berikan pada Vino nantinya.


"Aku berikan cintaku seutuhnya padamu"gumam Kesha menggoda.


"Kamu ini ya, sekarang sudah berani merayu"ucap Vino, mengacap-acak rambut Kesha.


"Vino, turunkan tangan kamu di atas kepalaku" Ucap kesha kesal.


"Emangnya kenapa, rubah kecilku"Ucap Vino, mendekatkan wajahnya sejenak.


"Eh... jangan menatapku fokus menegemudi saja"Ucap Kesha, mendorong wajah Vino , agar menatap ke depan dan kembali fokus mengemudi lagi.


"Padahal aku itu mau lihat wajah kamu dari dekat tadi"ucap Vino.


"Emangnya kenapa kamu mau lihat wajahku dari dekat."Tanya Kesha bingung.

__ADS_1


"Karena aku selalu ingin dekat denganmu setiap waktu dan setiap saat"ucap Vino merayu.


"Udah deh, basi"ucap Kesha kesal.


Vino menarik dagu Kesha, agar menatapnya. "Kenapa kamu bilang basi, Sekarang tataplah mataku. Tataplah lebih dalam dan lebih dalam lagi."Ucap Vino.


"Ada apa sih"gumam kesha semakin kesal, ia menepis tangan Vino, menutup muka Vino dengan telapak tangannya dan memalingkan wajahnya.


Vino memegang tangan Kesha, dengan pandangan mata masih fokus dengan jalan di depannya.


"Apa kamu gak tahu dari mataku ada pancaran cinta yang sangat dalam padamu."ucap Vino, dengan kedipan menggoda.


"Ihh.. "Kesha tersenyum malu, Wajah Kesha seketika memerah dengan gombalan Vino, yang membuat ia terbuai terbang di atas awan angan.


"Kamu tahu gak?" tanya Vino.


"Tahu apa?" jawab Kesha bingung.


"Tahu kalau senyum kamu itu pengobat rinduku"gumam Vino.


Kesha hanya diam, ia memandang ke bawah. Melihat tali sepatunya yang copot. Ia ingin menunduk menatap menali sepatunya lagi.


Kesha benar-benar kehabisan kata-kata, ia tidak bisa berbicara lagi. Kalau soal gombalan Vino rajanya gombal dan merayu. Apalagi kalau bekorban soal cinta, dia seakan sudah biasa.


"Kenapa kamu diam?" tanya Vino. "Eh.. tapi jaga mulut kamu jangan berbicara berlebihan"ucap Vino.


"Emangnya kenapa?" tanya Kesha semakin bingung di buatnya.


"Biarkan mulut kamu hanya untuk mengucap kata cinta padaku"ucap Vino.


"Ah.. garing tahu gak syang"ucap Kesha kesal, ia memalingkan pandangannya menatap ke arah jendela mobil, menatap pemandangan sekelilingnya. Dari pada terus di gombalin Vino, bikin dia baper, dan terus berkhayal yang enggak-enggak mendingan menatap pemandangan luar


"Aku boleh pergi jauh"tanya Vino, dengan wajah menunjuk seakan menunjukan kesedihan.


"Pergi kemana?" tanya Kesha, seketika langsung menoleh mendengar kata pergi itu.


"Apa kamu tega mau ninggalin aku lagi, kenapa kamu dekati aku kalau ujungnya kamu pergi lagi dariku. Apa yang kamu bilang selama ini ternyata palsu, Aku benci denganmu"ucap kesha kesal. "Sekarang turunkan aku di sini"lanjutnya semakin kesal.


Vino tersenyum tipis, memegang tangan Kesha mencegahnya pergi.


"Meskipun kita juah, hati kita juga masih satu. Hanya satu nama, satu cinta, satu cerita, satu kisah, dan satu kenangan yang akan menjadi cerita hidup kita di anak cucu kita nanti"ucap Vino, membuat Kesha yang tadinya marah berubah, menatap ke arah Vino dengan tatapan bingung.

__ADS_1


"Kamu jadi pergi atau tidak?" tanya Kesha.


"Pergi ke luar angkasa"ucap Vino menggoda.


"Aku serius Vino"decak Kesha kesal.


"Aku juga serius Kesha."ucap Vino.


"Aku itu mau melihat kamu dari luar angkasa, pasti akan terlihat sangat jelas, karena aku ingin melihat zamrud yang sangat berkilau di bentangan samudra ini"ucap Vino.


"Kamu ini Vin, udah aku malas sama kamu"ucap Kesha mengalihkan pembicaraannya, ia sangat kesal, memalingkan pandangannya. Namun di sisi lain ia menyembunyikan senyum tipisnya, Kesha merasa tersipu dengan rayuan Vino yang sangat basi itu.


"Tu kan, diam lagi"gumam Vino.


"Aku lagi kesal" ucap Kesha.


"Kenapa kesal" tanya Vino.


"Karena gombalan kamu yang basi"ucap Kesha.


"Baiklah kamu mau gombalan yang seperti apa lagi"tanya Vino.


"Yang mampu membuat aku tersipu, sampai aku benar-benar kagum dengamu."ucap Kesha.


"Baiklah? sepertinya aku harus berlajar lagi sekarang"ucap Vino.


"Iya, harus berlajar lebih banyak lagi. Karena gombalan kamu masih belum merasuk ke hatiku"ucap Kesha, menatap ke arah Vino.


"Tapi bukannya cinta kamu sudah merasuk dalam ke dalam hatimu."ucap Vino.


"Apaan sih"ucap Kesha malu.


"Udah Vin, sekarang sudah berhenti di depan rumah. Kenapa kamu masih menatapku seperti itu. Apa kamu gak mau turun"ucap Kesha, merasa aneh pada Vino yang terus menatapnya, semakin dekat, dan semakin dekat.


"Ada sesuatu yang aku ingin tanyakan"ucap Vino.


"Apa?" tanya Kesha, semakin duduk lebih mudur, menghindar dari Vino yang semakin mendekatkan wajahnya. "Jauhkan wajahmu dariku"ucap Vino.


"Jangan menghindar, nanti kamu akan ketarik"ucap Vino. "Ketarik cintaku yang semakin dalam padamu"gumam Vino, menatap ke arah Kesha, dengan pandangan mata menggoda.


Kesha, mendorong tubuh Vino agar menjauh darinya. Ia benar-benar tak bisa lagi, menatap Vino dari dekat. Apalagi sangat dekat seperti itu. Jantunya benar-benar merasa di impit batu besar yang membuatnya susah untuk bernapas.

__ADS_1


__ADS_2