Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Kejahilan Vino


__ADS_3

Jarum jam menunjukkan pukul tujuh malam.


Albert masih terbaring kesal di ranjangnya. Ia tidak


berhenti terus berdecak kesal dan melempar semua yang ada.  Dengan ke dua tangan memegang kepalanya penuh


frustasi. “Vina.. Vina.. Dan Vina, kenapa kamu selalu menganggu pikiran aku.


Kenapa kamu menggangguku. Aku gak bisa menghilangkan pikiran ini dari kepala


ku,” ucap kesal Albert, mengacak-acak rambutnya frustasi.


“Arrrrggg... Kenapa kamu bodoh Albert, kamu terlalu bodoh,”


umpat kesal Albert, beranjak duduk di ranjangnya. Dengan tangan meraih bantal


di atas ranjangnya, dan melemparkan bantalnya ke lantai dengan penuh kekesalan


dalam dirinya.


Tok.. tok.. tok..


“Albert apa kamu baik-baik saja?” sapa seorang laki-laki di


balik pintu kamarnya.


“aku baik-baik saja, lebih baik sekarang kakak pergi saja,”


ucap Albert, degan ke dua tangan masih memegang kepalanya yang terasa sangat


pusing. Baru kali ini dalam sejarah hidup Albert di buat pusing dengan sosok


wanita yang hampir saja membuatnya gila. Yang semual ia menyukai Kesha wanita


yangng membuat hidupnya merasa sangat bahagia, dan berbeda dengan Vina kini.


Yang membuatnya semakin gusrah dan tak hentinya terus me geluh dan berdecak


kesal.


“Aku tahu, kamu sekarang lagi ada masalah, kamu bisa ikut


aku ke ruang kerja sekarang. Menghilangkan semua masalah kamu dengan pekerjaan kantor.”


Ucap kakak Albert.


“Baiklah, tapi nanti saja. Aku akan ke sana nanti, sekarang


aku masih ada yang perlu aku lakukan.” Gumam Albert.


“Baik, kakak tunggu”


Merasa sudah tidak ada suara di balik pintu kamarnya, Albert


segera beranjak dari ranjangnya, ia meraih ponselnya yang tergeletak di atas


meja. Jemarinya sangat lihai mencari kontak nama Vina di ponselnya. Ia segera


menghubungi Vina. Dan hampur tiga kali ia menghubungi Vina namun tidak ada


jawaban juga dari dirinya.


“Angkat Vin, kenapa kamu gak mau angkat telepon dariku..”


gusrah Albert yang tak berhenti mencoba menghubungi Vina.


“Vin, angkat.. Aku mohon..” ucap Albert dengan rasa cemas


dan khawatir dalam dirinya.


Semanjak kejadian tadi padi membuat ia tidak bisa tenang, ia


terus memikirkan di mana Vina sekarang. Dan ia juga sudah berniat untuk beli tiket


ke Paris untuk menjemput Vina. Sekalian pulang ke rumahnya. Albert memang


tinggal di paris ke dua orang tuanya tinggal di sana, namun karena ia ingin


belajar tentang perusahaan di kota dekat dengan kakaknya. Ia memutuskan untuk


tinngal dengan kakaya sambil meneruskan kuliahnya.


-----

__ADS_1


Kisah mereka bebeda dengan Vino, dan Kesha yang tidak


berhenti terus berantem seperti kucing dan tikus setiap detiknya. Pasangan yang


baru memutuskan untuk menjalin kasih lagi ini, mereka selalu tidak pernah akur,


satu sama lain.


“Filmnya bagus ya?” tanya vino, yang duduk di sofa dengan


mata tertuju di depan tv, sesekali ia melirik ke arah Kesha yang duduk dengan


bibir manyun beberapa senti.


“Jelek!!” jawabnya kesal, dengan ke dua tangan di lipat ke


dadanya.


Vino tersenyum melihat calon istrinya itu, yangtidak


berhentyi manyun dari tadi, “Kenapa kamu manyun begitu?” tanya Vino, mendekatkan


tubuhnya ke arah Kesha, ia meletakkan kepalanya di ke dua paha Kesha. Menatap


wajahnya dari bawah.


“Apa yang kamu lakukan?” Kesha berusaha menyingkirkan kepala


Vino di pahanya.


“Gak boleh pacar kamu seperti ini, aku mau menatap wajah


cantik calon istri aku ini, dari bawah. Apalagi saat melihat bibir manyun kamu


yang menggemaskan. Aku merasa sangat tertarik” ucap Vino menggoda.


“Kamu boleh di sini, asalkan remot tv-nya buat aku. Aku mau


lihat drama, aku gak suka film laga seperti ini.”


“Tapi ini bagus,” gumam Vino.


“Sini remotnya,” Kesha mencoba meraih remot di dekapan


tangan Vino.


tidak bisa meraih remotnya. bangkit dan duduk lagi di samping.


“Vino, serahkan remotnya, atau aku gak akan mau berbicara


dengan kamu lagi,” ucap Kesha, dengan tangan tak mau kalah merebut remot dari


Vino.


“Gak boleh,” ucap Vino, menarik ke dua alisnya dengan senyum


menggodanya.


“Sini,” Kesha beranjak berdiri, dan. Buukkk... Tubuhnya


jatuh tepat di atas tubuh Vino di atas sofa dengan ke dua mata saling tertuju.


Detak jantung mereka berpacu sangat cepat, pandangan mata


mereka tak mau beralih. Mereka terus saling memandang, membuat Vino semakin


memanfaatkan ke sempatan. Ia merengkuh erat pinggang Kesha.


“Apa yang kamun lakukan?” tanya Kesha, yang terkejut dengan


tangan Vino yang membuat tubunnya semakin tak bisa bergerak.


Vino hanya diam, ia memegang kepala belakang Kesha.


“Lepaskan aku, atau aku akan marah,” ucap Kesha.


“Lepaskan aku Vino,” kesha terus meronta mencoba melepaskan


tangan Vino dari pinggangnya.


Vino hanya tersenyum, menarik kepala belakang Kesha,


mendekat ke arahnya hingga benda kenyal menepel di bibir kenyal milik Kesha.

__ADS_1


Membungkam mulut Kesha agar tidak berkata lebih banyak lagi.


Mata Kesha melebar seketika, merasakan benda kenyal semakin


lembut mengecupnya. Bahkan semakin dalam dan liar.


Kesha yang semula meronta, tiba-tiba hatinya mulai tertarik


dan tak bisa menolaknya. Ia hanya bisa diam dan pasrah. Seakan hatinya tak mau


menolak apa yang Vino lakukan sekarang. Ia membalas kecupan Vino, membuat pria


itu semakin suka dan menggila. Tangannya merayap di punggung Kesha, mengusapnya


lembut.


Mereka beruda bernajka kompak dengan tangan Vino masih


merengkuh erat pinggang Kesha. Ia beranjak berdiri dan berbalik posisi Vino


membuat Kesha tak bisa berkutik dan hanya dia, kecupan Vino semakin menggila


menjulur ke lehernya.


Membuat suara desahan keluar dari mulut Kesha. Jemari tangan


Vino mulai nakal merayap masuk dalam helaian kain yang menutupi tubuh kesha,


dan. Plaakkkk...


Tangan Vino menarik bra belakang milik kesha sontak menbuat


gadis itu terjingkat dari duduknya. Ia beranjak berdiri dengan wajah kesal menatap


Vino di depannya. Dan tangan ke belakang, mencoba memasang branya kembali.


“VINOO....!!” teriak Kesha kesal, menjamkan tatapannya.


“He.. he.. Maaf, lagian kamu terlalu serius begitu,” ucap


Vino semakin membuat Kesha semakin kesal.


Disaat ia menikmati apa yang Vino lakukan. Dan ternyata Vino


hanya menggodanya dan bercanda. Membuat Kesha semakin geram. “Shiitt.. Vino


beraninya, kamu menggodaku, awas saja nanti aku akan balas perbuatanmu” ucap


Kesha, yag masin mencoba memasang kembali tali belakang bra miliknya.


Vino hanya tersenyum melihat Kesha yang kesusahan, tanpa


meminta bantuanya.


“Sini, aku bantu.” Ucap Vino. Melangkahkan kakinya mendekati


Kesha.


Kesha yang merasa was-was dengan Vino, ia melangkahkan


kakinya mundur ke belakang menjauhi Vino. “Jangan mendekat,” ucap Kesha tegas.


“Aku hanya membantu kamu, dari pada kamu gak bisa” ucap


vino, menarik ke dua alisnya ke atas.


“Aku gak butuh bantuan kamu, aku bisa melakukannya sendiri.”


Ucap Kesha.


“Baiklah, kalau memang kamu bisa.” Vino menghentikan


langkahnya, dengan ke dua tangan melipat di atas dadanya. Memandang kesha yang


belum juga bisa.


“Aku sudah bilang, sini aku bantu” ucap Vino, medekap tubuh


Kesha, dengan ke dua tanganya ke belakang. Menyelip di balik kain belakang


punggung kesha.


“Sudah, sekarang sudah terpasang” ucap vino, mengusap lembut ujung kepala

__ADS_1


Kesha. Mmebuat wajah Kesah memerah, tersipu malu. Dengan kelembutan jemari


tangan Vino.


__ADS_2