Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Vino & Kesha


__ADS_3

Sampai di rumah, Vino segera membawa Duke dan Lia keluar dari mobilnya. 


"Kamu mau kuliah?" tanya Vino pada Kesha. 


"Iya, aku pergi dulu. Makasih udah anterin Duke dan Lia... Dan makasih juga untuk makanannya tadi." ucap Kesha dengan senyum tipisnya. 


"Iya, sama-sama. Aku anterin kamu kuliah ya!! Nanti aku pinjam mobil kak Aron" ucap Vino. 


"gak usah aku bisa berangkat sendiri." Kesha menunduk, mengusap lembut kepala Duke dan Lia "Tente pulang dulu ya, bilang sama mama kalian. Jika tante mau kuliah" gumam Kesha. 


"Iya, tente. Hati-hati ya" ucap Duke. 


Kesha segera pergi dari rumah Manda. Meski sebanarnya Vino mau antar Kesha tapi sepertinya dia memang benar-benar gak mau. Lebih baik aku naik bus sama seperti aku pertama kali bertemu dengannya, biar bisa dekat lagi. 


Selesai membawa Duke dan Lia pulang. Vino berpamitan pada Manda untuk pulang lebih dulu. Karena ia juga ada kuliah sore.


Seperti biasa Vino yang sudah siap, ia naik bus lebih dulu di halte, yang sebelum bus itu halte di mana Kesha menunggu. 


 


Tepat seperti dugaannya, Kesha naik ke dalam bus. Dan ia duduk tepat di depannya. "Shit.. kenapa gak duduk di samping aku!!" umpag kesal Vino. Vino hang menggunakan topi dan Masker itu tak bisa di kenali oleh Kesha. 


"Mbak!! Boleh pindah gak" Vino berbisik lirih, menepuk penumpang di samping Manda, agar dia mau tukar tempat duduk. 


"Baiklah!!" 


Merasa sudah di setujui mereka saling bertukar tempat, membuat Kesha yang semula bingung dengan mereka. Kini ia tak perduli dan melanjutkan baca bukunya lagi. 


"Eh.. boleh pinjam buku kamu, aku tukar dengan buku punyaku!!" ucap Vino. 


Kesha terdiam, suaranya sangat familiar dengan seseorang yang ada di hatinya. Tapi ia tidak mau sembarang menuduh. 


"Maaf mas, saya lagi sibuk baca." ucap Kesha menolak. 


"Sebenetar saja!!" ucap Vino memohon. 


"Baiklah, sebentar ya!!" ucap Kesha, yang mulai mengambil buku laki-laki di sampingnya dan menukarnya dengan miliknya. 


Gak lama Vino turun, dan Kesha mencoba memanggilnya. ya tapi, Vino sudah turin lebih dulu. 


"Yah.. Buku aku gimana?" ucap Kesha, melirik bukunya. Seketika, ia melebarkan matanya melihat buku yang ada di tangannya. 


"Bukannya ini buku yang jatuh di bus. Da aku sudah iklhas jika buku ini hilang" Vina membuka setiap lembar buku itu. ia menemukan sebuah kertas bertuliskan nomor ponsel. 


"Apa ini nomor ponsel laki-laki tadi." ucap Kesha. "Simpan dulu saja. Nanti aku akan menghubunginya. dan meminta buku aku kembali" lanjutnya. 


 


Keesokan harinya, si cauca pagi hari yang cerah. Burung-burung berlomba mengeluarkan suara terbaiknya. 


Karena hari ini adalah hari libur. Sepasang suami istri duduk santai, bermanja ria menikmati udara sejuk pagi hari. di ruang tamu yang terhubung langsung dengan pemandangan taman di samping rumahnya, di lengkapi kolam ikan yang baru saja di renovasi oleh Aron.


Dua suami istri itu, Manda dan Aron berbincang tentang rencananya dengan Manda untuk kebaikan Kesha dan Vino di ruang tamu. Sambil menunggu Vino yang katanya mau datang ke rumahnya. 


Manda duduk di sofa dengan kepala menyandar di dada Aron. Di balas dengan sentuhan lembut jemari Aron di rambutnya. 


"Syang katanya hari ini Vino datang?" Tanya Manda memegang dada Aron, dengan kepala bergerak mendongak menatap Aron. 


"Iya, tapi entah kapan dia datang" Aron melirik jam tangan di pergelangan tangannya. Sudah lima belas menit ia duduk di sofa dengan Manda. Vino belum juga datang. 


"Emangnya dia gak kerja? Dan lagian dia bukannya masih kerja part time di sebuah cafe ya?" Tanya Manda, yang masih penasaran dengan Vino. 


"Hari ini Vino lagi libur kerja, dia juga kangen dengan keponakannya, dan katanya dia mau ajak jalan-jalan, sekalian ajak Kesha nantinya. Tapi kamu jangan bilang padanya ya!" Ucap Aron, mengusap lembut rambut Manda.


"Ooo. Ya sudah, kita tunggu dia datang. Dan Kesha juga gak ada di sini." ucap Manda. 


Drttt... drtttt.. 


"Syang ponsel kamu getar tu" 


Aron melirik layar ponselnya yang masih menyala di atas meja, sebuah panggilan dari manajernya. 


Dengan segera tangan Aron meraih ponselnya, mengangkat telepon manajer. 


"Ada apa?" Tanya Aron. 


"Maaf tuan mengganggu!! Ada rapat mendadak di kantor. Dan Client mau bertemu dengan tuan satu jam lagi" ucap manajernya. 


"Baiklah aku akan ke sana sekarang." Ucap Aron, mengakiri sambungannya. Kemudian meletakkan ponselnya lagi di atas meja. 


"Ada apa syang?" Tanya Manda. 


"Kamu di sini sebentar ya syang, ku mau meeting. Sekarang aku mau siap-siap. Nanti kalau Vino datang kamu bilang jika aku sedang ke kantor. Atau kalau dia mau ikut kamu bisa kasih tahu alamatnya. Atau suruh antar sopir" ucap Aron, bangkit dari duduknya dengan tangan memegang bahu Manda. Ia membungkukkan badanya, mencium perutnya yang kini sudah hamil besar.


"Anak papa syang!! Papa tinggal dulu ya!!" Ucap Aron, mengusap lembit perut Manda. Ia memegang ke kepala Manda, lalu mengecupnya lembut. 


"Udah cepat sana siap-siap ganti baju dulu syang!! Keburu telat nanti"


"Iya syang!!" Aron melangkah menjauh dari Manda. 


 


Tak lama Vino datang ke rumah Aron. Dengan wajah penuh senyuman. 


"Vino? Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" Tanya Manda yang curiga raut wajah Vino yang berubah. 


"Gak apa-apa Da, aku hanya lagi seneng saja. Sekarang di mana Aron? Dan di mana Duke sama Lia?" Tanya Vino menatap ke belakang Manda, tidak ada siapa-siapa di sana. 


"Eh.. Vino kamu udah datang!!" Ucap Aron, berjalan menuruni anak tangga. 


"Mau kemana kamu kak?" Tanya Vino. 

__ADS_1


"Pergi ke kantor. Oya, gimana kalau kamu ikut dengan aku sekarang. Sekalian aku mau kamu belajar dalam dunia bisnis." Ucap Aron. 


Vino terdiam, ia memikirkan apa kata Aron. Ada baiknya jika sekarang ia ikut, lebih baik belajar dari awal seperti apa yang pernah kakaknya bilang dulu. 


"Baiklah!! Aku ikut kak" ucap Vino. 


Aron berjalan mendekati Manda, mengecup ke dua pipinya lembut. 


"Syang aku pergi dulu ya"


Manda yang bosan di kamarnya, ia berjalan keluar menemui Kesha yang bermain dengan anak-anaknya di kamar anaknya. Ia perlahan membuka pintu kamar itu. "Sha, bisa bicara sebentar?" Tanya Manda, berjalan mendekati Kesha. 


"Eh.. Iya Da!! Bicara soal apa?" Tanya Kesha, mengeluarkan senyum tipisnya. 


"Kita bicara berdua ya" 


"Baiklah!!"


"Duke! Lia! Kalian main sendiri ya, tante mau bicara dulu dengan mama kamu" ucap Kesha mengusap kepala Duke dan Lian bersamaan. 


"Iya tente!!" Ucap Duke dan Lia kompak. 


Kesha segera bangkit dari duduknya. Dan beranjak mendekati Manda. 


"Mama tinggal dulu ya syang!!" Ucap Manda. 


"Iya ma!!" Jawab Lia antusias. 


Kesha memegang bahu Manda untuk berjalan keluar dari kamar Duke dan Lia. "Di mana Aron? Kenapa kamu jalan sendiri." Tanya Kesha.


"Aron pergi!! Dia baru saja pergi, tadi katanya pergi dengan Vino ada meeting mendadak di perusahaan." Ucap Manda. 


"Eh.. Vino? Kenapa dia ikut? Emangnya dia mau belajar di kantor kakaknya? Temben banget, apa dia mau beru ah sekarang?" Tanya Kesha. 


"Entahlah!! mungkin dia lagi kesambet kali. Baru kali ini aku melihat mereka sekarang akur lagi. Dan Vino juga tiba-tiba mau di ajak pergi ke kantor" gumam Manda. 


"Oya, kamu mau bicara apa da?" Tanya Kesha, duduk di sofa ruang santai di lantai dua. 


"Aku hanya tanya gimana hubungan kamu dengan Albert? Apa sudah ada kemajuan? Apa sekarang kamu sudah mulai menyukainya?" Tanya Manda beruntun. 


"Awalnya memang susah aku suka dengannya, tapi aku perlahan membuka hati untuknya." Kesha menundukkan kepalanya. 


"Kenapa kamu aneh begitu sih? Aku bingung dengan jalan pikiran kamu. Kenapa kamu memasakan hati kamu untuk mencintau orang lain, apa kamu gak bisa kembali dengan Vino." Ucap Manda, Memegang tangan Kesha. "Sha!! Lebih baik kamu juga beri kesempatan Vino lagi. Jangan bertindak seperti ini. Aku yakin kamu akan menyesal nantinya" lanjut Manda menjelaskan.


"Iya tapi mau gimana lagi Da!! Besok Albert akan mengenalkanku pada keluarganya. Dan aku sudha gak bisa nolak lagi. Dia juga tidak masalaj menikah di saat sedang kuliah." Kata Kesha. 


Manda menarik napasnya, ia tidak tahu lagi harus membujuk Kesha gimana lagi. Sudah berkali-kali ia mencoba membujuk Kesha tapi gimana, ia gak bisa membujuk keras kepala Kesha yang tetap saja gak bisa hilang. "Tapi jika aku dan Aron gak setuju kamu menikah dengannya gimana?" Tanya Manda. 


"Entahlah, Da. Biarkan waktu yang menjawab. Jika aku dan dia memang berjodoh ya aku akan tetap jalani semuanya. Jika memang tidak, apa boleh buat, aku juga gak akan jadi menikah dengannya" 


"aku mau kamu bisa membuka hati kamu lagi untuk Vino. Dia sekarang sudah berubah demi kamu, dan dia juga mau bekerja keras lagi demi masa depan kamu dan dia."


Emangnya dia mau menikahiku!! Gak mungkin kan!! Akunudah bahagia dengan kehidupanku sekarang. Gak usah bahas Vino lagi, dia hanya masa lalu yang tidak akan menjadi masa depanku" ucap Kesha. "Sekarang aku bantu kamu ke kamar anak-anak ya" Kesha memapah tangan Manda berjalan menuji ke kamar anak-anaknya.




"Manda kamu di mana?" Teriak Aron, berjalan menaiki anak tangga ke lantai dua. 



Aron membuka perlahan pintu kamar anaknya. Ia tersenyum tipis saat melihat Manda dan dua anaknya tertidur lelap di ranjang. Dan Kesha tertidur di sofa. 



"Mana istri kamu dan Kesha?" Tanya Vino, yang berdiri di belakang Manda. 



"Kesha tidur, lebih baik kamu bawa dia pergi, kasihan dia sudah cepek ngurusin Duke dan Lia seharian. 



Vino menatap Kesha yang tertidur di sofa, ia berjalan mendekat ke arah Salsa, dengan segera tangannya mengangkat tubuh Kesha. "Aku bawa dia pulang kak!!" ucap Vino. 



"Iya!!"



Vino segera mengangkat tubub Kssha ala bridal style berjalan menuruni anak tangga, menuju ke rumahnya. 



"Eh.. Vino ada apa?" tanya mama Kesha, yang tak sengaja sudah membuka pintu rumahnya. 



"Kesha tidur tante, jadi aku bawa dia pulang, biar dia bisa tidur nyenyak di kamarnya" ucap Vino. 



"ya, sudah bawa dia masuk. Tante akan buatkan kamu kopi." 



"Gak usah tente!"


__ADS_1


"Udah gak apa\\-apa, lagian kamu juga sudah tidak pernah menemui Kesha lagi." ucap mama Kesha. "Udah ayo masuk"



Mama kesha segera menunjukan jalan Vino menuju ke kamar Kesha. "ini kamar Kesha." 



"Iya tente makasih!!" Vino segera masuk ke dalam kamar Kesha, membaringkan tubuhnya di atas ranjang. "Tidur nyenyak ya!!" ucap Vino, mengusap lembut pipi Kesha. 



"Vino!! Jangan pergi!!" ucap Kesha, yang masih memejamkan matanya. 



Vino mengerutkan keningnya, ia masih ingat denganku, tapi kenapa dia membohongi hatinya sendiri.  



Kesha memegang tangan Vino erat, "Vino tetaplah di sini!!" ucap Kesha.



Vino terdiam, dan duduk di samping Kesha berbaring. Ia tersenyum dengan tangan mengusap lembut pipinya. "Baru kali ini aku bisa merasakan seperti ini lagi. Aku bisa mengusap lmbit pipi ini" gumam Vino, perlahan mendekatkan wajahnya, lalu mengecup lembut pipi Kesha.



Tok.. Tok.. Tok..


"Vino, tante masuk!" ucap Mama Kesha.



"Iya tante!" jawab Vino.



"Tante mau bicara sama kamu. Hanya sebentar saja!"



"Iya tante, kita bicara di luar saja tante!!" ucap Vino, beranjak berdiri.



Vino melepaskan tangan Kesha yang semakin memegangnya erat. Ia perlahan keluar dari kamarnya, menuju ke ruang tamu.



"Maaf!! tante mau bicara apa" tanya Vino.



"Tante hanya ingin nak Vini tetap sabar menghadapi Kesha. Tante tahu kalau kalian saling mencintai. Tapi saat ini Kesha akan segera bertungan. Tapi tante harap Kesha membatalkan pertunangan itu. Kamu bujuklah perlahan dia, agar dia membatalkan pertunangannya." Ucap mama kesha, menundukkan kepalanya. ia merasa malu sebenrnya dengan pilihan anaknya. Ia tahu jika kakak Vino sudah banyak membantunya. Tapi ia juga tidak bisa berbuat apa\\-apa lagi jika bukan karena bantuan Vino. Hanya dia yang bisa membujuknya.



"Iya tapi tante saat ini saya susah banget buat dekat dengannya. Dia selalu menghindar dariku" ucap Vino.



"Tante akan bantu kalian"



"Bantu gimana tante!!"



Mereka berbicara saling berbisik untuk rencana yang akan di lakukan orang taunya. Agar Vino bisa dekat lagi dengan kesha. Dan Aron serta Manda juga sudah tahu renacananya.



Selesai berbicara dengan orang tua Kesha. Vino segera pergi. langkahnya terhenti saat melihat mobil Albert terparkir di depan rumah Kesha.



"Apa yang dia lakukan di sini?" gumam Vino dalam hatinya. Ia berjalan ringan dengan santianya seolah tidak tahu jika ada seseorang di depannya.



"Eh.. kenapa kamu di sini?" tanya Albert jutek.



"Emangnya kenapa?"



Albert menarik baju Vino, melayangkan pukulan di wajah Vino. "Apa kamu gak tahu kalau dia itu calon istriku."



"Baru calon saja sudah blagu. Sekarang lebih baik kamu diam. Dan jangan banyak bicara lagi. Kita lihat saja hasil akhirnya siapa yang menang. kamu atau aku!!" ucap Vino dengan senyum picik terukir di wajahnya.



Albert melepaskan baju Vino, menurunkan tangannya. Dan mulai mengatur emosinya.


"Baik!! Kita lihat saja nanti. Aku akan percepat pernikahanku" Ucap Albert, telunjuk tangannya menunjuk ke wajah Vino, melangkahkan kakinya pergi masuk ke dalam rumah Kesha.

__ADS_1


 


__ADS_2