
Manda yang baru balik ke kantor Aron, ia berjalan menuju ruangan Aron menggendong Duke dan Lia yang sudah bisa jika jalan sendiri, ia jalan sendiri di gandeng Oleh Manda, dan menggemgamnya erat.
"Syang!" sapa Manda, membuka pintu ruangan Aron dan menatap ke arahnya.
Mendengar sapaan Manda Aron bangkit dari duduknya, berjalan menghampiri Manda.
"Syang, kamu dari mana saja? Aku khawatir dengan mu, aku dari tadi hubungi kamu, tapi nomor kamu gak aktif? dan sempat kirim chat tapi gak di buka dari tadi." ucap Aron. "Kamu gak apa-apa kan?"
"Aku gak buka ponsel sama sekali syang dari tadi. Syang aku gak apa-apa, kenapa kamu khawatir begitu? Emangnya ada apa?" tanya manda mematap Aron bingung, tiba-tiba ia khawatir berlebihan dengannya. Padahal biasanya tidak seperti ini.
Aron hanya diam tidak menjawab pertanyaan Manda, ia masih belum bisa bernapas lega, rasa khawatir masih menyelimuti hatinya.
"Anak kita dia mana?" tanya Aron.
Manda menatap Aron bingung, menyipitkan ke dua matanya, dan coba cek suhu tubuh suaminya itu.
"Kamu kenapa? Bukannya di sebelah aku anak kita Duke?" ucap Manda.
Aron meringis malu menatap Manda, ia tidak sadar jika Duke sudah turun dari gendongan Manda, dan berdiri di sampingnya. "papa khawatir dengan kamu syang!" ucap Aron. Pandangannya terhenti saat melihat anak kecil di samping Duke, dia sangat imut dan cantik. "Eh, bentar ini anak siapa syang?" tanya Aron pada Manda.
Ia tersenyum memeluk Duke.
Manda menggendong Pricilia, mencoba mengenalkan pada Aron. "Dia pricilia, dia sekarang jadi anak kita, kasihan syang dia sendiri di taman bermain, katanya ibunya ninggalin dia sama tasnya duduk di kursi taman."ucap Manda.
"Kenapa gak lapor polisi syang, biar dia bisa di bawa ibunya pergi, lagian ibunya harus bertanggung jawab sudah ninggalin dia di taman bermain sendiri" ucap Aron.
"Tapi syang...." Manda menghentikan ucapanya, saat Duke langsung menyambar pembicaraannya.
"Papa jangan, biarkan dia tinggal sama Duke"ucap Duke merengek memohon. "Jika ada dia Duke jadi punya teman baru, gak kesepian lagi syang"ucap Duke.
"Duke, kamu jangan begitu, kita harus lapor polisi dulu biar di tangani kasusnya. Kalau memang ibunya sudah gak ada, kita bisa ajak dia tinggal sama kita terus"ucap Aron.
"Iya, benar kata kamu syang, tapi biarkan dia tinggal sama kita sementara waktu, kasihan dia, mau tinggal di mana kalau kita tidak menolongnya" ucap Manda.
"Iya, gak apa-apa kalau kamu mau rawat dia juga, tapi kita gak punya baju anak cewek" gumam Aron.
"Gampang syang, kita bisa pesan nantinya, gak perlu belanja ke mall, kita pesan online saja ya, lagi malas keluar. hari ini kita langsung pulang saja ke rumah, lagian pekerjaan di rumah juga masih banyak. Kamu mau pulang sekarang atau tidak?" tanya Manda.
__ADS_1
Aron melirik jam tangan yang melingkar di tangannya, udah menunjukan pukul 17.00. Sudah sore, ya udah aku pulang dengan kalian, nanti pekerjaan bisa aku kerjakan di rumah dan tinggal kirim emaik ke menajer aku." gumam Aron.
"Ya, sudah ayo kita pulang, sekarang kita ada pekerjaan baru, menyiapkan kamar dadakan untuk Pricilia, teman baru Duke" ucap Manda.
"Siap syang" guman Aron.
"Duke senang gak sekarang punya teman baru?" tanya Aron.
"Senang pa, tapi kalau Duke jadi punya adik lagi juga gak apa-apa nanti teman Duke makin banyak"ucap Duke dengan nada polosnya.
Sedangkan Pricilia hanya diam, gadis kecil seusia dia sudah merasa malu harus tinggal dengan orang asing yang baru ia kenal.
"Oya, umur kamu berapa?" tanya Aron yang gak tahu sebenarnya Pricilia sudah berapa tahun. Ia mengira jika Lia masih sumuran dengan Duke.
"Emang dia sudah tahu syang, jika kamu tanya begitu, dia masih kecil dia gak tahu syang" ucap Manda.
"Aku tahu kok tante, aku umur 3 tahun"ucap gadis kecil itu.
"Ya, sudah sekarang kita pulang nanti kita bicarakan semuanya di rumah syang, ada jiga yang aku mau bicarakan padamu"ucap Aron.
"Baiklah" Aronsegera membawa Duke keluar dari ruangan kantornya, berjalan ringgan menggrndong Duke menuju ke parkiran kantor.
"zgak boleh, kamu harus ikut aku. Jangan ke depan sendiri"ucap Aron, yang merasa khawatir dengan Manda sekarang. apalgi si Fany tiba-tiba datang lagi dalam kehidupannya. Entah apa yang ia inginkan, tapi keluarganya sudah dalam penjara dia hanya tinggal bersama dengan suaminya.
Tapi Aron juga gak tahu siapa suaminya sebenarnya, hingga membuat ia nekat unyuk mengusik kehidupan Aron lagi.
"Emang kenapa syang?" tanya Manda.
"pokoknya gak boleh, udah sekarang ikuti aku ke parkiran" ucap Aron tegas.
"Iya, syang" ucap Manda.
----00----
pulang dari kantor, Manda langsung menuju ke dapur. Ia mencoba cek apakah para pembantunya sudah mulai masak atau belum, kalau memang belum ia ingin memasak untuk Aron dan anaknya, apalagi sekarang ada penghuni baru di rumahnya, yang bakalan jadi tenan Duke.
"Lia, Duk, kalian pergi ke kamar dulu ya" ucap manda.
__ADS_1
"Iya tente,?" ucap Lia.
"oya kamu lebih tua dari Duke, jaga dia ya, kalau bandel di bilangin"gumam Manda.
"Iya te"
"Manda kamu mau masak apa?" tanya Aron.
"Kamu masuk saja ke kamar, bawa anak-anak ke kamar, biar mereka mandi, dan sekalian pesankan pakaian untuk Lia" Manda mendorong tubuh Aron agar segera masuk ke kamarnya.
Lagian dia juga tidak tahu mau masak apa, dan pembantu juga sepertinya sudah masak, tapi hanya masak sayuran, belum lauk untuk mereka.
"Iya, syang." ucap Aron dengan kedipan menggoda.
"Syang entar jangan lupa ya?" ucap Aron, beranjak pergi meninggalkan Manda di dapur.
"Dasar aneh, lagian apa yang di bilang tadi, emangnya jangan lupa apa?" gerutu Manda.
"Dasar aneh"gumam Manda.
"Non biar saya yang masak"ucap pembantunya.
"Gak usah bi" gumam manda. "Udah kalian istirahat saja, atau jaga Duke di kamarnya ya"ucap Manda.
"Iya non"
-----000----
"Masak apa syang?" tanya Aron, memeluk tubuh Manda dari belakang, merengkuh erat pinggang Manda, dengan menyandarkan dagunya ke pindaknya.
"Masak chip and fisht, kamu suka gak? Hati ini aku gak masak soup" Manda ucap, yang masih fokus gorong kentaang, dengan tangan kiri memegang tangan Aron yang melingkar di perutnya.
"Hanya itu saja syang, trus yang di meja makan itu apa syang?" tanya Aron.
"Kalau itu Puding Yorkshire, ada irisan daging sapi tipis syang sama saos, coba deh pasti enak deh syang"guman Manda.
"Wah... sepertinya enak tu syang"ucap Aron.
__ADS_1
"Ya, pasti syang. oya, mana Duke dan Pricili?" tanya Manda.
"Dia di kamar sama pembantu, lagi main mereka" ucap Aron.