
1 bulan kemudian.
Seperti perintah Manda, Aron selalu rutin untuk pergi check up ke dokter terbaik, dan melakukan pengobatan terapi seperti yang di anjurkan oleh dokter. Ya, meski seminggu hanya 2 atau 3 kali. Itu tak menjadi halangan bagi Aron, selesai terapi ia langsung menemui anaknya, Aron hari ini yidak bekerja dan menyerahkan semua tugasnya pada manajernya. Sekarang Aron mempunyai keluarga kecil yang lengkap, yang memang kini menjadi semangatnya untuk bertahan hidup.
Aron mempunyai alasan lagi untuk bertahan hidup selain Manda, anaknya juga jadi alasan. Ia ingin bersama dengan keluarga kecilnya. Hidup bahagia dan tanpa ada masalah lagi. Aron juga baru dapat kabar informasi dari menajer perusahaan yang lama. Jika mantan istrinya kini sudah menikah dengan seseorang. Dan baru saja di adakan resepsi besar-besaran. Karena sekarang ia sudah dapat apa yang dia inginkan.
Jadi mantan istrinya sudah tidak perduli dengan kehidupan Aron dan Manda lagi. Tujuannya sudah tercapai, ia sudah tidak memikirkan kehidupannya mantan suaminya itu. Dan kini ia bahkan sudah ounya kehidupan barunya.
Dan setelah rundingan dengan Manda untuk mencari nama yang bagus, buat baby kecilnya. Duke Alvaro Delwyn, nama belakangnya memang ia buat sama seperti perusahaannya. Ia ingin anaknya bisa mengembangkan perusahaanya jauh lebih maju, dan bisa merebut kembali apa yang jadi haknya nantinya.
"Syang, Brian sudah tidur"ucap Aron, berjalan masuk ke kamar anaknya.
"Baru saja tidur syang, kenapa?" ucap Manda, yang baru selesai menyusi bayi Duke Alvaro.
Aron merangkul pinggang Manda, mengacup pipinya mesra, "Syang, hari ini aku dapat kabar gembira dari dokter"ucap Aron.
"Iya tapi jangan gini syang, kasihan anak kita kamu pepet"ucap Manda
Aron menatap babynya yang berada dalam dekapan Manda.
"Iya, lupa syang. Aku merasa kini aku udah bebas bisa mandi bertiga dengan kamu dan anak kita"ucap Aron menggoda, dengan wjaha memandang anaknya, yang terlihat sangat tampan.
"Udah deh jangan bercanda syang"ucap Manda, mendorong tubuh Aron.
"Tadi apa yang ingin kamu katakan?" tanya Manda.
"Oo. iya, dokter bilang jika kondisiku semakin membaik syang"ucap Aron, memeluk istrinya.
"Syang lepaskan aku, anak kita lagi tidur"ucap Manda mendorong tubuh Aron.
"Biar aku yang gendong syang"ucap Aron.
"Emangnya kamu mau gendong?" tanya Manda ragu.
"Iya syang aku mau gendong dia, gendong ibunya juga mau"goda Aron.
"Kalau aku sudah sering kamu gendong syang"ucap Manda. "Tapi beneran kamu sudah gak apa-apa syang?" tanya Manda yang masih ragu dengan kondisi Aron.
"Aku gak apa-apa syang, bulan depan kalau kamu benar-benar sudah mau berhubungan. Aku mau ajak kamu ya"ucap Aron.
"Berhubungan apa syang?" tanya Manda bingung.
"Biasa syang, masak kamu gak tahu"ucap Aron menggoda istrinya itu.
__ADS_1
"Enggak!"ucap Manda.
Aron mengambil babynya dan mulai menggendongnya.
"Ya, udah lama gak pernah berhubungan kamu udah lupa, lain kali aku akan ingatkan kamu lagi, biar gak lupa terus"ucap Aron.
"Udah syang, sekarang udah waktunya baby Duke untuk tidur, biarkan dia tidur kamu jangan berisik"ucap Manda.
"Iya, syang tapi boleh minta jatah kan?" ucap Aron.
"Jatah apa lagi syang?" tanya Manda semakin bingung.
"Harusnya aku yang minta jatah uang bulanan ke kamu"lanjut Manda.
Aron menggelengkan kepalanya, "Apa kamu gak tahu apa, jatah biasa syang bukan jatah bulanan uang"ucap Aron.
"Ya, kamu ini syang, gak mau apa gak sakit habis melahirkan udah di ajak gituan"gumam Manda yang baru tahu apa maksud Aron.
"Ya, gak tahu syang, mesraan saja deh"gumam Aron.
"Mesraan gimana syang?"tanya Manda semakin bingung.
"Apa perlu aku ajarin gimana cara mesraan sayang, kamu ini sudah punya anak satu tapi gak tahu cara manjakan suami kamu"ucap Aron.
"Sudah jangan berisik syang, biarkan baby Duke tidur kamu jangan berisik"ucap Manda, menutup mulut Aron, yang terus menggerutu gak jelas di belakanganya.
"Ya sudah biarkan baby Duke tidur, aku mau bermesraan dengan ibunya dulu"ucap Aron, menarik pinggang Manda masuk ke dalam dekapannya.
Jemari tangan Aron mengusap lembut wajah Manda, merapikan rambutnya yang terlihat berantakan. "Kamu terlihat semakin cantik syang"ucap Aron.
"Kamu mengejekku?" ucap Manda.
"Siapa yang mengejek syang, aku serius, kamu terlihat cantik dengan pipi cabi kamu"ucap Aron, mencubit pipi Manda.
"Sakit syang"ucap Manda.
Aron semakin mempererat dekapannya, dengan tangan kiri menyangga pinggang Manda. "Aku ingin ajarkan kamy sesuatu syang"ucap Aron.
"Ajarkan aku apa?" tanya Manda.
"Ajarkan tentang suatu hal yang belum kamu ketahui"gumam Aron. "Bahkan kamu juga enggak tahu"lanjutnya.
"Emang aku gak tahu syang"ucap Manda.
__ADS_1
Desahan napas berat Aron menjalar di leher Manda, dengan kecupan di lehernya lembut. "Syang geli tahu"ucap Manda, menjauhkan wajah Aron.
"Udah diam dulu"gumam Aron kesal, baru permulaan dia sudah geli duluan.
Tak mau bertindak lama, Aron mengecup bibir Manda, semakin dalam, dengan rengkuham semakin erat masuk dalam dekapan hangat tubuh Aron.
"Syang bentar"ucap Manda mendorong tubuh Aron menjauh darinya.
"Kenapa syang?" tanya Aron, menghela napasnya kesal, baru permulaan ia sudah mulai menghindar darinya.
"Jangan di lanjutkan syang"ucap Manda.
"Kenapa?" tanya Aron bingung dengan tingkah Manda.
"Aku gak mau syang, baru melahirkan tapi sudah kamu buat seperti ini" ucap Manda.
"Emangnya seperti ini gimana syang"tanya Aron, semakin penasaran dengan ucapan Manda.
"Pasti kamu sudah ingin-kan itu"ucap Aron, mencolek pipi Manda.
"Apaan , enggak. Aku hanya merasa merinding saja syang"ucap Manda mengelak.
"Emang aku hantu, kenapa aku merinding"gumam Aron.
"Sudah kamu mau makan apa, ku akan buatkan makanan buat kamu"ucap Manda.
"Kamu di sini saja, jaga baby Duke, kalau dia bangun popoknya sudah penuh atau lagi pop, kamu harus gantikan ya"ucap Manda.
Aron menghela napas panjang, di saat ingin berhubungan, Manda selalu menolaknya. Bahkan tidak mau di cium juga. "Baiklah, aku mau kamu buatkan aku soup"ucap Aron
"Soup apa?" tanya Manda.
"Apa saja syang"ucap Aron.
"Baiklah, sama teh hangat ya"ucap Manda.
"Iya terserah kamu syang"ucap Aron, mengecup kening Manda lembut.
"Makasih, sudah selalu perhatian dengan aku, di saat aku sakit, kamu yang selalu menguatkan aku"Ucap Aron.
"Syang kenapa bilang begitu, harusnya aku yang berterima kasih dengan kamu, kamu selama aku hamil selalu menjagaku, dengan kesabaran kamu, menghadapi aku yang selalu cerewet minta ini itu"gumam Manda. "Udah sekarang kamu tunggu sini, aku akan buatkan soup untuk kamu"ucap Manda.
"Baiklah, jangan lama-lama ya syang, kalau baby Duke minta minum nanti aku yang susah."gumam Aron.
__ADS_1
"Iya syang"Ucap Manda beranjak pergi meninggalkan Aron, dan babynya.