Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Teman lama


__ADS_3

Manda masih terus tersenyum memegang kalung yang baru saja menempel di lehernya. Kali ini ia benar-benar merasa sangat bahagia, selalu mendapatkan kejutan dari suami tercinta dia hari ini. "Makasih"ucap Manda, mengecup pipi kiri Aron.


"Sama-sama syang" gumam Aron mengusap lembut rambut Yiwen.


Perahu sudah mulai ke pinggir, Aron segera mengulurkan tangannya ke arah Manda. Dengan senang hati Manda menerima uluran tangan Aron, lalu turun dari perahu dan menuntun Manda untuk turun juga.


Manda berjalan dengan perasaan gembira meloncat-loncat. Berjalan di depan aron dengan terus mengajaknya bercanda dinsetiap langkah mereka.


"Kali ini aku hanya ingin jalan-jalan keliling  sini ya, aku gak mau pulang dulu. Sekalian mau cuci mata sedikit syang"ucap Manda merengkuh tangan Aron, medongakkan kepalanya ke atas menatap Aron dengan senyum manis terpapang di wajahnya. Seakan ada maksud tersendiri dari Manda pada Aron.


Pasti nih anak mau ada maksud tersendiri deh,gumam Aron menatap Manda aneh.


"Maksud kamu cuci mata apa??" Tanya Aron, yang bingung dengan kata-kata istrinya itu.


"Ya aku mau lihat-lihat orang di sekitar kita mulai dari tampan-tampan dan cantik-cantik. Lihatlah mereka semua berada di sekeliling kita, coba deh lihat tu di sana ada lelaki tampan syang, dengan mata birunya dan wajahnya benar-benar bikin meleleh"ucap Manda tanpa rasa bersalah menunjuk ke arah lelaki yang ia sebut.


Aron melotot seketika, "Apa suami kamu ini kurang tampan??" Tanya Aron, mencubit hidung Manda. Kali ini ia tak bergitu over pada Manda lagian sekarang di dalam perutnya ada babynya jadi gak mungkin Manda berniat aneh-aneh. Namun sifat jahilnya semakkin menjadi kalau Manda suka berbicara aneh-aneh.


"Kurang!!" Ucap Manda dengan kedipan mata menggoda.


"Awas ya kalau begitu aku juga akan cuci mata, melihat wanita cantik dengan rambut pirang dan mata kecoklatan itu pasti dia mau denganku kalau aku mendekatinya"ucap Aron mencoba menggoda Manda.


"Gak boleh!!, kalau kamu mau cuci mata. Aku akan mengikat mata kamu. Menutup rapat sama seperti kamu dulu pertama mengikat mataku"ucap Manda dengan tatapan tajamnya. Ia merasa cemburu jika Aron mematap wanita lain selain dirinya.


"Jadi kalau kamu menatap lelaki lain aku juga akan menutup matamu lagi"ucap Aron, menarik alisnya ke atas.


"Kenapa gitu, lagian semua kan bukan keinginanku. Baby di dalam perutku yang selalu membuatku bergejolak ingin menatap para lelaki tampan"gumam Manda mengusap ke dua tangannya dengan pikiran membayangkan para lelaki tampan di depannya. Ia sangat egois kali ini, taoi memang hatinya tak bisa berhenti menatap lelaki tampan yang berada di sekelilinya. Entah itu bawaan dari bayinya atau keinginan matanya sendiri.


"Apaa sih?" Aron mengusap wajah manda yang terus membayangkan hal itu. Tanpa seuntai kata, tiba-tiba Aron beranjak pergi karena merasa kesal padanya kali ini. Namun itu hanya ingin membuat Manda merasa bersalah, tidak benar-benar kesal pada Manda. Lagian mana berani dia kesal beneran pada Manda.

__ADS_1


Manda menatap bingung pada Aron, yang sudah mulia pergi dari sisinya. Hanya punggungnya yang terlihat sudah mulai menjauh dari pandangan matanya.


"Syang kamu mau kemana??" Tanya Manda yang nampak bingung dengan apa yang harus ia lakukan kali ini. Ia melihat Aron sepertinya sedang kesal.


Ah.. gitu saja ngambek, papa kamu gak syang sama kamu, padahal kan kamu tu mau  lihat lelaki tampan, gumam Manda mengusap lembut perutnya.


Ia terus berjalan tak menghiraukan Aron yang tiba-tiba pergi entah kemana. Namun langkahnya terhenti ketika seseorang menutup matanya, sebuah kecupan di pipi membuat Manda terkejut.


"Siapa kamu??" Tanya Manda yang sudah mulai marah.


"Lelaki tampan"ucap lelaki itu mengubah suaranya.


"Sepertinya aku kenal dengan suara ini??" Ucap Manda. Ia memegang tangan kekar lelaki itu. "Aron..!!" Ucap Manda spontan.


"He..he.. ternyata kamu tahu juga kalau itu aku" ucap Aron, langsung merengkuh erat pinggang Manda. Menyandarkan dagunya di pundak manda dengan pipi menempel ke pipi Manda. Ia menggoyangkan mesra rengkuhan mereka.


"Apa sih syang, sepertinya ada maunya nih??" Tanya Manda yang curiga dengan Aron.


Manda terdiam seketika, ia tak menyangka Aron akan melakukan Hal itu. Ternyata Aron cemburu padanya. Namun tak berani mengungkapkan.


Manda mengusap rambut Aron, lalu perlahan melepaskan tangannya. Dan berlari menjauhi Aron. "Byee.. aku duluan ya" ucap Manda melambaikan tanganya ke arah Aron.


"Awas ya kamu Manda!!" Ucap Aron melangkahkan kakinya mengikuti kemana Manda pergi.


"Aron!!" Sapa seseorang yang baru saja melewatinya.


Langkah Aron terhenti, ia menoleh seketika. Melihat seseorang yang tak asing baginya. "Emm.. sepertinya aku kenal kamu??" Tanya Aron.


"Ya, memang kenal. Aku Alexa teman satu kelas kamu dulu, dan teman Sindy juga"ucap wanita itu.

__ADS_1


"Oo.. iya aku ingat, tapi maaf ya aku gak bisa nemenin ngobrol sekarang. Aku haru nyusul istriku dulu"ucap Aron beranjak pergi meninggalkan wanita itu.


"Baiklah.." teriak wanita itu.


Alexa adalah teman Sindy mantan Aron dan sekaligus teman satu kelas dengan Aron. Ya berkat Alexa dia kenal dengan Sindy, dan menjadi dekat dengannya.


Namun Alexa sudah punya suami, dia baru sjaa menikah dengan seorang pengsuaha di Italia.


"Syang.. tadi siapa" tanya Manda dengan wajah cemberutnya.


"Oo.. dia Alexa, teman aku sekolah dulu. Lagian kamu tadi kenapa kabur-kabur sih" ucap Aron.


"Ya maaf deh, aku mau ajak kamu jalan-jalan ke jembatan itu ya, sepertinya bagus deh kalau kota berdiri di sana menatap pemandangan seluruh danau ini. Pasti akan seru seru deh." Ucap Manda segera menarik tangan Aron berlari menuju ke jembatan itu tanpa banyak basa-basi lagi.


"Kamu hamil syang jangan terlalu banyak lari-lari nanti kamu capek. Aku juga yang akan repot nantinya. Aku jadi harus gendong badan kamu yang mulai berat ini menuju ke hotel nantinya."ucap Aron menasehati.


"Jadi kamu gak mau gendong aku kalau capek. Ya sudah mendingan gak usah pergi saja, yo pulang" gumam Manda mengerutkn bibirnya beranjak pergi dengan perasaan kesalnya.


"Tunggu, kamu mau kemana??" Tanya Aron menarik tangan Manda mencegahnya untuk pergi.


"Mau pergi!!" Jawabnya singkat.


"Kamu gak jadi lihat pemandangan di atas sini"tanya Aron.


"Gak!!"


Aron langusng mendekap tubuh Manda erat, "Jangan suka ngambek gitu, aku hanya bercanda syang. Kenapa kamu jadi marah gini."ucap Aron.


Manda tersenyum tipis, seketika menoleh ke belakang. "Yee.. aku bohong"gumam Manda dengan nada mengejek padanya.

__ADS_1


"Kamu tu ya suka usil deh, oya nanti aku mau ajak kamu makan malam, sekarang kamu coba hubungi Kesha dan Vino. Jika kita bertemu di sini. Dan segera kembali bersama-sama nantinya." Ucap Aron. Dengan tangan merapikan rambut panjang Manda.


"Baiklah, aku akan chat mereka saja nanti."ucap Manda.


__ADS_2