Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Curhat


__ADS_3

Aron memegang ke dua pelipis Manda, ia mengusap lembut pipinya."Manda kamu gak napa-napa kan?" Tanya Aron, seketika menarik kepala Manda menyandarkan ke dada bidangnya.


Mana terkejut, ia merasa malu berada dalam dekapan Aron saat bersama sahabatnya.


"Aku gak napa-napa" jawabnya, ia mendongakkan kepalanya menatap wajah Aron di atasnya, "kamu dari mana saja?" Tanya Manda. Ia melepaskan tangan Aron agar tak menahannya terus berada dalam dadanya.


"Aku baru saja keluar sebentar, apa kamu sudah kangen denganku ya" ucap Aron mencubit hidung mancung Manda.


"Apaan!!, siapa juga yang kangen" Manda mengerutkan bibirnya kesal.


"Benar gak kengen, kalau aku pergi ada urusan kerja 3 hari kamu mencariku gak?" Tanya Aron, mencoba menguji Manda.


"Apa?. Mau kemana?, terus aku di sini sama siapa??" Tanya Manda beruntun, meskipun tak bilang kangen tapi sepertinya dari cara ia tanya, Aron sudah tahu jika Manda tak mau ia tinggal pergi meski hanya beberapa hari.


"Oya,Syang jangan peluk aku seperti ini, ada kesha aku malu"gumam Manda lirih. Ia batu sadar jika Kesha dari tadi masih di bekakangnya. Aron menatap kesha di belakang Manda yang terus tersenyum menatap mereka bermesraan di depannya. Meski rasa iri ada dalam hati Kesha, tapi apalah daya Kesha tak punya pasangan hanya bisa diam menatap kemesraan mereka.


"Iya, iya.." jawab Aron mengusap lembut rambut Manda.


Manda menoleh ke arah Kesha, ia tak mau ngacangin Kesha terus bermesraan dengan Aron.


"Oya Sha, gimama soal Vino, apa hubungan kalian sekarang baik-baik saja" tanya Manda pada kesha yang dari tadi berdiri di belakangnya.


Kesha hanya diam menundukkan kepalanya, ia ingin cerita pada Manda namun sepertinya tidak dulu, karena masih ada Aron di sampingnya. Ia malu harus cerita di depan kak Aron. Dan lagian ini urusanku dengan Vino, ia tak mau nanti Aron ikut campur dalam masalah cinta mereka. Karena masalah cinta ada paksaan campur tangan orang kain itu tak merasa nyaman.

__ADS_1


"Sha kenapa kamu diam?." Manda menepuk pundak kesha yang dari tadi terus terdiam melamun.


"Eh. Iya da?" Ucap Kesha tersadar dari lamunannya.


"Kamu kenapa?, ada masalah lagi dengan Vino?" Tanya Manda memapah tubuh kesha duduk di ranjangnya. Saat ini ia melupakan suaminya dulu di belakangnya. Namun Aron tak mempermasalahkan itu semua. Karena memang mereka sahabatan jadi tak ada masalah bagi Aron, yang penting baginya tidak sahabatan dengan Lelaki. Itu yang membuat ia marah besar.


"Gak kok Da!!, oya sekarang aku mau pergi dulu ya, ada urusan mendadak. Nanti aku akan kembali lagi ke sini"ucap Kesha beranjak berdiri.


Manda memegang tangan kesha mencegahnya pergi lebih dulu. Karena ada banyak hal yang ingin ia katakan padanya. Dan juga banyak hal yang ingin ia tanyakan juga pada Kesha. Ia melirik sekilas ke arah Aron. Lelaki itu tahu Manda menataonya, ia melebarkan matanya di depan Manda. Sontak Manda menyipitkan matanya menatap aneh pada Aron.


Sepertinya karena ada Aron dia pergi, mungkin ceritanya sangat dalam jadi ia tak mau aron tahu. Lebih baik aku suruh Aron pergi saja dulu, biar aku bisa leluasa cerita dengan Kesha hari ini, tanpa rasa canggung dan malu lagi, gumam Manda dalam hati.


"Emm..syang."sapa Manda lembut pada Aron.


"Ada apa sayang?" Tanya Aron membalas dengan penuh kelembutan. Ia mengusap rambut manda yang duduk di ranjang.


Aron tersenyum, ia tahu maksud rayuan Manda mungkin mereka curhat masalah wanita yang tidak boleh di ketahui lelaki jadi, apa boleh buwat ia harus mengalah dulu sekarang pada Kesha. Lagian nanti juga ada waktu lagi bersamaan habis makan malam. Bisa manja berdua, saling memeluk erat, bercanda tertawa di atas ranjang, gumam Aron dalam hati. Pikirannya melayang penuh dengan keinginan terus bersama Manda, namun hanya berduaan.


"Baik aku akan keluar." Ucap Aron.


Ia beranjak keluar dari kamar Manda menuju kamarnya yang tepat di samping kamar Manda. Ya sekalian bisa mendengarkan curhat mereka di balik kamarnya, dari balkon pasti kedengeran suara mereka saling curhat. Aron terus bergumam dalam hati, meskipun ia tak di kamar Manda, tak bisa menemani curhatan mereka . Tapi ia merasa tertarik dan ingin menguping apa pembicaraan mereka sebenarnya, sampai ia tak boleh ada di kamar Manda.


Melihat punggung Aron sudah pergi menjauh, Manda segera menarik tangan Kesha, untuk duduk kembali di ranjangnya. "Duduklah, sekarang Aron gak ada kamu harus cerita semua padaku sekarang?" Ucap Manda menyilakan ke dua kakinya di atas ranjang, ia meraih bantal sebagai tumpuan siku ke dua tangannya. Memasang wajah serius mendengarkan curhat kesha.

__ADS_1


Kesha diam sejenak, menarik napasnya, dan mukai bercerita pada Manda. "Aku dan Vino sudah benar-benar pisah Da, entah aku bisa balikan lagi atau gak, ku sudah tidak berharap. Karena aku sudah menolak ajakan Vino untuk balikan denganku. Dan dia juga sepertinya sangat kecewa dan marah padaku. Pasti sekarang ia tak mau bertemu lagi denganku" ucap Kesha, wajahnya menunduk menahan kesedihan di hatinya.


Manda terdiam, ia tak menyangkan kesha benar-benar putus dengan Vino, dan sekarnag hubungan mereka semakin menjauh padahal dulu mereka sangat mesra namun sejak kedatangan Manda semuanya berubah sekarang.


"Maafin aku ya Sha" ucap manda mengusap lembut rambut kesha, ia tahu sekarang hati Kesha sedih meskipun ia tidak menunjukannya pada Manda.


"Kenapa kamu yang minta maaf sih Da, itu semua bukan salahmu, mungkin memang aku bukan takdirnya, dan aku harus pergi darinya. Tapi tenang saja sementara aku akan di sisimu sampai kamu pergi dengan Aron dari rumah ini" Ucap Kesha mencoba tersenyum di balik hati yang terluka.


"Tapi Sha kenapa kamu tidak di sini dengan Vino?" Tanya Manda.


"Gak Da, ku gak bisa, Vino akan kuliah di Sydney mungkin atau di mana aku juga tidak tahu, dan dia semakin menjauh denganku. Hubunganku sudah tak bisa di pertahankan Manda"ucap Kesha, kali ini ia menunduk ke bawah, menahan air mata yang sekaan terbendung dalam matanya.


Kasihan kesha, aku harus membantunya sekarang. Tapi sebelum Aron salah paham, sepertinya aku harus bilang dulu padanya. Aku tidak mau menimbukan perselisihan lagi antara adik kakak nantinya, gumam Manda dalam hati.


"Sabar ya Sha, meskipun tak punya pasangan, masih ada aku sahabatmu yang selaku ada buwat kamu, tapi jika aku bermesraan dengan Aron jangan iri ya"goda Manda mencoba membuat Kesha tersenyum kali ini.


Kesha tersenyum tipis. "Gak lah, Da? Tenang saja?" Ucap kesha. "Oya, gimana rasanya hamil Da,enak gak?" tanya kesha penasaran.


"Emm. Mau tahu ya, mendingan kamu coba saja rasanya bagaimana"Ucap Manda tertawa kecil, melihat ekspresi kesal wajah Kesha yang semakin menjadi.


"Udah-udah sha, gitu aja ngambek, oya.. nanti cerita laginya, aku mau menemui Aron dulu takutnya dia marah entar terlalu lama menunggu, maaf ya Sha. Tapi kamu bisa kirim chat ke aku nanti"gumam Manda.


"Baiklah, aku juga ada urusan bentar lagi..bye." ucap Kesha beranjak berdiri dan melangkahkan kakinya pergi dari kamar Manda.

__ADS_1


Aron yang menguping di balkon segera masuk ke dalam kamarnya, naik ke atas ranjang dengan pura-pura membaca majalah yang tergeletak di meja kecil samping ranjangnya.


Aku harus pasang wajah serius saat Manda datang, jangan tunjukan rasa canggungmu Aron, gumamnya dalam hati.


__ADS_2