Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Pulang ke rumah


__ADS_3

“Dok sekarang Manda sudah bisa di bawa pulang kan?”Tanya Aron pada dokter yang sedang memeriksa kondisi Manda.


“Boleh, tapi ingat harus jaga pola makan, dan jangan minum wine lagi. Dan juga harus


jaga kesehatan jangan terlalu lelah.”ucap dokter itu.


“Kalau hanya itu, siap dok. Aku pasti akan selalu jaga kesehatan kok. Kalau soal minum Wine kamarin gak sengaja”gumam Manda, senyum tipis ke arah Aron, ia tahu kalau Aron terlihat marah gara-gara minum wine itu.


“Gak sengaja apanya”ucap Aron, mengepalkan tanganya, memukulkan pelan ke kening


Manda.


“Syang sakit”ucap Manda penuh manja.


“gak usah manja gitu syang, lagian juga gak keras kalau aku mukul”ucap Aron.


“Oya dok, sekalian dokter harus datang ke rumah aku satu minggu sekali, untuk check up


keadaan Manda dan bayiku”cap Aron, beranjak berdiri dari duduknya.


“Baiklah”gumam Dokter itu, dan beranjak keluar dari ruangan Manda.


“Sekarang aku mau makan buah”ucap Manda.


“tahu saja kalau aku sudah bawa buah tadi”ucap aron segera mengambilkan beberapa buah


untuk Manda.


“Kamu mau yang mana?”Tanya Aron, mengelurkan buah jeruk dan apukat.


“Dua, duanya syang, tapi kamu kupasin ya”ucap Manda.


“Baiklah, tuan putri Manda”gumam Aron.


Aron mulai lelah harus berlari gara-gara macet. Karena gak mau Manda menunggu terlalu lama. Aron


memutuskan untuk meningalkan mobilnya. Namun sebelumnya dia sudah menghubungi Vino untuk mengambil mobilnya. Karena berhenti di tengah jalan terjebak kemacetan panjang.


Jarak kemacetan dengan rumah akit hampir 30 menit. Dan Aron memutuskan untuk berlari


melesat secepat kilat menuju ke rumah sakit. Sebelum waktu yang di berikan


Manda habis, dan dia marah-marah nantinya.“Ini udah aku kupas jeruknya di makan dulu”ucap Aron.


“Gak mau, mau makan apukat duluan”ucap Manda mulai merengek seperti anak kecil.


“Haduh syang, bukannya sama saja”ucap Aron.


“Gak mau makan”ucap Manda kesal, ia melipat ke dua tangannya ke dada, dan memalingkan pandangannya ke arah yang berlawanan dari pandangan Aron.


Aron menghela napas sejenak, menahan rasa kesal yan hampir saja memenuhi hatinya.


“Baik deh, aku buka ya buah apukatnya”ucap Aron.


“Nah gitu dong, nanti kalau anak kita ngiler gimana Kalau apa yang aku inginkan saja


tidak di penuhi oleh ayahnya”


“Aron duduk di ranjang pasien manda, mendektkan duduknya ke arah manda. “Syang apa sih yang


gak aku lakuin buwat kamu, tapi kamu selal merasa kurang. Dan kurang. Gak


pernah aku menolaknya kan”ucap aron, mengusap lembut ramut Manda.

__ADS_1


Iya benar juga apa kata Aron, dia sudah berkorban banyak untuk anak ini. Dan entar lagi adalah hari ulang tahunnya, aku harus meberi kado special baginya, gumam Manda dalam hatinya.


“Kenapa kamu diam?” Tanya Aron.


“Maaf ya”ucap Manda mengecup pipi kiri dengan tangan melingkarkan di leher Aron mesra.


“Yang penting kamu dan anak kita sehat, aku tidak perduli lagi dengan semuanya. Aku ingin


hidup bahagia bersaa anak cucu kita nantinya”ucap Aron, memeluk erat tubuh manda.


“Udah sekarang cepat makan, setelah itu kita beres-beres dan pulang. Sebentar lagi mungkin Vino akan datang jemput kita”ucap Aron.


“Baiklah, tapi suapin dulu”ucap Manda dengan manjanya.


“Manja banget sekarang istriku ini”ucap Aron mengacak-acak rambut manda.


“Syang rambut aku jadi berantakan nih”gumam Manda kesal.


“Sudah nanti aku yang sisir rambut kamu”ucap Aron.


Manda tersenyum unjuk gigi menatap ke arah aron, “Dasar ya istri manjaku ini”Gumam


Aron, mencubit hidung mancung manda.


Aron dngan segera suapin buah jeruk hingga Apukat bergantian. Manda semakin hari semakin


banyak maunya, jadi Aron harus ekstra sabar menghadapi istri yang membuat ia


merasa sangat kesal. Tapi demi anak dia rela berjuang.


“Kamu gak kesal kan dengan permintaanku yang aneh-aneh kan?” tanya Manda, meraih sisir di


meja samping ranjangnya.


“Kenapa aku harus marah dengan kamu. Gak ada alasan aku harus marah. Kalau kamu minta hal


aneh wajar, kamu lagi mengandung anak aku. Dan aku akan memenuhi semua permintaanmu.


Dan waktu belum hamil kamu gak banyak minta kok. Jadi aku santai-santai saja. Nikmati saja sampai 9 bulan.”gumam Aron.


“Benar juga apa kata kamu, tapi entah kenapa aku merasa gak enak saja syang dengan kamu.


Aku merasa terlalu berlebihan manjanya”jawab manda, meraih tangan Aron yang sibuk menyisir rambut panjangnya.


“Udalah, jangan di bahas lagi ya, aku akan selalu menuruti apa kata kamu, lagian aku juga punya banyak salah padamu dulu”ucap aron, memegang tangan Mnada dengan tangan kirinya.


“baiklah, kamu bereskan semuanya ya”pinta Manda.


Tok..Tok..


“Da aku ganggu kalian gak?”tanya Kesha di balik pintu.


“Enggak sha, kamu masuk saja”ucap Manda.


“Ada yang bisa aku bantu gak kak?”Tanya Kesha, ia datang memang untuk membantu manda


beres-beres.


“wah kebetulan sekali Sha, Manda butuh bantun kamu untuk bereskan bajunya”ucap Aron


tanpa ragu, ia segera duduk bersandar di sofa.


“Eh, syang kenapa kamu enak-enak duduk sih, ayo siapkan administrasinya sekalian.”ucap Manda.

__ADS_1


“Tenang syang semua sudah aku urus, kita tinggal pulang saja nanti”gumam Aron,


menyandarkan kepalnya yang terasa pusing kali ini.


Manda beranjak turun mencabut infus yang menancap di punggung tangannya. “Syang apa


yang kau lakukan, biarkan dokter yang atau perawat yang mencabut”ucap Aron yang selalu terlihat panik.


“Apa sih syang cuma gini saja, gak sakit”ucap Manda.


Melihat Manda yang ingin menghampirinya, Aron segera berdiri, memapah tubuh Manda yang


masih terasa lemas. Ia berjalan saja harus mencari pegangan, untuk menuju ke arah Aron.


“Da, udah duduk jangan terlalu bergerak dulu”ucap Kesha yang terlihat khawatir.


“Udah Sha gak apa-apa”gumam Mnada tersenyum tipis kea rah Kesha.


“Syang aku mau duduk di kursi roda itu langsung ya”gumam Mnada pa Aron yang masih memepah


tubuhnya menuju ke kursi roda.


“Iya, lagan kamu ini ngeyel. Di bilangin jangan gerak. Kalau kamu mau duduk, aku bisa


mengangkat kamu langsung ke kursi roda syang, nanti kalau sakit lagi. Aku yang lebih khawatir sayang.”ucap Aron.


“ayo kita segera pulang, semua sudah siap. Dan Vino juga sudah nunggu di luar”gumam Kesha.


Aron mendorong kursi roda Mnada menuju ke hlaman rumah skat dan Vino sudah stand by di sana sejak tadi. Karena masih lama beres-beres.


Kesha membuka pintu mobl buat Manda, dan segera ia masuk ke dalam mobil. Dan duduk di kursi depan bersama Vino.


Aron mengangkat tubuh mungil Manda ke dalam mobil.


---00---


Lama perjalanan, karena sempat ke supermarket dulu untuk beli susu buatibu hamil untuk manda.


“Vin kamu bawa kursi roda nada ya”gumam Aron.


“Baiklah” Aron seperti biasa mengangkat tubuh Manda, keluar dari mobil. Berjalan dengan


langkah ringan, menaiki anak tangga menuju ke kamarnya. Manda melingkarkan tangannya di leher Aron. Dengan terus menatap mata Aron.Ia tak berhenti memandang suaminya itu. sebuah kecupan tiba-tiba di pipi kanan Aron, membatna terkejut.


“Manda kamu usil juga ya”ucap Aron, tersenyum nakal.


“Gimana kalau kamu malam ini…” Manda menghentikan ucapan Aron, menutup mulutnya dengan telunjuk tangan kanannya.


“Jangan berbicara lagi, apa kamu gak tau aku baru saja sembuh syang, jangan ajak yang aneh-aneh deh”gumam Manda.


“Emang kau tahu aku mau bicara apa syang. Kenapa udah nebak duluan. Padahal kan aku itu, mau bicara kalau ajak kamu tiur bareng. Gak minta aneh-aneh syang. Lagian aku tahu kamu lagi sakit.”ucap Aron, membaringkan tubuh Manda di atas ranjang.


“Udah sekarang kamu tidur duluan, aku mau ke kamar mandi dulu”ucap Aron, mengusap lembut rambut Manda.


“Iya syang”ucap manda.


Aron segera menarik selimut menutupi sekujur tubuh Manda, mencium lembut keningnya.


“Selamat malam syang, mimpi indah”gumam Aron.


“Nanti aku juga susul kamu tidur setelah mandi”


Manda tersenyum, dan mulai memejamkan matanya perlahan.

__ADS_1


__ADS_2