
Setelah bertemu dengan anak Manda dan berbincang dengan mereka serta saling bercanda bersama dengannya. Kesha beranjak masuk ke kamar untuk membereskan kamar barunya. Ya, meski besok dia sudah tinggal di rumah baru yang di siapkan khusus oleh Manda dan Aron untuknya. Tapi setidaknya, ia ingin selalu membantu Manda juga menjaga ke dua untuk Manda untuk balas budi dengan apa yang sudah mereka lakukan.
Kesha melamun sendiri, membayangkan dirinya yang begitu bergantung dengan orang lain. Dan bahkan dia tidak bisa membantu Manda dengan baik. Dan tidak berbuat apa-apa lagi u untuknya.
"Ma, pa maafkan aku gak bisa berbakti pada kalian. Aku gak pernah pergi menjenguk kalian. Aku benar-benar tidak berguna" batin Kesha dalam hatinya, yang terus merataapi semua yang telah terjadi.
Manda berdiam di depan pintu kamar Kesha, melihat kesha yang diam membisu. Melamun, menatap foto ke dua orang tuanya. Dengan wajah menunduk sedih.
Manda yang melihat Kesha sedih. Perlahan Manda berjalan masuk ke kamar Kesha. Melihatnya yang sekarang masih diam memandang foto ke dua orang tuanya.
"Manda kamu lagi apa berdiri di situ, duduklah sini" ucap Kesha? Yang dari tadi menyadari jika Manda tak berani mendekati Kesha.
"Kamu lagi mikirin orang tua kamu ya, kamu pasti kangen banget sama mereka." Ucap Manda menepuk pundak kesha. "Kamu masih punya orang tua, sedangkan aku sudah lama tidak pernah merasakan kasih syang orang tua. Bahkan kini aku fotonya saja tidak punya. Hanya kasih sayang mereka dan wajah mereka yang masih terukir jelas di otak aku"
"Iya da, aku gak bisa bayangkan jika jadi kamu da" ucap kesha meletakkan foto ke dua orang tuanya di atas ranjangnya.
"Sha, hari ini kamu kerja gak?" Tanya Manda yang duduk di samping Kesha.
"Gak da, mungkin aku akan kurangi kerja aku. Dan aku lebih baik mengambil kerja malam. Biar aku paginya bisa jaga anak-anak kamu. Sekarang paling penting anak-anak kamu." Ucap Kesha, memcoba tersenyum di depan Manda, meski sebenarnya ia tidak bisa tersenyum. Berbagai masalah yang pernah ia hadapi masih terbayang, ia bahkan belum bisa memaafkan dirinya sendiri saat orang tuanya harus di penjara dan dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk ke dua orang tuanya.
"Baiklah, tapi nanti kalau kamu kerja biar di antar sopir ya, selagi Aron masih mencari Vino, selama ini kamu pergi kamana-mana kalau malam.sama sopir saja" ucap Manda.
"Tapi da, aku gak mau merepotkan kamu lagi, aku gak mau membuat Aron dan kamu jadi terbebani karena kehadiran aku" ucap Kesha, menundukkan kepalanya.
"Gak ada yang terbebani. Lagian kamu akan jadi ipar aku. Jika kamu menikah dengan Vino nantinya" ucap Manda.
"Tapi aku sudah menyakiti Vino, saat itu terkahir aku bertemu dengannya saat di korea. Dia menjemput aku di sana, dan aku yang gak bisa bilang semua tentang keluarga aku. Aku bohong dengannya jika aku di jodohkan dan menikah dengan orang lain. Ya, itu hanyalah alasan aku untuk jauh darinya" ucap kesha. "Dan aku gak tahu lagi apakah dia mau memaafkan aku atau tidak, tau dia masih marah dengan aku sekarang" lanjutnya.
Manda memeluk pundak Kesha mencoba menenangkan hati Kesha.
__ADS_1
"Terus sebenarnya apa kamu masih suka dengannya?" Tanya Manda.
"Dengan siapa?" Tanya Kesha, mengerutkan keningnya bingung.
"Dengan Vino? Atau kamu suka dengan Albert ya. Laki-laki yang selalu mengejar kamu itu. Sampai-sampai dia gak pernah berhenti terus mengejar kamu" tanya Manda menggoda.
"Ihh.. Manda kenapa kamu malah bilang tentang laki-laki itu. Aku gak suka dengannya, baru pertama kali bertemu dengannya dia itu nyebelin banget. Dia sombong, makanya aku gak suka. Dan gak.mungkin aku suka dengan lelaki lain. Jika dalam hati ini masih ada satu nama yang sudah terukir lama, dan tidak bisa di hapus lagi" gumam kesha menguntupkan bibirnya.
"Udah aku tadi hanya bercanda Sha, jangan marah dengan aku ya" gumam Manda."setelah ini kamu keluarlah. Aku mau jaga kamu makan bersama. Dan Aron juga mau bicara dengan kamu nantinya" lanjut manda bangkit dari duduknya.
"Baiklah, aku akan susul kamu nanti" gumam kesha. "Tapi aku mau bereskan dulu barang-barang aku ini"
"Baiklah" ucap Manda yang mulai melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Kesha di kamarnya.
Kesha terdiam sejenak, tersenyum tipis. "di mana kamu sekarang? Apa aki bisa bertemu dengan kamu lagi. Apa kamu mau memaafkan aku. aku gak tahu, kisah kita bisa terulang lagi atau tidak. Tapinsetidaknya, meski hanya melihat kamu aku sudah berterima kasih." Batin Kesha, memelik erat goto keluarganya, yang tepat di bawa nya adalah fotonya saat bermesraan dengan Vino dulu.
"Syang di mana Kesha?" Tanya Aron, yang sudah duduk di ruang makan bersama drngan ke dua anaknya.
"Dia masih di kamar, sebntar lagi juga keluar" gumam Manda.
Tak lama Kesha keluar dari akamrnya, menuju ke ruang makan. "Tante duduk sini" gumam Duke.
Kesha berjalan penuh ragu, dan duduk di samping Duke. "Sha besok pagi orang tua kamu akan datang. Jadi kamu ikut kita jemput mereka ya" ucap Aron. "Kamu gak ada pekerjaan lagi kan besok?"
"Gak ada kok, besok aku ada kerjaan malam" gumam Kesha.
"Ya, sudah sekarang kamu makan ya, yang banyak." Gumam manda.
"sha aku itu kagum dnegan kamu bisa bekerja part time di tiga tempat. Kamu benar-benar hebat. Aku gak nyangka, kamu bisa melakukannya" ucap Manda.
__ADS_1
"Awalnya aku ingat dengan kamu da, saat jalani masa sulit. Dan kamu yang jadi semangat aku untuk terus bertahan dan berjuang" gumam Kesha, yang mulai menyantap makanan yang ada.
"Tante nanti malam kita main bersama ya" ucap Lia, memotong pembicaraan mereka.
"Kalau malam gak boleh main syang." Ucap Manda. " lagian tante kalau malam capek pulang kerja" lanjutnya.
"Ya, sudah gimana kalau baca dongeng saja ya tante" ucap Lia.
"Baik syang" ucap Kesha mengusap.lembut rambut panjang Lia.
"Sha kamj nanti kuliah jam berapa?" tanya Manda sambil menikmati hidangan yang ada.
"Aku ada kuliah sore, baisanya aku pagi bekerja part time di toko roti. Tapi hari ini aku libur. Karena bersih-bersih kontrakkan. Dan aku sudah minta ijin untuk mengundurkan diri dari pekerjaanku" ucap Kesha.
"Kamu gak apa-apa berhenti?" tanya Manda.
"Gak apa-apa Da, ku ingin jaga ke dua anak kamu ini. sekalian antar sekolah dia. Sampai kamu pulang kuliah. Aku akan gantikan jaga dia" ucap Kesha, mengusap ke rambut Duke dan Lia.
"Iya aku juga ingin sekolah di antar tante Kesha" ucap Duke antusias.
"karena takut di goda para gadis kecil" goda Lia, dengan senyum menggoda Duke.
"Apaan Kak Lia ini" ucap Duke kesal.
"Sudah-sudah jangan bertengkar, ekarnag lanjitkan makannya. Dan setelah itu antar papa kalian ke depan. Papa kalian ada kerjaan nanti" ucap Manda.
"Iya ma" jawab Duke dan Lia kompak.
Mereka menikmati makan pagi bersama, saling cerita bercanda bersama. Tak asa lagi rahasia lagi di antara Kesha dan Manda kali ini. Ia sekarang lebih bisa terbuka dengan Manda. Dan menceritakan semua yang terjadi pada masa lalunya. Tanpa ada yang di tutup-tutupi lagi.
__ADS_1