Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Ngidam Pasta


__ADS_3

Manda mendorong tubuh Aron menjauh darinya, "Jauh-jauh dariku.. " ungkap Manda. Beranjak berdiri, menutup mulutnya berlari ke kamar mandi.


"Hukkk.. hukk.."


Aron yang mengetahui istrinya mau muntah itu, ia berlari mengejar Manda masuk ke dalam kamar mandi.


"Kenapa sih selalu muntah-muntah, padahal aku mau cium kamu syang" Tanya Aron.


Manda hanya menggeleng, perutnya sekarang masih terasa sangat mual. Ia mencengkram erat tangan Aron manahan rasa mualnya yang semakin menjadi.


"Udah tahu aku sensitif syang, udah ku bilang jangan cium aku" ucap Manda mengerutkkan bibirnya.


Sengkraman tangan Manda semakin erat pada Aron. Namun Aron tak bisa berkutik, ia hanya bisa menelan ludahnya membiarkan Manda mencengkram tangannya, meskipun sakit.


Huakkk....


"Baiklah.." ungkap Aron kecewa." Eh.. tapi kalau jatah setiap malam masih bisa kan?" Ungkap Aron bercanda.


Manda menatap Aron tajam, "Minta jatah terus sih, bahkan istri kamu gak di kasih jatah bulanan" ucap Manda menegaskan memutar balikkan fakta. Ya, mau gimana lagi Aron memang belum pernah kasih uang jajan bulanan untuk Manda. Namun semua kebutuhannya sudah tersedia dalam hitungan detik.


"Baiklah, kalau kamu tiap hari mau, jadi ya tiap bulan aku kasih bulanan"Ucap Aron bercanda. Ia memang hanya ingin menjahili Manda tak lebih.


"Gak mau!!" Tegasnya singkat.


"Hukkss... huaksss.."Aron memijat tempurung Manda, sambil terus bergumam dalam hati, semoga masih tetap ada jatah buwat ku setiap hari.


"Kamu jahat Manda suami kamu minta gak kamu kasih" ucap Aron, wajahnya semakin cemberut, berharap Manda akan bersimpati dengannya.


Manda diam-diam terkagum dengan suaminya yang selalu bikin dia senang. Ia sekarang lebih suka bercanda, tertawa. Buka Aron yang serius seperti dulu.


"Syang udah belum muntahnya, aku cepek mijet kamu terus" ucap Aron dengan nada lemas. Dari tadi ia tak berhenti memijat pundak Manda.


"Bentar.... " gumam Manda, masih memegang perutnya yang terus mual. "Aku ambilkan minyak ya??, buwat ngusap perut kamu" ucap Aron. Ia merasa sangat capek kali ini. Berharap manda cepat selesai muntahnya.


"Udah-udah, aku mau tidur dulu" ucap Manda mengusir Aron dari sampingnya.


"Yah, ngambek lagi kan" ucap Aron mengikuti langkah Manda menuju ranjangnya.


"Tidur bareng ya, seranjang!" gumam Aron dengan tatapan menggoda pada Manda. Manda seketika melotot ke arah Aron.


"Apaan?, gak mau!!" ucap Manda menolak.

__ADS_1


"Kenapa?? Udah gak syang lagi sama suami kamu ya?" Tanya Aron dengan wajah di tekuk ke bawah. Ya, ia hanya bisa berdengus kesal mendengar penolakan dari Manda. Lagian kan ingin tidur seranjang berdua sebagai suami istri, gumam Aron.


"Siapa bilang gak syang, aku syang kok. Tapi aku gak mau dulu tidur seranjang" jawab Manda ia meninggikan kakinya jinjit meraih rambut Aron dan mengusapnya berkali-kali hingga berantakan. Ia tersenyum menggoda Aron kali ini.


Aron tersipu merasakan kelembutan sentuhan Manda.


"Terus kenapa kamu gak mau, kan sebagai suami istri wajar kalau aku minta lagi entar"ucap Aron semakin menggoda Manda. Ia tahu sebenarnya yang di maksud Manda bukan itu.


"Apaan sih.. gak, aku gak mau" gumam Manda menggelengkan kepalanya. Seraya ia baru saja membayangkan hal kotor dalam otaknya.


Aron memegang pinggang Manda,


"Apa yang kamu lakukan, lepaskan Aku"ucap Manda memberontak.


"Diamlah"Aron menutup mulut Manda dengan jari telunjuknya.


"Kalau kamu masih berbicara lagi aku akan mengecupmu sampai kamu gak bisa menolak lagi"Ucap Aron, seketika Manda menutup mulutnya dengan ke dua tangannya. Dan tatapan melotot ke arah Aron.


"Gak mau, gak mau..." Manda menggelengkan kepalanya.


Aron segera mengangkat tubuh mungil Manda berdiri ke atas ranjangnya seolah tanpa rasa beban sama sekali mengangkat tubuh mungil Manda. "Udah sekarang kamu kan tinngi, jadi gak usah jinjit lagi. Sekarang udah bisa cium aku, usap aku, peluk aku, dan sesukamu deh aku nurut" Gumam Aron menggoda.


Manda menatap Aron bingung, kali ini seperti bukan Aron. Lelaki di depannya ini benar-benar menggemaskan kalau sedang cemberut, romantis, maupun saat jahil. Benar-benar di luar dugaan Manda, kehidupannya berubah drastis sekarang, lebih romantis dan bahagia hubungan rumah tangga mereka.


"Terharu syang bukan terhura" tegas Aron. Ganti mencubit pipi kanan Manda


Mamda kenepuk jidadnya,


"Eh sudah ganti ya, namanya" ucap Manda dengan senyum nakalnya kali ini.


"Emang dari dulu gitu syang"ucap Aron mencubit ke dua pipi Manda. Menggerak gerakan ke duap pipinya hingga bibirnya mengerucut.


"Emmm... sakit sayang" Manda yang mengikuti gerkan tangan Aron, lalu menepisnya. Wajahnya kini mulai memerah akibat ulah cubitan Aron. Ya gimana lagi,Aron selalu jahil padanya. Benar-benar membutnya geram.


Krukkk.....


Manda terdiam seketika, perutnya terasa sangat lapar kali ini. Baru saja tadi makan dan roti dari restauran juga belum di makan. Sekarang rasanya perut Manda, memukul-mukul minta makan lagi.


Apa ini derita ibu hamil selalu makan dan makan, nanti kalau aku gendut gimana, terus Aron suka gak sama aku, terus dia gak berpaling kan, gumam Manda memegang ke dua pipi cabinya, membayangkan jika ia jadi super gendut setelah lahiran nanti.


"Ah... aku tidak mau..." teriak Manda.

__ADS_1


Aron menatap Manda bingung, kenapa istrinya jadi aneh gini, apa yang dia pikirkan, gumamnya dalam hati.


Tapi aku merasa sangat lapar, ah, biarin saja kalau gendut yang penting aku makan, Aku lapas sekarang. Gerutu Manda dalam hati.


Manda memegang tangan kanan Aron.


"Syang, tiba-tiba aku ingin makan pasta" gumam Manda dengan wajah membayangkan sebuah pasta di depannya sangat lezat. "Yamii... pasti lezat syang" lanjutnya, seakan air liurnya mau menetes seketika.


Aron tersenyum lebar kali ini, ia mengusap rambut Manda.


"Ya, mulai deh ngidamnya istriku nih" gumam Aron, mecubit hidung Manda. Seakan sudah menjadi kebiasaan Aron terus mencubit pipi dan hidung Manda yang menggemaskan.


Aron seketika membalikkan badannya, berjalan agar mundur mepet ke ranjang.


"Naik ke punggungku"ucap Aron membalikkan badannya. Menyodorkan punggungnya ke belakang tepat di bawah Manda.


Manda menatap Aron bingung, "Apa kamu mau gendong aku?" Tanya Manda memastikan.


"Iya cepat naik" jawab Aron tegas.


"Baiklah kalau gitu" gumam Manda dengan senang hati naik ke punggung Aron.


Aron segera berjalan keluar dari kamarnya,


"Berat gak?" tanya Manda memastikan.


"Gak kok!!" jawab Aron singkat, sebenarnya tubuhnya belum berat sekarang entah entar kalau sudah makan. Pasti tambah gemuk dia, batin Aron. Ia berjalan pelan menuruni anak tangga.


"Kamu mau masak sendiri?" Tanya Aron. Seketika membuat Manda tersadar dari banyangan pasta yang sangat lezat di depannya.


"Kenapa aku yang masak?, gak mau!!" ucap Manda tegas


Aron menghentikan langkahnya,


"Kenapa gak mau?" Tanya Aron menoleh ke arah Manda.


"Ya karena anakku gak mau masak" ucap Manda mencari Alasan. Ya, sebenarnya dia gak bisa masak. Ia suka makan pasta tapi gak bisa masak pasta. Padahal itu hanyalah masakan sederhana. Kamarin belajar sama bibi juga brlum bisa. Baru belajar 1 hari saja sudah malas sekarang. Sepertinya ia besok harus belajar masak lagi. Biar bisa manjakan Aron suaminya. Agar tidak bepaling lagi darinya nanti.


"Ya elah alasan itu lagi" ucap Aron lemas, kalau soal anak itu kelemahan Aron. Ia tak bisa marah. Apalagi kalau istrinya itu minta aneh-aneh pun ia juga akan dengan senang hati mengerjakan semua perintahnya.


"Baiklah aku yang akan masak sekarang, tapi bantu aku ya?" Ucap Aron. Manda terdiam, ia memincingkan mata satunya melirik Aron dari belakang gendongannya.

__ADS_1


"Bantu ngapain?" Ucap Manda bingung.


"Ya, bantu masak lah, masak kamu bantu makan saja, kamu istriku harus berlajar masak nanti. Ok." Ucap Aron, mereka samoai dindapur seketika Aron menurunkan tubuh Manda


__ADS_2