Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Rencana Vino Pada Manda


__ADS_3

Aron terlihat masih terdiam ia teringat masa lalunya.dengan langkah menuju kamar adiknya. Namun meskipun fikirannya melayang layang dia masih sadar dengan apa yang ada di depannya.


" Tok..tok.."


Nampak Vino keluar dari balik pintu mendengar ketukan kakaknya.


"Ada apa kak?? Apa kakak sudah puas bermain main??" Vino nampak sangat senang namun pandangnya kembali muram melihat kakaknya dengan wajah di tekut seperti menyembunyikan sesuatu.


Kakaknya memang tidak pernah cerita dengan semua masalah yang di alami di luar nampak dia sangat keras namun sebenarnya dalam hatinya terluka. Dia seolah telihat kuat di depan orang untuk menunjukan wibawanya.


Kali ini pemandangan yang berbeda dari kakaknya. Dia melihat kakaknya nampak sangat muram. Tak berani bertanya pada kakaknya dia menarik tangan kakaknya pergi ke dalam kamar tepat dia menyembunyikan gadis itu.


"Kamu mau membawaku kemana?" Tanya Aron.


"Kita akan senang senang bersama kak, bagaimana??" Vino tersenyum mengangkat alisnya. Ia mengisyaratkan sebuah jawaban iya dari mulut dingin kakaknya itu.


Lama menunggu jawaban Vino nampak sudah tak sabar mendengarkan kata iya dari kakaknya. Namun bukan sebuah kata iya hanya kedipan mata dari kakaknya. Tapi ia tahu kedipan mata itu mendakan dia mau dengan tawaran Vino.


"Baiklah sekarang aku akan perlihatkan kakak sesuatu??"


Mereka berjalan dengan santainya ke kamar. Sampai di depan Vino segera membuka pintu dan menyuruh kakaknya masuk. lalu menutup kembali pintunya.


Terlihat Manda duduk di ranjang merenung sendirian. Ia nampaknya sangat ketakutan. Sesegukan nya seolah belum berhenti dari tadi.


"Kak kamu apain dia sampai nangis gitu?? Apa kakak terlalu kasar bermain dengan dia?? " Vino menghampiri gadis itu memiringkan pandangannya ke kanan dan kekiri mengamati gadis di depanya yang sangat familiar baginya.


"Sepertinya aku pernah melihat dia??" Vino menimang nimang mencoba berfikir siapa dia.

__ADS_1


Thingg.. sebuah jawaban muncul di otaknya.


"Kamu bukanya anak baru itu??" Vino mengernyitkan matanya menatap jelas gadis di depannya.


Manda mendongakkan kepalanya menatap Vino.


"Kamu??" Tatapan terkejut manda membuat Vino mengernyitkan dahinya.


Manda berdiri manarik narik baju Vino memohon padanya untuk di keluarkan dari tempat itu. Namun Vino nampak dia tak menggubris. Vino melirik kakaknya yang melotot tajam ke arahnya membuat dia tidak bisa berkutik apa apa.


Manda merasa bahwa Vino orang yang baik meskipun di hari pertama dia terasa sangat menyebalkan. Namun kenyakinannya membuat dia tidak malu memohon pada Vino hingga menangis di depannya. Vino yang tak bisa bertindak apa apa hanya terdiam. Namun di balik kakaknya membawa gadis itu ke rumah membuat Vino dengan mudah mendapatkan mainannya tak perlu susah payah mendekatinya.


Senyum liciknya mulai bangkit, dia terfikirkan cara untuk menjadi lelaki baik di depan Manda agar manda lulut dengannya dan bisa dengan mudah bermain dengannya. Tapi saingannya kali ini adalah kakaknya sendiri. kakaknya sangat sayang dengan Vino apa pun akan dia berikan termasuk gadis ini pasti dengan mudah akan dia dapatkan.


Merasa sudah lelah memohon pada Vino Manda menyandarkan kepalanya di dada bidang Vino. Menangis tersedu sedu di dadanya. Manda merasa nyaman di dekat Vino itu Membuat Vino tertawa girang dalam hatinya. Ia seoalah telah menang 1-0 dengan kakaknya. Sepertinya Manda lebih percaya dengan Vino di bandingkan dengan Aron yang terlihat sangat keras dan bengis.


Manda melepaskan tangannya dari baju Vino. Dia mengusap air mata yang sudah membanjiri ke dua pipi manisnya dengan punggung tangannya.


"Kamu?? Bukannya Om tadi marah dengan ku dan pergi meninggalkanku tapi kenapa sekarang balik lagi ke sini" pungkas Manda yang kini nampak sangat berani.


Entah di depan Vino dia merasa ada kekuatan di sampingnya. Keberaniannya menghadapi kejamnya Aron tiba-tiba muncul dalam benaknya. Ia tidak mau terus menderita. ia harus melawan keganasan Aron padanya.


Manda sudah mulai terbujuk dengan raut wajah tampan Vino yang nampak manis di luar tapi dia belum tahu kebusukan Vino sebenarnya. Vino terkenal pecinta wanita di sekolahnya manda bahkan belum tahu itu ia baru pindah satu hari di sana belum tahu semua tengang Vino.


Vino sebanarnya sudah punya pacar yang kini tinggal di Korea dan melanjutkan pendidikannya di sana. Untuk menghilangkan rasa rindunya pada kekasihnya itu. Ia rela ganti ganti wanita bahkan tidur dengan wanita lain. Meskipun begitu dia tetap masih mencintai kekasihnya dan masih berharap dia akan kembali dalam pelukannga lagi.


"Aku kesini hanya antar Vino bertemu dneganmu " Aron nampak sangat dingin pada Manda.

__ADS_1


"Sekarang silahkan bersenang senang, aku akan pergi" Aron beranjak membuka pintu dan menutupnya kembali tanpa ekspresi sedikitpun pada wajahnya.


"Maaf aku tidak bisa mengeluarkanmu dari sini??. Tapi malam ini aku akan menemanimu agar kakakku tidak balik lagi ke sini" kata Vino terlihat lembut di luar namun hatinya berkata lain.


Manda nampak menganggukan kepalanya meng iyakan ucapan Vino. Ia berharap Vino baik dengannya tak seperti kakaknya.


"Jadi dia itu kakak kamu?? "


Vino perlahan menuntun Manda duduk di ranjang.


"Iya, bentar kenapa pipi kamu nampak merah apa kakak ku menyakitimu" Vino berpura pura khawatir padanya.


"Entahlah apa salahku pada kakakmu kenapa dia berbuwat kasar padaku. Apa setiap kata yang aku ucapkan salah di telinganya" ucap Manda memandang mata bulat Vin.


"Kamu gak salah, memang kakakku yang terlihat sangat ganas dia memang suka membunuh wanita yang tidak bisa memuaskanya" Vino menarik ke dua pipi Manda agar dia tersenyum kembali.


Menatap senyum manda seolah ia tidak tega dengan keadaan manda seperti itu. Ingin sekali dia merasakan lekuk tubuhnya namun sepertinya hari ini dia harus menunda keinginannya dalam dalam.


"Sekarang kamu ganti baju dulu, seragam kamu sudah terlihat lusuh besok bukannya kamu masih pakai seragam ini" Vino manarik lengan baju pendeknya seolah jijik melihat baju sekolah manda nampak kotor dan lusuh.


"Baiklah aku akan ganti baju di kamar mandi. Kamu tetaplah di sini aku ingin kamu ada di sini temani aku. Aku takut kakak kamu akan datang lagi" manda tanpa sengaja memegang kedua tangan Vino nampak memohon padanya.


Vino berpikir rencannya berhasil kini manda nampak sangat percaya padanya. Baru datang menenangkan hatinya saja dia sudah percaya begitu saja padanya. Kini rencana sudah berjalan mulus namun rasa ragu dan kasihan muncul di benak Vino. Membuat dia menunda nafsunya.


"Ya aku akan tetap disini temani kamu?" Jawab Vino nampak lembut.


" Manda tersenyum ia berdiri segara mengambil baju di koper yang masih tergelatak di depannya. Seolah mendapatkan semangat baru manda nampak sangat ceria kembali rasa takutnya mulai hilang. Ia berharap akan terus seperti ini.

__ADS_1


Kakak beradik yang sangat berbeda kenapa kakaknga terlihat sangat arogan, kasar dan sangat mudah marah sedangkan adiknya berbalik jauh dia terlihat lebih lembut, perhatian yang kini membuat hati ku terasa nyaman. Aku merasa ada yang melindungiku hari ini batin Manda berdiri menatap Vino penuh perasaa di depannya.


__ADS_2