Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Episode 226


__ADS_3

“Aku bukannya menolak kamu Manda, tapi ijinkan aku untuk


memikirkanya lebih dulu. Biarkan aku mengetahui apa keputusan yang aku mabil


kemudian. Aku juga gak mau jika aku menikah karena terpaksa.” Ucap Kesha.


“Iya aku tahu, aku juga gak akan menolak apa yang akan jadi keputusan kamu Sha” ucap Aron.


“Baiklah, sekarang lupakan semuanya. Oya, mana Vino? Apa dia


bersama dengan anak-anak?” tanya Manda yang tidak melihat Aron di kamar


anaknya.


“Sepertinya dia pergi saat mendengar kamu berbicara dengan


Kesha tadi” sambung Aron.


“Dasar itu anak!!” gumam Manda kesal, gimana bisa ia


tiba-tiba pergi tanpa mendengarkan apa yang ia katakan dengan Kesha. Padahal,


itu juga untuk kebahagiaanya.


Tak lama Vino kembali dengan lima gelas orange juice di atas


nampan, bersama dengan Duke dan Lia yang berjalan di sampingnya.


“Maaf tadi aku pergi, habisnya aku tadi haus. Kak Aron bawa


makanan gak bawa minuman sama sekali” gumam Vino meletakkan orange juice di


atas meja.


"Syang anak aku laki-laki apa perempuan?" tanya Manda, pada Aron yang sibuk menatap baby barunya.


"Laki-laki semua syang" ucap Aron.


"Aku kira ada yang perempuan syang" ucap Manda. Ia memang awalnya ingin punya anak perempuan juga. Dari kandungannya sendiri. Tapi, takdir berkata lain. Padahal dalam USG Anak mereka laki-laki perempuan.


Aron berjalan mendekati Manda, tersenyum tipis mengusap rambut Manda. "Syang kita memang sudah di takdirkan punya anak laki-laki. Jadi kita hanya tetima saja ya. Lagian kita juga sudah punya anak angkat perempuan yang cantik" gumam Aron, mencoba mengingatkan Manda.


"Iya syang. Mereka tampan-tampan ya?" tanya Manda.

__ADS_1


"Pasti dong, seperti papanya" gumam Aron penuh percaya diri.


Manda memukul tangan Aron, "Ih.. Tampan dari mana?" ucap Manda mengerutkan alisnya.


"Dari lahir syang!!" ucap Manda.


Aron dan Manda saling berbincang satu sama lain. Tiba-tiba Kesha datang bersama dengan Vino dan ke dua anak Manda.


"Mama!! Mana adek baru" teriak Duke, berlari masuk ke dalam kamar Manda.


"Jangan ganggu syang. Adek baru Duke masih tidur." ucap Manda.


"Manda ini anak kamu, lucu banget" ucap Kesha, memegang pipi baby menggemaskan Manda.


"Oya namanya siapa?" tanya Vino, ia berdiri di samping Kesha.


Manda terdiam, melirik ke arah Aron. "Syang namanya siapa mereka?" tanya Manda.


"Axcel Adelio dan brandon baylor. Gimana bagus gak syang" tanya Manda


"Bagus syang. Tapi yang namanya Axcel yang lahir pertama syang." ucap Manda.


"Wah.. bagus banget Da, namanya cocok denfan mereka. " ucap Kesha. Yang terliaht sangat senang dengan anak laki-laki.


"Labih baik buat sendiri" sindir Vino.


"Tinggal kita ceapt nikah terua buat adek" goda Vino.


"Gampang banget bilangnya. Lagian siapa yang amu menikah denganmu" jawab kesha jutek.


"Kenapa, kamu akan daot baby tampan seperti itu jika menikah denganku" Vino semakin menggoda Kesha, berdiri di sampingnya.


"Eh.. Emangnya bisa hanya menikah denganmu dapag **** lucu. Yang ada baby besar yang ngeselin" Ucap Vina meninggikan suaranya, menarik salah satu alisnya dengan salah satu tangannya berkacak pinggang, menatap Vino


"Kamu kan belum tahu. Gimana kalau kita coba" Vino tak berhenti menggoda Kesha yang semakin menggemaskan baginya.


"Memang aku belum tahu, tapi aku gak mau tahu tentang itu. Aku akan menikah dengan pilihan aku." jawab Kesha tegas, tanpa menatap Vino.


Vino menggerakkan kepalanya sembilan puluh derajat menatap Kesha. "Apa kamu yakin dengan apa yang kamu katakan?" tanya Vino, menaeik ke dua alisnya ke atas, dengan kedipan mata menggoda khas dirinya.


"Jauhkan wajah kamu dariku" Kesha, memegang wajah Vino, menutupnya dengan telapak tangannya, mendorong menjauh darinya.


Manda dan Aron hanya diam, melihat perdebatan mereka. Dengan wajah tak berhenti tersenyum.

__ADS_1


"Syang lihat deh mereka. Lucu juga ya!!" ucap Manda.


"Iya!! Sepertinya aku harus menikahkan mereka secepatnya. Dan kamu juga harus bantu aku juga" ucap Vino.


"Baiklah, pasti aku akan bantu, yang terbaik buat Vino dan Kesha syang," gumam Manda, memegang lengan Aron.


"Oya, kamu mau makan gak. Aku ambilkan makan ya, aku suapi kamu. Atau kamu mau masakan aku syang" tawar Aron, yang jemarinya tak berhenti mengusap lembut rambut Manda.


"Boleh juga syang." ucap Manda antusias.


"Wah aku juga mau dong" Sambung Kesha, yang mendengar pembicaraan Aron dan Manda.


"Aku juga kak. Yang enak ya" Saut Vino.


"Eh.. enak saja masak sendiri. Dan kamu Kesha katanya mau menikah. juga harus berlajar masak" sindir Aron.


"Bener tuh, nanti kalau aku jadi suami kamu siapa yang masak untukku " sambung Vino.


"Ih.. jangan kepedean ya.. Lagian aku itu gak mau menikah denganmu" ucap Kesha, melemparkan pandangannya berlawanan Arah. Dengan ke dua tangan bersendekap.


"Bener gak mau menikah denganku?" tanya Vino. "Jangan nyesel ya kalau aku menikah dengan wanita lain. Mungkin bulan depan aku menikah" goda Vino, memalingkan wakahnya jutek.


Kesha sontak menoleh. "Emangnya dengan siapa kamu menikah?" Kesha semakin penasaran di buatnya.


"Dengan seseorang yang sangat aku sayangi. Dan dia juga sangat tulus sayang dengan aku." ucap Vino, semakin membuat Kesha merasa terbakar api cemburu.


Kesha mengerutkan bibirnya memutarnya kesal, dengan tayapan dingin ke arah Vino. "Oo.. Baik kalau gitu. Selamat ya!!" ucap Kesha, mengulurkan tangannya ke arah Vino. dengan wajah sangat dingin sekana menyembunyikan sakit hati yang sudah lama terpendam dalam dirinya. Tapi ia tidak mau mengungkapkan hal itu.


Aron mendengar perdebatan mereka. Ia segera pergi dari pada mendengarkan perdebatan orang yang buat gerah telinganya.


Vino menerima uluran tangan Kesha. "Kamu juga selamat ya!!" ucap Vino, dengan kedipan mata menggoda.


"Udah-udah jangan berantem terus. Masak kalian jika menikah akan terus seperti ini" goda Manda, dengan senyum tipisnya.


"Kakak juga mau jika kamu itu harus lebih rimantis lagi dengan Kesha. Takhlukkan hati Kesha, agar dia tambah cinta dengan kamu" sambung Aron.


"Emm.. kakak setuju nih, kalau aku menikah dengan Kesha. Tinggal tunjukan saja tanggal dan tempat resepsinya nanti." ucap Vino, mendekatkan wajahnya ke arah kesha.


"Apaan, aku sudha bilang seribu kali, jika aku itu hak amu menikah dengan kamu." jawa Kesha, mendorong tubuh Vino menjauh darinya.


"Dan aku lebih yakin, ke depannya. Seribu kali aku tawarkan kamu untuk menikah. Kamu juga tidak akan pernah menolaknya" goda Vino. Bergegas pergi, menghampiri Duke dan Lia yang duduk di sifa, menikmati orange juice yang baru ia buat tadi.


"Paman minta!!" ucap Vino, duduk di samping Duke.

__ADS_1


Vino segera mengambil satu gelas minuman di depannya. Meneguknya perlahan, melegakan tenggorokannya yang terasa sangat kering.


"Kalian minum dulu, jangan terlalu tegang" ucap Vino, meletakkan kembali minumannya.


__ADS_2