
“Vin, yan kamu katakan itu benar kan? Bukan masalah lain
yang selama ini kamu pendam? Atau kamu marah dengan aku” tanya Manda yang
terlihat khawatir dengan keadaan vina selama ini. Ia tahu cinta Vina tidak
pernah bisa bersatu dari dulu, namun banyak sekali halangan yang menganggu
mereka. Dan sekarang sepertinya ada masalah yang membuat ia benar-benar terpukul.
Ia juga takut jika Vina marah dengannya.
Vina mengusap air matanya, ia mencoba tersenyum di hadapan
Manda.
“Gak, ada da. Hanya orang tua aku yang ajak aku mendadak
pindah. Jadi aku mau gak mau, juga harus ikut pindah mereka” ucap Vina, mencoba
beralasan.
Manda yang tidak tau alasan sebenarnya, ia hanya menarik
napasnya dalam-dalam, mencoba menenangkan perasaan Vina saat ini.
“Ya, sudah kalau gak ada masalah lain, aku itu khawatir dengan
kamu. Kalu kamu ada masalah, bilang sama aku ya. Aku gak mau kamu menyimpan
perasan kesal kamu dengan orang lain kamu penda sendiri.” Ucap Manda mengusap
lembut rambut Vina.
“Udah kamu jangan Khawatir ya, aku gak apa-apa kok.” Ucap Vina,
mencoba terpaksa tersenyum di hadapan manda.
“Oya, soal kemarin aku minta maaf ya, Vin. Aku gak tahu
kalau aku tiba-tiba melahirkan. Padahal aku baru ajak makan kue buatan suami aku.
Eh langsung lahiran” ucap Manda, “Padahal kemarin, aku juga ajak semuanya tapi
gak jadi berangkat.” Lanjutnya.
Maaf Vin, aku memang sengaja membuat kamu dekat dengan
Slbert lagi. Karena aku gak mau kamu sakit hati mengharapkan Vino. Yang akan
segera manikah dengan Vina. Aku tidak mau melihat sahabat aku sedih gara-gara
cinta. Aku mau kamu bahagia, Vin.pikir Manda, yang masih terus mengusap rambut
Vina lembaut dengan senyum tipis memandang wajah cantik Vina.
“Gak, apa-apa, Da. Kunjuga kemarin lagi gak ada kejaan ya
sekalian saja liburan, di sana. Cari tempat hiburan yang bikin pikiran tenang.”
ucap Vina.
“Terus gimana hubungan kamu dengan Albert, apa kamu di sana
bertemu dengannya? Terus apa dia masih marah-marah lagi saat bertemu dengan
kamu? Atau kalian masih sama ya, seperti tikus dan kucing” tanya Manda tak ada
jeda sama sekali. Vina mendengar nama Albert seakan sudah tidak mau
mendengarnya, ia benar-benar sudah sangat marah dengan apa yang suda di lakukan
Abert padanya. Tapi Vina tidak mau menyalahkan Manda, lagian Manda gak salah.
Yang salah adalah Albert. Dia yang memulai semuanya, dia yang membuat aku jadi
semakin benci dengannya, dia juga yang mempermainkan persaanku. Pikir Vina.
“Vin, kenapa kamu diam?” apa dia marah-marah dengn kamu?”
__ADS_1
tanya Manda yang mulai khawatir lagi dengan Vina. “kalau iya, dia cari
gara-gara lagi dengan kamu. Aku akan memarahi dia, besok aku akan emnyuruh dia
ke sini, dan memarahi dia habis-habisan. Aku gak mau jika teman aku ini di
sakiti lagi” lanjut Manda
“udah da, aku gak apa-apa. Aku kemarin bertemu dengan albert,
baik-aik saja gak ada pertengkaran di antara kita. Hanya saling berbimcang,
memandang pantai, dan..” ucapan Bina terhenti seketika, saat mengingat itu,
malam itu, malam yang membuat ia hilang semuanya.
“Dan, apa?” tanya Manda semakin penasaran”
“Iya, da, Aku akan selalu ingat apa kata kamu.
“udah gak usah Di bahas da. Oya Vino katanya ada di rumah
ini ya. Sekarang di mana dia?” tanya Vina, yang memang dari tadi tidak melihat
Vino sama sekali.
“Vino dan Kesha pergi, sama Duke dan Lia entah kemana
perginya mereka. Aku juga gak tahu, sudah hampir 3 jam mereka pergi. Tapi belum
juga pulang”
“Oo.. mereka sekarang sudah baikan ya. Kapan rencana mereka
akan menikah?” tanya Vina.
“Aku gak tahu, semua tergantung mereka. Mereka yang jalani
cinta mereka. Dan Lagian baru kemarin dia balikan dengan Kesha.” Ucap Manda,
melirik ke arah Vina di sampingnya yang hanya diam menunduk. “Apa kamu
“enggak, aku hanya bangga saja, mereka sudah bisa bersatu
sekarang. Dan aku harap mereka cepat menikah, agar tidak yang mengganggu
hubungan mereka lagi”
“Aku harap juga begitu, tapi aku juga gak tahu. Aton , suami
ku juga sudah siapkan semuanya buat pernikahan mereka.”
“Wa,,, syang sekali aku gak bisa ikut datang ke acara
pernikahan mereka nantinya.”
“Gak, apa-apa” ucap Manda mengusap punggung Vina.
“Tapi, kamu benar gak apa-apa kan mendengar kabar itu?”
tanya Manda lagi.
“Iya, aku gak apa-apa” ucap Vina tegas. “Udah, kamu gak usah
pikirin aku, Da. Yang penting aku mendengar semua orang yang pernah ada dalam
hatiku bahagia. Aku juga sudah bahagia” ucap Vina. Membuat Manda, langsung
memeluknya erat.
“Kamu sabar ya, Vin. Aku yakin jika suatu sata ada laki-laki
yang akan datang memohon cinta padamu’” ucap Manda.
“Iya, Da. Semoga saja begitu. Aku berharap begitu” gumam
Vina, tersenyum tipis, dan. Tes...
Air mata tiba-tiba menetes lagi di mataya. Dengan sigap Vina
__ADS_1
mengusap air matanya sebelum Manda tah, dan malah membuat ia kepikiran natinya.
Vina melepaskan pelukannya mentap ke arah Manda. “Oya, Da. tapi
sekarang aku mau bilang sesuatu padamu’ Ucap Vina.
“Mau bilang apa, katakan saja Vin” ucap Manda yang terlihat
panik.
Vina tersenyum tipis. “ jika aku ingin melihat anak kamu”
ucap Vina, membuat Manda menarik napasnya kesal. Ia mengira Vina akan berbicara
sesuatu yang penting.
“kenapa kamu tegang gitu, lagian sekali-sekali hiburan, Da”
gumam Vina.
“Aku kira kamu bicara serius,” ucap Manda.
“udah, mana anak kamu. Aku mau lihat, ponakan aku yang
tampan pastinya” ucap Vina antusias.
Dia di kamar sekarang dengan papanya. Kalau kamu mau melihat
sekarang kita ke atas.”ucap Manda,bergegas berdiri.
“Baiklah” Vina beranjak berdiiri mengikuti langkah kaki
Manda menuju ke kamarnya. Manda perlahan membuka pintu kamarnya, melihat Aron
terbaring lagi di rajangnya.
“Haahh.. suamiaku memang seperti itu, Vin. Aku bangunkan dia
dulu” ucap Manda, yang beranjak merangkak ke ranjangnya.
“kamu lihat anak aku ada di boks” ucap Manda.
“Mereka kembar?” tanya Vina.
“Iya,”
“Waahh... lucu ya, kalau punya anak kembar gini” ucap Vina,
mengusap ke dua pipi anaknya itu.
“Tapi, mereka tidak kembar identik. Hanya saja lahirnya
bersamaan, hanya selang beberapa menit saja” ucap Manda.
“Tapi, mereka semua tampan dan ucu Da.” Ucap Vina.
Manda segera membangunkan Aron lebih dulu, ia tidak mau jika
Aron terus saja tidur di saat ada tamu. “Syang, bangun!!” ucap manda,
menggoyang-goyangkan tubuh Aron.
‘Syang, cepat bangun” ucap Manda lagi.
"Apa, syang. Aku masih ngantuk" gumam Aron.
"Ada Vina, syang. sekarang kamu cepat bangun" ucap Manda.
"hmmmm ... masih males syang"
"Bangun gak?" tanya Manda semakin meninggikan suara,
"Iya, iya aku bangun" gumam Aron, beranjak duduk menatap ke arah Manda sejenak. Mengusap ujung kepala manda. "Kamu itu ngeselin *** aku cinta" gumam Aron.
ia melirik ke arah anaknya. "eh.. Sha.. Sudah lama?" tanya Aron.
"Baru saja" ucap Vina pada Aron.
"ya sudah kalian di sini saja ya. Aku mau mandi di kamar Duke." ucap Aron bergegas pergi dari kamar Manda.
__ADS_1