
"Syang, bangun" ucap Manda, menggoyang-goyangkan tubuh Aron yang masih berbaring di sampingnya.
"Apa sih syang" ucap Aron dengan nada malasnya.
"Lihat jam berapa sekarang" ucap Manda, dengan tangan yang masih terus menggoyang-goyangkan tubuh Aron agar segera bangun.
"Syang, apa sih. Aku masih ngantuk, kemarin tidur jam 3 pagi" gumam Aron, yang masih memeluk erat bantal di sampingnya.
"Emangnya sekarang kamu gak kerja?" tanya Manda.
"Hari libur istriku yang cantik, bawel" gumam Aron.
Manda terdiam, berpikir sejenak, kenapa aku bisa lupa kalau hari ini hari libur, tapi bentar emangnya ini hari libur apa, bukannya kemarin hari libur, gumam Manda penuh pertanyaan dalam otaknya.
"Emangnya hari libur apa?" tanya Manda bingung.
"Lihat tanggal syang, sekarang hari libur bagiku. Aku capek, tiap minggu dan senin aku selalu libur, udah aku mau tidur dulu syang. Masih ngantuk." ucap Aron, dengan mengangkat tangannya ke atas, menarik kepala Manda yang berada di dekatnya. Ia menariknya ke kepalanya, dengan wajah yang masih malas, dan mata masih tertutup rapat. Ia mendongakkan kepalanya, mengecup kening istrinya itu lembut.
Aron menyipitkan matanya, menatap wajah cantik Manda yang sangat dekat. "Jaga anak-anak dulu ya syang, aku mau tidur lagi dulu sebentar saja, hanya satu jam kok" gumam Aron, dengan senyum semringai di wajahnya. Dan tangan perlahan melepaskan tangannya di kepala Manda.
"Baiklah, apa perlu aku buatkan kamu kopi" tanya Manda, sebelum ia bangkit dari ranjangnya.
"Gak usah syang" ucap Aron, yang mulai tertidur lagi.
Manda segera beranjak dari ranjang menuju ke kamar mandi, ia ingin berndam dulu dalam bathup membasuh tubuhnya sebelum pergi ke kamar anaknya nanti.
Setelah selesai semuanya, ia menatap Aron yang masih tertidur pulas di ranjang. "Masih tidur juga" gumam Manda, membuka lemarinya memilih baju longgar untuk membalut tubuhnya.
"Syang aku pergi dulu ya, ke kamar anak-anak" ucap Manda menarik selimut yang menutupi kaki Aron.
Aeon hanya diam, ia tidak mendengar ucapan Manda. Merasa tidak di perdulikan Aron, Manda segera pergi dari kamarnya. Menunu ke kamar ke dua anaknya.
~
Duka dan Lia, masih di kamarnya, sibuk bermain dengan baby sisternya. "Syang, kamu lagi apa?" tanya Manda berjalan masuk ke dalam kamar ke dua anaknya itu.
"Mama, kenapa mama lama sekali bangunnya" tanya Duke, bangkit dari duduknya, berlari kecil menghampiri Manda.
"Apa mama capek" sambung Lia.
"Gak syang, hanya mama masih capek. Gak tahu kenapa, mama malah sering tidur sekarang" ucap Manda, menggendong Duke yang sudah berdiri di depannya.
__ADS_1
"Mungkin memang pengaruh dari bayi non" ucap baby sister Duke.
"Iya, mungkin sus. Tapi kenapa badan aku memang tidak bisa sebugar dulu" ucap Manda.
"Iya sekarang kehamilan ke dua kondisi non yidak bisa seperti dulu lagi, apaalgi kandungan non bermasalah." gumam baby sister Duke.
"Ya, sudah tolong buatkan aku susu ya. Biar aku yang jaga anak-anak" perintah Manda.
"Iya non"
"Ma, papa di mana?" tanya Duke.
"Dia masih tidur, gimana kalau kita bangunkan papa bersama-sama" ucap Manda pada ke dua anaknya.
Manda segera membangunkan Aron bersama Duke dan Lia, hari ini ia ingin masak. Namun ia ingin bertanya lebih dulu, Aron mau makan apa hari ini.
~
Duke berlari menghampiri Aron di kamarnya. Di susul Manda yang berjalan di belakang Duke.
"Papa bangun" teruak Duke, membuat Aron membuka matanya sedikit mengangkat kepalanya, menatap ke arah Duke, yang sudah naik ke atas ranjangnya.
"Pa, ayo bangun. Gimana kalau hari ini kita jalan-jalan. Atau pergi ke taman bermain bersama" ucap Duke, mengusap kepala Aron, yang mau tertidur lagi.
"Syang ayo bangun dulu, kamu gak kasihan dengan anak-anak sudah menunggu kamu" ucap Manda berjalan masuk ke kamar Aron.
"Iya, syang. Aku bangun sekarang" ucap Aron, yang mulai duduk dengan tubuh masih lemas gemulai, dan mata masih sudah untuk terbuka.
"Ayo pa turun" ucap Duke, menarik tangan Aron agar segera turun dari ranjangnya.
"Iya, Duke. Papa mandi dulu ya" ucap Aron, yang mulai membuka matanya perlahan.
"Ayo pa cepat, Duke dan Lia sudah mandi, mama juga sudah mandi. Kita tinggal nunggu papa" ucap Lia, berjalan menuju ke ranjang, dan naik ke atasnya.
"Iya, papa turun ya. Mandi dulu" ucap Aron, mengecup kening ke dua anaknya. Dan beranjak turun mendekati Manda yang masih berdiri menatap ke arahnya. Arin membungkukkan badanya mencium perut Manda yang sudah semakin membesar.
"Kamu mau makan apa syang, biar aku yang masak buat kamu" ucap Manda, mengusap rambut Aron.
Aron berdiri tegap, menatap Manda, ia memegang ke dua pipi Manda dan mengecup keningnya sangat lembut. "Nanti aku bantu kamu masak" ucap Aron.
"Biar aku yang masakin kamu sendiri syang" ycap Manda.
__ADS_1
"Gak usah syang, aku saja yang masak" gumam Aron. "Atau kita masak berdua syang. Kamu jangan masak sendiri. Aku gak mau kamu kecapek-an nantinya. Lagian kenapa kamu gak suruh bibi untuk masak buat kamu" lanjutnya.
"Aku ingin masakin buat kamu syang, sejak hamil lagi aku belum pernah masakin kamu lagi. Aku mau kamu makan masakan aku lagi syang" ucap Manda menundukkan kepalanya sedih. Ia merasa tidak bisa menjadi istri yang berguna saat tidak bisa apa-apa lagi, seperti biasanya.
"Udah syang jangan sedih gitu, meskipun kamu gak masakin aku. Aku tetao syang kok sama kamu. Sekarang aku mau mandi. Setelah itu kita masak bersama-sama ya" gumam Aron, mengusap lembut ke dua pipi Manda.
"Baiklah" ucap Manda dengan senyum manisnya.
Aron segera masuk ke dalam kamar mandi. Duke dan Lia sibuk bermain di atas ranjang menunggu Aron keluar dari kamar mandi.
"Duke, Lia kita ke dapur dulu, nanti nunggu papa di luar" ucap Manda, menghampiri Duke dan Lia.
"Iya ma" ucap Lia. Mereka berjalan perlahan menuju ke dapur. Manda segera nenyuapkan semua bahan. Duke dan Lia menunggu Manda di ruang makan.
~
"Syang masak apa?" tanya Aron berjalan menuju ke dapur.
"Entahlah" ucap Manda. "Kenapa kamu lama sekali" lanjutnya.
"Ya, sudah. Sekarang aku bantu ya sayang" ucap Aron.
"Aku mau makan steak syang" ucap Manda.
"Baiklah, aku siapkan semuanya" gumam Aron. Memeluk tubuh Manda dari bekakang, dengan tangan mengusap lembut perut Manda. "Apa baby kita inibperempuan syang. Kenapa kamu ingin sekali masak" ucap Aron, menyandarkan kepalanya di atas pundak Manda dengan oenuh rasa manja.
"Entahlah syang, laki-laki atau perempuan sama saja. Lagian waktu hamil Duke aku juga suka masak, gak berhenti kerja rumah" gumam Manda.
"Iya, dulu kandungan kamu sehat syang. Sekarang kandungan kamu lemah. Aku gak mau kamu kerja keras" ucap Aron.
Mereka segera masak, apa yang di inginkan Manda. Tak butuh waktu lama steak sudah siap di sajikan. Manda segera menyiapkan untuk Duke dan Lia. Serta untuknya dan Aron.
Setalah menyantap semua makanan yang ada, Aron memgajak mereka untuk jalan-jalan ke taman bermain yang tak jauh dari rumahnya. Membutuhkan hanya 10 menit jika berjalan kaki. Dan mereka memilih jalan kaki, lagian Manda belum pernah jalan kaki. Ia ingin jalan kaki agar lebih sehat kandungannya.
Manda hanya duduk di kursi, melihat ke dua anaknya bermain bersama dengan Aron yang menjaga mereka.
"Syang jangan lengah ya jaga anak-anak" ucap Manda.
"Iya syang" gumam Aron.
Manda merasa terlihat sangat pusing, ia entah kenapa tubuhnya terasa lemas. Matanya berkunang-kunang menatap ke arah Aron dan anak-anaknya.
__ADS_1
"Syang" ucap Manda mengangkat tangannya ke depan. Ia mencoba memanggil Aron. Namun suaranya semakin berat untuk berteriak, matanya tak sanggup lagi menatap wajah anaknya dan Aron yang masih ada di depannya. Dan sedang asyik bermain di taman.