Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Pulang


__ADS_3

"Aron"Teriak Manda di balik pesta yang tidak terlalu meriah namun tetlihat banyak sekali orang di sana, para wanita seksi dan lelaki teman Jack, mungkin juga ada sebagian teman Aron. Teriakan keras Manda membuat semua orang menatap aneh ke arahnya.


"Siapa dia?" ucap salah satu tamu Jack.


"Aneh banget tiba-tiba datang teriak-teriak sini"saut yang lainnya. Merasa tidak suka dengan kehadiran Manda beberapa tamu mencoba mendekatinya.


"Brukkk..."


"Maaf"ucap Salah satu wanita yabg sengaja menabrak Manda.


Manda hanya tersenyum tak marah dengan apa yang wanita itu lakukan. Manda tak perdulikan pandangan mereka yang merasa tidak suka dengan kehadirannya, maupun sindiran, cacian mereka. Yang hanya perdulikan sekarang hanya Aron. Ia menatap ke arah semua orang yang berpesta di sana. Terlihat Aron duduk dengan Jack dan seorang wanita cantik dengan baju seksinya tepat di tengah-tengah mereka.


Dengan tangan memeluk tengan Aron sekana menggoda suaminya itu. "Dasar wanita jalang"ucap Manda semakin kesal, ia mengepalkan tangannya menatap tajam ke arah Aron.


Manda segera berlari menuju ke arah Jack dan Aron. "Kamu disini ternayata"ucap Manda ngos-ngosan. Ia menatap wanita itu yang akan memberikan satu gelas minuman pada Aron. Belum sempat di ambil oleh Aron Manda segera mengambil minuman itu dan meneguknya habis. Tanpa tersisa setetes pun.


"Prakkk..." Manda melemparkan gelas itu ke samping tepat wanita di samping Aron. Dengan mata melebar menatap ke arah wanita yang tidak ia kenal itu.


"Lepaskan tangan kamu di tangan suami aku"ucap Manda menepis kasar tangan wanita itu dari tangan Aron.


Jack hanya dia menatap Manda bingung, "Gawat! sepertinya salah paham akan terjadi lagi." Dengan segera Jack meraih tangan Wanita untuk mengajaknya pergi.


"Tunggu kamu mau kemana?" tanya Manda meraih kerah wanita itu, mencengkramnya rapat dengam tatapan tajam mengarah 0ada wanita itu.


"Jangan mengaggu suami aku, dia tidak boleh minum lagi kenapa kamu memberinya minuman"bentak Manda, semua tamu menatap kejadian itu. Bahkan ada beberapa yang mengabadikan moment tersebut.


Wanita itu hanya tersenyum, melepaskan tangan Manda di kerahnya.


"Maaf, apa maksud kamu?" ucap wanita itu yang baru membuka mulutnya.

__ADS_1


Aron memegang ke dua bahu Manda mencegahnya berbuwat lebih pada wanita itu.


"Manda apa yang kamu lakukan?" tanya Aron bingung, tiba-tiba Manda meminum satu gelas minuman yang ingin ia teguk tadi. Dan sekarang berbuwat kasar dengan temannya, Ia segera meraih tangan Manda agar tidak melakukan hal buruk di yang membuat kekacauan di pesta Jack.


"Jangan seperti itu, dia itu teman sekolahku dulu, jangan cemburu berlebihan. Tenang saja aku tidak akan menghianatimu. Hanya kamulah istriku, istri kesayangan, yang paling membuat aku tak bisa berpaling dari wanita lain."ucap Aron yang seakan tahu apa yang ada dalam pikiran Manda.


"Terus kena0a kamu dtaang je pesta ini"tanya Manda menatap ke arah Aron.


"Aku hanya but7h hiburan Manda pikiranku pusing, aku juga ingin minta bantuan jack untuk menyelidiki semua masalah kamu"ucap Aron, mencoba menjelaskan.


"iya, tapi aku tidak mau kamu minum lagi, aku tidak mau kamu sakit lagi. Bukan masalah karena soal wanita tapi soal dia yang memberimu minuman, dan Maafkan aku telah curiga padamu"ucap Manda menundukkan kepalanya. Tiba tiba butiran air mata itu menetes di mata kecoklatan milik Manda.


"Maaf soal apa syang? kamu tidak salah tidak perlu minta maaf padaku" ucap Aron menyeka air mata Manda dengan jemari tangan kanannya. lalu memegang ke dua pipi Manda lembut. Membuat moment yang tadinya merasa tak mengenakan kini semua para tamu melihat keromantisan seorang pasangan suammi istri. 


"Aku salah, aku salah tidak percaya dengamu. Aku merasa terlalu bodoh percaya begitu saja dengan lembaran kertas itu"ucap Manda, ia langsung memeluk erat tubuh Aron meluapkan rasa khawatir yang dari tadi mengganggunya. Kini rasa kahawatir itu mulai tenang berada dalam dekapan hangat tubuh Aron.


"Kamu tidak salah, semua memang salahku"ucap Aron. mengusap lembut rambut Manda, mencoba menenangkan hatinya. 


Aron melepaskan pekukan Manda dan menggenggam erat tangannya. menatap ke arah Vino "Apa maksud kamu? apa kamu yang melakukan semuanya?" tanya Aron dengan nada tinggi.


"Enggak kak bukan aku yang membunuh, tapi aku ingin jelaskan pada kakak jika semua itu aku yang rahasiakan dari kakak..."ucap Vino.


"Sepertinya kalian ada masalah keluarga ya, lebih baik kalian bicara di dalam gak enak di lihat yang lainnya. Lagian itu urusan pribadi kaliam jangan bicara di deoan umum"ucap Jack menyela pembicaraan Vino.


"Benar kata kak Jack, lebih baik kita masuk ke dalam dan berbicara baik-baik, di ruang tamu kak Jack. Biarkan mereka menikmati pestanya."saut Kesha yang baru saja berjalan menghampiri mereka.


"Ya sudah kita masuk ke dalam"Aron memegang tangan Manda masuk ke dalam ruang tamu milik Jack. Dan kesha serta Vino berjalan di belakang mereka.


Jack yang bukan bagian dari keluarga mereka tidak mau ikut campur dengan masalah mereka. Ia yakin jika Aron sudah pasti bisa menyelesaikan masalahnya keluarga mereka sendiri.

__ADS_1


"Kepalaku pusing"ucap Manda yang tiba-tiba ada banyak bintang berkunang-kunang di atas kepalanya. "Pasti gara-gara minum tadi"ucap Aron.


"Aku gak tahu syang, mungkin sebelumnya aku tidak pernah minum"ucap Manda memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing. Pandangan matanya seakan jadi blur, wajah Kesha dan Vino di depannya terlihat tak jelas. begitu juga wajah Aron di sampingnya.


"Ya sudah kamu sekarang pulang sama Vino dan Kesha." Ucap Aron.


"Emangnya kamu mau kemana? kamu gak mau pulang bersama denganku"tanya Manda, meski ia menahan matanya yang sudah terasa sangat berat.


"Syang aku belum membuktikan semuanya padamu, aku akan pulang nantinya"ucap Aron.


Manda memegang tangan Aron erat. "Pulanglah bersamaku, aku gak mau kamu pergi lagi"ucap Manda, menyandarkan kepalanya di dada bidang Aron.


"Manda"Teriak Aron yang mulai panik, ia mengangkat tubuh manda ala bridal style menuju ke mobil.


"Aron kenepa Manda?" tanya Jack yabg berjalan mendekati Aron.


"Aku pualng dulu, lain waktu aku akan datang lagi kerumah kamu"ucap aron terburu-buru masuk ke dalam mobilnya.


"Baiklah, sekarang rawat Manda dulu. Dan selesaikan masalah kalian. jangan bertengkar lagi, jagalah dia."ucap Jack mengingatkan Aron.


"Iya"ucap Aron.


"Sha, Vin cepat masuk ke mobil, kita pulang"Teriak Aron. Ia seakan menarik kata-katanya tadi yang tidak mau pulang. tapi melihat kondisi Manda ia tidak tega.


"Iya kak"ucap Vino menarik tangan Kesha masuk ke dalam mobil. Kali ini Vino yang mengemudi mobilnya.


"Kita langsung pulang kak?" tanya Vino.


"Iya, dia hanya mabuk, butuh istirahat"ucap Aron. Ia memabringkan tubuh Manda di pahanya.

__ADS_1


"Maafkan aku"gumam Aron mengusap lembut rambut Manda. Jemari tak berhenti mengusap rambut Manda yang sudah tertidur.


__ADS_2