
Manda menginjak kaki Aron, membuatnya terjingakat seketika, meringis kesakitan. "Kenapa kamu injak kakiku" gumam Aron.
"Lagian kamu sih, di depan umum kanapa menciumku." Ucap Manda melebarkan matanya ke arah Aron.
"Salah sendiri" ucap Aron.
Lift mulai terbuka Aron segera mengangkat tubuh Manda keluar dari lift.
"Aron apa yang kamu lakukan, lepaskan aku?" Ucap Manda memukul pelan dada Aron.
"Kamu diam atau aku akan memciummu sampai kamu gak bisa berkutik"ucap Aron mengancam.
"Sepertinya aku harus diam sekarang"gumam Manda dalam hati.
Ini orang benar-benar otak mesum sekarang. Dia selalu saja membuat aku geram dengan ulahnya yang tiba-tiba seperti ini, batin Manda.
Aron membuka pintu kamarnya yang sudah di pesan sebelumnya, ia segera berjalan masuk ke dalam kamar yang sangat luas di depannya. Benar-benar sangat mewah. Padangan Manda memutar terkagum-kagum dengan interior di dalam kamar tersebut.
Namun beda dengan Aron ia tak perdulikan bagus atau tidaknya kamar itu, ia hanya fokus pada istrinya. Lelaki itu meletakan manda berbaring di ranjangnya. Dengan sigap ia mulai bertindak nakal pada dengan tangan liarnya. Yang mulai merayap menjelajahi tubuh Manda.
"Syang apa sih" Manda mencoba menepis tangan Aron.
Aron segera membersihkan baju Manda yang menempel pada tubuhnya tak tersisa. Meskipun Manda semapat menolaknya, namun tangan kekar Aron membuat ia tak bisa berkutik lagi.
"Sebagai hukuman kamu tadi telah mengacuhkanku, aku sekarang minta jatah malam ini" bisik Aron mengecup belakang telinga Manda lembut membuat Manda hanya diam menikmati kegelian yang membuat hasratnya tak bisa tertahan.
Aron tersenyum melihat istrinya tak protes lagi, "Aku suka kamu diam begini syang"lanjut Aron segera menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, namun belum sempat mulai, ia baru saja mau mulai permainan.
Tok..tok..tok..
Aron seketika membuka selimut yang kenutupi tubuh mereka
"Siapa sih ganggu aja?"gumam Aron yang merasa kesal, di saat seperti ini ada saja yang ganggu mereka.
"Siapa syang??" Tanya Manda.
__ADS_1
"Ya mana aku tahu, aku coba buka dulu. Kamu di sini saja jangan ikut keluar" ucap Aron. Segera beranjak berdiri hanya berbalutan handuk dan tanpa baju membuka pintu kamarnya.
"Siapa?" Tanya Aron membuka pintunya dengan perasaan malas.
"Aku Vino kak, aku mau protes sama kakak" ucap Vino dengan nada tinggi.
"Apaan sih"ucap Aron dengan wajah bingungnya.
Vino melirik sekilas ke arah kakanya, ia memandang dari sekujur tubuh kakaknya. Namun seakan ia tak perduli itu.
"Kenapa kakak pesan hanya dua kamar, terus aku tidur di mana??, aku gak mau sama Kesha, dan sekarang aku mau tidur di sini"ucap Vino, beranjak masuk ke dalam kamar Aron.
"Eh.. tunggu" Aron berlari menghalangi Vino masuk. "Bukannya kamu bisa pasan lagi kan, kalau kamu gak mau tidur dengan Kesha."ucap Aron santainya.
"Ya kalau bisa aku sudah pesan dari tadi, sekarang tu musim liburan sekolah kakak. Lihat semua pada liburan bersama orang tua mereka membuat hotel ini penuh dan hanya 2 kamar yang buwat kita"ucap Vino, ia mendorong tubuh Aron menjauh darinya.
"Eh tunggu!!" Aron menarik tangan Vino.
"Apa sih kak, aku mau bilang sama Manda untuk tukar tempat tidur sementara." Ucap Vino, menerobos masuk ke dalam kamar Aron.
"Udah tahu gitu, kamu tu tiba-tiba datang membuatku gagal deh bermain"ucap Aron dengan wajah menunduk ke bawah kesal.
"Ya sudah main di kamar mandi sana, tenang saja aku gak akan ngintip kok. Aku mau istirahat sekarang capek banget"ucap Vino, meloncatkan tubuhnya ke atas ranjang.
Aron langsung nenarik tangan Manda turun dari ranjangnya. Dengan balutan selimut yang menutupi tubuhnya. "Kamu kaluar sekarang, gak mau tahu, kamu mau atau enggak sama Kesha, aku tidak perduli. Kalau kamu gak mau ya silahkan saja tidur di lobi hotel"ucap Aron menegaskan pada Vino, dengan nada tinggi. Membuat Vino amnetap Aron kesal.
Ia benar-benar sudah geram dengan Vino kali ini, ia selalu menganggu rencananya. Menganggu kegiatannya dengan Manda. Bahkan ia juga tak ada kesempatan lagi bersama Manda. Kalau tidak tegas seperti itu, Vino akan terus menganggu mereka lagi dan lagi.
Vino terdiam, kakaknya ternyata benar-benar marah dengannya. Lagian salah sendiri sih menganggu mereka lagi asyiknya mau olah raga. "Baiklah aku keluar"ucap Vino, meskipun ia merasa kesal juga dengan kakanya. Akhirnya kali ini ia menyerah. Namun tak masuk ke kamar Kesha. Ia berjalan keluar ke hotel mencari pemandangan di luar hotel sendiri menghilangkan rasa penatnya. Yang menganggu pikirannya sekarang.
Ia ingin meluapkan semua unek-unek dalam hatinya yang masih terpendam belum terucapkan. Namun ia gak punya teman curhat sama sekali. Di saat ia ingin curhat dengan Kakaknya dia lebih memilih dengan istrinya. Kini Vino merasa kesepian. Ia merasa sendiri tak ada orang yang perduli dengannya. Bahkan kakanya sendiri juga sudah tak perduli dengannya.
"Syang..apa kamu gak terlalu berlebihan dengan Vino?" Tanya Manda pada Aron, yang masih berdiri menatap ke arah pintu yang masih terbuka.
Sebanarnya ia merasa bersalah berbicara seperti itu dengan Vino. Apalagi Vino tidak ada siapa-siapa yang bisa dia ajak cerita selain dirinya.
__ADS_1
"Syang.."panggil Manda menepuk pundak Aron, menyadarkannya dia dari lamunannya.
Aron menoleh ke arah Manda. "Lebih baik kamu susul dia deh, sepertinya dia marah denganmu sekarang. Kamu harus jelaskan ke dia. Aku tidak mau kalian bertengkar lagi"ucap Manda. Ia mencoba meyakinkan Aron.
"Baiklah aku akan nyusul Vino, tapi dengan satu syarat"ucap Aron dengan tatapan menggoda.
"Apa syaratnya??" Tanya Manda.
"Kita lanjutkan yang tadi, nanggung banget kan udah seperti ini tapi gak jadi"ucap Aron. Membuat Manda terdiam seketika.
Kenapa dia ingat lagi sih soal tadi, aku kira udah lupa, lagian mood aku sudah hilang, aku sudah gak mau lagi. Tapi kalau aku menolaknya juga percuma, Aron pasti akan tetap memaksaku untuk mau dengannya, gumam Manda dalam hati.
"Gimana mau gak, bentar aja sayang" ucap Aron meemohon apda Manda.
"Gimana ya??"
"Pliss.. mau ya mau" ucap Aro terus memohon.
Melihat Aron yang memohon seperti itu padanya. membuatnya tak hanya bisa tersenyum menahan tawanya.
"Gak mau!!" Goda Manda, pada Aron.
"Ya sudah"ucap Aron mulai pasrah kali ini, wajahnya nampak lesu di tekuk ke bawah.
Manda seketika memeluk tubuh Aron dari belakang. Membuat Aron terkejut, ia menoleh ke arah Manda. "Kamu mau?" Tanya Aron kembali dengan senyum lebar di wajahnya.
Manda hanya menganggukkan kepalanya, Aron sontak langsung mengangkat tubuh Manda ke atas ranjang dengan penuh semangat. Ia segera melepas balutan selimut yang menutupi tubuhnya tak mau bermain lama ia langsung saja pada olahraganya.
Di tutupi selimut tebal kedua tubuh mereka begulat di atas ranjang, saling merengkuh, mecengkram, memeluk erat menikmati semua permainan. Manda bahkan kini berani membalas permainan Aron dengan penuh antusias.
"Syang makasih ya" ucap Aron mengecup kening Manda yang sudah penuh puluh keringat.
"Iya syang"jawab Manda.
Aron membaringkan tubuhnya di samping Manda, menyeka keringat di wajah cantik Manda dengan jemarinya. Ia membuka selimut yang menutupi tubuhnya. Hingga separuh badan.
__ADS_1