Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Aron dan Manda


__ADS_3

“Syang!! Di lanjut gak tadi mesranya” tanya Aron,


mengengakat lagi tubuh Manda, membaringkan di ranjang.


“Gak mau syang, sudah malas aku ngantuk nih. Lebih baik


sekarang kita tidur saja, ya. Besok saja di lanjut lagi, kalau ada waktu” canda


Manda, dengan senyum tipis yang terukir di bibirnya.


Aron tersenyum, duduk di samping ranjangnya, dengan tangan


mencubit hidung Manda yang menggemaskan. Lalu, mengusap lembut pipi Manda,


sebelum ia tidur. “Hmm,, oke. Besok aku mau lagi. Sekali-seklai syang, setyiap


pulang kerja seallu di manjaain setiap hari. Apalagi kalau lagi ke inginannya


muncak terus di kasih. Nanti aku tambah syang sama kamu, dan capeknya pulang


kerja juga hilang sayang terobati , dengan oelahraga tubuh” ucap Aron, hanya di


balas denga tatapan malas.


“Udah, sekarang aku mau tidur, jangan ganggu aku lagi


syang!!. Capek syang seharian ngurusin anak, Mending kerja. Tapi meski capek


ada enaknya juga, bisa melihat senyum mereka saja seakan terobati capeknya” gumam


Manda.


Aron mengusap lembut rambut Manda, membekai pipinya yang


sangat menggemaskan. Lalu, ia memgecup keningnya, bibir, dan ke dua pipinya


bergantian, membuat Manda, sontak tersipu malu. Denagn perlakuan lembut Aron


padanya. Manda yang masih berbaring di samping anaknya, Ia memegang ke dua bahu


Aron agar tidak mengecupnya lagi.


“Udah ayo tidur syang, kamu juga pasti sangat capek kerja


seharian untuk keluarga kecil kita” ucap Manda penuh kelembutan. Manda menarik


bahu Aron, mengecup bibirnya beberapa detik. Lalu, melepaskan pegangan tanganya


di bahu Aron.


“Selamat tidu ya, syang” ucap Manda lembut.


“Iya, kamu juga syang. Nanti kalau anak kita bangun nanti,


kamu pasti juga akan kelelahan kalau oagi. Jarang tidur jkalau malam,tapi kalau


kamu gak kuat syang, biar aku yang jaga anak kita gantian, kalau mereka rewel


saat malam.” Ucap Aron, mengusap ujung kepala Manda dengan jemari tangannya


yang lembut. lalu bergegas berdiri, dan berbaring di samping kiri anaknya.


Sebelum memejamkan matanya, Manda dan Aron saling menatap


satu sama lain. Hingga akhirnya tertidur juga dalam mimpi indah yang menemani


mereka.


----


Keesokan harinya cuaca hari ini terlihat sangat cerah. Sinar


matahari menembus kaca kamar Aron, tepat mengenai wajahnya. Namun, ia tidak


terganggu dengan sinar itu. Aron semakin tidur pulas di ranjangnya.


Aron dan Manda yang baru saja tidur pagi hari tadi. Karena


anak mereka yang rewel minta asi. Meski bergantian menjaga baby nya dengan


Aron. Sekarang mereka masih tertidur puas di ranjangnya dengan posisi berbeda,


Manda di pinggir kanan dan Aron di pinggir kiri. Mereka tidur menutupi ke dua


anaknya, yang juga masih tertidur.


Terdengar suara keras tangisan bayi, membuat Manda terbangun

__ADS_1


dari tidurnya, ia beranjak duduk, dengan tangan mengusap matanya yang terasa


masih lengket itu. “Haduh.. kenapa-anak masih nangis terus sih” pikir Mnada


yang langsung membuka matanya lebar. Ia mengusap wajahnya, agar tidak terasa


ngantuk lagi, kemudian melihat ke dua ankanya.


“Axcel nangis lagi,” gumam Mnada yang terasa sudah sangat


lelah, tubuhnya rerlihat lunglai lemas. Dengan segera Mnada mengangkat Axcel,


lalu memberinya asi. Ia yang semula memang terasa sangat lelah, melihat wajah


anaknya, rasa lelah berubah seketika. Manda, mengusap pipi Axcel lembut.


Manda melirik sekilas ke arah Aton, yang maish terbaring di


ranjangnya.


“Syang bangunlah!!” ucap Manda, mencubit tangan Aron,


mencoba membangunkan suaminya itu. Meski hari ini, dia sedang libur kerja. Tapi


setidaknya ia bantu Vino yang katanya mau beres-beres kamarnya.


“Syang.. Bangulah!!” ucap Manda untuk yang ke sekian


kalianya.


“Apa syang.. aku masuk ngantuk nih!!” ucap Aron, dengan


suara malasnya, yang masih memejamkan matanya. Tak kunjung bangun Aron


memiringkan tubuhnya ke kanan.


Manda yang merasa Axcel sudah tenang ytidak menangis lagi. Ia


membaringkan kembali Axcel di ranjangnya. Dan bergegas berdiri. Manda berjalan


perlahan, keluar dari kamarnya sebentar, meunuju ke dapur. Tanpa sepengetahuan


Aron, kalau dia tahu pasti tidak boleh, karena dia itu over banget pada Manda


setelah melahirkan. Ia tidak mau jika Manda nanti kesakitan lagi. Jadi ia


beralih pada Aron, yang memang ia ingin selalu memanjakan Manda.


````


Manda mencoba untuk masak kali ini, sebelum Aron bangun dari


tyidurnya nanti. Dan tidak mengijinkannya untuk masak.


“Alu masak apa ua” gumam Manda menatap semua sayuran yang


ada di depanya. Banyak stok bahan masakan tapi ia bingung mau masak apa.


“Ma!!” panggi Lia, berlari menuju ke arah Manda.


“Iya, syang. Ada apa?” tanya Manda, mengusap kepala Lia lembut.


“Lia boleh ikut mama masak!!” ucap Lia dengan senyum polosnya.


“Emangnya Lia mau belajar masak?” tanya Manda memastikan.


“Mau banget ma!!” jawab Lia antisias.


“Oya, duke mana?” tanya Manda, yang tidak melihat Dke dari


tadi.


“Dia ke kamar, katanya mau lihat adek barunya.” Ucap Lia.


“Ya, sudah sekarang kamu temani mama masak, ya.” Gumam


Manda.


Manda segera masak dengan bahan yang ada, dan hanya


mengambil sebagian. Ia membuat soup, dan bubur untuk ke dua anaknya. Duke dan


Lia.


Hampir satu jam masak. Akhirnya selesai juga. Mnada segera


menyiapkan mangkok untuk bubur anaknya. Sambil nunggu soup yang ia buat matang.

__ADS_1


Dan nasi sudah matang lebih dulu.


 Kesha yang dari tadi pagi sudah stay di kamar Vino, tanpa sepengetahuan Mnad dan Aron. Ia ingin membangunkan Vino yang terlihat masih berbaring di ranjangnya.


"Vino kamu sudah banyak, kalau kamu mau makan sudah aku siapkan di meja makan. Bukanya kamu mau pergi dengan Kesha." ucap Manda.


Kesha menarik tangan Vino bangun dengan paksa, dan membuka pintu kamarnya.


Ehh.. Manda, makannya nanti saja ya. Nih masih urusin bawel aku, yang lagi maksa buat pergi" ucap Vino, mencolek pipi Kesha.


"Apaan sih" ucap Kesha, menepis tangan Vino.


“Vin....,  ayo ikut aku, aku mau ajak kamu bertemu dengan seseorang. Kalau makan nanti saja ya” bisik


Kesha, memegang tangan Vino, menarik-narik tangannya.


“Ada apa Vin, Sha?” tanya Manda, yang terlihat aneh melihat


kelakuan Kesha dan Vino seakan ada yang di sembunyikan.


“Hehe.. gak ada apa-apa, Da. Aku mau pergi sebentar dengan


Vino. Soalnya sudah ada janji dengan teman. Jadi gak napa-napa  kan kalau seandainya kita makan di luar


nantinya” ucap Kesha ragu-ragu.


“Boleh, lagian siapa juga yang larang kalian makan di luar.”


Sambung Arom, berjalan menuruni anak tangga, berjalan menuju kamar Vino, ia melangkah mendekati mereka dengan senyum tipisnya. Ia tahu kalau mereka masih dalam pendekatan dan penyesuaian hatinya mereka masing-masing.


“Iya, aku juga gak marah. Ya, sapa tahu kalian semoga cepat


menikah nentinya.dan anak-anak aku punay teman baru, nantinya.”


“Iya, aku berharap juga begitu” saut Vino antusias. Di


sambut dengan injakan kaki dari Kesha membuatnya meringis kesakitan.


“Jangan bilang macam-macam dulu,” bisik Kesha lirih.


"Kenapa, lagian benar kata Mnada, kita cepat menikah dan buat baby, seperi kakak aku dan Mnada. Bukanya kamu sudah ingin punya anak ya" goda Vino, di balas dengan pelototan tajam dari ke dua mata Vino, dengan bada sedikit condong ke depan, membuat Vino menari tubuhnya agak ke belakang.


"Jangan bicara itu lagi, atau aku akan jauh lagi darimu." bisik Kesha


“Iya, iya” Vino seketika mengalah begitu saja menurut apa


yang di katakan Kesha


“Oya, Da. Aku ajak Duke dan Lia, Boleh gak?” tanya Kesha.


“Iya, tante aku ikut” sambung Duke antusias. Ia yang baru turun dari kamar manda berlari menuju ke arah Kesha.


“Aku juga ikut” saut Lia.


“Duke, Lia kalian di rumah ya, biarkan tante Kesha dan om


Vino pergi menemui temannya” ucap Manda.


“Apa salahnya jika aku ikut, ma.” ucap duke, seketika manda


menarik napasnya dalam-dalam, ia harus tetap sabar.


‘Da, biarkan saja mereka ikut, lagian juga aku gak keberatan


kok” gumam Kesha.


“Baiklah, kalau begitu. Aku titip Lia dan Duke pada kalian


ya” ucap Manda.


“Yee,, akhirya kita jalan-jalan juga” seru Duke dan Lia


bersamaan. Mereka beranjak dari duduknya, dan berdiri di samping Vino dan


Kesha.


“Kak, aku pergi dulu ya” ucap Vino.


“Iya, hati-hati” jawab Aron yang dari tadi hanya diam, melirik sekilas tingkah laku adiknya itu dengan Kesha


Mereka benar-benar sangat manis, semoga kalian bisa bersatu lagi. Agar kakak bisa tenang melihat kalian bisa bersatu. Hanya ini yang bisa kakak lakukan untuk menebus semua yang pernah aku lakukan dulu padamu Vino. Gumam Aron, melihat punggung Vino dan kesha yang sudha pergi menjauh.


Bahkan di setiap langkahnya, masih saling bercanda satu sama lain, saling jahil.


Dangan tangan memegang Duke dan Lia, berjalan beriringan bersama mereka.


__

__ADS_1


__ADS_2