Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Episode 244


__ADS_3

“Vin, yan kamu katakan itu benar kan? Bukan masalah lain


yang selama ini kamu pendam? Atau kamu marah dengan aku” tanya Manda yang


terlihat khawatir dengan keadaan vina selama ini. Ia tahu cinta Vina tidak


pernah bisa bersatu dari dulu, namun banyak sekali halangan yang menganggu


mereka. Dan sekarang sepertinya ada masalah yang membuat ia benar-benar terpukul.


Ia juga takut jika Vina marah dengannya.


Vina mengusap air matanya, ia mencoba tersenyum di hadapan


Manda.


“Gak, ada da. Hanya orang tua aku yang ajak aku mendadak


pindah. Jadi aku mau gak mau, juga harus ikut pindah mereka” ucap Vina, mencoba


beralasan.


Manda yang tidak tau alasan sebenarnya, ia hanya menarik


napasnya dalam-dalam, mencoba menenangkan perasaan Vina saat ini.


“Ya, sudah kalau gak ada masalah lain, aku itu khawatir dengan


kamu. Kalu kamu ada masalah, bilang sama aku ya. Aku gak mau kamu menyimpan


perasan kesal kamu dengan orang lain kamu penda sendiri.” Ucap Manda mengusap


lembut rambut Vina.


“Udah kamu jangan Khawatir ya, aku gak apa-apa kok.” Ucap Vina,


mencoba terpaksa tersenyum di hadapan manda.


“Oya, soal kemarin aku minta maaf ya, Vin. Aku gak tahu


kalau aku tiba-tiba melahirkan. Padahal aku baru ajak makan kue buatan suami aku.


Eh langsung lahiran” ucap Manda, “Padahal kemarin, aku juga ajak semuanya tapi


gak jadi berangkat.” Lanjutnya.


Maaf Vin, aku memang sengaja membuat kamu dekat dengan


Slbert lagi. Karena aku gak mau kamu sakit hati mengharapkan Vino. Yang akan


segera manikah dengan Vina. Aku tidak mau melihat sahabat aku sedih gara-gara


cinta. Aku mau kamu bahagia, Vin.pikir Manda, yang masih terus mengusap rambut


Vina lembaut dengan senyum tipis memandang wajah cantik Vina.


“Gak, apa-apa, Da. Kunjuga kemarin lagi gak ada kejaan ya


sekalian saja liburan, di sana. Cari tempat hiburan yang bikin pikiran tenang.”


ucap Vina.


“Terus gimana hubungan kamu dengan Albert, apa kamu di sana


bertemu dengannya? Terus apa dia masih marah-marah lagi saat bertemu dengan


kamu? Atau kalian masih sama ya, seperti tikus dan kucing” tanya Manda tak ada


jeda sama sekali. Vina mendengar nama Albert seakan sudah tidak mau


mendengarnya, ia benar-benar sudah sangat marah dengan apa yang suda di lakukan


Abert padanya. Tapi Vina tidak mau menyalahkan Manda, lagian Manda gak salah.


Yang salah adalah Albert. Dia yang memulai semuanya, dia yang membuat aku jadi


semakin benci dengannya, dia juga yang mempermainkan persaanku. Pikir Vina.


“Vin, kenapa kamu diam?” apa dia marah-marah dengn kamu?”

__ADS_1


tanya Manda yang mulai khawatir lagi dengan Vina. “kalau iya, dia cari


gara-gara lagi dengan kamu. Aku akan memarahi dia, besok aku akan emnyuruh dia


ke sini, dan memarahi dia habis-habisan. Aku gak mau jika teman aku ini di


sakiti lagi” lanjut Manda


“udah da, aku gak apa-apa. Aku kemarin bertemu dengan albert,


baik-aik saja gak ada pertengkaran di antara kita. Hanya saling berbimcang,


memandang pantai, dan..” ucapan Bina terhenti seketika, saat mengingat itu,


malam itu, malam yang membuat ia hilang semuanya.


“Dan, apa?” tanya Manda semakin penasaran”


“Iya, da, Aku akan selalu ingat apa kata kamu.


“udah gak usah Di bahas da. Oya Vino katanya ada di rumah


ini ya. Sekarang di mana dia?” tanya Vina, yang memang dari tadi tidak melihat


Vino sama sekali.


“Vino dan Kesha pergi, sama Duke dan Lia entah kemana


perginya mereka. Aku juga gak tahu, sudah hampir 3 jam mereka pergi. Tapi belum


juga pulang”


“Oo.. mereka sekarang sudah baikan ya. Kapan rencana mereka


akan menikah?” tanya Vina.


“Aku gak tahu, semua tergantung mereka. Mereka yang jalani


cinta mereka. Dan Lagian baru kemarin dia balikan dengan Kesha.” Ucap Manda,


melirik ke arah Vina di sampingnya yang hanya diam menunduk. “Apa kamu


“enggak, aku hanya bangga saja, mereka sudah bisa bersatu


sekarang. Dan aku harap mereka cepat menikah, agar tidak yang mengganggu


hubungan mereka lagi”


“Aku harap juga begitu, tapi aku juga gak tahu. Aton , suami


ku juga sudah siapkan semuanya buat pernikahan mereka.”


“Wa,,, syang sekali aku gak bisa ikut datang ke acara


pernikahan mereka nantinya.”


“Gak, apa-apa” ucap Manda mengusap punggung Vina.


“Tapi, kamu benar gak apa-apa kan mendengar kabar itu?”


tanya Manda lagi.


“Iya, aku gak apa-apa” ucap Vina tegas. “Udah, kamu gak usah


pikirin aku, Da. Yang penting aku mendengar semua orang yang pernah ada dalam


hatiku bahagia. Aku juga sudah bahagia” ucap Vina. Membuat Manda, langsung


memeluknya erat.


“Kamu sabar ya, Vin. Aku yakin jika suatu sata ada laki-laki


yang akan datang memohon cinta padamu’” ucap Manda.


“Iya, Da. Semoga saja begitu. Aku berharap begitu” gumam


Vina, tersenyum tipis, dan. Tes...


Air mata tiba-tiba menetes lagi di mataya. Dengan sigap Vina

__ADS_1


mengusap air matanya sebelum Manda tah, dan malah membuat ia kepikiran natinya.


Vina melepaskan pelukannya mentap ke arah Manda. “Oya, Da. tapi


sekarang aku mau bilang sesuatu padamu’ Ucap Vina.


“Mau bilang apa, katakan saja Vin” ucap Manda yang terlihat


panik.


Vina tersenyum tipis. “ jika aku ingin melihat anak kamu”


ucap Vina, membuat Manda menarik napasnya kesal. Ia mengira Vina akan berbicara


sesuatu yang penting.


“kenapa kamu tegang gitu, lagian sekali-sekali hiburan, Da”


gumam Vina.


“Aku kira kamu bicara serius,” ucap Manda.


“udah, mana anak kamu. Aku mau lihat, ponakan aku yang


tampan pastinya” ucap Vina antusias.


Dia di kamar sekarang dengan papanya. Kalau kamu mau melihat


sekarang kita ke atas.”ucap Manda,bergegas berdiri.


“Baiklah” Vina beranjak berdiiri mengikuti langkah kaki


Manda menuju ke kamarnya. Manda perlahan membuka pintu kamarnya, melihat Aron


terbaring lagi di rajangnya.


“Haahh.. suamiaku memang seperti itu, Vin. Aku bangunkan dia


dulu” ucap Manda, yang beranjak merangkak ke ranjangnya.


“kamu lihat anak aku ada di boks” ucap Manda.


“Mereka kembar?” tanya Vina.


“Iya,”


“Waahh... lucu ya, kalau punya anak kembar gini” ucap Vina,


mengusap ke dua pipi anaknya itu.


“Tapi, mereka tidak kembar identik. Hanya saja lahirnya


bersamaan, hanya selang beberapa menit saja” ucap Manda.


“Tapi, mereka semua tampan dan ucu Da.” Ucap Vina.


Manda segera membangunkan Aron lebih dulu, ia tidak mau jika


Aron terus saja tidur di saat ada tamu. “Syang, bangun!!” ucap manda,


menggoyang-goyangkan tubuh Aron.


‘Syang, cepat bangun” ucap Manda lagi.


"Apa, syang. Aku masih ngantuk" gumam Aron.


"Ada Vina, syang. sekarang kamu cepat bangun" ucap Manda.


"hmmmm ... masih males syang"


"Bangun gak?" tanya Manda semakin meninggikan suara,


"Iya, iya aku bangun" gumam Aron, beranjak duduk menatap ke arah Manda sejenak. Mengusap ujung kepala manda. "Kamu itu ngeselin *** aku cinta" gumam Aron.


ia melirik ke arah anaknya. "eh.. Sha.. Sudah lama?" tanya Aron.


"Baru saja" ucap Vina pada Aron.


"ya sudah kalian di sini saja ya. Aku mau mandi di kamar Duke." ucap Aron bergegas pergi dari kamar Manda.

__ADS_1


__ADS_2