Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Episode 243


__ADS_3

Manda yang baru saja selesai makan, ia berbincang berdua


dengan Aron sambil menjaga ke dua anakanya yang masih terbaring di ranjangnya.


“Kamu gak mandi-kan dia syang” tanya Aron.


“Iya, sama kamu juga syang” ucap Manda.


“Baiklah,” ucap Aron, yang mulai menggendong Brandon, dan


Manda menggendong Axcel.mereka segera memandikan baby mungilnya yang tampan dan


lucu itu bersamaan. Selesai memandikan mereka segera memakiakan baju ke dua


naknya itu. Kemudian , menggendongnya menidurknnya dalam dekapan hangatya.


Manda tak berhenti menciumi pipi anaknya yang terlihat menggemaskan itu.


“Syang, mereka lucu ya” gumam Manda, mengusap lembut pipi


anaknya bergantian.


“Iya, seperti mamanya juga lucu” Goda Aron, mencubit pipi


Manda.


“kalau papanya ityu laki-laki paling ngeselin” gumam Manda


menggoda.


“Syang, sepertinya mereka sudah tidur lagi. Lebih baik


sekarang kamu tidurkan mereka di boks tidur mereka saja ya” ucap Aron.


Manda melihat wajah anaknya yang lucu saat tidur, dengan


segera meletakkan dalam bok kotak tempat tidur ke dua anaknya.


“Oya, tadi Duke dan ia pergi kemana ya” tanya Manda yang


mulai khawatir dengan anaknya.


“Kamu kangen sama mereka ya?” tanya Aron duduk di ranjang,


ia menarik tubuh istrinya itu ke dalam pangkuannya. Dengan tangan merengkuh


erat pinggang Manda mesra.


“Iya, kangen. Gimana gak kangen syang, biasanya kalau kamu


kerja, sekarang ya Lia dan Duke yang menghiburku saat mereka sudah pulang sekolah.


Dan dua hari semenjak aku lahiran. Mereka belum masuk sekolah. Dan setai


menemani aku syang” ucap Manda.


“Iya, aku tahu. Mereka juga oengobat lelah kamu” gumam Aron,


memeluk Manda dengan tangan Aron yang perlahan sudah berani mmenyelip di balik


kain ke atas.


“Boleh pegang ya syang” ucap Aron, hanya di balas dengan senyuman tipis oleh Manda. Tanpa penolakan dari Manda sama sekali. Aron, mengusapnya lembut membuat Manda terdiam, menikmatinya.


“Jangan bergerak syang?” ucap Aron.


“Memangnya kenapa?” tanya Manda, melirik ke arah Aron.

__ADS_1


“Masak kamu gak tahu syang” ucap Aron, hanya tersenyum tanpa mengucapkan apa-apa.


“Suami ku ini baru saja anaknya tidur lagi, sudah mulai nakal ya.” Gumam Manda, mecubit pipi Aron.


“Lagian ada peluang nerusin yang kemarin malam syang. Dan Duke sama Lia juga gak ada, jadi rumah sepi, kita bisa melanjutkan kemarin malam yang tertunda.” Kata Aron menjelaskan.


“Emangnya kita mau ngapain syang” gumam Mnada. “Aku masih sakit, jadi gak mau berhubungan dulu. Baru beberapa hari lahiran, rasa nyeri


masih ada syang, jadi kau gak mau dulu berhubungan”


“Baiklah, kalau gak mau. Aku juga paha syang, lagian aku hanya ingin pegang saja syang, setelah itu tidur berdua. Aku ngantuk” gumam Aron.


“Jam sidini suah ngantuk?” tanya Manda.


“Iya, kemarin kita bergatian jaga anak-anak. Sekarang aku masih ngantu, tapi aku mau tidur kalau di dalam dekapan istri aku,” ucap Aron dengan manjanya, megecup pipi Manda.


“Mulai lagi sekarang manjanya suami aku” gumam Manda, mengusap rambut Aron.


“Aku itu memang pengan di manja kalau sama istriku tersayang ini, kamu itu bagian dari hidup aku syang. Pelangkap hidupku. Jadi kalau kita


jauh, kita saling marah, ada yang bilang dalam diri aku. dan pekerjaan banyak di kantor, membuat aku jarang bisa memanjakan mu. Dan sekarang lagi libur kerja aku akan memanjakan mu” ucap Aron, memegang ke dua pipi manda, mengecup


bibirnya mesra.


Di balas dengan Mnada yang kini sudah semain bernai dengan Aron, ia mendorong tibuh Aron hingga berbaring di ranjang, mereka saling mengecup mesra, merengkuh, erat  berguling-guling di ranjangnya. Sebuah kemesraan yang saling mereka


rindukan. Sejak hamil anak ke dua mereka tidak pernah bisa mesra seperti itu di


ranjang, hanya bisa saling mengecup satu sama lain.


Tangan Aron sudah mulai nakal sama seperti pertama mereka menikah, namun kini tanpa paksaan lagi tidak seperti dulu. Yang membuat Manda pernah menderita di tanganya. Di balas dengan suara berat manda membuat Aron


semakin menjadi, meski tidak bisa berhubungan. Ia hany bisa melakukan apa yang


bisa ia lakukan dengan Manda saat ini.


Tokk... tokk.. tokk..


Seketika Aron mengakhiri permainan tangan nakalnya. Ia beranjak duduk, merapikan kembali baju Manda, dan mengusap lembut rambut Manda yang


terlihat berantakan.


Manda duduk mentap wajah Aron di depannya, yang terlihat


bergitu perhatiannya dengan dirinya. Wanita itu, memegang ke dua pipi Aron,


lalu mengecup bibir Aron beberapa detik.


“Suami ku yang paling aku cinta, bahkan sangat aku cinta.


Berkat kamu kita sudah punya tiga anak. Yang sudah aku lahirkan normal” ucap


Manda, mengusap ujung kepala Aron, agak mengaak-acak rambutnya, membuat rambut


Aron yang semula sudah berantakan jadi tabah berantakkan.


“Iya, sekarang tanya siapa yang datang” ucap Aron pada Manda


“Ada apa bi?’ tanya Manda.


“Non, Vina datang non, dia sudha menunggu di ruang tamu”


ucap pembantu Manda.


“Baik bi, aku akan segera keluar” ucap Manda


“Syang ada Vina. Sekarang kita keluar dulu ya. Atau aku saja

__ADS_1


yang keluar menemuinya.” Ucap Manda.


“Baiklah, tapi ada satu syarat kamu pergi dari sini” ucap


Aron menggoda, denganjemari tangan mengusap pipi Manda.


“Apa syang, cepetan. Nanti Vina keburu lama menungu ku” ucap


Manda.


“Kecup aku. Di bibir, lima menit saja, setelah itu pergi.


Dari pada taman kamu menunggu lama” ucap Aron, yang memang belum puas dengan


kecupanya di ranjang tadi.


“baiklah, tapi hanya bentar ya. Lima menit gak lebih” ucap


Mnad, yang langsung menarik kepala Aton mendekat ke arahya, ia mulai mengecup


bibir Aron, tanpa balasan dari Aron. Aron memang membiarkan Manda yang memainkan


bibrinya sendiri. Ia ingin melihat sebarapa mahirnya dia sekarang.


Manda melepaskan kecupannya, dan megusap bibirmya dengan


punggung tanganya. Ternyata kamu mahir juga syang’ ucap Aton.


“buaknya kamu yang ajari aku. Udah sekarang aku mau pergi. Vina


sudah lama menunggu aku di bawah. Nanti kamu bisa lanjut lagi” gumam Manda,


bergegas pergi  meniggalkan ke dua anaknya


dan Aron.


```


“Vin, kamu sudah menunguunkama ya” ucap Manda berjalan mendekati Vina yang duduk tanpa eskpresi di wajahnya.


“Gak, kok Da” ucap Vina, datar”


Manda duduk di samping Vina, memegang pundak Vina. “Apa kamu ada masalah?” tanya Manda.


“Vina hanya diam, ia memelauk sahabtanya itu snagat erat, dan tangisan seakan pecah membasahi pipinya.


Manda terlihat bingung dengan pelukan tiba-tiba dari Vina, dengan suara tangisan Vina yang semakin sesegukan, Manda semakin bingung di


buatnya.


“Vin!!” panggil manda, memegang ke dua bahu Vina, melepaskan pelukan Vina padanya.


Manda mantap wajah Vina, yang menunduk ke bawah, an air mata yang terus menetes di matanya.


“Da, Aku akan pergi, dan mungkin aku gak tahu. Kapan kita akan bertemu lagi” ucap Vina, seketika membuat Manda terkejut, tak percaya


dengan apa yang di katakan Vina itu.


“Apa kamu berkata jujur, atau hanya kamu mau berbohong padaku Vin.” Uca Manda yang masih tidak percaya.


“Aku jujur, Da. mungkin ini terakhir aku di sini, besok sore aku akan pergi” ucap Vina.


“Kenapa mendadak sekali?” tanya Manda


“Orang tua aku yang pindah kerja di sana. Mereka mendirikan perusahaan di sana, jadi aku harus pindah iku mereka juga” ucap Vina, yang


terus menunduk.

__ADS_1


Ia tidak mau cerita, tentang apa sebenarnya yang terjadi pada Manda. Kalau sebenarnya alasannya bukan hanya orang tuanya yang pindah.


Tapi ia juga ingin pindah karena Albert.


__ADS_2