Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Masuk rumah sakit


__ADS_3

Di sisi lain di balik rumah sakit megah di tengah kota. Aron terbaring tak sadarkan diri di rawat di rumah sakit. Dan keadaanya kini sangat kristis. Bahkan dokter masih menanganinya. Jack duduk di luar dengan perasaan Khawatir menunggu kabar dari dokter yang tak kunjung juga keluar.


" Kenapa dokter lama sekali" pungkas jack menghentak hentakan kakinya. Ia sudah tak sabar lagi untuk menunggu.


Udah hampir 1 jam penanganan, dokter keluar dari ruangan UGD. Jack sontak beranjak dari duduknya. " Gimana keadaan Aron dok?" Tanya Jack dengan penuh khawatir.


" Dia masih tak sadar diri, kondisinya sangat parah dia terlalu banyak minum. Jika kamu tidak segera membawa dia kemari. Maka entahlah nyawanya bisa tertolong atau tidak tapi beruntung nyawanya masih bisa di selamatkan. Meskipun sekarang dia belum sadarkan diri. Dan Kamu bisa jenguk dia sekarang" Pungkas Dokter beranjak pergi meninggalkan Jack .


Tak menunggu waktu lama Jack pun segera masuk ke dalam ruangan melihat Aron terbaring lemah di atas ranjang pasien.


" Kenapa kamu seperti ini lagi Aron" Gumam Jack.


Jack segera menghubungi Vino untuk segera datang menjenguk kakaknya. Setidaknya ada keluarga dia yang merawatnya di sini.


Jack mengambil ponsel di sakunya segera menghubungi Vino.


" Kak Jack ada apa??"


" Vino kamu cepat ke rumah sakit kakamu sedang kritis sekarang"


" apa kakak sakit, dia kenapa?? Apa yang terjadi pada kakak" Ucap Vino terlihat snagat khawatir. Meskipun kakanya sangat jahat. Dia tidak bisa membenci kakaknya . Gimanapun juga dia yang selama ini menjaganya.


"Dia terlalu banyak minum sekarang kondisinya sangat kritis dan belum sadarkan diri"


" Baik aku akan segera ke sana. Kak Jack segera kirimkan alamat rumah sakit tempat kakak di rawat"


Jack segera mematikan ponselnya jemarinya sangat lihai mengetik huruf demi huruf dan segera mengirimkan pesan alamat itu pada Vino.


" Aron setidaknya ada keluargamu yang mendampingimu saat kamu seperti ini. Vino pasti tahu apa alasan kamu jadi seperti ini" Gumam Jack meskipun ia tahu Aron tidak akan menjawabnya.


1 jam kemudian Vino datang dengan kesha dengan langkah terburu buru menemui Jack yang sudah duduk di luar.


" Kak Jack!! Gimana keadaan kakak??"


Pungkas Vino dengan perasaan cemas khawatir jadi satu.

__ADS_1


" Dia sedang kritis sekarang. Sebanarnya apa yang terjadi sebanarnya pada kakakmu. Kenapa fia bisa minum banyak seperti itu"  Vino terdiam seketika seolah mulutnya terkunci tak bisa menjawab pertanyaan kak Jack.


" Kenapa kamu diam, jujur sebenarnya apa yang terjadi" Jack solah tahu ada masalah serius yang terjadi sehingga Vino tak bisa berkata apa lagi.


" Baiklah aku akan cerita semuanya" pungkas Vino menarik tangan Jack duduk di kursi untuk menunggu pasien.


Hingga satu jam Vino cerita panjang lebar bercerita masalahnya tentang Aron. Dan kini Jack mulai mengerti apa masalahnya. Ingin sekali ia membantu masalahnya untuk tinggal beberapa bulan lagi tetap tinggal bersama Aron.


Suasana nampak hening seketika antara Vino dan Jack mereka terlihat bingung apa yang harus di lakukan. Jika menyuruh manda untuk menemani Aron. Vino takut jika Aron akan berbuwat keji lagi pada Manda. Dan akan semakin mengganggu mental Manda.


Akhirnya ia memutuskan untuk diam tanpa memberi tahu Manda. ia tahu jika Manda pasti sangat dendam dengan kakaknya. Karena perbuatan kakaknya. Entah apa yang Manda perbuat jika tahu Aron terbaring lemas di rumah sakit.


" Vin gimana?" Pungkas Kesha berjalan menghampiri Vino.


" Kamu diam saja jangan beri tahu Manda soal ini. Miskipun dia istrinya tapi jangan beri tahu dia" pungkas Vino menutup wajahnya dengan telapak tangan mengusapnya berkali kali. Ia sangat bingung beberapa hal terjadi secara bersamaan. Membuat ia tambah pusing memikirkan apa yang harus ia perbuwat.


#Manda POV


" Non makan dulu" Pungkas pelayan memabawa senampan makanan untuk Manda.


" nanti saja bi.. taruh saja di situ nanti aku bisa makan sendiri" pungkas Manda yang masih sibuk dnegan ponselnya.


Pelayan itu mulai keluar dari kamar Manda. Sedangakn manda sibuk dengan ponselnya.


" Haaahhh... " Manda nampak kesal melemparkan Ponselnya di ranjang. Ia sudah dari tadi mengotak atik.ponselnya namun tak kunjung bisa. Ia masih tak tahu gimana caranya memakai ponsel itu.


Kesha dengan Vino juga tak kunjung pulang. Manda yang sudah mulai bosan ia meraih remot tv di ranjangnya. Untuk mencari hiburan sejenak.


" Lebih baik nonton tv" pungkas Manda nampak sangat kesal.


Ia memencet mencet tombol remotnya mencari siaran tv yang pas untuknya.


" siaranya jelek jelek" pungkas Manda.


Ia terdiam seketika mendengar berita di telivisi membuat ia tak berkutik . Tatapannya melotot ke depan tv di depannya.

__ADS_1


" Seorang pengusaha kaya nomor satu di kota bernama Aron Wijaya


sedang terbaring lemas di rumah sakit. Dari sumber yang ada dia terlibat masalah dengan seseorang. Hingga membuatnya 2 hari berturut minum beberapa botol minuman. Dan kini keadannya sangat kritis di rumah sakit" Ucap seorang wartawan kece di depan televisi.


" Aron?" Manda nampak ragu itu benar suaminya atau tidak. Tapi dari sumber berita sepertinya memang benar. Tapi kenapa kesha dan Vino tidak memberitahunya tentang masalah itu.


Ia termenung sejenak.


" ahh.. Biarkan saja lah ngapain juga urusin dia. Dia lelaki kejam gak punya hati dan otak. Itu balasan untuknya"ucap Manda dengan nada sangat kesal.


Manda mematikan tv nya mulai membaringkan tubuhnya di ranjang.


" ini belum seberapa Aron, mungkin nanti kamu akan merasakan hal yang paling menyakitkan dalam hidupmu" gumam Manda lirih. Ia mendongakkan kepala menatap langit atap kamarnya.


Ia merasa tak tega harus terlalu kejam dengan Aron. Bagaimana pun juga dia adalah suaminya. Namun kenapa hatinya masih tak bisa terima ia masih sangat marah atas semua perbuatan Aron padanya.


" Dia tega denganku, aku harus lebih tega lagi dengannya" gumam Manda memejamkan matanya sejenak untuk menghilangkan fikiran itu yang terus mengahantuinya.hingga ia tertidur lelap di ranjangnya.


#Vino POV


" kak.. maafin aku sudah terlalu kasar denganmu" ucap Vino berdiri di samping ranjang kakaknya.


" soal Manda aku akan perlahan membujuk dia untuk kembali. Tapi dengan satu syarat kakak tidak boleh menyakitinya lagi. Kakak harus merawatnya menjaganya dan selalu menyayanginya" Vino melanjutkan ucapanya.


Di sisi lain Jack dan kesha berdiri di samping kanan dan kiri Vino menatap Aron yang masih koma tak sadarkan diri. Mereka berharap Aron cepat sembuh dari komanya dan segera berkumpul lagi dnegan keluarganya.


" Vin!!" Kesha menepuk pundak Vino.


" iya Sha" Jawab Vino lirih. Matanya terlihat sudah mulai berkaca kaca menatap kakanya yang berbaring tak berdaya.


" Ayo kita pulang dulu" ucap Kesha .


" Kamu pulang saja dulu jaga Manda gak papa. Aku akan tetap di sini jaga kakakku. Aku ingin melihat dia saat sadar nanti" Pungkas Aron menyentuh ke dua bahu kesha.


" baiklah" Pungkas kesha.

__ADS_1


" kau pulang dulu kak Jack" Kesha berpamitan dengan jack di samping Vino. Tak menunggu Vino ia segera pulang karena manda pasti sudah lama menunggunya di rumah. Kasihan dia sendiri saja di rumah gak ada teman untuk di ajak bercanda dan tertawa bersama.


Sesaat ia melirik ke belakang menatap Vino.


__ADS_2