
Di lain sisi.
Kesha pergi dengan Albert hanya karena ia ingin mengucapkan terima kasih dengannya. Saat kejadian kemarin malam Albert terus menghubunginya. Ia tahu nomornya. Ia tahu dari teman kerjanya, sudah dari kemarin-kemarin Albert terus mengikuti Kesha bahkan sampai tahu di mana tempat kerjanya dan di mana ia kuliah sekarang. Meski perbedaan umur mereka dua tahum, ia tak menghalangi rasa sukanya dengan Kesha. Meski dia tahu jika Kesha suka dengan orang lain, ia ingin tetap mengejarnya, ia ia bisa berhasdil mendapatkan hatinya.
“Sha, kamu tutup mata dulu ya” ucap Albert, membuat Kesha bingung.
Kesha memincingkan matanya, dengan pandangan curiga pada Albert.
“kenapa harus tutup mata segala? Kamu mau ngapain aku emangnya?” tanya Kesha semakin curiga dengan Albert, ia tidak terlalu kenal Albert, pergi dengannya saja baru hari ini pantas saja ia curiga dengannya. Dan belum terlalu percaya padanya.
Albert tertawa kecil, melihat ekspresi wajah Kesha yang sepertinya takut denganya. “Kamu pasti takut aku akan berbuat macam-macam dengan kamu kan?” ucap Albert yang masih menahan tawanya. “Tenang saja, aku gak akan memegang kamu sama sekali. Aku gak akan macam-macam dengan kamu!! Percaya dengan aku, kalau memang aku sampai memegang kamu, kamu bisa menendang memukul apapun yang kamu bisa lakukan” Lanjutnya, mencoba menyakinkan Kesha agar percaya dengannya.
Kesha terdiam, ia yang sebenarnya masih ragu dengan Albert. Ia menatap wjah Albert sekilas, wajah yang sepertinya bisa dapat di percaya. Kesha menarik napasnya dalam, dalam dan menganggukan kepalanya, menuruti apa yang di katakan Albert.
Albert segera mengeluarkan penutup mata untuk Kesha, belum sempat memakaikan padanya. Kesha mentap ke arah Albert, dengan tangan menunjuk ke wajahnya
“Tapi ingat, jangan menyentuhk. Jaga jarak dengan ku, lima langkah dariku.” Ucap Kesha mengingatkan.
“Baiklah, tapi gimana kamu jalan kalau aku gak pegang tangan kamu. Percayalah aku gak alan menyentuh kamu. Aku hanya menuntun kamu, menunjukan padamu sesuatu yang sudah aku siapkan sejak kemarin.” Gumam Albert, menarik salah satu laisnya mentap ke arah Kesha.
Kesha menghela napas berat, “Baiklah, cepetan aku gak punya waktu lama, untuk lama-lama di luar dengamu” gumam Kesha yang sudah tidak betah terlalu lama berada di samping seorang pria yang tidak begitu ia kenal. Ia mulai memejamkan matanya.
Dengan segera Albert memakaikan penutup mata di mata indah Kesha.
__ADS_1
“Kamu tunggu sebentar?” ucap Albert bergegas turun, dan berlari memutari depam mobinya. Dengan segera ia membuka pintu mobil untuk Kesha. Dsan menuntunnya untuk menuju suatru tempat yang sudah di siapkan sebelumnya untuk memberi surprise untuk Kesha, ia berniat untuk menyatakan cintanya segera mungkin, sebelum orang lain menyatakn lebih dulu. Soal di tolak atau tidak, asalkan dia sudah menyatakan cintanya membuat hatinya lebih lega tak ada beban lagi.
Albert mengajak Kesha pergi ke suatu tempat, sebuah taman yang sangat luas, di hiasi berbagai bunga dan pepohonan rindang membuatnya sejuk. Ia sydah menyiapkan hiasan bunga, dan sebuah meja makan kengkap dengan makananya, tepatdi sebuah pohon besar.
“Kita mau kemana?” tanya Kesha memastikan.
“kamu duduklah dulu!!’ ucap Albert, menyuruh Kesha untuk duduk di kursi yang sudah ia siapkan.
Kesha menurutu apa yang di katakan Albert, dengan segera laki-laki itu membuka penutup mata Kesha. “sekarang bukalah mata kamu?” ucap Albert, memegang ke dua bahu Kesha.
Gadis itu perlahan membuka matanya lebar, ia terdiam apa yang ia lihat pertama kali, sebuah makanan mahal berada di depannya. Kesha memutar matanya, melihat sekelilingnya, sebuah pemain biola dan harpa, melantunkan paduan dua alat musikitu dengan irama musik yang sangat merdu. Mengiri mereka berdua, dan berbagai hiasan bunga yang menjalar di pohon dan sekaliling tempat di mana ia duduk ada rontokan kelopak bunga mawar merah. Sebua kejutan yang belum pernah ia rasakan sebelunya, bahkan Vino tidak pernah memberinya sebuah kejutan, Vino orang yang sangat cuek dalam hubungannya, ia tidak seromantis Albert.
Kesha hanya diam tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Bagi gadis seperti dia, jiaka menermia perlauan spesial dari seseorang pasti akan tersentuh dan kagum. Apalagi dia belum pernah merasakan jadi orang yang di spesialkan oleh laki-laki.
Kesha hanya tersenyum tipis tanpa menjawab apa yang di katakan Albert. Laki-laki itu duduk di depannya, mencoba meraih tangan Kesha, dan memegangnya erat.
“Aku ingin bicara sesuatu denganmu!!” ucap Albert.
“Bicara apa?” tanya Kesha, yang mulai menatap ke arah Albert, ke dua mta mereka saling tertuju dalam diam.
Albert terdiam, ia menahan dirinya lebih dulu agar tidak keceplosan untuk bocara lebih dulu, sebelum dia makan bersama dengannya. “Emm, sepertinya nantinsaja. Gimana kalau kita makan dulu!!” ucap Albert, melepaskan ke dua tangan Kesha, ia tidak menyangkah Kesha tidak menolak ia menyentuh tangannya. Dan ia berharap ini akan jadi sinyal baik untuk menyatakan cintanya.
“Kenapa kamu siapkan semua inoi untukku?” tanya Kesha mengungkapkan kejanggalan dalam hatinya.
__ADS_1
“Emangnya aku gak boleh ajak kamu makan di tempat terbuka seperti ini, suasana memang tidak seperti di pinggir pantai. Tapi setidaknya aku menyiakan semua ini, dari hiasan dan segalanya dari dua hari lalu” ucap Albert menjelaskan.
Kesha terdiam, gimana bisa laki-laki yang baru ia kenal harus melakukan hal konyol seperti ini, ia bahkan tidak begitu mengenal dia. Tapi dia benar-benar romantis membuat hati Kesha tersentuh dengannya. Tersentuh pada perjuangan yang dia lakukan untuknya.
Albert memegang tangan kanan Kesha, ia mengusapnya lembut denganjari jempolnya.
“Aku itu ingin menghibur kamu!! Dari pada kamu kelamaan sedih terus gara-gara cinta. Lebih baik nikmatin suasana seperti ini. Merasakan sejuknya udara di sekitar juga bisa membuat pikiranmu tenang” Kesha tersenyum tipis dan hanya menganggukkan kepalanya kecil. Ia melepaskan tanga Albert, dan mencoba merentangkan ke dua tangannya je samping, menutup ke dua matanya dan mulai merasakan udara di sekitarnya yang langsung masuk menyeruak ke dalam penciumannya, membuat pikirannya jadi lebih tenang untuk bisa berpikir jernih lagi.
Selesai melakukan mediasinya sebentar, untuk nenangin pikiran yang terus mengganggunya. Kesha mentap ke arah Albert deangan raut wajah yang berbeda dari pertama ia bertemu du rumah Mnada tadi, suasana yang terlihat lebih bahagia, dengan raut wajah lebih berseri dari biasanya, sekan ia berhasil menghhilangkan beban pikiran yang mengganggunya.
“Cantik!!’ ucap Albert dengan mulut sedikit terbuka, dan mata berbinar mebtap kagum wajah cantik Kesha di depanya.
Kesha memriringkan kepalnya empat puluh derataj mentap Albert yang terus menatapnya dengan pandnagna kosong. Ia mengibaskan tangannya ke depan wajah Albert. “Hai.. kamu gak apa-apa?” tanya Kesha memastikan. Sontak emmbuat Albert terkejut, dan spontan mengeluatkan jawabannya. “ Eh.. aku gak apa-apa og” gumam Albert, di balas dengan anggukan kecil dari Kesha.
“Apa kamu sekarang sudah sedikit tenang” lanjutnya memastikan.
“Udah makan, keburu makananya gak enak kalau terkena matahari, dan juga pasti banyak debu”
“baiklah!!”
Kesha dan Albert segera menikmati makanan lezat yang ada di depannya. Dengan di iringi alunan biola dan Harpa yang menyatu dalam satu musik membuat makan mereka jadi lebih berwarna dan semakin romantis.
__ADS_1