
Hari sudah terlihat gelap, matahari sudah mulai menghilang
dari pandangannya. Jarum jam menunjukan pukul tujuh malam. Dan Vino masih
berada dalam kamar Kesha, ia diam membaca novel tanpa perdulikan Kesha.
Vino yang tidak pernah membaca novel, semenjak ada Kesha
yang juga tertarik dengan Novel, ia mencoba membacanya. Dan mulai tertarik
untuk membaca juga.
“Vina, kamu kenapa di sini? Apa kamu gak ingin pulang?”
tanya Kesha, duduk di ranjang samping Vino.
Vino yamg sedang asik duduk bersandar menikmati buku novel
yang baru saja ia pinjam.
“Aku ingin di sini menemani kamu” ucap Vino, tanpa menatap
ke arah Kesha.
“Terus kenapa kamu gak menemani baby baru Manda. Bukanya dia
sangat menggemaskan. Dan lebih baik kamu ke sana bantu kakak kamu merawa
anak-anaknya.”
“Ini baby girl aku yang kebih menggemaskan. Membuat aku
tidakbisa jauh dari kamu. Aku mau kamu secepatnya menikah dengan aku.” Vino
menutup bukunya, duduk mendekati Kesha.
“Apa kamu tahu, jika Albert itu tidak baik untuk kamu, dia
laki-laki mesum tidak boleh kamu bersama dia” Vino memegang ke dua tangan
lembut Kesha yang semakin membuatnya tertarik denganya. Tangan manja Kesha yang
selalu ia rasakan dulu.
“Aku tahu kamu tidak mencintainya. Dan aku juga gak mau jika
kamu memilih dia. Dia itu bukan laki-laki baik, dan aku gak mau kamu menyesal
nantinya.” Ucap Vino.
Kesha menundukkan kepalanya, menarik napsnya. “Aku ingin
lihat dengan mata kepala ku sendiri jika dia bukan laki-laki baik untukku. Dan
gimana contoh laki-laki yang baik untuk bersanding dengan aku” ucap Kesah,
tersenyum mentap wajah Vino yang terlihat mulai serius.
“Seperti aku!! Aku yang akan selalu menjaga kamu, melindungi
kamu. Dan bahkan selalu ada buat kamu. Aku gak akan pernah meninggalkanmu demi
wanita lain.” Ucap Vino, meletakkan tangan Vina di dadanya. “ Dan apa kamu
tahu, hati ini masih terukir indah nama kamu, dan tidak akan bisa terhapus di
makan waktu. Aku ingin memiliki sifat seperti kak Aron yang selalu setia dengan
wanita yang di cintainya.” Lanjut Vinon menjelaskan.
Kesah menarik tangannya di genggaman Vino. “udah gak usah merayu
aku, sekarang ayo keluar dari sini. Sebelium mama aku tahu, kalau kamu ada di
sini,” Ucap kesha menarik tangan Vino, beranjak dari ranjangnya.
“Aku gak mau, aku mau tetap di sini” Vinao kembali duduk
kembali di ranjangnya. Ia menarik ke dua alisnya ke atas, dengan pandnagan
menggoda ke arah Kesha.
“Kamu mau makan gak?” tanya Kesha.
“Emm..”
Tokk.. Tok.. Tokk..
Suara ketukan pintu membuat pembicaraan mereka terhenti. Pandangan
mereka saling tertuju beberapa detik, kemudian menatap ke arah sumber suara
kompak.
“Ada mama” ucap Kesha dengan wajah terkejutnya
“Kesha!! Apa kamu di dalam?” tanya Mama Kesha yang berdiri
di depan pintu.
“Iya, ma” jawab Kesha.
“Ayo cepat keluar, kita makan bersama. Setelah itu kita ke
__ADS_1
rumah manda. Mama juga mau lihat anak Manda”
“Iya, Ma, bentar ya. Mama tunggu saja di bawah, aku akan
segera datang” gumam Kesha.
“Iya, cepetan ya”
Beberapa detik kemudian, merasa sudah tidak ada suara
mamanya. Kesha menarik tangan Vino lagi, agar segera beranjak dari duduknya.
Bahan Vino seakan tidak ada rasa takut dalam dirinya. Jika
mama Kesha tahu kalau dia berada di kamar anaknya.
“Ayo makan bersama, bukanya kamu mau bicara dengan keluarga
aku?”
Vino, mengerutkan keningnya, ke dua mata menyipit menatap
Kesha.
“Maksud kamu? Apa aku boleh bicara dengan orang tau kamu.
Dan apa kita akan menikah...” Vino bankit dari duduknya dengan sangat antusias.
Ia memegang ke dua bahu Kesha, menunggu jawaban ‘iya’ dari mulut Kesha.
“aku gak mau menikah dengan kamu, tapi jika orang tua aku
menyetujuinya. Maka aku akan pertimbangkan lagi untuk hal itu” gumam Kesha
beranjak pergi dari hadapan Vino.
“Yess.. “ ucap Vino merayakan kesenangan hatinya yang
menggebu. “Akhirnya aku menikah juga. Aku akan segera bicara dengan orang tua
kamu. Setelah itu aku akan bicara dengan kakakku” ucap Vino, memandang punggung
Kesha yang semakin menjauh.
Kesha hanya dia, tersenyum melihatbtingkah Vino, yang
membuat ianharus memilih mempertimbangkan lagi keingainan Vino itu. Ia terus
berjalan menuruni anak tangga dengan senyum manis yang terus terpaut di
wajahnya.
Mama dan papa Kesha yang melihat Kesha tersenyum senang,
sangat bahagia.
“Kesha, kenapa kamu senang begitu!!” tanya mamanya.
“Gak ada apa-apa ma!!” ucap Kesha, menarik kursinya dan
duduk di kursi depan mamanya.
Vino yang baru saja keluar, ia berlari menuju meja makan dan
bergabung dengan keluarganya.
Orang tua Kesha bingung melihat Kesha yang tadi
senyum-senyum sendiri, sekarang ia melihat Vino baru saja dari atas.
“Vino!! Kamu tadi dari mana? Dan kapan kamu masuk rumah?”
tanya mama Kesha, membuat Kesha mengerutkan keningnya, dengan mata terbelalak.
Ia lupa jika tadi belum bilang pada mamanya.
“Eh... ma”
“Eh.. tante, tadi saya masuk lewat jendela belakang. Habisnya
anak tante ini tidak mengijinkan saya masuk. Padahal saya amu bicara sama om
dan tente” potong Vino cepat, membuat Kesha tidak bisa berbicara apa-apa lagi.
Ia hanya diam, menarik napasnya lega. Sepertinya mama dan papanya gak marah
dengannya.
“Oohh.. Iya gak apa-apa. Tapi kalau Kesha gak mengijinkan
kamu masuk bilang sama tante. Tante akan marahi Kesha”
“Kok Kesha yang di marahi ma?” kesha menatap tajam ke arah
Vino beberapa detik, lalu memandang mamanya.
“Lagian kamu juga begitu, ada tamu tapi kamu malah gak
mengijinkan dia masuk” sambung papanya.
Kesha, memenggerakkan rahangnya kesal, dengan amarah yang
mulai menguntup di hatinya. Ia menginjak kaki Vino penuh kekesalan, kaki yang
__ADS_1
berada tepat di sampingnya.
“Awwww...” teriak Vino mengangkat sedikit kakinya.
“Kenapa kamu menginjakku” bisik Vino lirih.
“kamu kenapa Vino?” tanya mama Kesha.
Vino yang mau membuka mulutnya, Kesha sudah menginjak kakinya
lagi lebih dulu. Dengan tangan kiri mencubit pahanya. Dan berbisik. “jangan
bilang pada mama!” ucap Kesha lirih. “Kalau kamu bilang, aku akan injak kaki
kamu lebih keras lagi”
“Iya,iya bawel.” Jawab Vino kesal.
```
Vino meringis menatap ke depan, “Gak apa-apa kok tante” ucap
Vino.
“Ya, sudah. Sekarang kita makan dulu. Setelah itu kita
sama-sama ke rumah Aron, sekalian membicarakan pernikahan kalian” Kesah yang
sedang meneguk minumanya tersendak seketika.
Uhukk.. uhukkk..
Kesha memukul-mukul dadanya. “Apa aku gak salah dengar ma?”
tanya Kesha.
“Sudah makan dulu, jangan banyak tanya lagi.” Sambung papanya.
Kesha menarik napasnya kesal, untuk yang kesekian kalianya.
Ia gak tahu racun apa yang meracuni pikiran oarang tuanya, sehingga membuat
mereka menyetujui begitu saja dengan Vino. Bahkan tapa memandang jelek Vino
sama sekali.
Vino hanya diam , dengan wajah penuh senyum kemenangan. Ia melirik
beberapa detik ke arah Kesha. Dan segera menyantap makanan yang ada. Menikmati
bersama keluarga Kesha yang juga akan menjadi keluarganya.
Kesha, melirik kesal ke arah Vino.
Apa yang dia lakukan, membuat orang tua aku begitu mudah
percaya denganya. Padahal mereka tahu jika aku sudah punya tunangan yang jauh
lebih baik dari Vino. Tapi aku galk tahujuga, apa dia baik enggak. Kalau Vino
memang sudah lama dekat dengan orang tua aku. Jadi mereka sudah biasa. Terus
sekarang apa yang akan aku lakukan. Apa aku akan menerima Vino, dan memutuskan
hubungan dengan Albert. Pikir Kesha dalam hatiya.
Ia terus melamun hingga makanan di piringnya berantakan, di
orak arik olehnya.
Plakkk... Vino memukul tangan Kesha.
“Kenapa kamu memukul tanganku?” ucap Kesal Kesha, mentap
tajam ke arah Vino.
“Kenapa kamu diam, lihat makan di depan kamu berantakan
semuanya” ucap Vino, sambil melanjutkan makannya.
Kesha terdiam , melihat makanan di piringnya yang memang
sudah acak-acakan, berantakan memenuhi piringnya.
“iya, apa kamu ada masalah Sha?” tanya mamanya.
“Gak ada kok ma, tadi hanya ada pikiran sedikit”
“Sudah gak usah di pikirin dulu. Sekarang kamu makan. Kalau
kamu sakit gimana?” sambung Vino. “Atau mau aku suapi” lanjutnya.
“gak mau!!” ucap kesha tegas, ia segera memakan makanan yang
sudah ada di atas piringnya dengan sangat lahapnya.
Vino hanya bisa tersenyum tipis, menahan tawanya. melihat
kelakuan kesha yang semakin hari, membuat ia tidak bisa berenti tertawa.
Kesha makan dengan lahapnya, dengan bibir maju beberapa
senti. Semakin membuat Vino gemas melihatnya.
__ADS_1