
“Syang!! Di lanjut gak tadi mesranya” tanya Aron,
mengengakat lagi tubuh Manda, membaringkan di ranjang.
“Gak mau syang, sudah malas aku ngantuk nih. Lebih baik
sekarang kita tidur saja, ya. Besok saja di lanjut lagi, kalau ada waktu” canda
Manda, dengan senyum tipis yang terukir di bibirnya.
Aron tersenyum, duduk di samping ranjangnya, dengan tangan
mencubit hidung Manda yang menggemaskan. Lalu, mengusap lembut pipi Manda,
sebelum ia tidur. “Hmm,, oke. Besok aku mau lagi. Sekali-seklai syang, setyiap
pulang kerja seallu di manjaain setiap hari. Apalagi kalau lagi ke inginannya
muncak terus di kasih. Nanti aku tambah syang sama kamu, dan capeknya pulang
kerja juga hilang sayang terobati , dengan oelahraga tubuh” ucap Aron, hanya di
balas denga tatapan malas.
“Udah, sekarang aku mau tidur, jangan ganggu aku lagi
syang!!. Capek syang seharian ngurusin anak, Mending kerja. Tapi meski capek
ada enaknya juga, bisa melihat senyum mereka saja seakan terobati capeknya” gumam
Manda.
Aron mengusap lembut rambut Manda, membekai pipinya yang
sangat menggemaskan. Lalu, ia memgecup keningnya, bibir, dan ke dua pipinya
bergantian, membuat Manda, sontak tersipu malu. Denagn perlakuan lembut Aron
padanya. Manda yang masih berbaring di samping anaknya, Ia memegang ke dua bahu
Aron agar tidak mengecupnya lagi.
“Udah ayo tidur syang, kamu juga pasti sangat capek kerja
seharian untuk keluarga kecil kita” ucap Manda penuh kelembutan. Manda menarik
bahu Aron, mengecup bibirnya beberapa detik. Lalu, melepaskan pegangan tanganya
di bahu Aron.
“Selamat tidu ya, syang” ucap Manda lembut.
“Iya, kamu juga syang. Nanti kalau anak kita bangun nanti,
kamu pasti juga akan kelelahan kalau oagi. Jarang tidur jkalau malam,tapi kalau
kamu gak kuat syang, biar aku yang jaga anak kita gantian, kalau mereka rewel
saat malam.” Ucap Aron, mengusap ujung kepala Manda dengan jemari tangannya
yang lembut. lalu bergegas berdiri, dan berbaring di samping kiri anaknya.
Sebelum memejamkan matanya, Manda dan Aron saling menatap
satu sama lain. Hingga akhirnya tertidur juga dalam mimpi indah yang menemani
mereka.
----
Keesokan harinya cuaca hari ini terlihat sangat cerah. Sinar
matahari menembus kaca kamar Aron, tepat mengenai wajahnya. Namun, ia tidak
terganggu dengan sinar itu. Aron semakin tidur pulas di ranjangnya.
Aron dan Manda yang baru saja tidur pagi hari tadi. Karena
anak mereka yang rewel minta asi. Meski bergantian menjaga baby nya dengan
Aron. Sekarang mereka masih tertidur puas di ranjangnya dengan posisi berbeda,
Manda di pinggir kanan dan Aron di pinggir kiri. Mereka tidur menutupi ke dua
anaknya, yang juga masih tertidur.
Terdengar suara keras tangisan bayi, membuat Manda terbangun
__ADS_1
dari tidurnya, ia beranjak duduk, dengan tangan mengusap matanya yang terasa
masih lengket itu. “Haduh.. kenapa-anak masih nangis terus sih” pikir Mnada
yang langsung membuka matanya lebar. Ia mengusap wajahnya, agar tidak terasa
ngantuk lagi, kemudian melihat ke dua ankanya.
“Axcel nangis lagi,” gumam Mnada yang terasa sudah sangat
lelah, tubuhnya rerlihat lunglai lemas. Dengan segera Mnada mengangkat Axcel,
lalu memberinya asi. Ia yang semula memang terasa sangat lelah, melihat wajah
anaknya, rasa lelah berubah seketika. Manda, mengusap pipi Axcel lembut.
Manda melirik sekilas ke arah Aton, yang maish terbaring di
ranjangnya.
“Syang bangunlah!!” ucap Manda, mencubit tangan Aron,
mencoba membangunkan suaminya itu. Meski hari ini, dia sedang libur kerja. Tapi
setidaknya ia bantu Vino yang katanya mau beres-beres kamarnya.
“Syang.. Bangulah!!” ucap Manda untuk yang ke sekian
kalianya.
“Apa syang.. aku masuk ngantuk nih!!” ucap Aron, dengan
suara malasnya, yang masih memejamkan matanya. Tak kunjung bangun Aron
memiringkan tubuhnya ke kanan.
Manda yang merasa Axcel sudah tenang ytidak menangis lagi. Ia
membaringkan kembali Axcel di ranjangnya. Dan bergegas berdiri. Manda berjalan
perlahan, keluar dari kamarnya sebentar, meunuju ke dapur. Tanpa sepengetahuan
Aron, kalau dia tahu pasti tidak boleh, karena dia itu over banget pada Manda
setelah melahirkan. Ia tidak mau jika Manda nanti kesakitan lagi. Jadi ia
beralih pada Aron, yang memang ia ingin selalu memanjakan Manda.
````
Manda mencoba untuk masak kali ini, sebelum Aron bangun dari
tyidurnya nanti. Dan tidak mengijinkannya untuk masak.
“Alu masak apa ua” gumam Manda menatap semua sayuran yang
ada di depanya. Banyak stok bahan masakan tapi ia bingung mau masak apa.
“Ma!!” panggi Lia, berlari menuju ke arah Manda.
“Iya, syang. Ada apa?” tanya Manda, mengusap kepala Lia lembut.
“Lia boleh ikut mama masak!!” ucap Lia dengan senyum polosnya.
“Emangnya Lia mau belajar masak?” tanya Manda memastikan.
“Mau banget ma!!” jawab Lia antisias.
“Oya, duke mana?” tanya Manda, yang tidak melihat Dke dari
tadi.
“Dia ke kamar, katanya mau lihat adek barunya.” Ucap Lia.
“Ya, sudah sekarang kamu temani mama masak, ya.” Gumam
Manda.
Manda segera masak dengan bahan yang ada, dan hanya
mengambil sebagian. Ia membuat soup, dan bubur untuk ke dua anaknya. Duke dan
Lia.
Hampir satu jam masak. Akhirnya selesai juga. Mnada segera
menyiapkan mangkok untuk bubur anaknya. Sambil nunggu soup yang ia buat matang.
__ADS_1
Dan nasi sudah matang lebih dulu.
Kesha yang dari tadi pagi sudah stay di kamar Vino, tanpa sepengetahuan Mnad dan Aron. Ia ingin membangunkan Vino yang terlihat masih berbaring di ranjangnya.
"Vino kamu sudah banyak, kalau kamu mau makan sudah aku siapkan di meja makan. Bukanya kamu mau pergi dengan Kesha." ucap Manda.
Kesha menarik tangan Vino bangun dengan paksa, dan membuka pintu kamarnya.
Ehh.. Manda, makannya nanti saja ya. Nih masih urusin bawel aku, yang lagi maksa buat pergi" ucap Vino, mencolek pipi Kesha.
"Apaan sih" ucap Kesha, menepis tangan Vino.
“Vin...., ayo ikut aku, aku mau ajak kamu bertemu dengan seseorang. Kalau makan nanti saja ya” bisik
Kesha, memegang tangan Vino, menarik-narik tangannya.
“Ada apa Vin, Sha?” tanya Manda, yang terlihat aneh melihat
kelakuan Kesha dan Vino seakan ada yang di sembunyikan.
“Hehe.. gak ada apa-apa, Da. Aku mau pergi sebentar dengan
Vino. Soalnya sudah ada janji dengan teman. Jadi gak napa-napa kan kalau seandainya kita makan di luar
nantinya” ucap Kesha ragu-ragu.
“Boleh, lagian siapa juga yang larang kalian makan di luar.”
Sambung Arom, berjalan menuruni anak tangga, berjalan menuju kamar Vino, ia melangkah mendekati mereka dengan senyum tipisnya. Ia tahu kalau mereka masih dalam pendekatan dan penyesuaian hatinya mereka masing-masing.
“Iya, aku juga gak marah. Ya, sapa tahu kalian semoga cepat
menikah nentinya.dan anak-anak aku punay teman baru, nantinya.”
“Iya, aku berharap juga begitu” saut Vino antusias. Di
sambut dengan injakan kaki dari Kesha membuatnya meringis kesakitan.
“Jangan bilang macam-macam dulu,” bisik Kesha lirih.
"Kenapa, lagian benar kata Mnada, kita cepat menikah dan buat baby, seperi kakak aku dan Mnada. Bukanya kamu sudah ingin punya anak ya" goda Vino, di balas dengan pelototan tajam dari ke dua mata Vino, dengan bada sedikit condong ke depan, membuat Vino menari tubuhnya agak ke belakang.
"Jangan bicara itu lagi, atau aku akan jauh lagi darimu." bisik Kesha
“Iya, iya” Vino seketika mengalah begitu saja menurut apa
yang di katakan Kesha
“Oya, Da. Aku ajak Duke dan Lia, Boleh gak?” tanya Kesha.
“Iya, tante aku ikut” sambung Duke antusias. Ia yang baru turun dari kamar manda berlari menuju ke arah Kesha.
“Aku juga ikut” saut Lia.
“Duke, Lia kalian di rumah ya, biarkan tante Kesha dan om
Vino pergi menemui temannya” ucap Manda.
“Apa salahnya jika aku ikut, ma.” ucap duke, seketika manda
menarik napasnya dalam-dalam, ia harus tetap sabar.
‘Da, biarkan saja mereka ikut, lagian juga aku gak keberatan
kok” gumam Kesha.
“Baiklah, kalau begitu. Aku titip Lia dan Duke pada kalian
ya” ucap Manda.
“Yee,, akhirya kita jalan-jalan juga” seru Duke dan Lia
bersamaan. Mereka beranjak dari duduknya, dan berdiri di samping Vino dan
Kesha.
“Kak, aku pergi dulu ya” ucap Vino.
“Iya, hati-hati” jawab Aron yang dari tadi hanya diam, melirik sekilas tingkah laku adiknya itu dengan Kesha
Mereka benar-benar sangat manis, semoga kalian bisa bersatu lagi. Agar kakak bisa tenang melihat kalian bisa bersatu. Hanya ini yang bisa kakak lakukan untuk menebus semua yang pernah aku lakukan dulu padamu Vino. Gumam Aron, melihat punggung Vino dan kesha yang sudha pergi menjauh.
Bahkan di setiap langkahnya, masih saling bercanda satu sama lain, saling jahil.
Dangan tangan memegang Duke dan Lia, berjalan beriringan bersama mereka.
__
__ADS_1