Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Dua bulan kemudian


__ADS_3

2 Bulan kemudian


Manda yang sudah terbangun, beranjak menyingkap selambu, dan membiarkan cahaya matahari pagi memembus jendela kaca masuk ke kamarnya. Ia mengedipkan matanya, menatap sejenak pemandangan sekitar, rumah yang tak begitu luas seperti istananya dulu bersama Aron. Namun di balik rumah sederhana itu terdapat krbahagiaan yang tak pernah ia dapatkan saat tinggal di dalam istana yang penuh dengan masalah yang terus menimpanya bersama dengan suaminya.


"Udara yang sejuk" gumam Manda, merasakan sejuknya udara pagi hari dengan sinar matahari yang mulai muncul petlahan menerangi kamarnya, dengan bau bunga taman yang menyeruak masuk ke dalam penciumannya.


Perlahan Manda membuka jendela kaca, membiarkan udara sejuk pagi mesuk ke dalam kamarnya, menemani suaminya yang masih tertidur di ranjang putih. Ia mengijinkan sinar itu masuk mengenai wajah tampan suaminya saat tertidur pulas di ranjangnya.


Manda menoleh sekilas ke arah Aron yang masih tertidur. Ia tersenyum, memandang wajah suami tercintanya. Bagai masalah telah di alami berdua, dan semua bisa menjalaninya dengan sabar dan ikhlas. Hingga tangan kekarnya menunyunya masuk ke dalam ruang kebahagiaan yang ia ciptakan bersama.


Manda menatap ke depan lagi, memejamkan matanya, semakin dalam merasakan sejenak harum bunga yang menyegarkan pikirannya.


"Terima kasih Tuhan, aku masih di beri kesempatan untuk tetap bisa menghirup udara sejuk ini" gumam Manda dengan senyum manis menyungging di bibir tipisnya.


2 bulan sudah berlalu, Manda menjalani harinya dengan biasanya. Dan lelaki yang baru ia kenal itu, ternyata kakaknya kenal dengan Aron, bahkan mereka sekarang rekan bisnis baru Aron, dan dia yang membuat Aron jadi bisa sukses seperti ini saat bekerja sama denyannya.


Manda tahu hal itu saat dia menemani Aron di kantor, waktu tidak ada jam jam kuliah. Dan kebetulan Aron rapat dengan kakak Albert bersama dengannya, datang ke kantor Aron. Dan dia memang sangat baik dengan Manda. Namun Albert menjaga batas saat bersama Manda agar tifak menimbulkan masalah dalam keluarga Manda.


Ia juga sangat baik dengan ke dua anaknya, selalu memberinya hadiah, menjaganya saat Aron dan dia sibuk dengan kegiatanya masing-masing. Ia beruntung bisa punya teman baru yang bauk dengannya. Sama seperti Vino dan Kesha, sekarang entah belum tahu keberadaanya.


Dan Vina, Kalian tahu sekarang dia sekamin tambah jatuh cinta debgan Albert, karena melihat sisi berbeda dari dalam diri Albert. Dia terlihat baik saat bersama dengan orang lain, namun berbeda dengan dirinya yang selalu tampak cuek saat ia mencoba mendekati Albert.


Namun, ia tidak berhenti terus mengejar Albert. Yang memang dasarnya tidak tertarik sama sekali dengan kecantikan Vina. Yang baginya biasa saja, tapi bagi kalangan lelaki lain, Vina sangat cantik dan banyak di sukai cowok di kampusnya. Bahkan setiap hari ada saja yang menyatakan cinta dengannya. Meski banyak yang mengaguminya. Namun, bukan Vina namanya jika dia tidak pilih-pilih soal mencari cinta yang pantas untuk dirinya.


Dan kehidupan Manda serta Aron bersama ke dua anaknya berjalan dengan baik juga, Lia akan mulai bersekolah. Ya, Duke juga mau ikut pergi sekolah bersama dengan Lia, meski umurnya belum cukup jika masuk sekolah play group. Tapi ia masih tetap ngotot dan ingin pergi. Karena ia tidak ada teman lagi di rumah, ia ingin pergi sekolah agar banyak teman baru di luar.


Sebenarnya Manda juga ingin sekali menemani anaknya pergi ke sekolah tiap waktu. Tapi...


Alasan lain yang membuatnya tak bisa mengantar mereka, dan dia gak mau jika mereka berangkat sendiri dengan baby sisternya. Namun gara-gara ada jam kuliah yang menghambatnya. Tapi sebisa mungkin ia juga ingin melihat ke dua anaknya utu belajar, jika gak ada kuliah.


---00---


Manda yang semula terdiam, merasakan udara pagi. Tiba-tiba ia merasa perutnya mual. Seketika ia memegang perutnya, dan ingin sekali muntah.


Huaakkk... Huaakk..

__ADS_1


Emmm.


Aron membaringkan tubuhnya ke kiri, dengan tangan meraba sekitarnya. Ia tak mendapati Manda di sampingnya.


"Syang, kamu di mana?" tanya Aron, mengedip-ngedipkan matanya. Mengusap matanya yang terasa masih lengket penuh dengan kotoran.


"Huak.... Huaakk..."


Aron yang mendengar suara Manda ingin muntah, langsung melebarkan matanya dan terbangun dari ranjang. Mengernyitkan keningnya, menatap ke arah Manda yang terus membungkuk memegang peut dan mulutnya.


"Kenapa syang?" tanya Aron, yang baru terbangun dari tidurnya.


Manda berlari masuk ke kamar mandi mengabaikan pertanyaan Aron.


Aron menatap bingung. Kenapa dia, kok muntah-muntah ya. Em, apa dia hamil lagi ya. Wah, kalau dia hamil lagi Duke akan segera punya adik baru.


Ia semula yang masih berbaring di ranjangnya, bangkit dari tidurnya dan beranjak menuju ke kamar Mandi.


"Syang!" panggil Aron, di depan pintu kamar mandi.


"heemm" ucap Manda menahan perutnya yang semakin mual.


"Perut aku mules syang, aku nanti gak kuliah ya" ucap Manda.


"Emangnya kamu kenapa sayang?" tanya Aron, sebenarnya ia sangat berharap jika Manda akan hamil lagi. Dan dia akan nambah anak, emakin banyak semakin ia senang, bisa berbagi kesenangan dengan anak-anaknya nantinya.


"Gak tahu syang, nanti aku periksa ke dokter ya" gumam Manda.


"Ukk... Ueekkk"


"Iya, syang. Aku antar kamu ke dokter ya, sekarang aku mau mandi dulu, siap-siap antar kamu" ucap Aron yang mulai memegang gagang pintu, dan memutarnya perlahan membuka pintu kamar mandi.


Ia melihat Manda masih memegang perutnya yang terasa mual. Aron berjalan ringan, memegang ke dua bahu Manda. "Kamu bisa jalan keluar syang?" tanya Aron memapah tubuh Manda berajalan perlahan.


"Syang kamu cepetan ya, perutku mules nih" ucap manda.

__ADS_1


"Iya, syang! aku pasti cepat kok." gumam Aron memapah Manda untuk duduk di sofa, menyandarkan punggung Manda agat tidak terlalu tegang.


"Kamu duduk di sini ya syang jangan pergi kemana-mana ya" ucap Aron.


"Baiklah, ku tunggu kamu di luar ya" jawab Manda.


"Baiklah, aku gak lama kok" gumam Aron yang semakin khawatir dengan keadaan Manda.


Aron bergegas masuk ke kamar Mandi dan mulai membasuh tubuhnya secepat mungkin, ia tidak mau jika Manda menunggunya lama nanti.


Manda yang duduk sendiri, ia merenung sejenak berpikir. Apa aku hamil, sudah 2 bulan aku telat, dan kenapa aku tidak menyadari sebelumnya.


Krekk...


"Ma.." Panggil Duke berlari masuk ke kamarnya.


"Duke?" ucap Manda terkejut. "Kenapa syang?" lanjutnya.


"Mama kenapa gak keluar, aku sudah nunggu mama dan papa di ruang makan, tapi mama gak keluar dari tadi" ucap Duke dengan polosnya.


Manda mengangkat tubuh Manda dan duduk di sampingnya. "Syang mama lagi sakit, dan hari ini mama mau keluar sebentar, untuk periksa" ucap Manda, mengusap kepala anaknya.


"Mama sakit apa?" tanya Lia, yang baru saja mengikuti Duke masuk.


"Lia? Mama tadi muntah-muntah" gumam Manda menjelaskan.


"Apa mama hamil lagi ya" tanya Lia, yang pernah tahu mama kandungnya dulu muntah-untah saat di hamil. Namun adiknya tak lama keguguran dan sejak saat itu orang tuanya cerai.


"Wah, Duke mau punya adik ya ma? Pasti sangat menyenangkan" saut Duke memastikan dengan wajah penuh kebahagiaan.


"Mama belum periksa syang, kalau Duke dan Lia punya adik baru mau gak?" tanya Manda.


Lia hanya diam mendengar kabar itu, ia takut jika Manda tidak menyayanginya lagi, apa lagi dia hanya anak angkat bukan anak kandung seperti Duke.


Tidak seperti Duke yang langsung menangapi dengan sangat antusias, dari dulu ia ingin punya adik. "Wah kalau Duke punya adik lagi, Duke sangat senang ma" ucap Duke memeluk mamanya.

__ADS_1


Pandangan Manda  terhenti, menatap lia yang hanya diam menunduk. "Syang kamu sini " ucap Manda.


"Iya ma" Lia mengangkat kepalanya menatap Manda, berjalan ringan duduk disebelah Manda.


__ADS_2