
Sampai di sebuah acara, Aron membuka pintu mobil untuk Manda menyambutnya unatuk keluar,
seperti seorang putri yang turun dari kereta kencana. “Sayang, silahkan turun”gumam Aron, mengulurkan tangan ke arah Manda. Semua mata tertuju padanya mereka. Bahkan ada anak yang membicarakan Manda karena dia pernah sekolah di sana.
“Eh.. itu bukannya Manda ya?’tanya salah satu teman kelas Manda dulu.
“ternyata dia menikah, Jadi benar apa yang di berita.”saut yang lainnya.
“Denger-denger sampai dia jadi simpanan lagi”saut yang lainnya.
“Dan gara-gara dia juga, pemilik sekolahan ini. Harus cerai dengan istri pertamanya”sambung teman lainnya.
Manda yang mendengar ucapan itu hanya diam, berjalan ringan penuh senyum ramah mendekati
beberapa temannya itu. “Hai, apa kabar”sapa manda mengulurkan tanganya.
“Lagi bicarain aku ya, kalau kalian mau berbincang mengenai kehidupanku. Apa harus di
depanku. Lebih baik ngomongin di belakangku. Kalau aku tahu gini, aku bisa membuat kalian lebih malu lagi.”Ucap Manda membalikkan badannya. “Oya, satu lagi, Kalau aku jadi simpanan emangnya kenapa, apa kalian yang repot. Atau kalian iri padaku. Kalau iri coba deh, enak kok jadi simpanan orang kaya lagi”gumam Manda tersenyum sinis melirik ke arah temannya itu. Rasanya ingin sekal menmapar mulut mereka, tapi Mnada lebih memilih bebicara sinis untuk menghindari keributan di sekolah.
“Syang ada masalah”Tanya Aron, sekilas melirik ke arah teman Manda.
“Atau aku akan bereskan semuanya”lanjut Aron.
Semua anak beranjak pergi, berlari terbirit karena takut melihat Aron, yang dulunya
terkenal sangat sadis. Membuat semua orang yang menatap matanya tajam, langsung
terbirit dari tempatnya berdiri.
“Sudah syang gak usah, lagian ucapan gak penting itu gak usah di anggap. Lagian mereka
tidak menjalani hidup sama denganku, dan suka sekali nyinyir membicarakan
kehidupan orang lain”gumam Manda kesal.
Aron menggenggam tangan Mnada, mencoba menenangkan hatinya, yang merasa kesal akibat temannya yang
suka membicarakanya.
Vino dan Kesha, berjalan lebih dulu. Bahkan Vino mengenalkan Kesha kepada temannya yang
lainnya. Dia dan tak lupa mengenalkannya pada mantannya dulu. Meski Kesha terlihat tidak suka, tapi Vino merasa sangat penting jika Kesha tahu,agar dia tahu kalau dirinya sudah tidak suka
dengan mantannya itu.
__ADS_1
“Dia manna kamu itu”Tanya Kesha.
“Iya syang, cantikkan kamu kan?”ucap Vino menggoda.
“Jangan merayuku”gumam Kesha kesal.
“Emang benar syang kamu itu cantik”ucap Vino, mencolek pipi Kesha.
“Terus kalau cantik aku, kenapa kamu dulu selingkuh dariku. Saat kita jauh?”Tanya Kesha.
“Sudah gak usah bahas itu lagi syang. Sekarang amu sudah kenal semua kan, mantan aku
sekaligus teman aku, sekarang kamu mau duduk sebelah aku. Tau dengan Manda dan
kak Aron. Aku duduk di paling depan nanti”ucap Vino.
“Gak mau, aku malu dengan teman kamu. Lainya ini bukan sekolah aku. Aku duduk sama Manda
dan kak Aron saja ya”ucap Kesha.
“Baiklah, terserah kamu.”ucap Vino.
“Tapi jangan duduk di samping perempuan, harus dengan laki-laki. Awas saja alau kamu
dekat dengan wanita. Aku pukul kamu”ancam Kesha.
“iyalah”Kesha segera pergi meninggalkan Vino sendiri dan gabung dengan Aron dan Manda yang
duduk tidak jauh dari temat duduk vino hanya berjarak 3 baris.
Karena memang untuk wali murid dan murid tempat duduknya dipisahkan.
Acara demi acara di mulai, Manda sibuk dengan ponsel Aron, melihatsemua isi pesan dari
manajernya. Ya dulu ia tahu manajernya ada yang perempuan jadi dia ingin mengecek semua yang di bicarakan mereka. “Syang kamu kenpa sibuk sendiri?”Tanya Aron.
“Lihat pesan kau, ada rahasia lagi gak yang kamu tutupi dariku”ucap Manda.
Aron tersenyum, melihat Manda yang sekarang lebih over pada Aron, dia melihat semua ponsel Aron, setiapa ada yang enghubungi, harus di lihat Manda dulu baru boleh di angkat olehnya.
Lama acara berlangsung, Aron segera bersiap untuk pulang duluan. Sopir Aron sudah menunggu
di depan halaman sekolah, aron memang sengaja untuk memanggil sopirnya. Agar Vino bisa pergi dengan Kesha berdua. Lagian bentar lagi Mereka akan segera pergi untuk mendftarkan diri kuliah.
“Sayang, kita pulang sendiri, Vino dan Kesha gimana?”Tanya Manda.
__ADS_1
“Sudah masuk dulu syang kita bcara di dalam saja”ucap Aron, yang mulai masuk ke dalam
mobi.
“Biarkan mereka pergi berdua syang, kanapa kamu selalu ganggu mereka. Kasih kesempatan
mereka berdua. Biar mereka bisa memutuskan untuck jadi menikah atau menunggu setelah lulus kuliah. Agar Vino bisa bekerja lebih dulu”ucap Aron.
“iya, iya syang. Aku kan tadi hanya Tanya, siapa yang mengganggunya”gumam Manda. “Oya
kenapa kamu tadi gak bolehin aku makan sih syang, kan aku lapar”ucap manda kesal.
“Hari ini kamu mau ajak kamu makan di luar, aku gak mau kamu makan sembarangan. Biar
nanti aku pilihin makanan untuk kamu apa”ucap Aon.
“Baiklah, buruan sekarang. Aku sudah lapar banget ini”ucap Manda kesal.
“Iya bawelku”ucap Aron, mencibit hidung Manda.
Aron segera membawanya ke sebuah restaurant terdekat, mereka menikmati hidangan yang sudah
di pesan Aron. Tanpa perbolehkan Manda untuk lihat menu makanan.
“Huhh… akhirnya kenyang juga aku syang”ucap Manda mengusap perutnya. Ia suda duduk
kembali di mobil menyandarkanpunggungnya. “Syang tumben tadi pesan makanan enak”gumam
Mnada, menyandarkan kepalanya di bahu Aron.
“Sesekali kamu makan enak kan gak apa-apa syang, atau kamu hanya mau makan sayuran saja,
gimana?”
“Gak mau, kalau tiap hari aku makan seperti ini, suka syang”ucap Manda.
“Iya, syang. Oya besok lusa kamu sudah mulai home schooling ya syang, jadi kalau aku pergi ke kantor kau bisa belajar di rumah”ucap Aron, dngan jemari mengusap lebut rambut Manda.
“Wah siap syang, aku pasti akan semangat belajar, aku ingin kerja di tempat kamu juga
nantinya. Dan bisa sambil melihat kamu setiap hari bersama wanita lain apa enggak kalau di kantor”ucap Manda.
“Kamu ini syang, kenapa gak di rumah saja, urus anak.”ucap Aron.
“Bisa sambil urus anak di sana syang, lagian kalau anak sekolah. Aku gak ada temannya
__ADS_1
nati syang. Kalau kerja kan bisa sambil ngawasin kamu”ucap Manda.
“Anak kita belum lahir pikiran sudah jauh ke sana syang”ucap Aron, mengacak-acak rabut Manda yang tadinya sudah tertata rapi.