Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Manda dan Aron


__ADS_3

Dua hari berlalu.


Orang tua Kesha sudah pindah di sebelah rumahnya bersama dengan Kesha. Dan kini Kesha masih seperti biasa, ia masih bekerja di tempatnya.


Dan sejak ada surat dari Vino, ia memutuskan untuk melupakan Vino. Dan membiarkan dia tahu sendiri tanpa harus ada penjelasan darinya. Ia menghilangkan fikiran tentang Vino dengan semakin giat bekerja sampai larut malam. Orang tunaya juga tidak melarangnya, bahkan mereka bingung Kesha bisa jadi mandiri dan giat bekerja. Dia berubah seratus delapan puluh derajat dari Kesha yang dulu.


Dan papanya kesha sekarang bekerja dengan Aron, menjadi sekertaris Aron.


Di pagi hari yang cerah, dan berhubung sekarang hari libur.


Manda dan Aron berdiam diri di rumah, kali ini mereka tidak mau keluar kemana-mana. Kehamilannya semakin membesar, apalagi anak yang ada dalam kandungannya kembar. Maka kandungannya membuatnya semakin berat. Membuat Manda merasa sangat malas untuk berjalan keluar.


“sayang, hari ini kamu mau makan apa?” tawar Aron, yang berbaring di sofa.


Manda yang baru kembali dari dapur, dengan membawa segelas air putih di tangannya. Ia berjalan pelan mendekati Aron.


“Aku mau makan soup, lagi ini entah kenapa aku ingin makan banyak sayuran syang. Jadi kamu masak makanan yang banyak sayurannya ya. Dan sekalian kupasin buah-buahan untuk aku” Gumam Manda, meneguk minumannya, lalu meletakkan di atas meja.


Aron bangkit dari sofa, dan duduk bersandar di sofa, memegang tangan Manda. “Kamu duduklah di sini saja syang, aku mau pergi ke dapur” ucap Aron.


“Apa perlu bantuan aku juga syang?”tanya Manda.


“Gak usah syang, aku gak mau kamu kecapekan. kamu di sini saja  dengan anak-anak, kamu bermain saja sama mereka.” Gumam Aron, bangkit dari duduknya, memegang ke dua bahu Manda, menyuruhnya untuk duduk.


“udah diam di sini jangan banyak bergerak” ucap Aron.


Manda tersenyum lebar, dengan pandangan mata saling tertuju.


“Siap syang! tapi kamu jangan lama-lama ya"


Manda terdiam, duduk di sofa dengan pandangan polosnya menatap wajah Aron, ia tidak bisa menolak perintah suaminya itu.


“Baiklah, tapi cepetan ya!” Manda merenung sejenak, ia sadar ada yang kurang, “Oya, Kesha di mana sayang? Bukannya ininhari libur apa dia di rumah atau kerja? dari tadi aku tidak melihat dia sama sekali.”


Aron berpikir sejenak, ia sebenarnya mau bilang sejujurnya dengan Manda jika tadi saat dia di halaman runah, melihat Kesha pergi. Bahkan Kesha sudah pergi dari tadi pagi. Tetapi Kesha bialng tidak boleh cerita dengan Manda. karena dia sudah janji tidak akan memberi tahu Manda jika dia pergi. Ia hanya bisa diam, tanla menjawab pertanyaan Manda “Syang! Kenapa kamu diam? Apa ada masalah lagi?” Manda mengetrutkan bibirnya melihat Aron yang tiba-tiba melamun.


“Eh,, aku juga gak melihat Kesha tadi, mungkin dia di kamarnya atau dia sudah berangkat kjerja” ucap Aron dengan nada gugupnya.

__ADS_1


Manda tersenyum tipis, dengan telunjuk tangan mengarah pada wajah Aron. “Hyoo.. jujur syang Di mana sekarang Kesha? Jangan bohong, lagian kenapa juga kamu tutup-tutupi syang.”


Aron menghela napasnya, gimana bisa ia tahu kalau aku bohong, pikirnya.


“Syang cepat jujur” ucap Manda, memegang lengan kanan Aron, dan menggoyang-goyangkan tangannya.


“Baiklah, baik aku jujur. Tado itu Kesha pergi dengan Albert, tapi entah kemana dia pergi aku juga tidak tahu” ucap Aron, memegang kepala Manda dan mengusapnya lembut. “Udah jangan bahas Kesha lagi syang, baha tentang kita saja. Jangan bahas tentang orang lain, teman atau siapa saja” ucapan Aron membuat Manda jadi bingung.


Manda menyipitkan matanya, “ Kenapa kamu bia bilang Kesha orang lain syang” gumam Manda kesal.


“Iya, maksud aku bukan itu syang, aku mau kamu bahas tentang kita, anak kita, atau cinta kita gitu” gumam Aron, dengan jemari tangan mengusap wajah Manda, yang masih duduk di sofa dengan kepala mendongak mentap Aron yang berdiri di depannya.


“Baik, sekarang kamu masak dulu, aku keburu lapar nanti syang. Jangan banyak bicara lagi!” ucap Manda, beranjak berdiri membalikkan tubuh Aron, mendorong punggungnya pelan. “Tapi sya---“


“Udah buruan jangan tapi-tapian” potong Manda tak mengijinkan Aron bicara lagi.


“Udah sana cepat pergi” lanjutnya.


Aron menoleh sejak, terseryum memandang istrinya itu, dan beranjak menuju ke dapur.


Dengan segera jemari tangannya mengolah beberapa sayuran, memotongnya seperti sorang cheff, ia begitu cepat melakukannya tanpa jeda sedikitpun. Seakan dia sudah ahli dalam bidang masak-memasak.


“Emm.. sepertinya ini enak..” gumam Manda, semakin mempertajam penciumannya, ia bangkit dari duduknya. Dan beranjak menuju ke dapur menyusul Aron.


Ia berjalan ringan mendekati Aron, tanpa sepengetahuannya, Manda memegang pundak Aron dari belakang.


“Syang, sudah matang?” tanya Manda, Membuat Aron yang lagi sibukmenyiapkan piring di meja makan terkejut, dan hampir saja piring di tangannya terjatuh.


Aron menarik napasanya sejenak. “ Syang! Jangan buat aku jantungan” ucap Aron dengan tangan kanan meletakkan piringnya.


“Lagian kenapa kamu terkejut syang, kamu pasti melamun ya?” tanya Mnada yang semakin penasaran dengan sifat aneh Aron kali ini.


“Melamun apa syang, aku tadi lagi sibuk. Sekarang aku gak cuma jadi ayah, aku juga jadi ibu rumah tangga semenjak kamu hamil lagi syang. Tapi itu semua aku lakukan juga demi kamu.” Ucap Aron, memegang ke dua pipi Manda. “Yang peting sekarang kamu dan bayi kita sehat. Aku akan selalu bahagiakan kamu dan manjakan kamu. Aku ingin masak buat anak kita dengan jemari tanganku sendiri. Dan sekarang jangan curiga lagi padaku, aku tidak melamun, atau memikirkan wanita lain selain kamu syang.”


Manda terdiam, menguntupkan bibirnya dengan pandangan mata mentap ke arah Aron. Ia tersenyum tipis, dan bersyukur atas semua yang Tuhan berikan padanya, aku gak habis pikir jika Aron akan seperhatiannya denganku, dia semakin lama semakin cinta dengaku, dan aku harap akan selamanya seperti itu meski di makan usia yang semakin hari, semakin bertambah tua. Pikirnya.


“Syang, makasih! Kamu selalu membahagiakan aku, tapi aku mau kamu jangan pernah bohong lagi padaku, soal apapun itu” ucap Manda. “ oya. Sekarang sudah matang belum, keburu gosong nanti syang.”

__ADS_1


Aron yang teringan masakannya, langsung beranjak menuju dapur dengan segera dan mematikan kompornya. “Hahh... uantung saja kamuningetin tadi syang, hampir saja gosong kita gak jadi makan nantinya.” Ucap Aron.


“Lagian kamu sih” ucap Manda penuh manja.


“Aku panggil anak-anak, kamu siapkan semuanya ya syang” ucap Manda. Yang beranjak menuju ke ruang tamu lagi, uantuk menemui anaknya dan mengajaknya untuk makan.


Keluarga mereka makan bersama, kini mereka makan tanpa adanya Kesah yang biasa duduk di samping ke dua  anaknya.


“Bii.. nanti kamu bawakan masakan untuk orang tua Kesha ya, sekalian bawa buah-buahan yang ada di rumah kita untuk mereka. Bilang nanti aku akan main ke sana dengan anak-anak” ucap Manda pada pembantunya, yang kebetulan menyiapkan minuman untuk mereka.


“Baik non” Bi Melly menunduk dan beranjak menyiapkan beberapa makanan dan buah-buahan seperti yang di suruh Manda.


“Syang, kamun mau ke ruamh Kesha?” tanya Aron.


“Iya syang, sejak ada mereka, aku merasa ada orang tua baru yang menggantikan orang tua akunyang sudah lama meninggal” ucap Manda, seketika mengehentikan makannya, dengan kepala menunduk. Ia teringat lagi tentang ke dua orang tuanya, di mana saat itudia benar-benar di uji. Banyak masalah abru, dan akhirnya membawanya dalam sebuah masalah yang berujung cinta.


“Ma, kenapa mama sedih?” tanya Lia.


“Lia juga sekarang tidak punya orang tua, tapi Lia sekarang sudah punya keluarga baru yang jauh lebih menyangi Lia” ucap Lia memegang bahu Manda.


Manda mendongakkan kepalany, ia mentap ke arah Lia. “Iya syang, Mama juga sudah melupakan masa lalu itu, sekarang mama punya keluarga kecil yang sangat syang dengan mama” ucap Manda, dengan jemari mengusap lembut rambut Lia.


Ting... tung....


Bel rumah berbunyi membuat pembicaraan mereka terhenti, dan seketika Manda menatap ke arah Aron.


“siapa yang datang syang?” tanya Manda.


“Entahlah,” gumam Aron yang masih melanjutkan makanya.


“Bi.. tolong buka pintunya ya, liha siapa yang datang.” Ucap Manda.


“baik non”


“Apa itu orang tua Kesha atau siapa syang?” tanya Manda.


“Aku juga gak tahu syang” balas Aron.

__ADS_1


Bi Melli berlari kecil menghapiri Manda. "Siapa bi yang datang?" tanya Manda menoleh ke arah pembantunya.


 


__ADS_2